Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 99


__ADS_3

Hari mulai siang, Mentari Dan Darel tidak mempunyai rencana untuk keluar jalan-jalan. Darel tahu dengan kondisi Mentari yang baru saja bekerja semalaman pasti akan sangat menyakitkan untuknya terlebih ini adalah kali pertama untuk Mentari. Oleh karena itu dengan alasan kaki Mentari yang sakit Darel membuat Mentari tidur didalam kamar sepanjang siang ini.


"Ada apa?" tanya Darel saat mengantar makan siang untuk Mentari dikamarnya.


Mentari yang memang baru saja merasakan rasa sakit yang aneh di area sensitifnya hingga membuat dia meringis kesakitan.


"Emm, mungkin lagi kurang enak badan aja." ucap Mentari.


"Hem, minum ini setelah itu makan siang! harus dihabiskan!" ucap Darel.


"Tapi ini banyak daun bawangnya!" ucap Mentari.


"Lalu?" tanya Darel.


Darel tahu Mentari tidak suka dengan daun bawang, hampir setiap makanan yang mengandung daun bawang akan disisihkan oleh Mentari.


"Aku tidak mau makan ini!" ucap Mentari.


"Jika kau mau sakit dan terkurung disini ya terserah!" ucap Darel santai.


Dengan tidak punya dosa Darel melangkah pergi meninggalkan Mentari yang sudah sangat geram dengannya seolah ingin mencabik-cabik dirinya.

__ADS_1


Dasar pria nggak peka, dibersihin dulu atau gimana gitu!!! ini enggak, kayak nggak punya dosa aja?! mana daun bawangnya banyak banget lagi, huhhh!! batin Mentari.


Mentari akhirnya hanya bisa pasrah dan memunguti satu per satu daun bawang itu lalu menyisihkannya. Cukup lama hingga semua daun bawang itu bersih dari piring makanannya barulah Mentari bisa memakan makanan itu.


Dasar gadis bodoh!! makan yang banyak biar kamu lekas sembuh!! semoga sakit mu bisa berkurang setelah meminum jamu itu! batin Darel.


Ternyata sedari tadi Darel memperhatikan tingkah Mentari yang tengah menyisihkan daun bawang sambil mengomel tidak jelas. Sangat puas melihat tingkah lucu Mentari saat itu hingga Darel hampir ketahuan kalau dia masih memperhatikan Mentari karena tidak bisa menahan tawanya.


Darel pun menuju ruangan tamu, mengecek ponselnya dan menampilkan sebuah pesan dari Adi.


isi pesan dari Adi..


Darel tersenyum kemudian menghubungi Ferry jika dia akan kembali besok dan memintanya menyiapkan pesawat pribadi untuknya dan Mentari.


********


Disisi Lain, toko Mentari saat ini ramai pembeli. Laila yang ditugasi untuk mengurus toko selagi Mentari di Paris terlihat sangat kebingungan. Banyak bahan-bahan yang habis di gudang sedangkan pembeli sangat banyak sehingga tidak memungkinkan untuk keluar toko membeli bahan baku.


Tiba-tiba terdengar suara mobil berhenti didepan toko. Semua mata pembeli langsung menatap ke arah mobil mewah yang baru saja terparkir dilahan toko itu.


"Tuan Harri?" ucap Laila ketika melihat Harri keluar dari dalam mobil.

__ADS_1


Tidak hanya sendiri, Harri dan beberapa anak buahnya datang dengan membawa bahan baku pembuatan kue.


"Bukankah kau sangat butuh ini?" tanya Harri saat sampai dihadapan Laila.


"Iya, tapi darimana anda tau kalau kami membutuhkan ini semua?" tanya Laila setelah melihat isi barang yang dibawa Harri.


"Hehehe, sebenarnya tuan menghubungiku dan menyuruhku mengantarkan barang-barang ini atas permintaan nona muda!" ucap Harri salah tingkah.


"Oh terimakasih tuan!" ucap Laila.


"Tuan, ini diletakkan dimana?" tanya salah satu anak buahnya yang berbadan lebih besar.


Harri melihat anak buahnya itu tengah keberatan dengan barang yang dia bawa, padahal tubuhnya lebih besar dibandingkan karung yang dia bawa.


"Kau ini tubuh saja yang besar, tapi mengangkat karung segitu saja tidak kuat!!!" sindir Harri.


"Emm, kalian taruh di gudang saja biar dibantu oleh rekan saya, Indra kamu bantu mereka meletakkan ini ke gudang ya?" ucap Laila.


"Siyappp!!" ucap Indra sembari menggoda.


Laila dan rekan wanitanya hanya bisa menggelengkan kepalanya jengah. Yah, mereka memang sudah paham bagaimana sifat Indra yang memang banyak dikejar wanita.

__ADS_1


__ADS_2