
Hyuna termenung sejenak, sedangkan Kairo menatapnya menunggu penjelasan gadis itu.
"Kamu tau kasus kak Varo yang hampir...." kalimat Hyuna terhenti.
"Melecehkanmu? aku tau! berita itu menyebar dengan sangat cepat. Maaf kalau ini terkesan kasar, tapi kau tidak pantas melakukannya." ucap Kairo tanpa menatap Hyuna.
"Melakukan apa?" tanya Hyuna menatap lekat ke arah Kairo.
"Kau seorang wanita, Hyuna! kodrat kalian diperjuangkan bukan memperjuangkan. Carilah pria yang cintanya lebih besar darimu, maka hidupmu akan lebih dari kata bahagia." ucap Kairo.
"Aku terkejut saat mengetahui siapa dirimu. Kau tau, aku bahkan berniat mundur saat tahu kau adalah putri dari Darel Sanjaya yang terkenal dengan ketegasannya. Aku minder, tapi, kalau aku boleh jujur. Aku telah tertarik padamu saat melihatmu mengungkapkan perasaanmu pada kakak tingkat kita di lapangan basket tepat dihari pertama kita ospek." cerita Kairo sambil terkekeh membuat Hyuna semakin merutuki kebodohannya dulu.
"Kau cantik, Hyuna! kau pintar, berprestasi, kau punya semua yang wanita lain mungkin tidak punya, but i don't know. Yang pasti, jangan rendahkan dirimu untuk siapapun. Siapapun!!!" ucap Kairo menekankan kata terakhirnya.
Hyuna terdiam menatap ke arah Kairo lalu menatap ke depan. Jalanan begitu ramai di jam-jam sekarang. Beberapa menit telah berlalu dengan kediaman baik dari Hyuna maupun Kairo. Mereka larut dalam pikiran masing-masing hingga tanpa disadari mobil Kairo telah sampai di parkiran sekolah.
"Hyuna!" panggil Kairo saat Hyuna hendak turun dari mobil Kairo.
"Iya?" tanya Hyuna.
"Tidak jadi!" ucap Kairo sambil tersenyum.
"Nggak jelas!" ucap Hyuna memutar bola matanya.
Mereka pun berpisah memasuki kelas masing-masing karena bel telah berbunyi.
"Cieee yang lagi pdkt!!!" goda Raisa pada Hyuna saat jam pelajaran.
"Apaan sih?! siapa juga yang lagi pdkt?" tanya Hyuna sambil menulis materi di buku tulis tanpa melihat ke arah Raisa.
"Ya elo lah!! beberapa hari ini gue liat lo sering berangkat terus pulang bareng Kairo. Jangan-jangan kalian ada hubungan yaa? tega banget lo nggak cerita sama gue!!" rajuk Raisa.
"Kita itu cuma temen kok, nggak lebih!" ucap Hyuna.
"Dihh, nggak mau ngaku lagi!" kesal Raisa.
"Nih ya, orang bilang, semua itu berawal dari pertemanan tau nggak!" ucap Raisa.
"Iya, dan tidak jarang juga berakhir dengan kembali menjadi teman. Udahlah fokus ke pelajaran dulu!" ucap Hyuna mencoba menghentikan topik antara dirinya dengan Kairo.
Raisa berdecih lalu kembali fokus ke depan dimana guru tengah menjelaskan materi hari ini.
********
"Apa?!!! jadi Hyuna beberapa hari ini berangkat dan pulang bersama laki-laki?!" sentak Iwang saat Lukas memberitahu kabar mengenai Hyuna yang terlihat tengah dekat dengan Kairo.
"Benar, tuan muda! saya melihat sendiri pemuda itu setiap pagi selalu datang kesini untuk menjemput nona muda dan waktu pulang sekolah juga mereka pulang bersama." jelas Lukas.
"Yah, Hyuna kita masih kecil! nanti kalau dia diapa-apain sama pemuda itu bagaimana? ayah harus melakukan sesuatu, yah!" ucap Iwang.
