
Adi yang disuruh memanggil Bagas untuk ikut makan pun menuju ke tempat berlangsungnya ijab qobul yang gagal tadi. Perasaannya biasa saja tatkala berjalan ke tempat itu. Sampai akhirnya....
"Oh, astaga! maafkan aku tuan!!" ucap Adi yang seketika berbalik badan.
Adi tanpa sengaja melihat adegan berciuman antara Bagas dan juga Angel. Mereka yang terkejut akan kehadiran Adi sontak langsung gelagapan.
"Adi!! kau merusak acarakuu!!" geram Bagas.
"M..maaf tuan!! tuan Darel menyuruhku memanggil anda karena dia bilang anda pasti belum makan!" ucap Adi.
Duh, matakuuuu....kenapa selalu ternoda dengan hal-hal seperti ini sih?! bikin pengen nikah aja! tapi nggak tau sama siapa!! batin Adi.
"Oh, yasudah! ayo sayang kita makan! aku lapar banget!!" ucap Bagas sok manja.
"Haha, iya, ayoo!!" ucap Angel tertawa geli.
Mereka pun berjalan hingga sampai di dekat Adi.
"Ayo!! bengong aja!!" ucap Bagas membuyarkan lamunan Adi.
"Eh, iya tuan!" ucap Adi.
"Tuan!!" panggil Adi.
"Apa?" tanya Bagas menghentikan langkahnya.
"Kenapa tadi nggak sekalian nikah aja? kan udah ada penghulunya? nikah secara agama aja dulu!!!" usul Adi.
"Wahhh, bener juga yaa!! eh mana tuh penghulu tadi?" tanya Bagas yang tidak terpikirkan ke arah sana.
"Ya udah pergi lahhh!!" ucap Adi.
"Duhh, sayang kamu disini dulu yaa! aku mau kejar penghulu tadi dulu!!" ucap Bagas langsung berlari tanpa menunggu jawaban dari Angel.
*******
"Woiiiii pak penghuluuuuu!!!!" teriak Bagas sambil berlari.
"Pakkkk, stoppppp!!!!" teriak Bagas.
Darel dan sahabatnya yang lain bingung melihat Bagas berlari begitu kencang. Hendak menyusul ikut berlari tapi tidak tahu ada apa. Apalagi dia berlari sambil meneriaki pak penghulu.
"Kenapa si Bagas tuh?!" tanya Arul dengan mulut penuh kue.
"Tau!! kesambet kali?" jawab Tomi yang juga bingung.
"Nah, itu Angel sama Adi!" ucap Arul.
"Angel, kenapa Bagas tadi lari kenceng banget? mana teriak-teriak nama penghulu lagi!" tanya Zanu.
"Tauk tuh! gara-gara tuan Adi!" ucap Angel menatap Adi begitupun yang lain termasuk Darel.
"Kau buat ulah apa sih, Adi? sampai-sampai Bagas lari begitu?" tanya Darel.
"Saya cuma memberi saran saja kok tuan!! nggak ngomong yang macam-macam." ucap Adi dengan bahasa seperti Harri saat tengah gugup.
"Saran? saran apa sampek sahabat gue lari kenceng banget kayak gitu?! kayak dikejar set** tau nggak?!" ucap Arul.
"Ya saya cuma kasih saran kenapa nggak nikah siri aja?! kan ada penghulunya tadi, dari pada mereka...."
"Tuan Adi!!!" ucap Angel menghentikan perkataan Adi.
"Ohhhh, aku tahuu!!! kalian pasti udah cup...cup..." ucap Tomi menyatukan tangannya seolah tengah berciuman.
"Wahhh, kayaknya ide bagus tuh, Adi!! sekalian biar ada saksi! Yoh Angel sudah pakai kebaya. Gimana?" usul Zanu.
"Boleh juga!! tapi kebaya ini terlalu jelek!! biar aku suruh Lukas kesini membawa kebaya dari butik langgananku bersama dengan istriku!" ucap Darel.
__ADS_1
"Wahhh, ide bagus tuh!!! aku juga akan menyuruh Anisa kesini sama baby Brian!!" ucap Arul.
