Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
SEASON 2 episode 11


__ADS_3

Didalam kamar Hyuna.


"Apalagi, kak?!" tanya Naruka saat mereka baru saja memasuki kamar Hyuna.


Hyuna yang semula membelakangi Naruka kini berbalik menatap adik sepupunya itu.


"Maksudnya?" tanya Hyuna.


"Apalagi yang kakak coba pertahankan dari hubungan ini kakak?! jelas-jelas kak Varo tidak mencintai kakak! dia juga tidak akan melirik ke arah kakak!!" ucap Naruka.


Hyuna terdiam sejenak. Fakta itu tidak bisa Hyuna kesampingkan lagi.


"Coba buka matamu kak! kau cantik, kau pintar! kau berbakat! kau sempurna!! banyak laki-laki yang jauh lebih baik dari kak Varo akan rela mengantri demi mendapatkan dirimu! jangan rendahkan harga dirimu dengan mengatasnamakan cinta kak! cinta adalah hal yang indah, bukan sebaliknya!" ucap Naruka.


"Baiklah, kakak pikirkan ini dulu matang-matang! aku keluar dulu!" ucap Naruka.


Naruka keluar dari kamar Hyuna, memberikan ruang agar Hyuna bisa berpikir. Sepeninggal Naruka, Hyuna merebahkan dirinya diatas kasur. Pening di kepalanya semakin terasa karena memikirkan hal ini. Bayang-bayang kejadian di restoran tadi terus bermunculan di benaknya membuat hatinya semakin teriris. Dia bingung antara bertahan atau tidak. Jika dia bertahan maka dia harus siap dengan kesakitan yang tiada ujungnya. Namun jika dia berhenti, dia harus siap merasakan patah hati.


"Apa yang harus aku lakukan?!" gumam Hyuna.


********


Disisi Alvaro. Dia membawa Amanda ke basecamp, dimana anak-anak lainnya telah menunggu disana.


"Wihhh, yang baru pacaran lengket amat tuhhh!!!" goda Briyan.


"Yoi coyy!!!! traktiran sabi kali yaa!!!" tambah Alex.


"Gampang! kalian pesen aja, nanti gue yang bayar!" ucap Alvaro.


"Wihhh, keren!!! eh ayo-ayo kita pesen!" ucap Jeremy.


Amanda menarik tangan Alvaro menjauhi teman-temannya.


"Kenapa sih, be?!" tanya Alvaro.


"Jawab aku, apa maksud cewek tadi kalau kamu dijodohin sama si lalat itu?!" tanya Amanda.


"Jawab aku, be!!" ucap Amanda lagi.


Amanda kesal karena Alvaro tidak langsung menjawab pertanyaannya, dia hanya diam saja.


"Bener apa yang cewek tadi bilang?!" cerca Amanda lagi.


Alvaro mengangguk perlahan.


"Oh, shi*!!!" umpat Amanda.


"Kenapa kamu nggak bilang?! kenapa juga kamu nembak aku kalau kamu dijodohin sama dia?! kamu kira aku cewek apaan?!" ucap Amanda.


"Aku nggak bermaksud buat nyakitin kamu! kamu tau sendiri kan aku benci sama dia!!" ucap Alvaro.


"Terus kamu bisa seenaknya jadiin aku pelampiasan gitu?!" ucap Amanda.


Alvaro tidak menjawab. Entah mengapa bibirnya terasa kelu. Semua kata-kata terasa tertahan di tenggorokannya.


"Kenapa diam aja?! jadi bener aku cuma pelampiasan kamu?!" tanya Amanda lagi.


"Enggak, bukan itu! aku memang sayang sama kamu makanya aku nembak kamu!" ucap Alvaro.


"Terus kenapa nggak kamu tolak aja perjodohan ini?!!"


"Aku nggak bisa! ini permintaan mami! aku mau Hyuna yang batalin pertunangan ini. Bantu aku yaa??" ucap Alvaro.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari Aldian sedari tadi mendengarkan percakapan mereka.


"Dian?! lo sejak kapan ada disitu?!" tanya Alvaro yang terkejut dengan kehadiran Aldian.


