Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 66


__ADS_3

Darel baru sampai kerumah utama Sanjaya, dia tidak tahu kalau kakak dan adiknya sudah datang.


"Ma, pa maaf...." ucap Darel terpotong.


Darel yang baru saja memasuki rumah terkejut karena sudah banyak orang disini, termasuk adik dan kakaknya yang sudah milik negara lain (bercanda πŸ˜‚).


"Wah... wah... wah, lihat siapa yang baru datang ini? ckckck bagaimana bisa kau setega itu meninggalkan kakak iparku diacara pertunangan sendirian kakak!" ucap Juna dengan nada mengejek sambil mendekati Darel.


Semua orang menahan tawa melihat tingkah usil Juna yang memang lebih akrab dengan Darel daripada Randita.


"Wah....wah....wah dan lihat siapa yang ingat pulang sekarang? sudah bosan kau dinegara orang ha?" ejek Darel tidak kalah sinis.


Juna pun seketika dibuat diam dengan perkataan kakaknya, Darel.


"Sudah-sudah, kalian ini kenapa selalu ribut sih? Juna, ingat kita itu disini untuk berbahagia bukan untuk ribut!" ucap Arandita melerai kedua adiknya.


"Huh, bilang aja kalau kak Dita lebih membela kak Darel! apalah dayaku yang anak bontot ini, selalu dibuli oleh kakak-kakak ku huhuhuuu..!" ucap Juna mendramatisir.


Melihat tingkah Juna yang berpura-pura menangis, membuat semua orang tertawa geli tidak terkecuali Mentari.


"Diam kau bocah, apa kau tidak malu menunjukkan tingkah seperti itu dihadapan kakak iparmu?" ucap tuan Ardi.


Juna pun seketika memanyunkan bibirnya. Sungguh hiburan tersendiri bisa melihat tingkah Juna saat itu.


Dia itu sudah dewasa tapi tingkahnya masih seperti anak kecil, bahkan Arya saja yang usianya lima tahun lebih dewasa darinya, hahaha sungguh keluarga yang harmonis! batin Mentari.


Mentari tidak henti-hentinya tertawa. Kebersamaan yang sangat erat terjalin ditengah-tengah keluarga Sanjaya, dan dia sangat bangga bisa menjadi bagian dari keluarga ini sekarang.


"Oh ya, aku mau kekamar dulu!" ucap Darel langsung menuju kamarnya dulu dilantai dua.


Mentari menatap punggung Darel hingga punggung itu tidak terlihat lagi. Rasa khawatir yang sedari tadi hinggap dipikirannya kini menjadi rasa penasaran yang teramat tinggi.


Sebenarnya apa yang dia lakukan saat pergi tadi? batin Mentari.


"Sebaiknya kalian istirahatlah dulu, nanti mama akan bangunkan saat makan malam, ya!" ucap nyonya Ardi kepada anak-anaknya.


"Iya ma!" ucap Juna, Randita, dan Rangga bersamaan.


Randita membawa Arya yang tengah main untuk istirahat juga, diikuti Frans yang juga sangat lelah.


Kini Mentari juga berpamit menuju kamarnya yang berada dilantai dua, didekat kamar Darel.


Lantai dua rumah Sanjaya terdiri dari beberapa kamar, yaitu milik Randita yang berada diujung, kamar Darel yang berada diujung dekat tangga, dan kamar Mentari yang berada ditengah-tengah kamar Randita dan Darel.


Kamar Juna memang berada dilantai satu, karena Juna tidak suka tidur didekat kamar Darel. Apalagi jika menempati kamar tengah, dia merasa sedang dihimpit oleh kedua kakaknya dan itu membuatnya risih, meskipun hanya sebuah kamar.


Maka dari itu, Mentari menempati kamar atas itu, dan Juna berada dikamar bawah.


Saat melewati kamar Darel, Mentari berhenti sejenak. Dia berpikir untuk menanyakan perihal kepergian Darel tadi.

__ADS_1


"Apa aku masuk aja ya?" ucap Mentari berpikir.


Ah, nggak usah aja deh, lagian bukan urusan aku juga kan? batin Mentari.


Baru dua langkah menuju kamarnya, Mentari kembali menghentikan langkahnya.


Eh tapi aku penasaran banget, masak aku masuk kekamarnya terus tiba-tiba tanya "kamu tadi darimana?", nanti malah dikira aku posesif lagi, baru jadi tunangan nggak ada sehari aja udah ngatur-ngatur! batin Mentari bimbang.


Tanpa Disadari Mentari, Darel sudah berdiri dibelakangnya saat itu. Darel melihat Mentari yang seperti berpikir keras dalam lamunannya. Darel pun mendekati Mentari.


"Awas kesambet!" ucap Darel tiba-tiba.


Mentari pun terkejut bahkan saking terkejutnya Mentari menjauhi Darel kebelakang.


"Kamu tuh ya, nggak bisa apa nggak usah ngagetin? untuk jantungku nggak copot nih dari tempatnya! kalau copot mau diganti apa coba!" dengus Mentari sambil mengelus dadanya.


"Jantung sapi banyak tuh, atau mau diganti jantung kambing sekalian juga boleh!" ucap Darel datar.


