Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 91


__ADS_3

Pagi kembali menyapa, Mentari dan Darel baru selesai bersiap. Hari ini mereka akan menemui keluarga kecil Ferry. Semalam Ferry sudah membuat janji pada Darel agar mau menemui istrinya yang tengah hamil dan ngidam ingin bertemu dengan Mentari. Mereka pun menyetujui hal itu setelah Mentari dan Ferry memohon untuk ibu hamil tersebut.


"Ayo kita berangkat!" ajak Mentari yang sudah menenteng tas selempangnya.


Baru satu langkah kaki Mentari terkilir heels dan hampir terjatuh, beruntung Darel melihat hal itu dan langsung menopang tubuh Mentari agar tidak jatuh. Mereka pun saling memandang dalam jarak yang lumayan dekat.


Kenapa jantungku berdetak begitu kencang? apa.... tidak-tidak aku tidak mungkin jatuh cinta padanya bukan? batin Mentari.


Apa aku sudah jatuh cinta pada gadis bodoh ini? Tidak! seorang Darel tidak mungkin menyukai wanita, bahkan wanita itu sendiri yang harus menyukaiku dan tergila-gila padaku! tapi.....kenapa rasanya berbeda saat dekat dengannya? batin Darel.


Mereka saling menatap dengan posisi Mentari yang masih dalam pelukan Darel.


"Emm, bisa kau melepaskan ku?" tanya Mentari.


Spontan Darel langsung menjatuhkan tubuh Mentari ke lantai.


Brukkkkkkk .....


"Kau ini apa tidak bisa pelan-pelan?!!" bentak Mentari menahan sakit dipantat nya.

__ADS_1


"Kau bilang suruh melepaskan, ya aku lepaskan lah! aku kan hanya mengikuti perintah!" ucap Darel tersenyum mengejek.


"Kau!!!"


"Sudahlah ayo berangkat mereka sudah menunggu!" ucap Darel seolah tahu apa yang hendak Mentari katakan.


Dasar gadis bodoh, mengomel seperti itu membuatnya semakin menggemaskan saja! batin Darel tiba-tiba tersenyum sendiri.


Tunggu, apa aku sudah tidak waras? menggemaskan? heh, otakku pasti bermasalah! batin Darel langsung menampakkan wajah dinginnya.


Darel masih berdiri ditempatnya dengan raut wajah yang berubah-ubah hingga membuat Mentari bingung dengan sikap aneh Darel.


Bukannya aneh jika kiamat datang secepat ini? pria dingin ini tersenyum? oh ya Tuhan jangan sampai bahagianya itu membawa derita untukku! batin Mentari sambil menatap keatas seolah sedang berbicara pada seseorang.


Mentari memiringkan kepalanya dengan menampilkan raut wajah kebingungan.


Aneh banget sih tu orang, bisa-bisanya nyalahin orang lain padahal dia sendiri juga senyum-senyum nggak jelas! dasar tuan muda sombong!!!! omel Mentari didalam hati.


Mentari pun bergegas menyusul Darel, Saat berada didepan mobil tiba-tiba sebuah mobil berwarna putih berhenti didekat mereka.

__ADS_1


Mentari dan Darel saling melemparkan pandangan seolah bertanya apa itu mobilmu? tidak berapa lama seorang pria turun dari mobil mewah itu.


"Selamat pagi Mentari!" ucap pria itu.


"Kak Galih?" Teriak Mentari yang langsung berlari menuju Galih bak anak kecil yang diberi lollipop oleh orang tuanya.


Dia lagi? mau ngapain sih sepagi ini pakai acara dateng segala!? batin Darel kesal.


Mood baiknya langsung hilang ketika melihat pria itu datang ditambah Mentari yang langsung meninggalkan dirinya dan mendekati pria itu.


"Aku ingin mengajak kalian sarapan, kalian belum sarapan kan?" tanya Galih sambil melirik Darel yang terlihat sangat jengkel dengan kedatangannya.


"Tidak bisa! kami mau keluar!" jawab Darel ketus.


Mentari yang saat itu hendak menjawab sontak langsung diam karena Darel yang sudah menjawab lebih dulu.


"Apa itu benar?" tanya Galih pada Mentari.


"Hei bukankah sudah ku bilang kalau kami mau pergi?!! lagian aku ini SUAMI nya jadi dia harus pergi denganku!" ucap Darel menekankan kata suami.

__ADS_1


Mentari melihat keanehan pada Darel merasa bingung karena hal itu.


Apa dia cemburu? tidak mungkin....dia tidak mungkin cemburu pada kak Galih! tap...tapi...sikap apa yang dia perlihatkan sekarang ini kalau bukan cemburu? batin Mentari.


__ADS_2