Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 130


__ADS_3

Dalam perjalanan menuju rumah sakit Darel tidak henti-hentinya memikirkan Mentari. Dia hanya melamun sepanjang perjalanan hingga tidak sadar jika mobil sudah berhenti lama.


"Emm, tuan, kita sudah sampai!" ucap Harri ragu.


Darel hanya mengangguk pelan lalu keluar dari mobilnya dan berjalan menuju kamar Zanu. Adi dan Harri dibantu beberapa pengawalnya membantu membawa alat-alat peretas untuk Jack.


"Jack buruan retas dimana posisinya!" angkuh seperti biasa.


Daniar jadi geram sendiri dengan tingkah Darel. Istrinya lagi kabur bukannya khawatir malah terlihat biasa aja membuat Daniar semakin tidak bisa mengendalikan dirinya.


"Kamu tuh ya, kamu sadar nggak sih Mentri pergi kayak gini tuh karena ulah kamu!! coba aja kamu nggak main wanita-wanita kotor itu sudah pasti Mentari nggak bakal kayak gini!!!"


"Harusnya tuh kamu bersyukur bisa dapetin cewek sebaik dan secantik Mentari. Dulu aku mendukung banget kamu sama Mentari karena apa? karena aku berharap kamu bisa membahagiakan dia, tapi sekarang.... lebih baik Mentari jauh-jauh dari kamuu!"


Daniar tidak peduli lagi dengan statusnya sebagai karyawan ditempat Darel. Sedangkan Zanu langsung menarik tangan Daniar untuk bisa meredam emosinya. Melihat suasana yang mulai canggung, Tomi memberi isyarat kepada Jack untuk mulai meretas ponsel Darel.


"Ketemu tuan!!!" ucap Jack.


Tidak butuh waktu lama, Jack segera mengetahui lokasi ponsel milik Mentari.


"Tapi kok aneh ya, lokasinya menunjukkan toko ponsel. Apa nona Mentari menjual ponselnya lalu menggantinya dengan yang baru?" Jack menerka-nerka sendiri.


"Sepertinya dia tahu kalau kalau aku memasang GPS di ponselnya. Sialll!!!"


Sebuah kursi yang tidak salah apa-apa menjadi korban kekesalan Darel.


Aku belum menjelaskan apa-apa dan berani-beraninya kau kabur seperti ini??!!! kemana lagi aku harus mencarimu, kemana!!!!


Darel hanya pasrah, menunggu ada informasi yang bisa dia dapatkan tentang Mentari. Sahabatnya juga berusaha menghibur Darel meskipun mereka juga menyayangkan sikap Darel yang tidak pernah terbuka dengan istrinya.


Darel kembali kerumahnya dengan sangat lemas seperti orang yang tidak punya tenaga. Dia langsung menuju tempat bar dirumahnya dan meminum semua bir dari sana.


********


"Tuan sepertinya ini nona Mentari!" ucap seorang anak buah Merish.


Merish sekarang berada disalah satu bandara internasional, dia punya insting kuat bahwa Mentari akan pergi ke luar negeri. Dan benar saja, Meskipun Mentari sudah menyamar sedemikian rupa namun kejelian mata Merish bukan lawannya.


"Telpon tuan besar sekarang, dan kalian cari tahu penerbangan menuju Jepang!" perintah Merish.


Dengan cepat anak buahnya melaksanakan apa yang diperintah Merish. Tuan Ardi yang memang berada didekat kawasan bandara itu segera tancap gas menuju ke sana.


"Bagaimana, apa ada kabar terbaru tentang menantuku?" tanya tuan Ardi.


"Lihatlah ini tuan, sepertinya nona menyamar agar tidak diketahui orang lain." ucap Merish menunjukkan kepada seseorang gadis dengan hoodie hitam dan memakai masker.


"Cari sampai dapat bagaimanapun caranya, aku mau menantuku kembali secepat mungkin!!!" ucap tuan Ardi tegas.


