
Baru juga sampai di basecamp, Alvaro langsung berjalan cepat memasuki rumah itu. Terlihat olehnya semua teman-teman juga geng Amanda ada disana sedang menikmati pizza juga minuman bersoda.
"Siapa yang menyebarkan video itu?!" tanya Alvaro tiba-tiba.
Semua orang mendadak diam.
"Lo kenapa sih?! lagi kurang kerjaan lo tanya begituan?!" tanya Aldian.
"Jangan alihin topik! jawab gue!!! siapa yang nyebarin video itu?!" tanya Alvaro.
Dia menatap tajam satu persatu. Saat matanya bersitatap dengan Amanda, entah mengapa gelagat Amanda menjadi aneh.
"Be?!" panggil Alvaro.
"Bukan aku kok!" jawab Amanda spontan.
"Aku belum ngomong apa-apa loh?!" ucap Alvaro.
Amanda merutuki kebodohannya karena bisa keceplosan seperti itu.
"Jadi kamu yang upload video itu?! kamu tau nggak kalau kita semua dalam masalah?!" tanya Alvaro.
"Weiii, sabar menn!!! ada apa sih?! masalah video doang ribet amat!" ucap Aldian.
"Eh, lo diem yaa!!! gue lagi ngomong sama cewek gue!!!!" ucap Alvaro.
"Asal lo tau, keluarga Hyuna udah tau tentang video itu dan mereka akan buat laporan dan kita bisa dipenjara!!" ucap Alvaro.
"Hahahaha, jadi lo takut masuk penjara?! yaelah, gitu doang mah cemennn!!" ucap Jeremy sembari menjentikkan jarinya menyepelekan.
"Lagian masa keluarga lo nggak punya duit buat nyogok tuh polisi?! kere lo?!!" sindir Aldian.
"Tauk tuh, takut amat sama keluarganya Hyuna!! jadi penasaran kayak apa keluarganya!!" celetuk Ali sambil memakan pizza.
"Sanjaya!!" ucap Alvaro.
Brusss....
Uhukkk....uhukkk....
Ali yang tengah makan sampai tersedak saat Alvaro mengatakan itu. Jeremy yang baru saja meminum air sodanya pun langsung menyemburkan kembali air itu sampai mengenai Sabrina.
"Ihhh, Jeremy apaan sih!!! jorok tauuu!!!" keluh Sabrina.
"Apa lo bilang tadi?!" tanya Jeremy tidak mengindahkan keluhan Sabrina.
__ADS_1
"Hyuna adalah bagian dari keluarga Sanjaya, itu sebabnya Shaki datang menolong Hyuna kemarin!! dan papa gue nggak bisa nolong kita karena papa gue setuju sama usulan sahabatnya itu buat menjarain kita, dia malah dukung om Darel buat masukin kita ke penjara!" jelas Alvaro.
"Lo tau semuanya tapi lo nggak ngomong sama kita?!!" ucap Aldian kesal.
"Tau tuh!!! kalau kita tau Hyuna anak tuan Sanjaya, nggak bakal mau gue!!!" ucap Alex kesal.
"Lo nipu kita?!! sengaja lo nggak kasih tau kita?!!!" tanya Aldian.
"Bukannya ini rencana lo?! lo kan yang punya ide! kenapa sekarang lo yang sewot!!" ucap Alvaro.
"Karena gue nggak tau kalau Hyuna anak tuan Sanjaya!!!! dan lo nggak cerita sama kita artinya lo nipu kita!!!" ucap Aldian nyolot.
"Santai dongg, nggak usah nyolot jugaa!!!" ucap Alvaro tidak terima.
"Apa, mau apa lo haa!!!" tantang Aldian.
Alvaro yang geram pun melayangkan tinjunya tepat ke rahang Aldian sampai Aldian terhuyung ke belakang. Aldian yang tidak terima pun membalas perbuatan Alvaro hingga mereka terlibat perkelahian sengit.
Wiuuu....wiuuu....wiuuu....
Tiba-tiba terdengar oleh mereka suara sirine polisi.
"Polisi!!!!" teriak Jeremy.
Mereka semua panik lalu berhamburan keluar dari rumah itu. Mereka melarikan diri melalui pintu belakang yang mengarah ke perkebunan milik tetangga.
"Berhentiii!!!!"
Aksi kejar-kejaran pun terjadi antara geng Alvaro dengan polisi. Alvaro sampai harus berlari di sela-sela rumah warga untuk menghindari kejaran polisi. Dia dan Amanda yang awalnya bersama dengan Alvaro pun menjadi terpisah. Entah dimana mereka terpisah, Alvaro juga tidak tahu. Alvaro terus berlari karena dibelakangnya masih ada dua orang polisi yang mengejarnya.
Hingga sampailah Alvaro di jalan dan tiba-tiba dirinya tidak sengaja menabrak bagian depan sebuah mobil sampai terhempas. Sepertinya mobil itu juga terkejut karena Alvaro yang mendadak muncul begitu saja dan tidak sempat mengerem.
"Mas, masnya baik-baik saja?!" tanya pemilik mobil yang turun untuk mengecek kondisi Alvaro.
"Berhenti!!!" teriak polisi yang mengejar Alvaro.
