Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 98


__ADS_3

Mentari terbangun dari tidurnya, badannya terasa sakit semua seperti orang habis berolahraga semalaman penuh.


Apa tidurku tidak nyenyak ya semalam? tapi aku tidak ingat apa-apa, dan bagaimana aku bisa ada dikasur ini? bukannya aku semalam sedang ada didapur? batin Mentari sambil memegang kepalanya yang pusing.


Mentari tidak menyadari bahwa semalam yang dia minum adalah alkohol yang membuatnya mabuk berat hingga terjadilah hal yang tidak bisa dia pikirkan.


Semua terasa normal seolah tidak terjadi apa-apa antara Darel dan juga Mentari semalam karena Darel sudah mensetting semua seperti semula sehingga Mentari tidak akan mengetahui kejadian semalam.


karena Mentari sangat gerah dipagi hari dia pun memutuskan untuk mandi dan keramas. Entah kenapa namun dia ingin keramas dipagi-pagi begini.


"Ahhh, segar sekalii rasanya!!!" ucap Mentari setelah mandi pagi.


Rambutnya yang masih basah dia biarkan agar mengering dengan sendirinya. Sebenarnya Mentari bingung karena tidak melihat Darel saat bangun tidur tadi, namun dirinya memilih untuk tidak menghiraukannya.


"Kita kembali besok!" ucap Darel tiba-tiba memasuki kamar.


Mentari sangat terkejut dengan kadatangan Darel yang tiba-tiba itu.


"Kau ini, untung saja jantungku masih ada ditempatnya! kalau melompat bagaimana? kamu mau tanggungjawab?" dengus Mentari.


"Boleh, mau aku ganti jantung apa? kambing? sapi? atau gajah, hahahaha!!" canda Darel.


Mentari semakin kesal dengan candaan Darel. mukanya semakin memerah menahan kesal.

__ADS_1


"Kenapa kau mau pulang besok? bukannya liburannya masih empat hari lagi?" tanya Mentari.


Yah, rasa penasaran Mentari sudah melebihi rasa kesalnya sekarang.


"Ada masalah dikantor dan hanya aku yang bisa mengatasinya!" ucap Darel berbohong.


Sebenarnya ini memang menyangkut masalah kantor karena ada penyusup yang menyamar dan mencuri data penting perusahaan meskipun belum tahu data apa itu, namun Darel yakin kalau itu menyangkut Mentari. Darel pernah menyimpan informasi-informasi yang dia selidiki mengenai Mentari namun belum sempat dia baca.


Darel meyakini kalau orang itu, atau lebih tepatnya musuhnya sedang mengincar Mentari karena mereka tahu kalau Mentari adalah istri Darel sekarang, dan Mentari lebih lemah jika dibandingkan dengan Darel.


"Benarkah hanya itu?" tanya Mentari.


Sebenarnya samar-samar Mentari masih ingat kejadian sebelum dia meminum alkohol semalam dimana Darel menyebutkan nama wanita lain yaitu Anisa yang membuat emosi Mentari kembali memuncak.


Mentari menjadi kesal sendiri mengingat Darel yang menyebutkan nama wanita lain.


Mungkinkah ini pertanda aku mulai menyukainya? batin Mentari.


*********


Ditempat Lain Arul mulai kembali ke jalan yang benar. Untuk kesembuhan Anisa dia mulai menjalankan sholat lima waktu. Dia hanya ingin menebus kebodohannya yang dahulu hingga akhirnya membuat Anisa meninggalkannya.


Pagi ini seperti biasanya, Arul datang untuk merawat Anisa. Semalam dia pulang karena dipaksa oleh sahabatnya.

__ADS_1


"Selamat pagi!" sapa Arul sambil menyuguhkan senyuman indahnya.


"Pagi juga!" jawab Anisa dengan senyuman meskipun masih terlihat lemas.


"Bagaimana keadaanmu?" tanya Arul.


"Aku baik-baik saja, apa itu bunga untukku?" tanya Anisa saat melihat Arul membawa seikat bunga.


"Ya, kau kan suka dengan bunga, makanya aku membawakannya untukmu!" ucap Arul.


Arul segera menempatkan bunganya didalam vas bunga.


"Oh ya, aku tidak melihat Darel dan Zanu, dimana mereka?" tanya Anisa.


Yah, disisa umurnya ini Anisa ingin berkumpul dan melihat sahabat-sahabatnya lagi walaupun hanya sebentar.


"Darel sedang bulan madu, kalau Zen, emmm aku tidak tahu!" ucap Arul memberi penjelasan.


"Darel bulan madu? dia sudah menikah? dengan siapa?" tanya Anisa terkejut.


"Dia menikah karena dijodohkan, dan semoga saja mereka bisa saling mencintai pada akhirnya!" ucap Arul.


"Kalau Zen, setelah pernikahan Darel aku tidak melihat dia lagi. Dia juga tidak pernah kumpul-kumpul bersama kami setelah hari itu. Mungkin Dian sedang sibuk mengerjakan sesuatu." ucap Arul lagi.

__ADS_1


Zen? pasti ada masalah! tidak mungkin seorang Zen pergi tanpa alasan yang jelas seperti ini!! batin Anisa.


__ADS_2