Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 128


__ADS_3

Sesampainya dirumah sakit, semua sahabat Darel sudah ada disana bahkan Daniar yang baru saja pulang dari kantornya ketika mendapat kabar dari Angel bahwa Zanu masuk rumah sakit tanpa pikir panjang segera menuju rumah sakit.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Darel.


"Dia sudah baik-baik saja, tapi masih perlu banyak beristirahat!" ucap Bagas.


"Siapa yang bersamanya didalam?" tanya Darel lagi.


"Kekasihnya! juga ditemani dokter Angel." ucap Tomi.


"Kekasih!!! siapa??" Darel terkejut.


Yah, Darel tidak tahu kalau Zanu dan Daniar sudah berpacaran. Sedangkan Bagas yang memang sudah tahu hal ini entah mengapa ada rasa tidak enak dihatinya, seperti ada yang mengganjal dihatinya.


"Kau tidak tahu? Zen dan Daniar, mereka sudah berpacaran loh! ah, kau ini kudet sekali, hahahaha!" ledek Arul.


Semua orang tertawa mendengar ejekan Arul apalagi Jack yang terlihat paling keras suaranya mendengar ledekan Arul.


"Kau benar-benar mau aku hajar ya Jack! kau tahu masalah yang ada diantara aku dan Mentari? itu semua karena ulahmu! kenapa kau tidak langsung memencet tombol bantuan tadi haa!!!! kenapa menunggu Mentari tahu semua dulu baru kau pencet!!!!" Darel terlihat sangat marah sekarang.


"Yah maaf, tombolnya kan aku taruh disaku celanaku. Jadi butuh waktu untuk mengambilnya dan agar mereka tidak tahu aku harus berhati-hati kan?" ucap Jack.


"Cukup ya, Rel! udah berapa kali sih kita ngingetin kamu buat jujur sama Mentari? dia berhak tau siapa orang yang dia nikahi ini sebenarnya!! dan kamu malah menganggap semua itu nggak penting, sekarang baru kejadian kayak gini kamu malah nyalahin orang lain!!" ucap Tomi kesal.


"Aku hanya butuh waktu yang tepat buat menjelaskan semuanya sama Mentari!" Darel terduduk lemas dikursi tunggu.


"Waktu nggak bisa menunggu kamu siap Darel! semua hal bisa terjadi secara tiba-tiba tanpa kamu duga-duga sebelumnya. Contohnya hari ini. Kamu nggak mau cerita yang sebenarnya sama Mentari tapi sekarang dia tahu dari orang lain dan aku yakin Mentari sebenarnya udah suka sama kamu makanya dia bisa semarah itu tadi!" ucap Arul.


Bagas yang tidak tahu apa-apa memilih diam dan mendengarkan semuanya. Satu hal yang ada dapat Bagas simpulkan dari adegan ini, semuanya menunjuk kepada Darel yang masih belum jujur kepada Mentari setelah sekian lama mereka menikah.


"Bagas, tuan Zanu mulai sadar!" ucap Angel dari dalam ruang rawat.


Mereka semua langsung memasuki ruangan Zanu. Didalam ruangan Darel melihat tubuh Zanu yang lemah, lukanya memang sudah diobati namun rasa bersalah Darel masih terasa untuk Zanu.

__ADS_1


Kenapa sih Darel selalu mementingkan egonya. Apa dia tidak sadar ego itu yang menghancurkan persahabatannya dengan Zanu? dan ego itu pula lah yang membuat pernikahannya dengan Mentari berada diambang kehancuran? mungkin itulah yang ada dipikiran semua orang saat itu.


"Dwi? kau disini? bagaimana keadaanmu? istrimu?" tanya Zanu dengan nada lemah.


"Berhenti mengkhawatirkan diriku! kau seharusnya tidak menolongku tadi! aku baik-baik saja karena kau menolongku. Dan Mentari...." Darel seperti tengah melamun.


Daniar, dia baru saja membuka ponselnya yang menampilkan sebuah pesan dari Mentari. Semua yang terjadi kepada Mentari hari ini ada pada pesan itu, bahkan Mentari juga mengetikkan bahwa Darel sudah meniduri wanita lain daripada dengan Mentari, istri sah nya.


Melihat isi pesan Mentari, ditambah lagi pengakuan Darel yang mengatakan bahwa Zanu terluka begini hingga dilarikan kerumah sakit akibat menolong Darel membuat Daniar gelap mata. Dia langsung mendekati Darel dan menampar keras pipinya.


"Apa kau tidak tahu malu!!!" teriak Daniar.


"Kau sudah melukai hati sahabatku, dan sekarang kau juga sudah membuat pacarku terbaring dirumah sakit, apa sih mau mu haa!!!" teriak Daniar lagi.


Semua orang membelalakkan matanya tidak percaya dengan Daniar yang berani menampar Darel apalagi tamparan itu mendarat dengan cukup keras tadi dipipi Darel. Semua orang kemudian menatap Darel yang dipipinya ada bekas merah akibat tamparan mendadak itu.


Kau memang pantas mendapatkan tamparan itu, Darel! kau egois, tidak punya hati!! bisa-bisanya orang sebaik Mentari dia permainkan seperti ini!! tidak! aku tidak terima kalau sahabatku dipermainkan olehnya!!! batin Daniar menggebu-gebu.


"Kau adalah pria paling tidak tahu malu yang pernah aku temui tau nggak!!! dirumah sakit ini, kau sendiri yang mengatakan bahwa Mentari wanita tidak suci, kau bertingkah seolah-olah kau adalah manusia paling suci dimuka bumi ini!!" terhenti sejenak.


