Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
SEASON 2 episode 37


__ADS_3

"Kakak, kakak!" panggil salah seorang anak laki-laki kepada Hyuna sambil memakan roti yang dibawa Hyuna.


Roti itu dia beli di toko roti Mentari.


"Iya, ada apa?" tanya Hyuna.


"Kakak ingat ikan yang kita taruh di kolam waktu itu?" tanya anak itu antusias.


"Oh iya, gimana? apa udah besar-besar? kalian kasih makan setiap hari apa tidak?" tanya Hyuna.


Hyuna dulu pernah membeli benih ikan mas dan ikan lele pada dua kolam ikan di daerah itu. Jika kalian ingat kolam ikan yang dimaksud Hyuna adalah kolam yang dulunya sempat mengering akibat tidak ada ikan karena telah habis untuk lauk para warga.


"Kami kasih makan kak, banyak bangett!! sekarang ikannya pada besarrr-besarrrr!" cerita anak itu sambil memperagakan kata besar.


"Oh ya, wahhh waktunya kita panen ikan nihh!" ucap Hyuna.


"Iya kak, kita sengaja belum ngambil ikannya karena nunggu kakak datang biar kita bisa sama-sama nangkap ikannya." ucap seorang anak perempuan.


"Yaudah ayo kita ke kolam buat nangkap ikan?" ajak Hyuna.


"AYOOOO!!!!" ucap mereka serempak.


"Aku?" tanya Kairo.


"Kamu ikut juga boleh kalau mau!" ucap Hyuna sambil berjalan meninggalkan Kairo.


Kairo pun ikut berjalan berdampingan dengan anak-anak itu, sedangkan didepan sana Hyuna tengah menggandeng dua orang anak di sisi kiri dan kanannya serta anak-anak lain yang ikut berjalan di sampingnya. Mereka terlihat begitu ceria. Bagi Kairo, hal semacam ini sangat langka dia lihat dalam hidupnya. Jika dulu dia berpikir bahwa orang miskin pasti banyak kuman, namun kini pikirannya mengenai orang miskin sedikit terbuka. Dia melihat bukan hanya dari satu sisi, namun dari semua sisi. Semua yang ada di dunia ini pasti ada kekurangan dan kelebihannya. Begitu pula dengan Kairo. Kairo hidup serba berlebihan namun dia lupa kalau dari sebagian hartanya juga terdapat bagian mereka, kaum-kaum fakir dan yang membutuhkan.


Sesampainya di kolam, anak-anak itu langsung terjun ke kolam yang sebelumnya sudah dikuras airnya hingga menyisakan sedikit air. Karena dasar kolam ini masih berupa lumpur, sehingga kala turun ke kolam akan terasa becek.


"Ayo turun!" ajak Hyuna pada Kairo.


Hyuna melihat Kairo terpaku ditempatnya dan hanya menatap kearahnya serta anak-anak lain yang tengah sibuk mencari ikan.


"Emm, aku lihat kalian nangkap ikan aja dari sini!" tolak Kairo.

__ADS_1


Sebenarnya Kairo takut kotor. Dia bisa membayangkan betapa beceknya lumpur dibawah sana, dan dia juga tidak tahu apa saja yang ada didalam kolam itu apalagi kalau dia sampai menginjaknya, hiii, sereemmm!!!!


"Nggak usah takut! ayo turun!" ucap Hyuna sedikit memaksa.


"Ayo kak!!! ayo turunnn!!" teriak anak-anak membujuk Kairo agar ikut turun.


Karena gengsi dengan anak-anak itu akhirnya Kairo pun menuruti permintaan Hyuna untuk turun ke kolam meski dengan ekspresi penuh kejijikan.


"Oke, oke!!! kakak turun!" ucap Kairo.


Kairo melepaskan sepatunya, menggulung celananya sampai ke betis lalu perlahan turun ke kolam. Dikarenakan pinggir kolam yang licin, Kairo pun terpeleset dan langsung terduduk di kolam ikan yang penuh lumpur itu.


"Hahahaaa!!!" tawa anak-anak serta Hyuna yang melihat Kairo terjatuh.


"Ishhh, malah diketawain!!! bantuin napa!!" kesal Kairo.


Bukan karena bokongnya yang sakit melainkan rasa malunya itu apalagi di depan anak-anak dan juga gadis yang dia incar. Malu banget rasanyaaa. Ingin sekali Kairo menghilang saat itu juga saking malunya.


"Oke, oke, maaf!!" ucap Hyuna namun masih disertai tawa.


"Ihhh, berat banget sih!!!" keluh Hyuna saat menarik tangan Kairo.