"Tuan, maaf kalau saya menyela. Apa tidak sebaiknya tuan muda saja yang mencari nona muda? biarkan mereka menyelesaikan masalahnya masing-masing. Dan juga biarkan tuan muda merasakan kehilangan nona muda untuk sementara waktu, agar dia jera. Mungkin ini hukuman terberat untuk tuan muda." ucap Joni memberi saran.


"Hemmm, ide mu itu tidak buruk juga Joni. Baiklah biarkan Mentari pergi dari Darel dulu. Tapi tetap temukan dia dan awasi dia, aku tidak mau terjadi apa-apa kepada menantuku itu mengerti?!!!"


"Baik tuan!!" ucap Merish dan Joni beserta anak buah mereka.

__ADS_1


Akan aku lihat sampai sejauh mana usahamu membawa pulang menantuku Darel!!! Mentari, aku mendukung keputusanmu menjauh dari Darel untuk sementara waktu, biarkan anak kurang ajar itu mendapat hukumannya lebih dulu!!


********


Tiga hari berlalu namun Darel masih belum mendapatkan kabar apapun mengenai Mentari. Merish dan Joni sudah melaporkan dimana dan bersama siapa Mentari di Korea. Tentu saja mata-mata mereka yang dengan cepat menyusuri setiap kota untuk mencari Mentari setelah mendapat perintah dari Merish.


Tuan Ardi yang sudah mendapat laporan dari bawahannya itu tetap merahasiakannya dari Darel. Bukan apa-apa, tuan Ardi hanya ingin menghukum Darel dan agar Darel sadar bagaimana seharusnya dia bersikap sebagai seorang suami dan apa tugas suami. Dengan jauh dari Mentari mungkin Darel bisa menyadari pentingnya Mentari dihidup Darel, dan tuan Ardi akan menantikan saat dimana Mentari dibawa kembali oleh Darel dengan perasaan cinta yang sudah terpaut diantara keduanya.


********


Hari ini Darel datang ke perusahaan dengan wajah yang tampak lesu dan kacau. Setiap langkahnya, tatapannya tajam seperti hendak menerkam mangsanya. Wiliam yang sudah terbiasa dengan sifat Darel yang jarang mengunjungi perusahaan. Darel lebih memilih semua tugas yang berhubungan dengan perusahaan dipegang oleh Wisnu, kecuali memang ada sesuatu yang mengharuskan dirinya sendiri yang turun tangan.


"Selamat pagi tuan!" sapa setiap karyawan yang berpapasan dengan Darel.


Darel tidak menghiraukan mereka, terus berjalan menuju ruangannya.


Dia memasuki lift khusus, menekan tombol lantai dan pintu pun tertutup. Adi dan Harri berada dibelakang Darel, mereka tidak berani mengatakan apapun disaat seperti ini. Takut membangunkan singa kelaparan yang tengah tertidur.


Tinngggg.....


Pintu lift terbuka.


"Selamat pagi tuan! ini semua berkas yang anda minta semalam." ucap Wisnu memberikan beberapa dokumen kepada Darel.


Darel menganggukkan kepalanya pelan. Wisnu meminta ijin untuk keluar dari ruangan.


"Wisnu!"


"Iya tuan?"


Apa? aku salah apa?


"Kemarilah, aku ingin menanyakan sesuatu kepadamu!"


Wisnu berjalan kedepan dan duduk didepan Darel. Suasana senyap untuk sementara, sampai Darel memulai apa yang ingin dia tanyakan.


"Apa kau sudah memiliki pacar? karena jika aku menanyakan hal itu kepada Adi atau Harri tentu saja mereka mengatakan tidak punya kan?" bicara semaunya.


Enak saja, iya-iya anda sudah menikah tuan! apalah daya diriku yang jomblo ini, huhuhuuuu!! batin Harri.


Terserah anda saja tuan! batin Adi.