"Aku tahu aku salah, itu dulu aku lakukan karena aku tidak mau memaksanya melayaniku hanya karena pernikahan paksaan ini!! dan aku juga...." terpotong.


"Kau sudah menikahinya, dia juga sudah menjadi istrimu yang sah baik secara agama maupun secara hukum, jadi memang sudah sewajarnya jika dia melayanimu!! kau bisa menanyakannya bukan apakah dia mau atau tidak! tapi bukannya bertanya apa mau Mentari kau justru membohonginya dengan berpura-pura banyak kerjaan!!"


"Tahukah kau bagaimana sakitnya Mentari saat ini!! tidak setidaknya pikirkan istrimu yang menunggumu dirumah semalaman. Mentari mati-matian membujuk keluargaku dan menyakinkan kami bahwa kau laki-laki terbaik untuknya, tapi apa yang kau lakukannnn!!!" emosi Daniar semakin tidak tertahankan lagi.


Dipikirannya Darel benar-benar sudah melewati batas saat ini. Zanu mencoba melerai emosi Daniar, namun karena Daniar terus marah-marah, suara Zanu mungkin tidak terdengar olehnya. Sedangkan yang lain tengah terpaku dengan adegan ini, bahkan ada yang tidak berkedip walau hanya sekejap saja.


"Kalau sampai terjadi apa-apa dengan sahabatku, jangan harap kau bisa menemuinya lagii!" ancam Daniar.


Mendengar kalimat itu Darel langsung bergegas pergi dari rumah sakit itu, sedangkan Daniar, dan sahabat-sahabat Darel dibuat bingung dengan sikap Darel barusan.


"Hei, kau mau kemana aku belum selesaiiii!!!" teriak Daniar kesal.

__ADS_1


"Sudahlah, Daniar mungkin Darel mau menemui Mentari. Biarkan suami-istri itu menyelesaikan masalah rumah tangga mereka. Kita jangan ikut campur, oke?" ucap Zanu lirih.


"Tapi sahabatmu itu benar-benar sudah keterlaluan loh, awas aja kalau Mentari sampai sters gara-gara masalah ini!!!" Daniar masih sempat-sempatnya mengomel.


"Sudahlah, mereka juga sudah besar biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri. Mungkin saja dengan begitu mereka bisa saling mengenal satu sama lain, dan terpenting mereka bisa saling mengungkapkan perasaan masing-masing." ucap Zanu.


"Hahhh, beruntungnya aku bisa mengenal pria seperti kamu Zanu!" ucap Daniar dengan mata berbinar.


"Aku lebih beruntung karena bisa bertemu denganmu!" ucap Zanu dengan senyum manisnya.


"Ehemmm....eehemmm.....kita masih ada disini lohh!" ucap Bagas merusak suasana romantis Daniar dan Zanu.


"Iya tuh, paling tidak hargai kami-kami yang jomblo sejati ini!!!" ucap Tomi.


"Hahaha, sorry bro! kayaknya yang jomblo sejati cuma kamu aja deh!!!" ucap Bagas sembari menggenggam tangan Angel.


Angel yang mendapat perlakuan tiba-tiba itu langsung memalingkan wajahnya malu. Sedangkan Tomi, Arul, Zanu, dan Daniar, juga Jack terlihat terkejut dengan pengakuan tiba-tiba Bagas.


"Apa?? kau juga sudah punya Bagas? kapan? kenapa kau tidak bilang?" ucap Tomi kesal.


"Ah, ituu yaa. Ceritanya panjang dan kalian sedang sibuk jadi aku tidak mau mengganggu makanya aku tidak memberitahu kalian. Tapi aku sudah cerita pada Rohan, benarkan Rohan!" ucap Bagas memandang Rohan dibelakang Tomi dan Arul.


Mendengar hal itu Tomi dan Arul segera berbalik badan menatap Rohan meminta pertanggungjawaban atas apa yang diucapkan Bagas barusan.


"Yah, mereka sudah berpacaran kurang lebih baru dua minggu ini kok." ucap Rohan santai.


"Kalian ini benar-benar tidak solid ya. Zanu sudah punya pacar, Arul menunggu Anisa yang dalam tahap pemulihan pasca operasi, Bagas juga sudah punya pacar, dan Darel!! dia malah sudah punya istri. Tinggal lah aku seorang saja yang belum punya pasangan, huhuhuuu!!" ucap Tomi memainkan drama seperti seseorang yang tengah tersakiti.


"Sudahlah, aku kan juga belum punya pasangan!" ucap Rohan yang terdengar bak ledekan ditelinga Tomi.


"Kamu enak, seorang polisi. Tinggal pilih cewek manapun yang kamu mau!! lah aku, aku seorang mafia, mana ada yang mau sama aku!" ucap Tomi berkecil hati.


"Buka kah kalau sudah jodoh pasti akan bertemu ya? contohnya saja kami berdua. Zanu juga seorang mafia, tapi aku tetap menerima dia meskipun sekarang Zanu tidak terlibat langsung dengan masalah kelompoknya tapi tetap saja dia memiliki sebuah kelompok mafia yang cukup besar kan." ucap Daniar yang tiba-tiba ikut menimpali.

__ADS_1


Tomi menatap Daniar sembari berpikir.


Benar juga ya, Zanu, Darel dan Arul kan juga seorang mafia tapi mereka sudah memiliki pasangan. Berarti aku juga akan punya pasangan, tinggal menunggu kapan waktu bertemunya saja!!! batin Tomi.


__ADS_2