"Kamu aja yang nggak ada tenaga!!! tarik yang kenceng donggg!!!" teriak Kairo.


Hap....


Hyuna pun berhasil menarik Kairo berdiri dari lumpur.


"AAAAA APA INIIIII!!!" teriak Kairo kaget.


Kairo langsung terlonjak dan berlindung di belakang Hyuna.


"Wahhh ikannya pusing nih gara-gara ketiban kakak!" ucap seorang anak laki-laki yang berhasil menangkap ikan.


Ikan itu terlihat menggelepar lemas. Hyuna dan anak-anak lain pun tertawa melihat hal itu sedangkan Kairo tersenyum malu untuk yang kesekian kalinya.

__ADS_1


"Ayo kita tangkap ikan lagi yang banyak. Biar kalian bisa makan ikan nantinya!" ucap Hyuna.


Hyuna pun berjalan ke tengah kolam. Kairo hanya bisa mengikuti kemana arah Hyuna. Karena skill menangkap ikannya begitu payah, Kairo pun masih belum berhasil menangkap satu ekor ikan pun selama hampir empat puluh lima menit. Kadang jika ikan itu sudah tertangkap namun karena ikan tadi menggelepar membuat Kairo kaget dan pegangannya terlepas. Ikan itu pun berhasil lolos.


Hyuna hanya tersenyum melihat tingkah konyol Kairo. Sisi lain yang tidak diketahui orang lain dari seorang Kairo yang terlihat cool.


Kini, Kairo terlihat memasang raut wajah serius. Dia setengah membungkuk, dengan kaki yang dibuka selebar bahu dengan kedua tangan yang telah bersiap sedia menangkap ikan. Begitu ikan itu melintas di depan matanya...


Hap.....


"AKU DAPATTTT!!!! AKU DAPAT BESARRRR!!!" teriak Kairo tersenyum bangga seolah mendapatkan sebongkah berlian.


"Pegang ikannya kuat-kuat jangan sampai lepas!" teriak Hyuna yang langsung menghampiri ke arah Kairo dengan wadah yang mereka pakai untuk menampung ikan hasil tangkapan mereka.


Setelah Hyuna datang, Kairo pun melepaskan ikan itu kedalam wadah bersama ikan-ikan yang telah ditangkap lainnya.


"Kerja bagus!!!" ucap Hyuna sambil mengusap pipi kiri Kairo yang terkena lumpur saat menangkap ikan padahal tangan Hyuna sendiri penuh lumpur alhasil bukannya bersih tapi malah semakin banyak lumpur di pipi Kairo.


Kairo tertegun melihat hal itu. Hyuna dari dekat memang semenarik itu. Bahkan kedua mata Kairo seolah enggan berpaling dari wajah Hyuna yang menawan itu.


"Anak-anak!!! ikannya sudah cukup nih, ayo kita naik!" ucap Hyuna.


Anak-anak itu pun satu persatu keluar dari kolam. Hyuna seperti menuntun anak kecil saat Kairo berpegangan pada tangannya agar tidak jatuh lagi.


Mereka berjalan menuju sumur yang ada didekat kolam untuk membersihkan tubuh mereka dari lumpur. Karena Hyuna dan Kairo tidak membawa baju ganti, mereka pun dipinjami pakaian oleh warga karena pakaian mereka basah semua tentunya.


Mereka memasak ikan yang tadi mereka tangkap beramai-ramai bersama para warga lainnya. Ibu-ibu bertugas untuk membuat bumbu olahan ikan dan memasak nasi, sedangkan bapak-bapak membuat api untuk membakar ikan tadi. Ikan yang baru mereka tangkap akan dibakar dengan bumbu seadanya. Hyuna dan Kairo pun tidak tinggal diam saja, mereka juga ikut membantu.


Setelah menunggu sekitar dua jam lamanya, ikan bakar pun telah siap disantap. Dengan alas berupa daun pisang, nasi dan ikan bakar itu ditata diatasnya. Kairo duduk berhadapan dengan Hyuna, begitu pula dengan warga lain yang saling duduk berhadapan. Dua orang satu ikan.


"Wowwww, enak banget ikannya!!!" ucap Kairo memuji rasa ikan hasil tangkapannya tadi.


"Ikan hasil tangkapan sendiri emang jauh lebih nikmat rasanya! apalagi kalau dimakan sama-sama begitu, jauhhh lebih enak!" ucap Hyuna yang juga lahap memakan ikan bakar.


Kairo sekali lagi tertegun. Dia pun tersenyum lalu kembali menyantap ikan bakar itu. Sungguh, ini adalah pelajaran yang sangat berharga bagi Kairo.

__ADS_1


__ADS_2