"Sejak Amanda narik tangan lo kesini!! seru banget kayaknya bertengkarnya sampai nggak nyadar gue disini dari tadi!" ucap Aldian.


Amanda dan Alvaro saling diam.


"Kalau lo mau, gue bisa bantu supaya tuh cewek batalin perjodohan lo sama dia!" tawar Aldian.


Caranya?!" tanya Alvaro.


"Sini!" ucap Aldian menyuruh Alvaro dan Amanda untuk mendekat ke arahnya.


Aldian mulai membisikkan rencananya untuk menghentikan perjodohan Alvaro dengan Hyuna.


"Gue setuju!!" ucap Amanda setelah Aldian selesai membisikkan rencananya.


"Nggak!! gue nggak setuju!!" ucap Alvaro menolak.


"Ayolah!!! nggak bakal diapa-apain kok!! cuma nakut-nakutin doang!! kalau rencana gue berhasil, dia akan ilfill sama lo dan hilang respect sama lo. Terus bommmm, perjodohan lo dibatalin deh!!" ucap Aldian.


Alvaro terdiam. Entah mengapa dirinya tidak menyukai perkataan Aldian kalau Hyuna akan hilang respect padanya.


"Bener tuh, be! lagian kan cuma main-main! kamu setuju yaa!" bujuk Amanda.


"Oke deh!" ucap Alvaro akhirnya.


"Nah, sekarang tugas lo suruh si Hyuna itu buat datang ke gedung belakang sekolah!" ucap Aldian.


Alvaro pun mematuhi perkataan Aldian. Dia merogoh ponselnya, mencari nomor Hyuna lalu mengirimkan sebuah pesan seperti yang diminta Aldian.


"Udah!" ucap Alvaro.


"Be, kamu aja yang pergi! aku tunggu disini! semoga aja dengan ini Hyuna bisa sadar diri, kalau yang kamu mau itu aku, bukan dia!" ucap Amanda.


"Oke, aku pergi dulu!" ucap Alvaro.


"Woi, ayo cabut!!" ajak Aldian.


"Kemana?! makanannya baru datang nih!!!" tanya Angga.


"Itu nanti aja makannya!! kita ada misi penting nih!!" ucap Aldian.


Meski bingung mereka tetap meninggalkan makanan itu lalu menuju motor mereka untuk pergi mengikuti Aldian.


"Rasain lo Hyuna!! gue nggak sabar lihat wajah menyedihkan lo, hahaha!!" ucap Amanda saat semua orang telah pergi.


********


"Loh, Hyuna! kamu mau kemana?" tanya Zoe saat melihat Hyuna turun dari tangga dengan tergesa-gesa.


"Aku mau pergi sebentar, aunty!" ucap Hyuna.


"Oh, yasudah! hati-hati yaa!" ucap Zoe.


"Siap aunty!!" ucap Hyuna.


Sesaat setelah menerima pesan dari Alvaro tadi, Hyuna merasa senang sekali. Dia sampai mencubit pipinya karena takut itu hanya sebuah mimpi namun rupanya itu adalah nyata. Alvaro memintanya untuk bertemu di gedung belakang sekolah.


Sebagai informasi, sebenarnya gedung belakang sekolah itu adalah gedung bekas aula dan lab di sekolah itu. Namun karena sekarang sekolah Hyuna telah memiliki lab dan aula baru yang jauh lebih bagus dibandingkan yang lama, akhirnya tempat itu pun tidak terpakai. Hanya anak-anak yang bolos kelas atau hanya sekedar ngerokok atau bahkan minum-minum yang datang kesana.


Menempuh perjalanan yang tidak terlalu jauh, akhirnya Hyuna telah sampai di tempat yang dimaksud. Alvaro kembali mengirim pesan ke ponsel Hyuna.

__ADS_1


"Lantai dua?! sebenarnya kak Varo mau bicara apa sih sampai ngajak ketemuan ditempat gini?" gumam Hyuna.


Hyuna mulai memasuki gedung lama itu, menaiki tangga demi tangga menuju lantai dua.


"Kak Varo?!" panggil Hyuna saat telah sampai di lantai dua.