"Wohh, kalau begitu sama lah!!" ucap Tomi.
Mereka semua sibuk dengan ponsel masing-masing termasuk Rohan yang meminta Abu mengantarkan Suli dan Andre ke tempat ini.
Disisi Bagas. Bagas berhasil mengejar penghulu tadi yang tengah berhenti di sebuah kedai es degan. Penghulu itu tengah asik menikmati segelas es kelapa muda yang sangat nikmat apalagi diminum saat cuaca panas seperti ini.
"Hah...hah...hah...pak, es kelapa muda....sa..tuuu!!!" ucap Bagas ngos-ngosan.
Dia berlari cukup jauh tadi, lebih dari satu kilometer jauhnya. Pak penghulu yang duduk disampingnya awalnya cuek saja dan tetap menikmati minumannya ditambah dengan gorengan tahu isi dan pisang goreng sebagai temannya.
"Ini, silahkan!" ucap bapak pemilik kedai.
"Terimakasih, pak!!!" ucap Bagas.
Tanpa ba-bi-bu lagi, Bagas langsung menghabiskan segelas es kelapa muda itu dengan sekali teguk.
"Pak! satu gelas lagiii!!" ucap Bagas.
Gelas kedua juga langsung tandas diminum dalam sekali teguk.
"Satu lagi, pak!!!" ucap Bagas lagi.
Pemilik kedai beserta pengunjung di kedai itu termasuk pak penghulu terheran-heran dengan Bagas. Bahkan sudah sampai lima gelas es kelapa muda dia minum sekaligus.
"Ahhh, segererr!!!" ucap Bagas setelah menghabiskan lima gelas es kelapa muda.
"Nak, kamu ini bukannya yang menghentikan acara tuan Rusdi tadi yaa?! kenapa bisa sampai disini?" tanya pak penghulu tadi yang mengingat wajah Bagas.
"Saya kesini karena bapak!" ucap Bagas.
"Saya?! memangnya kenapa dengan saya?" tanya pak penghulu itu bingung.
"Ya karena saya ngejar bapak, jadi saya haus!" ucap Bagas.
"Saya mau bapak menikahkan saya dengan wanita tadi pak!" ucap Bagas mantap.
"Astaghfirullah!!! kamu serius?"
"Loh, memangnya kenapa?"
"Oh tidak-tidak!! tidak apa-apa!! memang sudah ada saksinya? orang tua kamu?" tanya pak penghulu.
"Orang tua saya ada di Amerika, pak! mereka baru pulang bulan depan!" ucap Bagas.
"Ya sudah menikahnya bulan depan sajaa!" ucap pak penghulu kemudian hendak meminum minumannya.
"Jangan dong pakkk!!" ucap Bagas setengah berteriak membuat pak penghulu tersedak minumannya.
"Uhuk...uhuk...uhukk!!!"
"Ehemm!! jadi kamu...ehmmm, mau gimana?" tanya pak penghulu.
"Nikahkan saya sekarang, pak! saya mau menikah siri saja dulu! nanti kalau orang tua saya sudah kembali saya akan melangsungkan pernikahan sah nya!" ucap Bagas.
"Ahh, yasudah! mari kita kembali! naik motor saya saja biar cepat!" ucap pak penghulu merogoh saku kemejanya mencari uang untuk membayar minuman juga makanannya.
"Ini aja pak sekalian sama bapak ini!" ucap Bagas yang lebih dulu memberikan uang seratus ribu kepada pemilik kedai.
"Wahh, makasih ya, nak!! ayo naik motor bapak!" ucap pak penghulu berjalan menuju motornya diikuti oleh Bagas.
"Tunggu sebentar, mas!! kembaliannya!!" ucap pemilik kedai saat Bagas berjalan pergi.
"Buat bapak sajaaa!!" teriak Bagas karena pak penghulu sudah lebih dulu melakukan motornya.
********
__ADS_1
"Saya nikahkan dan kawinkan saudara Mohammad Bagas dengan saudari Angela Lucmanista, dengan mas kawin uang tunai sebesar satu milyar dibayar tunaiii!!" ucap pak penghulu.
