
Butuh waktu sekitar 30 menit untuk sampai ditempat yang dituju oleh Lukas. Sesampainya disana Lukas dan anak buahnya tercengang melihat ada begitu banyak bunga berwarna biru yang indah.
"Selamat sianh, tuan! anda ingin mencari bunga apa?" sapa wanita cantik itu yang tidak lain Cahaya pemilik toko bunga.
"Oh itu, aku mencari bunga anggrek bulan biru, ayahmu bilang kau punya banyak bunga itu!" ucap Lukas.
"Oh iya, tadi ayahku sudah mengatakan bahwa ada yang mencari bunga itu. Mari aku perlihatkan pada kalian bunganya!" ucap wanita itu membawa Lukas dan yang lain kedalam toko. Mereka kemudian melihat ada banyak bunga anggrek berwarna-warni, ada yang sudah berbunga dan ada yang masih berupa daun.
"Ini yang bernama bunga anggrek bulan biru!" ucap Cahaya sambil menunjukkan bunga anggrek bulan biru yang sudah berbunga.
"Cantiknya!" ucap Lukas dan yang lain melihat bunga itu.
"Memang, bunga bulan biru itu lebih unik dari yang lain. Bukan hanya warnanya saja yang indah, tapi sini-sini!" ucap Cahaya menyuruh Lukas dan yang lain untuk mendekat kearah bunga itu.
"Jika kalian melihat dari arah dekat, akan terlihat serat-serat kelopak bunga yang sangat indah. Dan lagi perempuan yang menyukai bunga anggrek biasanya pintar berbisnis, pandai membawa diri, dan perfeksionis." jelas Cahaya.
Lukas dan yang lain takjub dengan wawasan gadis itu. Baru kali ini mereka mengetahui kalau perempuan yang menyukai suatu bunga bisa menunjukkan kepribadiannya.
"Hemm kalau begitu, aku beli semua anggrek ini!" ucap Lukas.
"Apa anda serius? anggrek bulan biru disini ada 50 buah?" tanya Cahaya tidak percaya.
"Kau hitung saja totalnya, ini untuk pembayarannya!" ucap Lukas memberikan kartu tanpa limit milik Darel.
"Baiklah, aku akan mengurusnya, sementara itu kalian bisa menunggu didepan." ucap Cahaya.
Lukas dan yang lain kembali kedepan dan duduk disana, sedangkan Cahaya sibuk dengan pesanan Lukas yang banyak dan mahal itu.
Hampir 45 menit lamanya bunga-bunga itu siap dibawa Lukas. Namun karena bagasi yang tidak bisa memuat sebegitu banyaknya Bungan dengan potnya, Lukas memutuskan untuk sisa bunga diantar dengan pick up milik toko itu.
__ADS_1
********
Sesampainya di rumah Darel, Lukas dan yang lain membantu pekerja Cahaya menurunkan anggrek bulan biru dengan hati-hati. Setelah semua bunga sudah turun dari pick up, mobil itu pun pergi meninggalkan rumah Darel.
"Apa-apaan ini?" tanya Darel kaget melihat bunga anggrek dengan potnya.
"Bunga pesanan anda tuan." jawab Lukas.
"Aku tahu, maksud ku kenapa ada potnya? kan aku bilang beli benihnya!" ucap Darel keras kepala.
"Tuan jangan membuatku malu untuk kedua kalinya!" ucap Lukas berpura-pura ingin menangis.
Darel tidak mengerti dengan perkataan Lukas.
"Tuan pemilik toko bunga itu bilang kalau bunga anggrek itu jarang ada yang membeli dari bibit. Orang lebih suka untuk membeli langsung seperti ini karena jangka pertumbuhan bunga anggrek yang lama." jelas Lukas.
"Tidak tuan, kan anda cuma bilang bunganya saja!" ucap Lukas.
"Dan kau pikir aku akan menaruh bunga ku dalam pot dekil begini? sekarang kembalilah dan beli pot bunga yang bagus untuk bunga anggrek ini!" perintah Darel.
Tanpa membantah Lukas dan yang lain kembali menuju toko bunga, dan membeli pot mini yang cocok untuk dipajang dirumah Darel bersama bunga anggrek bulan biru yang barusan dia beli.
"Aku yakin kau akan sangat suka melihat rumahku yang baru!" gumam Darel tanpa sadar.
Selagi Lukas dan 2 anak buahnya pergi membeli pot, anak buahnya yang lain bertugas untuk menanami seluruh taman dirumah Darel dengan bibit bunga-bunga yang sudah dibeli sebelumnya. Dan untuk bunga anggrek mereka letakkan diluar rumah yang teduh dari sinar matahari sambil menunggu pot baru datang. Mereka membagi setiap tanah ditaman sama rata dan diberi nama bunga yang sudah dibeli untuk nantinya ditanami disana menurut kelompok nama bunganya.
Darel juga tidak tinggal diam, dia membantu menanami bibit bunga bersama anak buahnya.
Lukas dan kedua anak buahnya baru saja datang dengan membawa pot setelah benih bunga sudah ditanami separuh.
__ADS_1
"Tuan ini potnya!" ucap Lukas.
"Kau dan dua anak buahmu itu pindahkan bunga anggrek ke dalam pot baru lalu suruh mbok Tini dan pembantu wanita lain untuk mengatur tempatnya didalam rumah!" perintah Darel dengan bercucuran keringat.
"Baik tuan!" ucap Lukas.
Mereka pun mengerjakan tugas sesuai perintah Darel. Bahkan Adi dan Harri pun diminta datang untuk menanam benih bunga itu.
Tuan Darel berkebun? menanam Bungan sebanyak ini lagi? benar-benar tidak beres! bati. Adi.
"Sepertinya kehadiran nona Mentari dikehidupan tuan Darel banyak merubah sifat buas tuan, ya!" ucap Harri sambil terus melihat pemandangan langka itu.
"Aku rasa juga begitu!" ucap Adi membenarkan perkataan Harri.
"Kalian akan berdiri disitu saja apa juga mau membantu disini?!" teriak Darel yang melihat kehadiran anak buah kepercayaannya itu.
"Hehehez maaf tuan, kami akan kesana!" ucap Harri.
Harri dan Adi pun ikut membantu menanami bibit bunga. Hari itu semua pekerja dirumah Darel tiba-tiba berubah menjadi tukang kebun dan menanami berbagai jenis bunga.
Aku harap kau akan menyukainya, Mentari! batin Darel sambil tersenyum.
********
"Haaacchuhhhh!!" Mentari yang sedang membaca buku tiba-tiba saja bersin.
Apa ada yang membicarakan ku ya?" batin Mentari.
Mentari pun tidak menggubris hal itu, dia memilih melanjutkan membaca buku yang sempat dia tinggal tidur waktu itu.
__ADS_1