"Kakak mau bicara apa sama Hyuna?" tanya Hyuna.


"Kak?!" tanya Hyuna karena Alvaro tidak menanggapinya.


"Nahh, dateng juga rupanya!!" ucap Aldian dan yang lain keluar dari tempat persembunyian mereka.


"Kak, apa....apa maksud semua ini?" tanya Hyuna.


"Ayolah adek manis!! Varo bilang kalau lo dijodohin sama dia, jadi sebagai teman yang baik, kita wajib ngecek lo!" ucap Alex.


"Jangan macam-macam yaa!!! kak!!! tolonggg!!!" teriak Hyuna saat teman-teman Alvaro mulai mendekat ke arah Hyuna.


Hyuna berjalan ke belakang dengan ekspresi ketakutan.


"Kakk Varoo!!! tolong Hyunaa!!" teriak Hyuna.


Varo hanya diam saja ditempatnya, sedangkan Jeremy asyik dengan ponselnya merekam kejadian ini.


"Ayolah, nggak usah sok jual mahal gituu!! milik Varo itu milik kita jugaa!!" ucap Aldian.


Aldian mulai menyentuh Hyuna namun berhasil dihindari oleh Hyuna. Beruntungnya Hyuna bisa bela diri. Teman-teman Alvaro pun mulai menghajar Hyuna, namun serangan mereka berhasil dipatahkan oleh Hyuna yang memang gesit itu.


Saat Hyuna tengah melawan teman-teman Alvaro, Alvaro datang dan melerai mereka.


"Udah cukup!!" ucap Alvaro.


"Loh, kenapa cukup?! kita aja belum mulai malah babak belur ginii!!" ucap Alex.


"Kak, makasih udah nolong aku!" ucap Hyuna.


Alvaro berbalik ke arah Hyuna. Ditatapnya wajah itu dengan dalam. Hyuna merasakan detak jantungnya meningkat saat itu juga. Alvaro mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Hyuna. Detak jantung itu semakin cepat dirasakan oleh Hyuna.


Apakah ini artinya Hyuna telah berada di hati Alvaro?! apakah Alvaro akan mencium Hyuna?! pikir Hyuna. Hyuna memejamkan matanya saat wajah Alvaro hanya berjarak satu centi dari wajahnya. Dia siap menyambut kehangatan itu dari Alvaro.


Bruk....


"Hahahaaa, lo ngarepin apa dari Varo?! ciuman?! sini, biar gue yang ngasih!!" ucap Aldian yang hendak mencium paksa Hyuna.


Rupanya, Alvaro mendorong Hyuna ke belakang dan kemudian tubuh Hyuna ditangkap oleh Aldian dan Angga yang telah menunggu dibelakang.


"Jangan!!! lepasss!!!" teriak Hyuna memberontak.


Tiba-tiba, Jeremy menyuntikkan sebuah obat penenang ke leher Hyuna membuat Hyuna menjadi lemah.


"Kak....kenapaa?!!!" tanya Hyuna masih sadar.


"Karena gue benci lo!! gue mau lo membatalkan perjodohan ini!!" ucap Alvaro.


"Kalian, lakuin apa aja sama dia! gue nggak perduli!!" ucap Alvaro.


"Hahahaaa, ini yang gue tunggu-tunggu!!!" ucap Aldian.


Aldian mulai mengangkat baju yang Hyuna kenakan.


"Tidak!!! jangannn!!!! kak Varoo!!!! tolonggg!!!" teriak Hyuna masih setengah sadar.


Aldian memang terkenal suka bermain dengan pacar-pacarnya. Dan rata-rata semua pacar Aldian masih perawa* dan masih polos. Setelah Aldian mendapatkan apa yang dia mau, Aldian akan meninggalkan wanita itu dengan tanpa belas kasihannya.

__ADS_1


Samar-samar, Hyuna melihat Alvaro yang berdiri tidak jauh darinya. Penglihatannya mulai kabur, kesadarannya mulai menghilang. Hyuna pun pingsan. Dia tidak tahu apa yang terjadi setelahnya.


__ADS_2