Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 18


__ADS_3

"Kenapa kalian diam? ayo nikmatilah minuman ini!" ucapnya sambil menyenderkan kepalanya disofa.


Awalnya semua berjalan biasa saja, bercanda tawa seperti biasanya. Mereka yang berkhianat pada Darel tidak memperlihatkan raut wajah berbeda. Semuanya terlihat ceria.


"Yoga! apa kau melakukan pekerjaan diluar peraturanku?" tanya Darel tiba-tiba membuat semua mata tertuju pada pria bernama Yoga.


Darel tahu kalau Yoga bukan salah satu dari para penghianat, dia hanya menggertak Erik yang duduk di bawah samping kirinya, sedangkan samping kanan Erik adalah Iyan.


Ya, Yoga adalah anak buah kepercayaan Iyan. Mendengar hal itu Iyan langsung menatap Yoga tajam.


Apa si Yoga juga menyeleweng dari aturan Darel? apa dia tahu kalau aku juga melakukan hal itu? sial!!! bagaimana kalau dia tahu. batin Erik.


Harri dan Adi yang berada dibelakang Darel melihat kegugupan beberapa orang disana.


Sepertinya orang-orang ini melakukan kesalahan seperti Erik! hahaha, mainan baru untuk tuan!! batin Adi.


Ckckck, kasihan sekali mereka ini. Kesini bukannya bersenang-senang malah senam jantung, hehehe! batin Harri.


Darel bisa melihat ketakutan beberapa dari anak buahnya. Dia masih membiarkan permainannya dan menunggu saat yang tepat untuk 'memakan' mereka.


"Jawab, Yoga! apa benar kau melakukan seperti yang dituduhkan tuan Darel!" tanya Iyan menatap Yoga dengan tatapan tajam tidak lepas darinya.


Jangan sampai aku menyesali perbuatanmu karena telah memilihmu dikelompokku, Yoga!


"Maaf, tuan! tapi saya tidak akan pernah berani untuk melakukan hal itu. Saya sangat senang bisa berada di kelompok ini, dan karena kelompok ini juga saya memiliki banyak keluarga meskipun bukan satu darah." ucap Yoga mantap.


"Hemm, kalau kau.....Erik?" pertanyaan spontan yang dilontarkan Darel pada Erik.


Erik yang semula berpikir dan menatap Yoga kini mengalihkan pandangannya ke arah Darel.


Sial, si bang*at ini apa sudah mencium kecurangan ku? baj****n!! umpat Erik dalam hati.


"Kenapa diam?" tanya Darel seperti memojokkan Erik.

__ADS_1


Berlatihlah dari hukumanmu sampai kau tidak bisa berlari lagi! batin Darel.


"T...tuan, saya tidak mungkin melakukan hal itu. Saya sangat setia pada anda, tuan. Mana mungkin saya menghianati anda!" Erik berbohong.


Cih, dia pikir tuan Darel tidak mengetahui trik bodohku itu apa! klasik!! Adi kesal mendengar ucapan manis Erik.


Serasa ingin muntah diwajah orang tidak tahu malu ini! tuan saja sudah tahu apa yang dia lakukan dan dia masih mengatakan hal menjijikan itu?! cihh!!! batin Harri kesal.


"Hemm, baiklah!" ucap Darel mengambil gelas minumannya dan langsung meneguknya habis.


"Adi, siapkan 1 wanita untukku!" perintah Darel.


Semua orang sudah tidak asing dengan kalimat itu. Dimana setiap mereka berkumpul, mereka akan mengakhirinya dengan 'bermain' dengan wanita pe****r disana, termasuk Darel.


Meskipun hatinya sudah untuk gadis yang dia sukai waktu masih kecil, namun dia suka 'bermain' dengan wanita-wanita itu, hanya sekedar untuk memuaskan hasratnya saja.


Andai saja aku menemukan mu dari dulu, Tia, mungkin tidak akan seperti ini jadinya!


Adi keluar dari ruangan itu mencari apa yang tuannya minta.


"Tuan, apa kanda melihat ketakutan dan orang-orang itu?" tanya Harri setelah sedikit jauh dari ruangan tadi.


"Kau pikir aku bodoh?! aku sudah mengetahui siapa saja yang berkhianat padaku sebelumnya, aku hanya ingin bermain-main dengan mereka saja!" ucap Darel terus melangkahkan kakinya.


Sesampainya di kamar paling ujung, Darel memasuki kamar itu, sedangkan Harri menunggu diluar.


Tidak lama kemudian Adi datang bersama seorang wanita sexy dan menggoda.


"Kau masuklah kedalam!" ucap Adi menunjuk arah pintu.


"Apa kau tidak menginginkan tubuhku juga, tuan? kau terlihat gagah juga, pasti rasanya 'enak' 'bermain' denganmu!" ucap wanita itu sambil menggoda Adi. Mengelus dadanya, meraba-raba tubuhnya.


Adi hanya menatap tajam wanita itu.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan pergi!" ucap wanita itu.


Wanita itu memasuki kamar tempat Darel tadi.


"Hahaha, apa juniormu tidak 'bangun' karena sentuhannya?" ejek Harri.


"Diamlah kau!" dengus Adi.


"Ayo pergi!" ucap Adi.


"Kemana?" tanya Harri.


"Apa kau ingin mendengar mereka 'bermain' sepanjang malam?"


"Hehehe, mungkin saja!" tertawa cengengesan.


Adi meninggalkan Harri. Harri pun menyusul Adi sambil berlari.


Cih, dia ini apa tidak bisa bernafsu dengan wanita ya? jangan-jangan dia itu penyuka sesama jenis?


********


Daniar dan Mentari sudah menata tempat mereka. Beberapa cemilan dan minuman sudah mereka siapkan untuk menemani mereka menonton film.


"Emm, kita nonton apa nih?" tanya Daniar.


"Horror saja, sudah lama aku tidak nonton itu!" jawab Mentari.


"Hem, baiklah! tapi jangan parnoan ya nanti!" goda Daniar.


"Idih, apaan sih. Enak saja! kamu tuh yang parnoan!" memukul bahu Daniar pelan dengan guling yang didekapnya.


Mereka memutuskan untuk menonton film horor berjudul The Conjuring 3. Film ini baru saja tayang di bioskop dan koleksi baru Daniar.

__ADS_1


Baru setengah jalan pemutaran film itu, Daniar dan Mentari sudah sangat ketakutan. Mereka bahkan menjerit histeris ketika muncul hantu-hantu di film itu. Untung saja kamar Daniar didesain kedap suara karena Daniar suka bernyanyi sehingga jika tidak kedap suara maka akan mengganggu ya lainnya, hehehe.


Sambil memakan dan meminum cemilan mereka, mereka mendekap bantal dan guling mereka erat-erat saking takutnya.


__ADS_2