Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
SEASON 2 episode 41


__ADS_3

Beberapa bulan telah berlalu. Hyuna menuruni anak tangga sambil bersenandung ria. Celana jeans hitam dengan atasan crop top berwarna hitam dan jaket yang dibiarkan terbuka resletingnya membuat penampilannya sangat menawan. Apalagi ditambah dengan rambut yang keriting gantung terurai dengan indah.


"Mau kemana?!" tanya Shaki dari ujung tangga atas.


Hyuna menghentikan langkahnya begitu juga senandungnya. Dia berbalik bak seorang pencuri yang tertangkap basah hendak mencuri rumah incarannya.


"Eh, kakak! mau ke toko roti." jawab Hyuna sambil cengengesan.


"Nanti pulang bawain kakak Iwang cheese cake ya. Tadi kak Iwang nggak sempat bilang sama kamu jadi dia minta kakak buat bilang." ucap Shaki.


"Oh, okee! Eh tapi buat siapa? Kak Iwang kan sekarang kurang suka keju?" tanya Hyuna.


"Buat kak Ana. Kamu nggak lupa kann?!" tanya Shaki penuh selidik.


Benar, Hyuna melupakan hari apa ini!!!


"A..ahh, mana mungkin aku lupa. Aku selalu ingat tanggal ulang tahun kak Ana." ucap Hyuna tersenyum.


"Tapi ekspresi kamu tuh kayak yang sebaliknya deh. Ngaku aja, kamu lupa kann?! Pasti gara-gara keseringan main sama pemuda itu!" tebak Shaki.


"Ihh, kakak apa-apaan sih!! Kan Kairo nggak ada hubungannya sama hal ini!" ucap Hyuna cemberut.


"Emang bener kan?! Kamu kira kakak nggak tau kalau kalian udah pacaran?! Kakak berasa nggak dihargai sama kamu karena kamu main sembunyi-sembunyi kayak gini." ucap Shaki.


Hyuna yang mendengar itu langsung membelalakkan matanya lalu naik lagi ke atas menghampiri kakaknya.


"Kakak jangan marah dongg. Hyuna nggak ada maksud kayak gitu kok. Hyuna cuma takut aja kalian bakal hajar Kairo kayak dulu lagi kalau Hyuna cerita." ucap Hyuna.


"Setakut itu kamu sama dia?! Kalau dia memang berniat baik dalam hubungan kalian harusnya dia meminta ijin kami untuk menjalin hubungan dengan kamu, bukan malah sembunyi-sembunyi begini." ucap Shaki penuh penekanan.


"Maaf, Hyuna yang melarang Kairo untuk jujur dulu. Dia juga udah bujuk Hyuna untuk bilang sama kalian, tapi Hyuna terlalu takut. Takut dengan reaksi kalian." ucap Hyuna menunduk.


"Yaudah, nanti kamu kenalkan dia pada keluarga kita, sekalian ajak dia buat datang ke acara kak Ana nanti malam, oke?!" ucap Shaki.


"Oke!!! Makasih kakk!!" ucap Hyuna berhambur memeluk kakaknya.


"Yaudah gih sana, nanti si Kairo tuh nungguin." ucap Shaki.


"Ishhh kakak apaan sih!" ucap Hyuna malu-malu.


"Yaudah aku pergi dulu ya, bye kakakk!!" pamit Hyuna sambil menuruni anak tangga.


Shaki hanya mengulas senyum kala melihat tingkah adik perempuannya itu.


********

__ADS_1


"Hai, udah lama?" tanya Hyuna saat telah memasuki sebuah mobil sport yang mana pada bagian atasnya terbuka lebar.


"Nggak kok. Kalau untuk kamu, nunggu seratus tahun pun aku sanggup." ucap Kairo.


"Ihh, apaan sih! Gombal!" ucap Hyuna.


Namun semburat merah di pipinya menggambarkan dengan jelas bahwa kini dirinya tengah tersipu mendengar gombalan Kairo, yang baru beberapa minggu lalu resmi menjadi kekasihnya.


