Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 318


__ADS_3

Mentari tengah duduk di sofa ruang tamu. Adi, Lukas, Nakala, dan mbok Tini terlihat khawatir kepada nona muda mereka itu. Iwang yang baru saja kembali dari kerja kelompok ikut terkejut saat melihat Mentari yang dikerubungi oleh orang-orang itu.


"Ibi?! ibu kenapa, bu?! apa ibu sakit?" tanya Iwang yang bergegas menuju Mentari.


Keram di perut Mentari tadi datang lagi. Untung saja saat itu Rumi, Pretty, dan Sandra telah pergi hingga Adi dan Lukas membawa Mentari ke sofa.


"Enggak kok sayang. Tadi, dedeknya nendang-nendang perut ibu aja kok." ucap Mentari sambil mengelus pipi putranya yang tampak sangat khawatir itu.


"Beneran, paman Adi, paman Lukas?" tanya Iwang menatap dua orang yang berdiri di hadapannya.


Mereka saling tatap lalu menatap Mentari. Mentari memberi isyarat dengan menganggukkan kepalanya.


"Iya." jawab keduanya bersamaan.


"Huftt!!! dedekk!! dedek jangan nakal yaa didalam perut ibu. Kasian tuh ibu jadi kesakitan. Kan kata ayah, kita harus jaga ibu selagi ayah pergi. Jadi jangan nendang-nendang lagi yaa, nanti ibu sakit lagi." ucap Iwang tepat berada didepan perut Mentari sambil mengelus-elus perut Mentari.


"Ouhh!! sini sayang!!" ucap Mentari.


Mentari begitu terharu dengan perkataan Iwang barusan. Dia begitu mengkhawatirkan dirinya, begitu sayangnya Iwang pada dirinya. Mentari merentangkan tangannya untuk memeluk putranya itu. Adegan berpelukan itupun berlangsung cukup lama, hingga Mentari menyuruh Iwang untuk mandi lebih dahulu.


"Tolong jangan beritahu Darel soal masalah ini ya!" ucap Mentari setelah Iwang pergi.


"Tapi nona..."


"Adi, aku mohon! Darel disana harus fokus dengan pekerjaannya, dan kalau dia tahu keadaanku disini, dia pasti akan khawatir dan aku tidak ingin hal itu terjadi. Lebih-lebih Darel pasti akan langsung pulang kalau dia tahu. Tolong yaa!" ucap Mentari memotong perkataan Adi.


Mereka diam sejenak, menimbang-nimbang keputusan apa yang akan mereka ambil. Jujur, mereka geram karena nyonya besar mereka bisa berpikiran sedangkal itu untuk menuduh nona muda mereka sebagai pembunuh. Andai Rumi tahu apa yang sebenarnya terjadi, dan siapa sebenarnya yang seorang pembunuh, akankah Rumi masih bersikap demikian?


Lalu, Pretty. Wanita itu kembali mengacau. Itu semua karena kebodohan mereka yang membiarkan Pretty di apartemen itu tanpa penjagaan sehingga dia bisa melarikan diri. Lalu Sandra, dia tidak lebih dari seekor tungau bagi Darel namun gayanya selangit. Bak dialah pemilik dunia ini hingga semua orang harus tunduk padanya, padahal dia tidak ada apa-apanya sama sekali tanpa bantuan Darel.


"Nona, saya rasa tuan Darel harus tahu masalah ini. Saya takut kalau hal ini dibiarkan, anda dan janin yang ada dalam kandungan anda bisa dalam bahaya." ucap Nakala memberi saran.


"Maafkan saya nona, tapi saya setuju dengan perkataan Mig....Nakala!" ucap Adi yang hampir keceplosan memanggil Nakala dengan nama Miguela.


Nakala sontak saja menatap tajam ke arah Adi yang berada di samping kanannya sedangkan Lukas yang berada di sisi kirinya ikut menatap kearah Adi yang nampak salah tingkah.


