Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
SEASON 2 episode 32


__ADS_3

Hyuna berjalan dengan perasaan kesal yang teramat pada Alvaro. Bisa-bisanya laki-laki itu bersikap seperti tadi padanya. Biasanya juga dia cuek saja, jangankan bersikap seperti tadi, menganggap Hyuna ada saja tidak pernah!!


"Apa-apaan sih dia tadi!!! bikin kesel aja deh!!! aneh banget!!" gerutu Hyuna.


"Kenapa marah-marah?" tanya Kaj tiba-tiba.


Hyuna terkejut dengan kedatangan Kaj yang tiba-tiba itu. Jantungnya hampir saja copot dari tempatnya.


"Kakak ngapain sih ngagetin gitu?!" omel Hyuna.


Kaj justru terkekeh melihat raut kesal dari Hyuna membuat Hyuna menjadi semakin kesal.


"Ngapain ketawa?!! emang ada yang lucu?!!" tanya Hyuna berkacak pinggang.


Bukannya sangar, justru tingkah Hyuna saat ini terlihat sangat imut dengan pipi menggembung.


"Kamu!" jawab Kaj sambil terkekeh gemas.


"Aku?! kenapa aku?! emangnya aku pelawak!!!" sentak Hyuna.


"Kayak bocil tau nggak!!" ucap Kaj sambil tertawa.


Hyuna yang merasa tidak terima melontarkan rentetan kalimat pembelaan bahwa dirinya bukan bocil.


"Hai, Mr. K!" sapa Naruka tiba-tiba mendekat ke arah mereka saat Hyuna tengah berbicara.


"Oh, hai!" jawab Kaj singkat.


"Mr, bisa ikut aku sebentar? aku ingin membicarakan perihal pemotretan kita selanjutnya." ucap Naruka.


Dua hari setelah hari raya, Naruka memang memiliki jadwal pemotretan bersama Kaj. Pemotretan kali ini berhubungan dengan hari raya.


"Oh, oke! Hyuna, saya pergi dulu!" pamit Kaj.


Hyuna hanya mengangguk. Hyuna menatap heran pada adik sepupunya itu. Naruka tidak biasanya seperti ini padanya. Bahkan biasanya dia selalu menempel pada Hyuna, tapi tadi.....ah, mungkin hanya perasaan Hyuna saja.


Aku akan merebut apa yang seharusnya menjadi milikku!!! batin Naruka.


********


Hari raya ke delapan, Hyuna kembali masuk ke sekolah. Lagi ini Hyuna memasak dua bekal untuknya dan juga Raisa. Selama ini, Raisa lah yang menjadi kelinci percobaan Hyuna atas masakan yang baru dia pelajari. Untung saja masakan yang dibuat Hyuna rasanya sangat enak hingga Raisa menyukai masakan Hyuna.


"Permisi nona, ada seorang pemuda yang ingin bertemu nona, katanya teman nona." ucap Lukas.


"Temanku? seorang pemuda? siapa?" tanya Hyuna bingung.


Sebab dirinya tidak ada janji pagi ini dengan siapapun terlebih seorang pemuda.

__ADS_1


"Apa perlu saya usir, nona?" tanya Lukas.


"Emm, tidak usah paman. Biar aku lihat siapa pemuda itu, mungkin saja aku mengenalinya." ucap Hyuna.


Setelah memasukkan kotak bekal kedalam tasnya, Hyuna pun berjalan menuju pagar depan.


"Kairo?!" tanya Hyuna saat tahu siapa pemuda yang dimaksudkan oleh Lukas.


"Hai, Hyuna! selamat pagi!" sapa Kairo dengan senyum lebar menampilkan deretan gigi putihnya juga matanya yang sedikit sipit membuat pria berdarah Indonesia-Cina itu terlihat sangat imut.


"H....hai, Kairo! kok pagi-pagi udah datang kesini?" tanya Hyuna.


"Hehehe, maaf nggak ngabarin dulu. Aku mau ngajak kamu berangkat bareng, mau nggak?" tanya Kairo.


Hyuna menatap kearah mobil Kairo yang dalam mode tidak ada atapnya.


"Sorry, Kai! tapi aku lebih suka pakai motor." tolak Hyuna.


"Oh, gitu yaa." ucap Kairo sedikit kecewa.


"Tapi kalau kamu bisa bawa motor, kita bisa...."


"Bisa-bisa!!! aku bisa!" jawab Kairo cepat.


"Oke, aku ambil motor dulu ya!" ucap Hyuna.


Tidak berselang lama, Hyuna kembali ke tempat itu dengan mengendarai motor sport kesayangannya.


"Serius kamu bisa?" tanya Hyuna.


"Aku biasa kali pakai motor kayak gini, soalnya papa suka banget motor sport kayak gini!" cerita Kairo.