Iwang, Shaki, dan Kaivan terlihat begitu posesif saat Lukas menceritakan perihal Kairo dan Hyuna. Padahal Darel sendiri hanya diam sama, tapi mereka yang terlihat tidak terima adik perempuan mereka dekat dengan pria lain.
"Benar, pi! aku saja belum punya cewek masa Hyuna sudah! nggak adil! harusnya aku duluan, kan aku kakaknya!" protes Kaivan.
"Apa kau sudah cari tahu mengenai pemuda itu?" tanya Darel pada Lukas.
"Tentu saja sudah tuan! pemuda itu adalah anak dari tuan Jagyana.
"Jagyana?! salah satu orang terkaya di negara ini?" tanya Darel.
__ADS_1
"Benar tuan! pemuda itu juga dari keluarga yang baik, tidak ada kecacatan apapun dalam sikapnya maupun keluarganya. Semua bersih!" ucap Lukas.
Bersih yang dimaksud disini adalah tidak ada catatan kriminal dari Kairo maupun keluarganya. Keluarga Kairo memang menjunjung tinggi prinsip dahulukan adab sebelum ilmu.
Mau setinggi apa ilmu yang seseorang miliki, namun jika tidak disertai adab, maka tidak akan berguna ilmunya. Namun, walau serendah apapun ilmu yang seseorang miliki jika disertai dengan adab maka dia akan dihormati oleh orang karena adabnya.
"Biarkanlah dia. Lagi pula dia dari keluarga yang baik." ucap Darel.
"Nggak bisa gitu yah!"
"Nggak bisa gitu pi!!"
Protes Kaivan, Shaki dan Iwang bersamaan.
"Pokoknya aku akan menjaga adikku itu dari pemuda manapun!" ucap Iwang menggebu-gebu.
"Tidak akan aku biarkan Alvaro lainnya mencoba mendekati Hyuna!" ucap Shaki datar sambil bersidekap dada.
"Pokoknya kalau aku belum dapat cewek, Hyuna juga nggak boleh dekat sama cowok!!" ucap Kaivan dengan mengerucutkan bibirnya.
Darel hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah putra-putranya yang terlihat sangat posesif kepada adik perempuan mereka.
"Ya sudah, terserah kalian sajalah!"
Darel beranjak dari ruang tengah menuju ruang kerjanya. Akhir-akhir ini memang Darel sibuk sekali. Selain dari rancangan Hyuna yang tanpa sengaja dilihat oleh Darel kemarin berhasil diproduksi dan sangat disukai oleh konsumen. Untuk rancangan Hyuna ini, Darel hanya memproduksi dua unit di setiap rancangannya dan dibandrol dengan harga yang cukup tinggi. Terhitung ada dua puluh rancangan yang Darel temukan dikamar Hyuna. Darel tidak serta-merta memproduksi rancangan Hyuna begitu saja, melainkan dia membeli hasil rancangan Hyuna dengan harga yang cukup fantastis di setiap rancangannya. Darel sendiri tidak percaya Hyuna bisa membuat desain sebagus dan sekekinian ini.
********
Pukul dua belas siang, sekolah Hyuna dipulangkan awal karena akan ada rapat para guru. Seperti siswa lainnya, Hyuna dan Raisa bersiap untuk pulang sekolah.
"Eh, udah ditungguin tuh!" ucap Raisa saat melihat Kairo berjalan mendekat ke arah mereka.
"Hai, Hyuna! hai, Raisa!" sapa Kairo.
"Hai, Kairo!" balas Raisa.
"Kita pulang sekarang?" tanya Kairo pada Hyuna.
"Yaudah, Sa, aku pulang dulu ya, byee!!" ucap Hyuna melambaikan tangannya pada Raisa.
"Byee!!! hati-hati!!!! Kairo, lo jagain tuh sahabat gue, awas aja kalau sampai lecet!" ancam Raisa sambil berteriak.
"Siappp!!!" balas Kairo sambil teriak.
Didalam mobil Kairo.
"Eh, Hyuna, besok kan libur nih."
