Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 262


__ADS_3

Siang itu terasa sangat damai bagi Zanu dan Darel. Pasalnya istri-istri mereka baru saja meminta banyak hal yang aneh-aneh. Mulai dari memakai daster berwarna merah muda, dipakaikan kuncir rambut, berjoget di aplikasi TikTo* dan lain-lain. Saat membuat video berjoget wajah Zanu dan Darel terlihat sangat tertekan dengan ngidam kedua sahabat itu. Semua orang yang melihat itupun sampai tertawa hingga menangis termasuk Daniar dan Mentari yang tertawa sangat keras menertawai suami-suami mereka.


"Huh....nih gimana ngilanginnya sih?!" keluh Darel saat make up yang ada diwajahnya bukannya hilang malah menjadi hitam.


"Mana aku tahu!! kalau aku tahu juga udah dari tadi kan aku ngilangin make up ini!! mana susah banget lagi!!" ucap Zanu yang mengalami hal yang serupa.


"Duhh ya jelas nggak bisa ilang lah! orang kalian pakai air biasa!!!" ucap Randita cukup keras menghampiri dua suami ngenes itu.


"Hussttttt!!!!" Darel dan Zanu kompak meletakkan jari telunjuknya ke bibir untuk membuat Randita diam.


"Kakak nih mau buat mereka bangun terus menyiksa kita lagi dengan ngidamnya yang aneh-aneh?! mereka baru aja bisa tidur!! dan kita baru aja menghirup udara kebebasan!! masa mau diganggu sih?!" keluh Darel.


"Iya-iya, maaf! nih pakai ini!" ucap Randita pelan lalu menyodorkan sebuah botol berukuran sedang.


"Apaan nih kak?!" tanya Darel bingung sedangkan Zanu memutar-mutar botol itu.


"Warda* Micellar Water?!" ucap Zanu membaca merk botol itu.


"Apa tuh Micellar Water?" tanya Darel bingung.


"Ya itu air khusus buat membersihkan make up! kalau cuma pakai air biasa seumur hidup pun nggak bakal ilang tuh!!" ucap Randita mendramatisir.


"Cihh?! emang iya?" ucap Darel meragukan.


"Ehhh jangan ditaroh ditangan dongggg!!!" teriak Randita saat Darel dan Zanu menuangkan Micellar Water itu ke telapak tangan mereka.


Sekejap mereka menatap ke arah Daniar dan Zanu yang tertidur di sofa depan televisi. Hanya ada pergerakan kecil dari mereka akibat teriakan Randita tadi membuat Darel dan Zanu kembali bernafas lega.


"Lah terus pakai apaa!!!" tanya Zanu dengan suara pelan.


"Nih!!" ucap Randita memberikan satu bungkus kapas.


"Ohhh!! bilang dong dari tadi!!" ucap Darel dan Zanu bersamaan.


Mereka berdua menuangkan Micellar Water itu keatas kapas hingga sangat basah karena terlalu banyak.


"Ehh, dikit aja kalau enggak nanti bisa perih kena mata!!" ucap Randita memperingati.


"Terus ini gimana?" tanya Darel menunjukkan kapasnya yang sangat basah.


Randita menggelengkan kepala jengah dengan ulah adiknya dan Zanu. Dia mengambil kapas lain lalu menempelkan kapas yang baru itu ke atas kapas milik Darel sehingga kapas yang baru menyerap air berlebihan dari kapas Darel.


"Nih, Zanu pakai ini! Darel ambil ini!!" ucap Randita mengembalikan kapas itu kepada Darel dan memberikan kapas yang baru tadi kepada Zanu.


Mereka mulai mengusapkan kapas basah itu ke wajah mereka. Sensasi dingin langsung terasa begitu kapas itu menyentuh wajah mereka.


"Wihhh, beneran ke angkat make up nya!" ucap Zanu memperlihatkan kapasnya yang telah membekas make up yang tadi menumpuk di wajahnya.


"Wihh, iya sama!! tuh liat!!" ucap Darel menunjukkan kapasnya yang serupa dengan Zanu.


Mereka pun mengusap kapas lagi ke wajah mereka namun saat hendak membersihkan eyeliner, eyeshadow, dan maskara, tanpa sengaja sedikit air Micellar Water itu masuk kedalam mata Darel membuat matanya perih.


"Aduhh, kak!!! perihhh!!! duhhh akhhh..gimana nihhh!!!" keluh Darel perih.


"Sabar kakak ambilkan air dulu!!"


Randita pergi dari sana dan tidak lama kemudian kembali dengan membawa sebaskom air.

__ADS_1


Darel segera merendam kepalanya didalam baskom itu lalu membuka matanya saat didalam air.


"Ahh....."


"Gimana masih perih?" tanya Randita yang hanya dibalas gelengan kepala oleh Darel.


"Makanya hati-hati!!" ucap Zanu.


Mereka kembali membersihkan make up yang masih ada sedikit di wajah mereka.


"Huffttt....akhirnya wajahku kembali bersih lagi!! sumpah kayak risih bangat ya nggak sih pakai make up begituan?!" ucap Zanu yang telah berbaring di lantai selepas membersihkan make up diwajahnya begitu juga dengan Darel.


"Iya!! nggak kebayang aja kalau tiap hari Tari harus susah-susah pakai make up terus hapus make up pakai cairan itu tadi!! pasti dia merasakan perih juga yaa!!" ucap Darel.


"Loh sayang....kok kamu tidur dibawah!!" ucap Mentari yang baru saja bangun dari tidurnya.


"Sayang kamu udah bangun?! mau tidur dikamar aja?" tanya Darel yang langsung bangun dari rebahannya.


"Iyaa...huaammmm!!" ucap Mentari menguap.


