Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 136


__ADS_3

Malam ini Zanu, Arul, Bagas, Tomi, dan Jack bersepakat untuk keluar bersama-sama. Mereka semua berkumpul ditempat biasa yaitu sebuah taman. Tomi sudah mengajak Rohan juga untuk ikut, namun sayangnya Rohan harus menyelesaikan penyelidikan terhadap beberapa orang yang diduga sebagai bandar narkoba sehingga dia tidak bisa ikut.


"Mana sih yang lain, apa mereka lupa jam ya!!!" omel Tomi.


Tomi dan Jack sudah sampai lebih dulu ditaman itu dan sudah menunggu hampir 10 menit disana. Bahkan nyamuk-nyamuk pun mulai menghisap darahnya.


Mungkin nyamuknya juga tahu mangsa yang bagus, Tomi! canda nyamuk🤣 #Author POV.


Setelah cukup lama menunggu, mobil Arul, Bagas, dan Zanu akhirnya datang juga. Namun tanpa diduga oleh Tomi, ternyata mereka semua membawa pacar masing-masing termasuk Arul yang membawa Anisa namun dengan selang infus yang masih terpasang di tubuhnya.


Hal ini dilakukan Arul agar Anisa bisa menghirup udara segar juga, lagi pula udara malam ini tidak terlalu dingin sehingga Anisa bisa melihat-lihat dunia luar dan bukan hanya tembok bercat putih membosankan itu saja.


"K....kalian??!! kok....merekaa...!!!" menunjuk wanita-wanita disebelah sahabat-sahabatnya.


"Kamu sih jomblo, makanya cari pacar dong biar bisa ngedate bareng!" ejek Arul.


Semua orang tertawa mendengar ejekan Arul kecuali Tomi yang merasa dikhianati oleh sahabatnya sendiri.


"Tapi kalian tidak bilang kalau membawa pacar, terus aku sama siapa!!" merengek seperti anak kecil.


"Sama Jack saja!" goda Zanu.


Tomi dan Jack saling berpandangan kemudian bergidik geli sendiri.


"Enak saja, aku ini masih normal ya! mana mau sama dia!" tolak Tomi.


"Aku juga masih waras tuan!" ucap Jack.


"Sudahlah, ayo kita kesana! langit hari ini cerah sekali. Ayo sayang!" ucap Bagas menenteng tangan Angel.


Arul, Zanu, dan Bagas berjalan menuju meja yang tersedia disana meninggalkan Tomi yang jomblo seorang diri.


"Hei....hei...hei!!!! tunggu aku!!! kalian kan yang datang terlambat kok malah aku yang ditinggal, heiiii!!!!" teriak Tomi namun tidak digubris oleh sahabat-sahabatnya.


"Nasih jadi jomblo ya seperti ini, huhuhuuuu!!!! pokoknya aku harus cari wanita yang cantik yang sexy, biar bisa jalan bareng sama merek, lihat aja nanti!!!" ucap Tomi kemudian menyusul sahabat-sahabatnya.


Ditempat lain, Wisnu dan Nurul juga menikmati makan diluar bersama. Setelah mengikhlaskan Mentari, Wisnu kini mulai membuka hatinya untuk Nurul. Terlebih lagi Nurul seorang yang terbuka dan aslinya dia sangat cerewet dan juga ceria. Namun waktu dikantor saja Nurul bersikap profesional dengan bahasa yang formal dan ketika sudah diluar kantor, keluar deh sifatnya yang periang dan cerewet.


"Malam ini indah sekali ya?" ucap Wisnu sembari menatap keatas.


"Iya, indah sekali!"


Wisnu menatap kekasihnya. Senyum tulus terpancar dari wajah Nurul. Wisnu meraih tangan Nurul dan menggenggamnya erat seolah tidak akan membiarkan Nurul pergi darinya.


"Terimakasih sudah membantuku menyembuhkan luka ini! aku yakin, kau adalah jodoh yang dikirimkan Tuhan untukku!" ucap Wisnu.

__ADS_1


Nurul merasa sangat terharu mendengar kata-kata Wisnu. Pria yang tidak pernah dia bayangkan bisa menjadi kekasihnya kini ada dihadapannya, menggenggam tangannya.


"Terimakasih juga karena kamu mau menerima wanita sepertiku."


"Hei, kita sudah membicarakan ini berulang kali! aku dan kamu sama saja tidak ada yang kaya maupun yang miskin, semua sama saja mengerti?" ucap Wisnu.


Nurul selalu merasa minder kepada Wisnu terlebih Wisnu sendiri adalah anak tunggal yang mewarisi semua kekayaan orang tuannya. Sedangkan Nurul, dia bahkan tidak punya apa-apa untuk dibanggakan.


"Maaf!" tertunduk.


Wisnu meraih kepala Nurul membawanya kedalam bekapan tubuhnya yang hangat. Suasana malam ini benar-benar memberi kenangan indah kepada mereka yang berpasangan.


*******


"Hei, kalian ini hargai aku sedikit kenapa? aku ini sahabat kalian loh!" omel Tomi.