Mentari dibuat semakin geram dengan tingkah Darel. Mentari pun melengos dan langsung memasuki kamarnya.


Darel tersenyum melihat wajah Mentari yang sukses dia kerjai.


Dasar wanita bodoh! batin Darel sambil terus tersenyum.


Didalam kamar Mentari....


Setelah dirasa cukup lega, Mentari pun memutuskan untuk mandi karena badannya yang sudah lengket dan gatal.


********


Didalam kamar Randita, Arya yang baru saja dimandikan hendak dipakaikan baju berlari kesana-kemari dengan berselimut handuk.


"Aduh Arya, ayo pakai baju dulu!" ucap Randita sambil mengejar Arya yang masih berlari.


"Hahahaha, mami ayo kejar Arya,hahahaha!" ucap Arya terus berlari menjahili Randita.


"Hah..hah...hah, sayang mami udah capek nih, ayo pakai baju dulu nanti dimarahi opa loh!" ucap Randita yang sudah lelah mengejar putranya itu.


"Yah, mami nggak asik nih!" ucap Arya yang akhirnya berhenti berlari dan mendekati maminya.


"Sudahlah Arya, mamimu itu sudah tua makanya cepat capek kalau diajak kejar-kejaran gitu, hehehe!" ucap Rangga yang baru selesai mandi.


Air mandi masih menetes diujung rambut Rangga yang basah. Hal itu menambah ketampanan pria beranak satu itu.


"Apa kamu bilang pi? siapa yang tua ha? enak aja!" ucap Randita merajuk.


Arya hanya tertawa melihat tingkah usil papinya itu yang sukses membuat sang mami marah.


"Hahahaha, hayo-hayoo mami marah, Arya nggak tanggung jawab loh!" ucap Arya sambil menunjuk-nunjukkan telunjuknya keudara.

__ADS_1


"Sudahlah, ayo pakai baju sama papi aja, mami udah kayak singa kelaparan tuh nanti malah kamu dimakan sama mami, hahahaha!" ucap Rangga lirik ditelinga Arya.


"Pi aku dengar loh kamu bilang apa barusan!" ucap Randita menekuk lengannya didada.


"Yah ketahuan deh,hahahaha! jangan cemberut gitu nanti aku jadi makin gemas loh!" ucap Rangga menggoda istrinya.


Pipi Randita sontak dibuat memerah dengan perkataan Rangga barusan. Dia pun terlihat malu-malu, bahkan setelah memiliki seorang putra.


"Udah ah, aku mau mandi aja. Arya pakai baju sama papi ya!" ucap Randita menatap Arya yang sudah duduk dipangkuan Rangga kemudian berjalan menuju kamar mandi.


Dasar bisa-bisanya menggoda disaat bersama Arya! batin Randita.


********


Di tempat lain, di markas Drago Mark.....


"Tuan, kami sudah melakukan semua sesuai perintah tuan!" ucap salah seorang anak buah Drago Mark.


"Hahahaha, bagus! bawa mereka kemari!" ucap bos besar Drago Mark.


Beberapa orang pun mulai memasuki ruangan tersebut. Semuanya ada 6 orang, 3 diantaranya anak buah Drago Mark yang tertangkap oleh anak buah Darel, dan sisanya beberapa pengacau yang sempat membuat onar di perusahaan Darel.


Tiga orang pembuat onar tersebut memang sudah disiksa oleh Darel, terlihat dari cara mereka berjalan yang sedikit pincang, dengan beberapa jari tangan yang terpotong dan wajah penuh memar.


"Dendi, kau urus mereka terlebih dahulu, siapkan kamar untuk mereka istirahat. Dan jangan lupa obati luka mereka itu!" ucap bos besar menunjuk kepada tiga orang pembuat onar.


"Sesuai perintah anda tuan!" ucap Dendi.


Dendi pun membawa keenam orang tersebut untuk beristirahat. Tidak lupa juga dia menghubungi dokter yang biasa merawat kelompok Drago Mark yang terluka karena mereka tidak ingin identitas mereka tercium oleh publik.


"Kalian istirahat disini untuk sementara sampai kalian pulih, baru kalian bisa membalaskan dendam kalian pada dia (Darel)" ucap Dendi langsung meninggalkan ruangan yang ditempati ketiga orang tersebut.


Anak buah Drago Mark yang tertangkap sudah beristirahat diruangan yang tidak jauh dari ruangan ketiga pembuat onar itu.


Lihat saja aku akan membalas rasa sakit yang kau berikan itu Darel. Mata dibalas mata, jari dibalas jari dan darah dibalas darah! batin salah seorang pembuat onar.


*


*


*


*


*


Akankah Darel mampu menghadapi bahaya yang mengintainya? Dan mampukan Darel melindungi Mentari yang mungkin menjadi incaran musuh-musuh Darel? tetap ikuti terus cerita SUAMIKU Mr. MAFIA πŸ˜‰


Jangan lupa like, komen, vote+ tip. Dan terimakasih juga untuk kakak-kakak yang sudah like, komen, dan vote😘

__ADS_1


__ADS_2