Darel menggendong Mentari kedalam kamar, begitu juga dengan Zanu. Mereka akhirnya bisa tidur siang didalam kamar mereka masing-masing.


********


Di kebun, Rohan tengah duduk sendirian merenungi isi hatinya. Beberapa bulan ini dia rasa ada perasaan khusus saat berada didekat Suli. Dia seolah ingin selalu didekat gadis itu, ingin selalu melindunginya, dan selalu tertawa bersamanya. Entah sejak kapan perasaan itu muncul, Rohan pun juga tidak tahu.


"Woiii!!! siang bolong gini jangan ngelamun! nanti kesambet baru tau rasa!" ucap Tomi yang baru datang bersama Shiren dan Jo.


Rohan tidak menggubris perkataan Tomi barusan membuat Tomi kebingungan.


"Aku bingung!" ucap Rohan.


"Bingung? bingung kenapa?" tanya Tomi tidak mengerti.


"Aku rasa.....aku....ak...aku rasa..." terbata.


"Kau rasa apa?! ngomong tuh yang jelas!" ucap Tomi kesal karena Rohan bertele-tele.


"Sepertinya aku mulai menyukai Suli!" ucap Rohan lirih dan cepat.


"Hahhh?!!! apa....apa?!" teriak Tomi ingin Rohan mengulangi perkataannya barusan.


"Iya....aku....mulai suka sama dia!" ucap Rohan lirih namun kali ini dengan nada yang normal.


"Sejak kapan? kok nggak bilang sama kita?!" tanya Tomi.


Shiren dan Jo hanya menyimak saja kali ini.


"Aku...aku juga tidak tahu kapan! rasanya setiap didekat dia, ah tidak-tidak bukan hanya saat didekat dia! saat mendengar namanya disebut selalu membuat hatiku bergetar. Aku sendiri juga bingung kenapa begini! apa kau tau alasannya?" tanya Rohan menatap sahabatnya itu.


Tomi yang semula menunjukkan ekspresi wajah bingung langsung tersenyum menatap balik mata Rohan.


"Aku tahuu!!!" ucap Tomi dengan senyum khasnya.


"Sungguh?!"


"Iyaa!! kau....sedang...jatuh....cintaaaa!!!" teriak Tomi disamping telinga Rohan.

__ADS_1


"Woi!! sakit!!!" teriak Rohan memegangi telinganya yang berdengung akibat teriakan Tomi.


"Kau sedang jatuh cinta, man! sama seperti kami!! akhirnya kau juga merasakannya!!! sudah aku duga kalau kau memiliki perasaan khusus kepada wanita itu!" ucap Tomi bersemangat.


"Lalu, aku harus apa?" tanya Rohan tidak tahu.


"Kau ini bodoh juga ya ternyata?! hahaha memang cinta membuat seseorang menjadi bodoh!" gelak Tomi.


"Langsung ke intinya!" ucap Rohan mulai kesal karena Tomi terus menggodanya.


"Ya apa lagi?! kau ungkapkan lah perasaanmu kepada wanita itu! aku yakin dia juga sama sepertimu!" ucap Tomi memberi saran.


"Tapi bagaimana?! aku tidak tahu apa-apa soal wanita!" keluh Rohan yang memang seperti itu adanya.


"Gue punya ide!!" ucap Jo tiba-tiba.


"Lo tau apa masalah wanita?! lah lo aja sampai sekarang masih juga jomblo?!" cibir Tomi meremehkan.


"Heh, kingkong liar!!! gini-gini gue tuh ahli dalam wanita tau!! banyak cewek-cewek yang terpikat sama ketampanan gue!! gue nya aja yang ogah sama cewek-cewek itu!!" ucap Jo sombong.


"Sok kecakepan lo! buat apa cakep tapi satu cewek aja nggak punya!!" sindir Tomi.


"Liat nih guee!! cukup sama satu wanita!! cantik pula!! lah eloo?!" ejek Tomi sambil merangkul pinggang ramping Shiren.


"Sudah dongg!!! kalian ini kok bertengkar terus sih?! ini masalah Rohan bukan kalian!!" ucap Shiren.


Bagi Shiren sekarang, tiada hari tanpa mendengar keributan kakak dan calon suaminya.


"Tau nih, malah pada ribut sendiri!" ucap Rohan.


"Jadi gimana saran kakak tadi?" tanya Shiren.


Jo menjulurkan lidahnya mengejek Tomi karena merasa menang telah dibela oleh Shiren, adik kandungnya.


"Jadi gini....."


Jo mulai mengatakan cara untuk Rohan mengungkapkan perasaannya kepada Suli.


"Gimana?! bagus kan ide gue?" tanya Jo setelah mengatakan rencananya.


"Hemm, boleh juga! tapi bisa tidak?" tanya Rohan.


"Bisa!!! pasti bisa kok! tenang saja!" ucap Jo.


"Nah Rohan, tugasmu membawa Suli jalan-jalan dulu sembari kami membuat kejutannya!" ucap Tomi.


"Jalan-jalan? kemana?!" tanya Rohan.


"Ishhh!!! ya kemana kek!! pokoknya ajak jauh dari villa! tapi jangan jauh-jauh yaa!" ucap Tomi.


"Aaa, kemarin aku lihat ada air terjun di Utara villa! kamu bawa dia kesana saja gimana?" usul Shiren.


"Hemm, boleh juga! Suli pasti senang aku ajak jalan-jalan ke tempat seperti itu!" ucap Rohan setuju dengan ide Shiren.


"Oke, nanti sore aku ajak dia kesana sekalian melihat matahari terbenam!" ucap Rohan.


"Nah, gitu baru sahabatku!!!" ucap Tomi mengalungkan lengannya dileher Rohan.

__ADS_1


__ADS_2