Alvaro tidak bisa lari lagi, kakinya terasa ngilu ditambah luka tadi saat dirumah Darel juga masih terasa sakit membuat tubuhnya lemah.
"Ampun, pak!!! saya tidak sengaja menabrak masnya!!! tolong jangan tangkap saya pak!!!" ucap pemilik mobil yang mengira polisi itu akan menangkapnya.
"Terimakasih pak, sudah membantu menangkap pria ini! kami akan mengurusnya dari sini! sekali lagi terimakasih!" ucap salah satu polisi itu sembari mengulurkan tangan.
Meski bingung, pemilik mobil tetap menyambut jabatan tangan pak polisi. Setelah itu, Alvaro dibawa oleh dua polisi itu.
********
__ADS_1
Sudah dua hari ini Alvaro berada di kantor polisi. Hari ini juga Daniar dan Zanu berniat untuk mengunjungi Alvaro ke kantor polisi. Sebenarnya mereka sudah mendapat kabar bahwa Alvaro telah ditahan di kantor polisi namun Zanu membiarkan saja agar Alvaro bisa merasakan karma atas perbuatannya. Bukan hanya Alvaro saja, Amanda, dan semua yang terlibat juga telah ditahan di penjara. Mereka bisa saja dibebaskan dengan jaminan mengingat teman-teman Alvaro orang kaya raya semuanya. Namun karena pemimpin di kantor polisi itu adalah Rohan, mereka tidak bisa membebaskan Alvaro dan teman-temannya walau dengan jaminan sekalipun.
"Alvaro, ada yang ingin bertemu dengan mu!" ucap salah satu polisi saat memanggil Alvaro.
Alvaro keluar dari sel tahanan dengan mengenakan baju baru, baju khas tahanan.
"Papa?! mama?!" ucap Alvaro saat mengetahui siapa yang mengunjunginya.
Zanu dan Daniar hanya diam saja memandangi putra mereka yang nampak kurus padahal masih dua hari berada di penjara.
"Pa, tolong bebaskan aku pa!!! aku nggak suka di sini!!! makanannya nggak enak, tempat tidurnya keras, sel nya sempit!!!" keluh Alvaro.
"Harusnya kamu memikirkan ini juga sebelum kamu bertindak gegabah, Varo!!! asal kamu tau, Hyuna...." terpotong.
"Hyuna, Hyuna, Hyuna, Hyuna terus yang ada dipikiran kalian!!! kapan kalian memikirkan aku?! anak kalian?!" bentak Alvaro.
"Putra kalian ada di penjara sekarang karena ulah Hyuna, dan kalian masih membela gadis itu?!" kesal Alvaro lagi.
"Cukup, Varo!!! harusnya kamu sadar kalau kamu telah salah!!! papa pikir dengan membiarkan kamu tinggal disini selama dua hari bisa membuat kamu menyadari kesalahan kamu!!! tapi rupanya tidak!!!" ucap Zanu.
Zanu menatap garang pada putranya. Jujur Zanu kecewa dengan tingkah Alvaro yang seolah merendahkan harga diri seorang wanita. Zanu tidak pernah berpikir kalau putranya akan tumbuh seperti ini.
"Sayang, kalau kamu tidak suka sama Hyuna harusnya kamu bilang sama mama! mama tidak akan memaksa kamu!! mama juga mau yang terbaik untuk kamu!! tapi kamu malah menerima tawaran mama dan kamu memilih jalan yang menyakitkan untuk mengakhiri perjodohan ini! kamu sudah salah, sayang!!!" ucap Daniar.
"Mama dan papa tidak bisa mengeluarkan kamu dari sini, baik dengan teman-teman kamu juga tidak bisa keluar dari sini. Minta maaflah pada Hyuna agar kalian bisa bebas! akui kesalahan kamu, nak!!!" ucap Daniar lagi.
Alvaro hanya diam saja. Dia tahu dia salah, tapi dia enggan untuk mengakui bahwa dirinya salah.
Setelah makan siang bersama dari bekal yang dibawa Daniar, Alvaro kembali ke dalam sel nya.
"Jadi gimana?! sampai kapan kita ada disini?" tanya Jeremy yang berada satu sel dengan Alvaro.
"Mama bilang kita harus minta maaf sama Hyuna agar bisa bebas!" ucap Alvaro.
"Yaudah kita minta maaf saja, beres kan?!" ucap Ali.
"Beres mata lo!!! gue nggak sudi minta maaf sama tuh cewek!!" ucap Aldian yang berada di sel sebrang sel Alvaro dan masih bisa mendengar apa yang mereka katakan.
"Lo mau kita mendekam terus disini?! makan makanan nggak layak begini?! mau loo?!!!" ucap Alex yang satu sel dengan Aldian.
"Shittt!!!" umpat Aldian frustasi.
"Apa kita ada jalan lain selain ini?! gue rasa nggak ada!!! lagian Hyuna itu bodo*! kita tinggal bilang aja kalau kita udah nyesel dan berjanji nggak bakal lakuin itu lagi. Gue yakin dia bakal luluh terus bebasin kita!!" ucap Jeremy.
"Ide bagus juga tuh!!! gue juga udah nggak tahan disini!!!" ucap Farel.
__ADS_1
Mereka bersepakat akan berpura-pura menyesal saat Hyuna berkunjung nanti agar mereka bisa bebas.