"Kita langsung ke toko?" tanya Kairo.


"Iya, sekalian beliin kak Iwang cheese cake. Oh ya nanti kamu datang ya ke acara kak Ana."


"Acara apa? Apa boleh aku datang ke acara keluargamu? Kan kamu sendiri yang bilang kalau..." terpotong.


"Boleh kok, kak Shaki udah tahu tentang hubungan kita. Dan aku yakin kakak-kakak ku yang lain juga sudah pada tahu. Aku salah karena menyembunyikan hubungan kita dari mereka, dan mungkin mereka merasa aku tidak menghargai mereka. Makanya aku ingin mengenalkan mu pada keluargaku di acara ulang tahun kak Ana nanti malam." jelas Hyuna.


"Hahaha, baiklah tuan putri! Apapun yang kau mau." ucap Kairo.


Mereka pun berangkat menuju toko kue. Sesampainya disana, Hyuna menatap nanar toko kue yang semakin ramai itu. Entah mengapa setiap kesini, Hyuna selalu menangis. Ada perasaan rindu yang teramat sangat kala menatap toko kue milik mommy nya itu.


"Kamu baik-baik saja?" tanya Kairo lembut setelah berdiri di samping Hyuna.


"Aku baik. Selalu seperti ini, aku selalu menangis kalau melihat toko ini. Ini adalah toko pertama milik mommy ku. Aku tidak mampu mengelola toko ini karena takut terbawa suasana. Melihatnya saja aku selalu menangis, apalagi kalau aku setiap hari ada disini?!" ucap Hyuna sambil mengusap air mata yang menetes semakin deras dari matanya.


Kairo yang melihat itu langsung merogok saku celananya lalu memberikan sapu tangan kepada Hyuna. Hyuna menerimanya lalu menghapus air matanya dengan sapu tangan milik Kairo.


"Ayo!" ucap Hyuna setelah menghapus sisa air mata di pipi dan kedua matanya.


Hyuna pun mulai masuk ke toko kue Mentari. Dia bisa melihat betapa sibuk karyawan disana melayani pembeli yang sangat ramai. Bahkan antriannya masih sangat panjang hingga sampai ke pintu depan.


"Biar aku bantu." tawar Hyuna.


Hyuna langsung melepaskan jaketnya, memberikannya pada Kairo kemudian ikut melayani pembeli. Walau jarang datang ke sini, tapi Hyuna sangat mahir melayani pembeli. Bahkan Hyuna hafal dengan harga-harga tiap kue sehingga dengan cepat antrian yang semula bak kereta api itu pun telah habis.


"Terimakasih!" ucap Hyuna ramah setelah melayani pembeli terakhir.


"Ini!" ucap Kairo menyodorkan sebotol air kepada Hyuna.


"Terimakasih!" ucap Hyuna menerima minuman dari Kairo lalu meminumnya.


Kairo menyeka keringat yang ada di kening Hyuna saat Hyuna tengah sibuk dengan minumannya. Hal itu membuat kedua bola mata Hyuna melebar dengan sempurna. Tampak menggemaskan sekali bagi Kairo.


"M..makasih." ucap Hyuna setelah Kairo selesai menyeka keringatnya.


"Sama-sama." sahut Kairo.

__ADS_1


"Terimakasih nona, sudah membantu. Kalau tidak ada nona mungkin kami akan sangat keteteran. Walaupun karyawan disini sudah bertambah namun semakin hari toko ini juga semakin ramai. Kami sampai kewalahan. Belum lagi kadang toko belum buka saja sudah banyak pembeli yang menunggu didepan." ucap Laila.


"Kenapa tidak menambah pekerja lagi saja?" tanya Hyuna.


"Saya sudah mengirimkan informasi dibutuhkan karyawan ke sosial media dengan akun toko, juga ada tulisan dibutuhkan karyawan didepan. Tapi belum ada yang melamar." ucap Laila.