Arul, Zanu, dan Bagas tidak memperdulikan Tomi dan dengan sengaja menampilkan kemesraan mereka dihadapan Tomi yang membuat Tomi benar-benar kesal. Dia pun memilih memesan sebuah mie instan disekitar sana.


Brukkk.....


"Maaf...maaf!!! saya tidak sengaja?!!" ucap seorang wanita dengan wajah penuh lebam.


Wanita itu terlihat ketakutan dan tanpa memperdulikan Tomi wanita itu langsung berlari begitu saja.


"Hei, nona tunggu dulu!!!" panggil Tomi namun tidak didengar wanita itu.


Brukkk....


"Shirennn!!! berhenti kauuuu!!!" teriak pria itu yang sepertinya meneriaki wanita tadi.


Dengan cepat pria itu berlari mengejar wanita yang bernama Shiren. Tomi bingung dengan situasi ini. Namun mengingat wajah ketakutan wanita tadi begitulah juga dengan lebam diwajahnya, hal itu pasti menandakan wanita itu dalam bahaya. Tomi ikut mengejar mereka berdua.


"Hah...hah...hah....aku harus kemana lagi ini??" ucap Shiren terengah-engah.


"Mau lari kemana kau sekarang ha???" ucap Bram sembari menata sabuk pinggang ditangannya bersiap memecutkannya kearah Shiren.


"Tidak, Bram!!! aku mohon jangan lakukan itu, aku mohon!!!" berjalan mundur dengan air mata terus membasahi pipinya.


"Udah berani ngelawan kamu ya sekarang??? aku akan beri kamu pelajaran karena kamu udah nggak nurut sama perintah aku!!!" mengayunkan sabuk keatas bersiap mendaratkan sabuk itu ke tubuh Shiren.


Eh???


Sabuk itu tertahan oleh sesuatu hingga Bram menoleh kebelakang.


"Kau??!!!! siapa kau??? jangan ikut campur urusan ku!!!" ucap Bram terus menarik sabuk yang digenggam Tomi.

__ADS_1


"Lepaskan!!!" ucap Bram.


Tomi pun melepaskan ikat pinggang ditanganinya dan membuat Bram tersungkur ke tanah. Shiren melihat hal itu tetap merasa ketakutan terlebih dia tahu sifat pacarnya ini, dia paling tidak suka kalau ada yang ikut campur urusannya.


"Nona, hutang mu yang menumpahkan mie instan ku belum kau bayar!! apa kau punya hutang juga dengan pria ini?" tanya Tomi tanpa memperdulikan kehadiran Bram.


(Siapa Bram dan Shiren bisa para reader baca pada eps. 80 ya😉)


"Di...dia..."


"Jangan ikut campur urusan kami, aku pacarnya!!!" ucap Bram angkuh.


"Ayo shiren, pulang!!!" menarik paksa tangan Shiren.


Shiren berusaha memberontak. Dengan sigap Tomi menghentikan tangan Bram yang menyakiti tangan Shiren.


"Lepaskan!!!" ucap Tomi penuh penekanan.


"Siapa kau ini, kenapa mengurusi urusan orang lain!!!!"


"Aku bilang, LEPASKAN!!!!" menatap tajam kearah Bram.


"Oh, mau jadi pahlawan ya kau rupanya? ayo kalau berani, lawan aku!!!" tantang Bram.


"Heh, siapa takut!" menyeringai.


"Jangan, aku mohon pergilah!!!" bujuk Shiren.


Shiren tidak ingin Tomi terluka hanya karena hendak menolongnya.


"Jangan khawatir, aku tidak akan bisa mati kalau hanya dia lawanku!!!" ucap Tomi sombong.


"Ba*ot!!!!"


Bram mulai menyerang Tomi. Menendang, memukul, menyikut semua gerakan Bam berhasil dihindari oleh Tomi. Giliran Tomi yang mulai menyerang. Dengan sekali hentakan dia melumpuhkan kaki Bram, meraih lengan Bram dan mematahkannya. Tidak sampai disitu, Tomi juga membuat hidung Bram mengeluarkan darah segar. Dan...


Dukkkk......


Tomi menyikut kepala Bram membuat Bram tidak sadarkan diri. Tomi pun menata kembali bajunya yang berantakan lalu menghampiri Shiren yang terlihat masih ketakutan.


"Kau aman sekarang! dimana rumahmu? biar aku antar pulang!" tawar Tomi.


"Aku tidak bisa pulang ke rumahku, ataupun kerumah temanku. Bram tahu tempat tinggal mereka semua, dan dia pasti akan mengancamku dan menganiaya ku lagi nanti!!" ucap Shiren memangis.


Tomi mengeluarkan sapu tangan dari sakunya dan memberikannya kepada Shiren.

__ADS_1


"Kau bisa tinggal di apartemenku! tenang saja, keamanan disana sangat tinggi dan dia tidak akan bisa mengganggumu lagi!" tawar Tomi.


Shiren terlihat menimbang-nimbang beberapa saat hingga akhirnya dia setuju dengan tawaran Tomi. Mereka kembali ketempat sahabat-sahabatnya Tomi dan meninggalkan Bram yang tengah pingsan disana.


__ADS_2