Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 111


__ADS_3

"Apa?" tanya Zanu seolah tidak mengerti yang dimaksud Daniar.


Daniar berbalik menatap Zanu seolah tidak percaya dengan apa yang Zanu ucapkan. Bagaimana bisa Zanu tidak tahu kalau dia sedang menggantungkan hati Daniar?


"Kenapa?" tanya Daniar.


"Apanya?" tanya Zanu masih mengacuhkan Daniar.


"Kenapa kau pergi? apa aku ada salah sama kamu?" tanya Daniar.


"Tidak!" ucap Zanu enteng.


"Kamu kenapa sih Zanu? kenapa kamu berubah? kamu ilfil sama aku?" ucap Daniar yang terlibat mulai kesal karena terus diabaikan oleh Zanu.


"Tidak!" ucap Zanu.


"Mungkin aku sudah salah menaruh harapan terlalu tinggi padamu, aku yang salah karena mengira cinta ku terbalaskan padahal kenyataannya tidak. Aku yang salah karena menganggap kebaikan kamu itu sebagai rasa sukamu!" ucap Daniar dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

__ADS_1


Tenggorokan Daniar seperti tercekal, berat rasnaya dia untuk mengatakan apa yang ada dipikirannya. Dia ingin marah, dia ingin mengaduh sakit hati, dia ingin melampiaskan kekesalannya namun hanya air mata yang sanggup dia keluarkan.


"Maafkan aku, aku akan kembali saja! kau tidak perlu menjagaku. Terimakasih atas semua kebaikanmu Zanu!" ucap Daniar sambil mengusap air mata yang membasahi pipinya.


Daniar meninggalkan Zanu sendirian. Bagaimana Zanu bisa mengatakan yang sejujurnya kepada Daniar bahwa Zanu juga merasakan apa yang dirasakan Daniar. Zanu sama tersiksanya seperti Daniar. Dia juga sama merindukan kehadiran Daniar, seperti Daniar merindukan kehadiran dirinya. Namun ego persahabatannya lebih besar daripada dirinya. Dia tidak bisa mengorbankan persahabatannya lagi hanya karena seorang wanita. Sudah cukup dia kehilangan Darel karena si licik Pretty dan Zanu tidak ingin kehilangan persahabatannya dengan Bagas juga.


Rohan yang sedari tadi menguping pembicaraan sahabatnya dengan Daniar itu langsung menghampiri Zanu ketika melihat Daniar meninggalkan Zanu dengan perasaan kecewa.


"Kamu ini gimana sih? kalau suka ya kejar jangan kasih celah ke orang lain buat dapetin kebahagiaan kamu, meskipun itu sahabat kamu sendiri!" ucap Rohan kepada Zanu.


"Aku....aku tidak bisa!" ucap Zanu tertunduk.


Sebenarnya dia tidak ingin seperti ini, merasa mencintai, juga merasa dicintai namun harus kandas karena dia yang lebih mengutamakan persahabatannya dibanding perasaannya.


"Kamu itu bodoh apa gimana sih? kamu itu salah satu bos mafia terkenal loh!! dan karena masalah ini kamu bisa tumbang seperti ini? apa jadinya sama anak buah kamu nanti!" ucap Rohan.


"Iya, aku memang bodoh! aku tidak pantas menjadi pemimpin mereka semua! toh mereka juga tidak membutuhkan seorang pemimpin sepertiku!" ucap Zanu terdengar menyedihkan.

__ADS_1


Sebenarnya bukan maksud Rohan mengatakan hal seperti itu untuk menjatuhkan Zanu melainkan untuk mengembalikan kepercayaan diri Zanu.


"Apa kau tahu kalau Bagas sudah mundur demi kalian?" ucap Rohan yang sontak membuat Zanu menatap kearahnya.


Rohan mengangguk seolah mengiyakan sorot mata Zanu kearahnya.


"Darimana kau tahu?" tanya Zanu masih tidak percaya.


"Aku tahu semuanya tentang kalian. Kau lupa ya aku kan masih yang terbaik!" puji Rohan kepada dirinya sendiri.


"Dasar!!! mulai deh kamu ketularan sifat sombongnya Dwi!!" ucap Zanu.


Mereka pun tertawa bersamaan, hingga keduanya teringat kepada Daniar yang meninggalkan hutan sendirian.


"Celaka!!! Daniarrr!!!!" ucap mereka berdua bersamaan.


Tidak menutup kemungkinan disaat seperti ini Daniar bisa gelap mata dan tersesat didalam hutan terlebih hutan seperti ini sangat asing bagi orang seperti Daniar, lain halnya dengan Darel dan kelima sahabatnya yang memang sudah terbiasa dengan hutan-hutan seperti ini. Zanu dan Rohan pun menyusuri hutan untuk menyusul Daniar.

__ADS_1


__ADS_2