Kairo pun menaiki motor Hyuna lalu Hyuna naik ke atas boncengan motornya. Lukas dan anak buah Darel yang melihat itu menatap intens interaksi dua muda-mudi itu. Walau berdiam diri, Lukas dan anak buah Darel lainnya tetap dalam posisi siaga dan siap melumpuhkan pemuda itu jika melakukan hal macam-macam terhadap nona mud mereka.


"Eh, mobil kamu?" tanya Hyuna menatap mobil Kairo.


"Biar disini aja, nanti aku suruh bodyguard aku buat ngambil mobilnya." jawab Kairo.


"Udah?!" tanya Kairo.


"Udah!" jawab Hyuna.


"Oke, pegangan yaa!!" ucap Kairo.


Kairo mulai menyalakan mesin motor Hyuna lalu melesat cepat membelah jalanan kota Jakarta. Walau masih terbilang pagi, tapi jalanan disini sudah cukup ramai. Siang sedikit pasti akan kena macet dan terlambat masuk kelas.


Raisa dengan gugup menunggu kedatangan Hyuna didepan gerbang sekolah. Wajahnya mendadak kebingungan saat mendapati motor kedatangan sahabatnya itu dikendarai oleh Kairo, ketua OSIS sekaligus cowok paling diidamkan di sekolah. Raisa lebih terkejut lagi saat mendapati Hyuna tengah dibonceng dibelakang Kairo.

__ADS_1


"Kenapa turun disini sih?!" tanya Hyuna menutup wajahnya.


Pasalnya saat ini Hyuna dan Kairo tengah jadi pusat perhatian oleh semua siswa-siswi.


"Loh, kan emang parkir motor ada disini?" tanya Kairo.


"Bukan gitu maksud aku! kenapa nggak turun di gerbang depan aja?! lihat tuh, kita jadi pusat perhatian! bisa-bisa habis ini bakal ada gosip miring tentang kita!!" ucap Hyuna masih menutupi satu sisi wajahnya.


"Bagus dong!" ucap Kairo.


"Maksudnya?!!" tanya Hyuna setengah berteriak.


"Em, enggak jadi!" ucap Kairo.


"Hyun!!!" panggil Raisa.


Hyuna langsung menoleh ke sumber suara. Bisa dilihat oleh Hyuna, Raisa berlari menuju ke arahnya.


"Sa, kenapa? apa ada masalah? kayak habis dikejar hantu aja!!" ucap Hyuna saat Raisa sudah berada dihadapannya.


"Lo tau nggak...." terhenti.


Raisa sadar kalau disini masih ada Kairo juga anak-anak lainnya. Raisa pun membawa Hyuna pergi dari tempat itu meninggalkan Kairo yang kebingungan oleh sikap Raisa.


"Eh, Hyunaaa!!! kunci.....motornyaa?!" teriak Kairo namun di akhir kalimatnya suaranya menjadi lirih karena Raisa dan Hyuna terlanjur berjalan jauh.


"Yaudah deh, aku bawa aja dulu!" ucap Kairo lalu meninggalkan parkiran.


"Benar-benar ya tuh cewek!!! bisa-bisanya dia mau ngrebut ayang Iro dari gue!!!" kesal seorang siswi.


"Tau tuh!! tapi keluarganya punya power loh, kalau kita ketahuan usilin dia, bisa-bisa kita berakhir sama kayak kakak tingkat kita dulu, ihhhh takutttt!" ucap salah satu gengnya.


"Pokoknya gue nggak terima ada yang ngrebut ayang Iro dari gue!!! lihat aja tuh anak!!" ancam siswi tadi.


********


Disisi lain, Raisa membawa Hyuna ke toilet yang ada di dekat parkiran.


"Apaan sih, Sa? ada masalah apa?" tanya Hyuna.


Hyuna penasaran sekali dengan ekspresi tegang Raisa. Tidak biasanya gadis itu bersikap seperti itu meski dalam kondisi genting sekalipun.


"Amanda!!" ucap Raisa.


"Amanda?! buat ulah apalagi dia?!" tanya Hyuna.


Raisa menceritakan semuanya kepada Hyuna. Hyuna pun terkejut tapi masih bis menguasai dirinya.

__ADS_1


"Dia nantang aku kan?! oke, aku bakal kabulin tantangan dia!" ucap Hyuna.


Kira-kira tantangan apa yang akan dilewati oleh Hyuna? apakah identitas Hyuna yang lain akan terbongkar?! apakah Alvaro akan menyadari perasaannya yang sesungguhnya kepada Hyuna? masihkan ada kesempatan untuk Alvaro meraih kembali hati Hyuna?? ikuti terus kelanjutan novel SUAMIKU MR. MAFIA.


__ADS_2