"Su...sudah tuan!"


Darel menatap wajah Wisnu tidak percaya.


"Siapa?"


"Nurul, aku dan dia sudah berpacaran sudah satu bulan ini." ucap Wisnu berterus-terang.


"Apa yang kalau lakukan jika pacarmu marah padamu?" tanya Darel.


"Aku membujuknya dan minta maaf entah siapa pun itu yang salah aku akan meminta maaf terlebih dulu. Aku juga memberikannya hadiah, meskipun sederhana tapi yang penting niatnya dan itu selalu membuat kami baikan lagi."

__ADS_1


Entah apa yang Darel inginkan dengan bertanya seperti itu, yang jelas Wisnu menjawabnya sesuai apa yang dia lakukan kepada Nurul ketika mereka bertengkar.


"Baiklah. Adi!"


"Iya tuan!"


"Periksa semua bandara internasional yang ada di negara ini, aku yakin Mentari tidak berada di Indonesia lagi." ucap Darel yakin.


"Baik tuan!" ucap Adi.


Darel memilih kembali kerumahnya, dia meminta Wisnu yang menghandle semua urusan perusahaan Dan Darel akan fokus mencari Mentari. Darel kembali ke kamarnya, mengunci pintu kamar tanpa ada siapapun yang tahu bagaimana frustasinya dia saat tidak mendapat kabar tentang Mentari.


Beberapa hari ini, hanya bir yang setia menemani Darel. Didalam kamarnya, dalam keadaan gelap gulita yang bahkan tidak dia biarkan setitik cahaya pun hadir. Seperti perasaannya yang tengah kosong dan gelap tanpa ada seorangpun yang menemaninya.


Pyaar..........


"Siallll!!!! kau kemana Mentariiii???!!!! kau kemana???" melemparkan botol bir ditangannya hingga pecah.


"Kembalilah Mentari, aku mohon kembalilahh!! aku tahu, aku salah, hikss...hiks...hiks..." terisak.


sebuah air mata jatuh dipipi Darel. Darel kembali meneguk bir disampingnya. Entah sudah berapa bir yang dia habiskan hingga akhirnya dia tertidur


*


*


*


*


*


Hallo para reader, mohon maaf ya karena author jarang update beberapa hari terakhir ini. Oh iya author juga mau menjawab beberapa pertanyaan dari kalian nih biar kalian tidak salah paham☺️


Pertama.


Kok episode 123 & 124 isinya sama?


Sebenarnya aku sudah membuat dua cerita yang berbeda dari kedua episode tersebut dimana episode 123 menampilkan Darel dan sahabatnya ketika sampai di desa dan hendak menuju markas Drago Mark dan yang episode 124 menampilkan adegan pertempuran besar mereka. Namun entah kenapa waktu sudah aku up ternyata episode itu isinya sama, dan aku juga baru ngeh saat ada yang komen kalau kedua episode tersebut isinya sama.


Kedua.


Kok update nya sekarang lama banget sih?


Sebenarnya aku sudah menyiapkan adegan yang mau aku update, namun karena kesibukan aku jadi waktu update harus mundur terus. Aku juga sudah mengusahakan agar novel Suamiku Mr. Mafia bisa terus update sesuai jadwal.


Ketiga.


Ceritanya menjiplak dari novel sebelah ya?


Jawabannya tidak. Ada banyak sumber inspirasi aku buat menulis yang mungkin adegannya lebih aku dramatiskan lagi. Mungkin sumber aku bukan hanya dari novel aja tapi juga kehidupan nyataku dan orang-orang di sekitarku yang mungkin bisa aku jadikan inspirasi menulis.


Buat para reader, makasih sudah mendukung novel Suamiku Mr. Mafia dan terimakasih juga buat kalian yang sudah support author dengan like, komen, vote dan jangan lupa kasih tips sekecil apapun tetap berharga untuk author biar lebih semangat update nya😊

__ADS_1


__ADS_2