"Oh, coba nanti aku juga akan iku membantu mencari karyawan disini. Bagaimana penjualannya?" tanya Hyuna.


"Melonjak drastis. Apalagi setelah nona merekomendasikan kue yang lagi viral itu. Pelanggan kita sangat menyukainya, bahkan para koki sampai keteteran membuat kue itu." ucap Laila.


Benar, beberapa bulan yang lalu Hyuna merekomendasikan sebuah kue viral untuk juga dijual di toko mereka. Kue yang terdiri dari lembaran adonan tipis kemudian ditumpuk menjulang hingga beberapa tumpukan, ditengahnya diberi cream dan juga beberapa potong buah. Di Bagian atas dan sekelilingnya diberi cream lagi agar kue itu terlihat rata. Kue mile crapes yang direkomendasikan Hyuna langsung menjadi menu utama di sana. Namun yang terfavorit tetap cheese cake dengan tambahan selai atau cream cheese di atas kuenya.


Bahkan sampai hari ini, penjualan mile crapes itu selalu naik setiap harinya. Peminatnya juga semakin bertambah setiap hari. Koki yang bertugas khusus membuat kue mile crapes juga sudah ada lima orang, namun masih keteteran.


"Syukurlah kalau begitu. Setidaknya toko peninggalan mommy ini bisa berkembang pesat sekarang." ucap Hyuna.


Mendengar itu Laila menjadi berkaca-kaca. Mana mungkin dia lupa pada sosok malaikat yang menolongnya waktu susah dulu? Sosok bos yang baik hati, humble pada karyawan, dan selalu berbuat baik pada siapapun terlebih pada mereka yang membutuhkan.


"Bi Laila kenapa nangis?" tanya Hyuna saat melihat mata Laila yang berkaca-kaca.


"Bibi hanya rindu pada ibumu. Bibi masih tidak menyangka kalau ibumu meninggal secepat itu. Bahkan sampai sekarang bibi masih tidak percaya rasanya." ucap Laila.


"Benar, kami juga tidak menyangka kalau hidup nyonya Mentari secepat itu. Kalau bukan karena hasutan dari..." terpotong.


Laila langsung menyikut perut rekannya itu. Hyuna belum tahu kebenaran hidup Mentari. Yang dia tahu, mommy nya itu meninggal karena melahirkan dia dan dua kakaknya. Padahal, ada kebenaran lain selain hal itu.


"Hasutan siapa maksud bibi?" tanya Hyuna penuh selidik.


"Ah, tidak nona! Lupakan saja. Oh iya ini cheese cake nya. Kemarin tuan muda Iwang sudah pesan dan akan diambil oleh nona." ucap Laila memberikan box kue berisi cheese cake ukuran besar.


"Oh iya, sampai lupa. Makasih ya! Kalau begitu kami pergi dulu." ucap Hyuna pamit.


Sepeninggal Hyuna dan Kairo, Laila menatap ke arah rekannya tadi.


"Bukankah nona Daniar sudah mewanti-wanti kita untuk tidak mengatakan kebenaran kematian nona Mentari kepada nona Hyuna, tuan muda Shaki, dan tuan muda Kaivan?! Kenapa mulutmu itu ceroboh sekali?" ucap Laila.


"Maaf, aku keceplosan. Mulutku reflek mengatakan hal itu begitu saja." ucap rekan Laila.


"Jangan ulangi lagi, kita harus menjaga rahasia ini." ucap Laila membuat rekan-rekannya mengangguk tanda setuju.


Didalam mobil Kairo.


"Aku jadi penasaran, apa yang sebenarnya terjadi pada mommy sebelum meninggal. Kenapa tadi teman bibi Laila mengatakan seperti itu?!"


"Jangan berfikir terlalu jauh. Fokus saja pada masa sekarang, ya." ucap Kairo.

__ADS_1


Perkataan Kairo tidak membantu menenangkan perasaan Hyuna yang tengah gundah namun karena dia tidak ingin memperpanjang masalah, Hyuna pun menganggukinya.


__ADS_2