"Kak, mbok, kalian setuju kan dengan usulku?" tanya Mentari menatap Lukas dan mbok Tini bergantian.


"Maaf, nona. Ini terlalu beresiko jika tetap dibiarkan seperti ini. Nyonya Sandra dan wanita pelakor itu pasti akan terus menghasut nyonya besar agar semakin membenci anda. Benar kata Nakala, takutnya hal itu bisa membahayakan nyawa anda, nona." ucap mbok Tini.


"Aku juga setuju dengan usul Nakala. Kita beritahu Darel saja. Nona, anda adalah kehidupan bagi tuan muda. Jika anda kenapa-kenapa tuan pasti tidak akan mengampuni siapapun yang menyakiti anda. Atau bahkan bisa lebih parah, dia bisa kehilangan jati dirinya saking frustasinya. Saya mohon, pertimbangkan lagi untuk memberitahu tuan muda soal masalah ini." ucap Lukas.

__ADS_1


Mentari menunduk. Tangannya mengelus lembut perutnya yang sudah memasuki trimester terakhir itu. Mentari takut kalau janinnya terluka. Tapi dia tidak ingin mengganggu tugas Darel. Mentari tidak ingin membuat suaminya itu cemas.


"Baiklah, kita beritahu Darel soal masalah ini. Tapi tolong, jangan bilang kalau mama juga ikut membenciku. Darel pasti tidak akan bisa menerima hal itu." ucap Mentari.


"Baik, nona!" ucap mereka serempak.


********


"APAAAA?!!! BERANINYA MEREKA MENGGANGGU ISTRIKU DISAAT AKU TIDAK ADAAA!!!" teriak Darel sangat murka.


Saat ini Lukas tengah mengabarkan kejadian hari ini kepada Darel melalui panggilan telepon. Seperti permintaan Mentari tadi, Lukas tidak menyebutkan bahwa Rumi telah ikut komplotan Sandra dan Pretty untuk mengganggu Mentari.


"Iya tuan, sampai-sampai perut nona keram lagi. Tapi untungnya tidak kenapa-kenapa." ucap Adi.


Saat ini speaker di ponsel Adi menyapa sehingga Lukas dan Adi bisa mendengarkan perkataan Darel dengan jelas.


"TARIK SEMUA KEKAYAAN KITA YANG DIPAKAI OLEH WANITA ITU. RATAKAN SEMUANYA HINGGA MENJADI DEBUUU!!!" perintah Darel.


"Dengan senang hati, tuan!!" ucap Adi dan Lukas bersamaan.


Kekayaan yang dipakai oleh Sandra delapan puluh persennya adalah milik Darel. Sebagai informasi saja, Sandra sebenarnya dulu sama kayanya dengan kakaknya, nenek Darel. Namun karena putra dari Sandra, yaitu Daibar yang sering berfoya-foya dan juga seorang penjud*, akhirnya kekayaan Sandra pun semakin lama semakin habis.


"Sungguh manusia tidak tahu diri!!! Harri, kita harus kembali ke Indonesia secepatnya!!" ucap Darel setelah panggilan telepon terputus.


"Tapi, tuan, pesawat kita masih dalam perbaikan dan mungkin akan memakan waktu dua atau tiga hari lamanya." ucap Harri.


"Bukannya kemarin baik-baik saja?! kenapa tiba-tiba ada perbaikan?" tanya Darel.


"Sudah jadwalnya perbaikan tuan. Biasanya kan juga begitu, rutin melakukan pengecekan pada mesin dan sebagainya.


"Akhhh!!! sia*!!! Oh, helikopter?!" tanya Darel.


"Helikopter kita kan ada di Indonesia, tuan? butuh waktu untuk kesini." ucap Harri.


"Akhh, pokoknya saya tidak mau tahu!!! kita harus segera kembali ke Indonesia!!!" perintah Darel.