"Saya terima nikah dan kawinnya saudari Angela Lucmanista dengan mas kawin tersebut dibayar tunaii!!" ucap Bagas lancar.
"Bagaimana saksi, sah?!" tanya pak penghulu.
"SAHHHHH!!!" teriak para sahabat Bagas dan warga lainnya.
Pak penghulu membaca doa-doa kemudian Angel mencium telapak tangan Bagas sebagai bentuk hormatnya sebagai seorang istri, dan Bagas mencium kening Angel sebagai rasa syukur dan cintanya karena telah berhasil meminang sang kekasih pujaan meski masih siri.
"Alhamdulillah kita udah sahh!!" ucap Bagas dengan mata berkaca-kaca saking bahagianya.
"Iya!! ini...aku nggak lagi mimpi kann??" tanya Angel masih tidak percaya bahwa dirinya sekarang telah menjadi nyonya Bagas.
"Kalaupun ini mimpi!! aku harap aku tidak akan bangun, karena mimpi ini terlalu indah untuk dilupakan!" ucap Angel.
"Tidak, sayang!!! ini bukan mimpi!!" ucap Bagas kenangkup wajah Angel dengan kedua tangannya.
Mentari yang duduk disamping suaminya ikut menangis karena terharu.
"Cup-cup, sayangg!!! jangan nangis yaa!! nanti dedeknya ikut nangis!!" ucap Darel mengusap air mata yang keluar dari mata istrinya.
"Huhuhuuu, aku terharu ajaa. Jadi pengen nangisss!!!" ucap Mentari menangis.
"Emm, gimana kalau aku ambilkan kue matcha? kamu kan suka matcha?" tanya Darel.
"Matcha?! mau-mau!!!" ucap Mentari berhenti menangis.
"Oke, duduk diam disini yaa?! aku ambilkan dulu buat kamu!" ucap Darel.
"Okkeee!" sahut Mentari.
Darel pun mengingatkan Mentari dan menyuruh ketiga anak buahnya untuk menjaga istrinya. Sudah pernah author bilang kan kalau Mentari suka hal-hal yang berbau matcha? mulai dari kue, Snack, minuman, dan lain-lain. Pokoknya apapun yang berhubungan dengan matcha, Mentari pasti akan suka.
Mentari tersenyum bahagia melihat Darel membawakannya sepotong besar kue matcha.
"Ini kue matcha untuk istriku tersayanggg!!" ucap Darel memberikan kue itu kepada Mentari.
"Aaaa, maacihhh sayangg!!" ucap Mentari dengan mata berbinar.
Mentari melahap kue matcha itu dengan sangat lahap. Daniar yang melihat Mentari memakan kue matcha meminta Zanu untuk mengambilkannya juga.
"Sayang ambilkan kayak Mentari, dedeknya juga mauuu!!" rengek Daniar mengusap perutnya yang sudah agak membesar.
"Iya, tunggu sebentar yaa!" ucap Zanu lalu pergi mengambilkan kue untuk Daniar.
"Niar!! ayo sini cobain!! enak banget lohh!" ucap Mentari memanggil Daniar.
Daniar pun berjalan ke arah Mentari. Cara jalannya begitu menggemaskan hingga membuat semua orang ikut gemas karenanya.
"Buka mulutmu, aaaa!" ucap Mentari menguapkan satu sendok ke mulut Daniar.
Hap....
"Hemmm, enak bangettt!!!" ucap Daniar.
Mereka berdua pun memakan kue matcha dalam satu piring hingga habis.
"Sayang ini kue.....nya!"
"Telat kali, udah kenyang istri lo!" ucap Darel menyunggingkan senyumnya.
"Iya! aku udah kenyang, kamu makan aja kue itu! Tadi ayo kesana! kayaknya tadi aku lihat ada tempat buat foto-foto deh! bagus bangettt!" ucap Darel.
Duo bumil itu pun berjalan dengan sangat menggemaskan ke arah yang disebut oleh Daniar.
"Sabar ya, bro!! bumil emang ngeselin!!" ucap Arul terkekeh geli.
__ADS_1
"Iyee, si ahli dalam meladeni bumil!!" ucap Zanu.