Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 16


__ADS_3

"Tar, kamu beneran nggak apa-apa? itu tadi tagihannya nggak sedikit loh!" ucap Daniar disela keheningan didalam mobil.


Mentari menatap sahabatnya lembut.


"Kamu tenang aja ya, aku nggak apa-apa kok, lagian aku kan masih punya uang simpanan, dan uang setoran toko bulan ini juga belum aku tarik, jadi kamu santai aja ya!" ucap Mentari menenangkan sahabatnya.


Semoga saja ada hikmah dibalik ini semua! batin Mentari.


Perjalanan kembali menjadi hening. Daniar masih fokus pada layar ponselnya. Sedangkan Mentari memandang keluar jendela.


********


Mobil Darel sudah sampai dirumahnya. Dengan emosi dia menuju kamarnya dan membanring pintu kamar dengan keras.


"Tuan Adi, tuan Harri, itu tuan muda kenapa?" tanya Lukas yang melihat kepergian Darel dengan penuh emosi tadi.


"Biasa! mood nya lagi nggak bagus!" ucap Harri asal bicara.


Plakkkkk.....


"Aduh, sakit tau!" memegang kepalanya yang sakit akibat pukulan Adi.


"Kau ini, Harri. Kalau bicara dipikir dulu napa? main asal jeplak aja!" ucap Adi sedikit kesal.


"Haih, kalian berdua ini! sepertinya ada masalah besar dengan tuan, sebenarnya apa yang terjadi seharian ini!" tanya Lukas penasaran.


Adi dan Harri pun menceritakan semuanya kepada Lukas. Mulai dari Pertemuan Darel dengan Mentari, penusukan Mentari, perselisihan Darel dengan Bagas, pernyataan Bagas tentang Pretty dan pada akhirnya pertengkaran Darel dengan Mentari.


Lukas mendengarkan cerita Adi dan Harri dengan seksama.


Sepertinya nona Mentari ini orang yang tangguh! buktinya dia berani berselisih dengan tuan Darel! mungkin akan lucu jika mereka satu atap ya? hehehe! batin Lukas.


"Jadi begitu ceritanya, makanya tuan sekarang sedang tidak baik mood nya, jadi jangan buat dia kesal ya!" saran Adi pada Lukas.


"Emm, ya aku tahu itu. Aku hanya penasaran dengan nona yang berhasil membuat tuan jadi seperti ini! apa kalian tidak merasa aneh terhadap reaksi tuan pada nona itu sebelumnya?" tanya Lukas.


Adi dan Harri terprovokasi. Mereka pun mengingat-ingat kejadian beberapa hari yang lalu. Sikap tidak biasa Darel pada Mentari.


"Aku juga pernah berpikir begitu dulu, tapi setelah pertengkaran hari ini, aku rasa mereka tidak akan jatuh cinta deh!" ucap Harri asal bicara lagi.


"Hei, Ri! jangan bicara begitu, siapa tahu mereka jodoh tapi masih lama, hehehehe!" canda Lukas.

__ADS_1


Mereka tertawa mendengar ocehan Lukas yang menurut mereka hanya gurauan saja.


Kalau mereka memang berjodoh, aku yakin tuan Darel akan dibuat bucin, sebucin-bucinnya oleh nona Mentari! batin Harri.


Didalam Kamar, Darel sedang berada dikamar mandi dan mandi air dingin sambil mengingat kejadian tadi sore.


"Kenapa!? kenapa aku bisa mengatakan hal kasar itu padanya!?" ucap Darel sambil memukul dinding dengan tangan kanannya.


Lama sekali Darel berada dikamar mandi, hingga akhirnya dia keluar dengan memakai handuk yang dijadikan jaket.


Apa aku terlalu kasar padanya tadi?


Darel mengingat dua tamparan keras dipipinya oleh Mentari. Sekilas dia mengingat wajah kecewa,sedih, dan marah dari wanita itu.