"Baik, tuan! saya akan Carikan solusinya!" ucap Harri.


********


Dua hari telah berlalu. Kabar penghancuran perusahaan, rumah serta semua aset milik Sandra telah terdengar sampai ke telinga Mentari. Mentari was-was karena kabar itu, takutnya Sandra akan datang kembali ke rumahnya dan melampiaskan amarahnya padanya.

__ADS_1


"TARIIIIII!!!!! TARIIIII!! KELUAR KAMUUUU!!!!! DASAR WANITA KAMPUNG TIDAK TAHU DIRIIII!!!!" teriak Sandra sambil memasuki rumah Darel.


Sandra diikuti oleh banyak penjaga dirumah Darel yang memintanya untuk segera keluar dari rumah Darel.


"Kalian pergi saja!! urus urusan kalian, jangan sampai saya memecat kalian dari pekerjaan ini!!!" ancam Rumi karena terasa diganggu dengan kehadiran penjaga-penjaga itu.


"Tapi nyonya, kami hanya menjalankan perintah dari tuan Darel bahwa...." ucap salah satu penjaga.


"SAYA BILANG PERGI YA PERGIII!!! MAU SAYA PECAT KALIAN, HAAA?!!!" teriak Rumi.


Mentari yang saat itu berada di halaman belakang berjalan ke ruangan depan saat mendengar keributan.


"Ada apa ini?" tanya Mentari yang datang bersama dengan Nakala, Adi, Lukas, dan Iwang.


"Itu tuh, nek!!! biang kerok dari perpecahan di keluarga ini!!! gayanya aja sok kalem padahal aslinya mah penyihir!!!" cibir Pretty saat melihat kedatangan Mentari.


"Heh, jaga ya mulut anda?! mau wajah anda yang masih ada bekas cakaran dari nona itu saya cabik-cabik dan mulut anda yang suka nyinyir itu saya robek-robek?!!" ucap Nakala.


"Apa sih baper banget!!" ucap Pretty yang setengah takut kepada Nakala.


Bagaimana tidak, luka yang diakibatkan gadis itu di wajahnya pun masih belum sembuh sepenuhnya, lah ini mau ditambahin lagi.


"Sini kamuu!!!" ucap Sandra yang hendak mendekat ke arah Mentari.


Melihat tanda bahaya itu Nakala dan Adi serta Lukas langsung berjalan kehadapan Mentari juga Iwang untuk melindungi dia aset berharga Darel itu.


"Minggir!!! urusan saya dengan wanita kampungan itu!! minggiirrrr!!!" bentak Sandra yang ingin menerobos tiga penjaga Mentari itu.


"Anda sepertinya tidak kapok-kapok juga yaa, setelah perusahaan dan semua aset anda di tarik oleh tuan muda?! masih berani anda menampakkan wajah anda kesini?! kalau saya jadi anda, saya akan sangat malu bahkan tidak akan berani keluar dari rumah walau hanya sedetik!" sindir Adi dengan tatapan tajam ke arah Sandra.


"Lah, tapikan dia tidak punya rumah, tuan?! upsss!!! candaaaa!!! hahahahaa!!" timpal Lukas.


Adi dan Lukas tertawa lepas karena candaan itu sedangkan Sandra dibuat memerah wajahnya menahan emosi.


"Sini kamu wanita kampungan!!! wanita ularr!!! wanita penggoda!!! pembunu*!!!! jangan beraninya bersembunyi dari pada penjaga ini!!! lawan saya kalau berani!!!" ucap Sandra marah.


"Buat apa nona kami harus capek-capek mengotori tangannya yang bersih hanya untuk melawan semut pengganggu seperti anda?!" sindir Adi.


"Woww, pedasss!!!" timbal Lukas.


Mereka berdua kembali tertawa membuat Sandra semakin marah.

__ADS_1


__ADS_2