"Terus?"
"Gimana kalau besok kita nonton? terus dinner?" tanya Kairo.
"Boleh juga! agak siangan aja ya nontonnya. Soalnya pagi aku mau joging terus nge-gym dulu." ucap Hyuna.
"Oh, gimana kalau aku ikut? kapan lagi bisa nge-gym ditemenin cowok ganteng?" tawar Kairo sambil menaik turunkan alisnya menggoda Hyuna.
"Dih, apaan sih!! kalau mau ikut ya ayo! tapi gue biasanya nge-gym dirumah sih." ucap Hyuna.
"Mau coba diluar rumah? gue tau gym yang bagus alatnya juga lengkap." tawar Kairo.
__ADS_1
"Boleh, dirumah juga alatnya itu-itu aja. Besok jam 6 pagi jemput ya, terus ke gym. Siangnya nonton." ucap Hyuna.
"Siap tuan putri!" ucap Kairo.
"Tuan putri apaan!" kekeh Hyuna.
"Bagi aku kamu itu princess. Bukan princess, tapi my queen." goda Kairo dengan senyum manisnya.
"Gombal!" ucap Hyuna.
Mobil pun melaju hingga akhirnya memasuki pekarangan rumah Darel. Hyuna turun dari mobil Kairo.
"Jangan lupa besok yaa!" ucap Kairo mengingatkan.
"Iya-iya, bawel!" ucap Hyuna.
"Yaudah aku pulang dulu ya! bye, sampai ketemu besok!" ucap Kairo.
"Bye, hati-hati!" ucap Hyuna melambaikan tangan.
Begitu mobil Kairo keluar dari pekarangan rumah Darel, Hyuna barulah memasuki rumah.
"Siapa?"
"Aaaa!!!" Hyuna terkejut karena ketiga kakaknya tiba-tiba berada dibelakangnya saat dia hendak menutup pintu.
"Kakak, ihhh!!! ngagetin aja!!" kesal Hyuna.
Hyuna melihat wajah kakak-kakaknya satu persatu. Wajah-wajah tidak bersahabat. Hyuna berpikir kejahilan apalagi yang dia buat sampai kakak-kakaknya berekspresi seperti itu. Tapi nihil! Hyuna merasa dia tidak jahil beberapa hari ini. Lalu, apa alasan dari ekspresi wajah itu pikir Hyuna.
"Siapa?!" tanya Shaki mengulang pertanyaannya tadi.
"Hah?!" Hyuna menunjukkan wajah kebingungan.
"Siapa pemuda tadi? pacar kamu?" tanya Iwang.
"Atau bahkan sudah jadi calon suami kamu?!" tanya Kaivan menyahuti pertanyaan Iwang.
"Ha, what?!" Hyuna semakin bingung sedangkan ketiga kakak laki-lakinya itu semakin memojokkannya ke arah pintu.
"Sudah sedekat apa hubungan kalian?!" tanya Shaki.
"Tunggu! yang kalian maksud itu si Kairo?!" tanya Hyuna karena dia telah terdesak sampai membentur pintu.
"IYAA!!" jawab ketiganya dengan serempak.
Hyuna menghela nafas kesal lalu menatap ketiga kakaknya dengan tajam.
"Pertama, dia bukan pacarku atau calon suamiku. Dan kedua, kami hanya berteman saja kok. Kalian ini kenapa sih?" tanya Hyuna kebingungan.
"BOHONGGGG!!! sentak ketiganya.
"Mana mungkin berteman tapi antar jemput waktu sekolah?" cerca Iwang.
"Benar!!!" sahut Shaki dan Kaivan.
"Jangan-jangan kalian lagi pdkt yaa?!!" tambah Iwang lagi.
"IYAAA?!!!" sahut Shaki dan Kaivan.
__ADS_1
"Enggak lah! kami emang cuma teman doang kok!!! dah lah, aku mau mandi aja, kalian ini aneh banget." ucap Hyuna.
Hyuna pun pergi meninggalkan ketiga kakaknya yang menatapnya penuh selidik.