Apa dia sangat terluka karena perkataan ku tadi?


"Aakkkkkkkk!!!! sial!!!! siall!!!!" teriak Darel mengacak-acak kamarnya.


Lukas yang mendengar teriakan Darel segera menuju kamarnya dan mengetuk pintu cemas.


"Tuan!!! tuan!!!!! tuan!!!! apa tuan baik-baik saja??? tuan!!!!" panggil Lukas dari luar kamar.


"Tuan, apa tuan baik-baik saja?" tanya Lukas.


"Hem!"


Apa aku ceritakan saja ya kejadian tadi siang? tapi mood tuan muda sedang tidak bagus, bisa-bisa dia kalap lagi nanti! batin Lukas.


Darel melihat Lukas berpikir keras.


"Apa kau mau bicara sesuatu denganku?" tanya Darel seperti tahu isi kepala Lukas.


"Emm, tuan sebenarnya tadi siang anak buah saya memberikan rekaman CCTV dari sebuah caffe tidak jauh dari sini. Direkaman itu ada 3 orang dan salah satunya Erik, pimpinan kelompok Stronger Vesh.


Hem, dia sudah mulai melancarkan aksinya ya!


"Saya juga melihat ada sebuah bungkusan yang diberikan 2 orang itu kepada Erik. Saya curiga kalau itu adalah obat-obatan terlarang,tuan!" jelas Lukas.


Dia sedikit was-was ketika bicara takut tuannya marah dan melampiaskan amarahnya pada dirinya.


"Hahahahaha...!" Darel tertawa.

__ADS_1


Loh dia tertawa? kenapa?


"Bagus! awasi terus Erik, laporkan semua gerak-geriknya padaku. Aku senang karena mendapat sasaran baru. Oh ya ,hubungi Adi dan Harri untuk datang kesini secepatnya!" ucap Darel kemudian memasuki kamarnya lagi.


"Sepertinya tuan sedang sakit! moodnya berubah-ubah seperti cewek lagi datang bulan!" Lukas heran.


#Pengumuman#


Hallo kakak-kakak, aku mau kasih sedikit gambaran sifat dari para tokoh yang akan sering muncul nih!


Mentari Angeliska Tia : ramah, sedikit keras kepala, mudah bergaul, sedikit cengeng, sabar tapi kalau menyangkut harga diri dan kehormatannya dia akan membelanya mati-matian.


Darel Dwi Sanjaya : cuek, angkuh, sombong, keras kepala, kejam, tatapan matanya saja sudah bisa membunuh musuhnya.


Daniar Sansvar :sedikit ceroboh, mudah terbawa perasaan, dia akan menjadi pendiam saat bertemu dengan orang asing tapi saat sudah bersama orang terdekatnya sangat cerewet.


Abdullah Aditya : Cuek, jarang bicara namun sekali dia bicara akan susah direm, keras kepala, dan setia pada tuannya (Darel).


Harrdiansyah Nugraha : mudah bergaul dengan orang baru dikenal, cengeng, mudah lupa, dan setia pada tuannya.


Moh. Bagas : dewasa, bijaksana, mudah tersenyum, dan penyayang.


Angela Lucmanista : penyayang, mudah bergaul, salah satu dokter muda berbakat bahkan diumurnya yang baru menginjak 20 tahun.


Tomi Pangestu : keras kepala, dewasa, kadang bertindak bijaksana, dan salah satu bos mafia yang disegani.


Arul Putra Grisha : kadang bersikap bijaksana dan dewasa, sedikit ceroboh, dewa cinta namun tidak pernah menjalin cinta.


Jack Fredrik : Dewasa, bijaksana, agak jahil, serius dalam menjalankan tugas, hacker berbakat.


Itu baru beberapa tokoh yang sering muncul aja ya, untuk nama dan sifat tokoh lainnya akan menyusul😊


*


*


*


*


Jangan lupa VOTE, LIKE, DAN KOMEN ya😊

__ADS_1


__ADS_2