Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 39


__ADS_3

Darel dan Mentari kembali diam, suasana kembali hening seperti sebelumnya. Tidak ada percakapan diantara keduannya.


Apa rumah sebesar ini hanya dia saja yang menempati? lalu Adi? Harri? mereka tinggal dimana? batin Mentari.


Mentari celingukan melihat rumah mewah Darel seperti sedang mencari sesuatu.


"Apa yang kau cari?" ucap Darel datar yang melihat sikap Mentari.


"Ah, hehehe ti...tidak ada!" ucap Mentari salah tingkah.


Dia itu tampan tapi kok sayang sih galak!


"Apa kau sedang menghinaku?" tanya Darel lagi yang spontan mengejutkan Mentari.


Apa dia bisa membaca pikiranku?


"Tidak kok, ha...hanya saja......" Mentari ragu untuk mengatakannya.


"Apa?" tanya Darel.


Sebenarnya Darel sudah tahu apa yang hendak ditanyakan mentari, namun dia sedang berpura-pura tidak tahu saja.


"Apa kau hanya tinggal disini sendirian? dimana Adi dan Harri? apa mereka tidak tinggal disini? lalu mereka tinggal dimana? apa rumah mereka sama besar dan mewahnya seperti rumah ini? lalu jika kau hanya tinggal disini siapa yang akan membersihkan rumah sebesar ini? pasti akan sangat melelahkan bukan?!" ucap Mentari melontarkan pertanyaan bertubi-tubi pada Darel.


Darel mengernyitkan dahinya tidak tahu harus menjawab mulai darimana.


Dia ini cerewet sekali! aku pikir hanya satu atau dua pertanyaan tadi, ternyata ada banyak sekali yang dia tanyakan. Aku heran, dalam isi kepalanya yang kecil itu apa muat pertanyaan sebegitu banyaknya? batin Darel yang bingung dengan pertanyaan Mentari tadi.


"Ayo jawab!" ucap Mentari ingin mendengar jawaban dari pertanyaannya tadi.


"Sebaiknya tutup mulutmu itu dan makan makananmu!" ucap Darel datar.


Ckk, itu tidak menjawab pertanyaanku!! bahkan satu pertanyaan saja tidak!! batin Mentari kesal.


"Setidaknya jawab 1 pertanyaan ku dong!!" ucap Mentari sambil memanyunkan bibirnya membuat Darel gemas.


Dia menggemaskan juga kalau lagi cemberut gitu! apa yang yang kau pikirkan Darel?!! buang pikiran buruk itu dari otakmu, dasar payah!!


"Aku punya pembantu yang membersihkan rumah ini, jadi aku tidak perlu membersihkannya sendiri. Dan aku juga menyediakan rumah khusus untuk para pembantuku dibelakang, jadi mereka tidak perlu susah-susah tidur diluar." jelas Darel.


Mentari mendengarkan penjelasan Darel sambil meminum jus jeruk miliknya hingga habis. Darel yang melihat tingkah Mentari itu tanpa sadar tersenyum penuh arti.


Dia ini sedang tersenyum? tapi kok malah ngeri sih!! batin Mentari yang malah menjadi takut dengan senyuman Darel.

__ADS_1


********


Pagi itu dirumah utama Sanjaya, seorang pria berpostur tegap ramping dengan style kekinian datang.


Joni, kepala penjaga sedikit heran dengan kedatangan pria yang tidak asing dalam ingatannya.


"Anda??" tanya Joni yang dihampiri pria itu.


"Apa kau lupa....paman?" ledek pria itu pada Joni.


Joni berusaha keras mengingat siapa pria dihadapannya itu. Pria yang berada dihadapan Joni terkekeh karena berhasil menjahili Joni, pamannya.


Ayo berpikir lagi, paman! berpikirlah lebih keras lagi! ini akibatnya akibat terlalu sibuk dengan pistol dan komputer sampai-sampai kalian melupakan aku, huuhhh!! gumam pria itu sambil tersenyum penuh arti.


Siapa laki-laki ini? apa aku sudah setua ini sampai-sampai tidak ingat siapa pria ini?


Joni terlihat masih berpikir dengan keras, mencoba mengingat pria dihadapannya ini tanpa mengetahui kalau pria itu adalah keponakannya sendiri.


"Oh ayolah, paman! jangan bilang kalau kau melupakan keponakanmu yang tampan ini!!" dengus pria itu.


"Aku tidak ingat sama sekali, siapa kau ini?" ucap Joni menyerah karena tak kunjung ingat.


Mungkin aku memang sudah tua, makanya tidak ingat hal lain selain menembak dan melacak! batin Joni.


"Ini aku, Frans!" ucap pria itu yang ternyata bernama Frans.


"Apa kau Frisu kecil yang dulu bermain bersama tuan muda dan kau terjatuh lalu menangis?" ucap Joni setelah sedikit mengingat nama itu.


"Yhaa, ini aku! tapi ngomong-ngomong jangan mengatakan hal memalukan itu disini! aku kan bisa malu!" ucap Frans memerah mendengar sepenggal kisah masa kecilnya dari mulut Joni.


"Hahaha, kenapa malu? memang kau itu kan dulu cengeng, hitam, kecil lagi makanya kami semua memanggilmu Frisu!" ucap Joni terkekeh mendengar perkataan Frans.


"Paman!!!" ucap Frans mulai jengkel.


"Ada apa ini?" tanya tuan Ardi tiba-tiba.


Tuan Ardi yang berada di taman tidak sengaja mendengar kebisingan dari arah Joni dan menghampirinya.


"Ini tuan, Frisu..." ucap Joni menunjuk arah Frans.


Frans yang ditunjuk Joni itu hanya tersenyum cengengesan seperti mengatakan lihat aku sekarang paman, aku juga bisa tumbuh besar seperti Darel


"Apa dia ini Frisu? anak kecil, hitam dan cengeng itu?" ucap tuan Ardi tidak percaya dengan penglihatannya itu.

__ADS_1


Apa aku dulu seburuk itu? dasar mereka ini!! jengkel Frans.


"Ya-ya ini aku Frisu kalian yang kecil, cengeng, hitam, dekil!!! kalian puas!!" ucap Frans yang sudah kesal dengan ulah dua paman tuanya itu.


"Hahahaha, kau sadar diri juga rupanya! ayo masuklah kita berbincang-bincang didalam saja!" ucap tuan Ardi sambil tertawa puas.


Frans masih terlihat kesal dengan kedua pamannya itu. Dia pun masuk kedalam rumah dengan menekuk bibirnya kesal.


********


Darel mengantar Mentari pulang dengan mobil lain miliknya. Sepanjang perjalanan mereka hanya diam. Mentari sibuk melihat keluar jendela sedangkan Darel fokus kearah jalan raya.


Kenapa dia diam saja? harusnya kan dia mengajak ku bicara atau bagaimana gitu!! batin Darel jengkel saat melihat Mentari yang sibuk melihat keluar jendela.


"Apa kau...sa..sangat menyukai alam?" tanya Darel kemudian membuka obrolan.


"Emm, lebih tepatnya bunga!" ucap Mentari spontan.


"Apaa??" tanya Darel yang sedikit tidak mendengar jawaban Mentari tadi.


"Iya bunga! kau tahu bunga kan? aku sangat menyukai taman yang banyak bunganya, terlebih lagi bunga anggrek. Aku sangat menyukai bunga anggrek." ucap Mentari bersemangat.


Mentari sangat menyukai bunga, terlebih anggrek ungu. Dia akan selalu bersemangat setiap kali membicarakan bunga, karena memang itu salah satu favoritnya.


Anggrek? bukannya wanita suka dengan mawar merah? benar-benar wanita yang aneh! batin Darel tidak mengerti.


"Apa kita bisa berhenti ditoko baju dulu?" tanya Mentari pada Darel.


"Kenapa?" tanya Darel.


Ishh ,tinggal jawab boleh apa nggak aja susah banget! gumam Mentari.


"Lusa akan ada perayaan toko ku, jadi aku harus datang. Aku kan tidak mungkin pakai pakaian seperti ini, lagian disana nanti juga akan ada beberapa mitra ku jadi aku harus terlihat lebih rapi." jelas Mentari.


Bilang saja kalau kau ingin menggoda pria-pria yang ada disana!! batin Darel.


"Jangan sekarang, aku sedang buru-buru! besok saja aku temani belanjanya!" ucap Darel masih fokus menyetir.


Emangnya aku mau belanja selama apa? orang nanti juga melewati toko baju kok, kan bisa sekalian! gumam Mentari dalam hati.


"Kenapa besok? aku kan cuma sebentar doang belanjanya!" gerutu Mentari.


"Aku bilang besok ya besok!" ucap Darel datar.

__ADS_1


Entah peringatan atau ultimatum untuk Mentari, namun Mentari tidak bisa membantah perkataan Darel jika sudah begini. Dia pun kembali diam.


Cuek banget sih jadi cowok!!


__ADS_2