Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
SEASON 2 episode 62


__ADS_3

"Apaan sih lo!!! Jauh-jauh dari gue!!!" bentak Naruka sembari mendorong tubuh Alvaro agar menjauhinya.


Alvaro juga terkejut, ada sesuatu yang aneh saat dia bersentuhan dengan Naruka tadi. Sebuah perasaan yang entah apa.


"Gue udah nolongin lo, tapi lo malah kasar sama gue?! Nggak tau terimakasih lo!" ucap Alvaro.


"Gue nggak butuh ya pertolongan dari lo! Terakhir kali lo nolongin gue berakhir dengan gue kehilangan hal paling berharga di hidup gue. Jadi harusnya lo yang bilang makasih dan maaf sama gue. Makasih karena udah coba tubu* gue secara cuma-cuma padahal lo bukan siapa-siapa gue. Dan maaf karena lo udah rebut mahkota gue!!" ucap Naruka sedikit emosi.


"Lo..." terhenti.


"Aakh!!!" Naruka mengernyitkan keningnya kesakitan sambil memegangi perutnya.


"Naru, lo kenapa?" tanya Alvaro panik.


"S...sa...kit!!!" ucap Naruka memegangi perutnya yang tiba-tiba nyeri sekali.


"Mana yang sakit coba gue lihat." ucap Alvaro.


Naruka langsung melayangkan tatapan tajam mendengar perkataan Alvaro yang terdengar ambigu itu.


"Maksud gue biar gue cek, gue nggak bakal lihat tubu* lo kok!" ucap Alvaro tanpa filter.


Gue nggak mau lihat tubu* lo karena gue udah lihat sepenuhnya bahkan gue udah hafal setiap inci tubu* lo! Shi*!!! Mikir apa sih gue ini!!!! pikir Alvaro.


Alvaro menyentuhkan tangannya di perut Naruka. Naruka awalnya syok dan terkejut, hendak protes namun saat melihat wajah panik itu membuat Naruka mengurungkan niatnya.


"Bagian mana yang sakit?" tanya Alvaro.


"Sini!"


Naruka menggenggam tangan Alvaro menuntunnya untuk menyentuh perutnya yang sakit. Dan anehnya, begitu Alvaro menyentuh perut Naruka, rasa sakit itu tiba-tiba berkurang.


"Masih sakit?" tanya Alvaro.


"Udah agak mendingan." jawab Naruka.


Srek....


"Eh, lo mau ngapain?! Turunin guee!!!" teriak Naruka terkejut karena tiba-tiba Alvaro menggendongnya ala bridal style.


"Udah diem atau gue cium bibi* lo!" ancam Alvaro namun dengan wajah datar.


Naruka langsung membungkam mulutnya, takut kalau Alvaro benar-benar mencium nya. Alvaro berjalan meninggalkan toilet. Saat berada di pertunangan, Alvaro terus melangkahkan kakinya dengan mantap membuat semua orang menatapnya dengan kebingungan.


"Naru?!" lirih Hyuna saat melihat Alvaro menggendong Naruka.


Hyuna langsung berjalan mendekati Alvaro dengan penuh kekhawatiran.


"Kak, Naru?! Kamu kenapa?" tanya Hyuna saat berada di depan Alvaro.


"Nggak apa-apa, hanya sedikit pusing. Gue mau anter dia pulang dulu." jawab Alvaro sebelum Naruka menjawab pertanyaan Hyuna.


Tanpa menunggu jawaban Hyuna, Alvaro kembali melangkahkan kakinya meninggalkan tempat pertunangan Hyuna dan Kaj.


********

__ADS_1


Alvaro masih berada di apartemen Naruka yang baru saja dia beli beberapa hari yang lalu. Sengaja Alvaro membawa Naruka kesini karena permintaan Naruka. Naruka merasa sudah terlalu membebani Hyuna selama dia sakit. Naruka juga merasa dia sudah sembuh dan ingin kembali ke apartemennya.


"Lo yakin mau disini sendirian?" tanya Alvaro.


"Kenapa? Kasihan? Lo nggak perlu kasihan sama gue, gue nggak butuh rasa kasihan dari lo." ucap Naruka judes.


"Sorry!" ucap Alvaro setelah beberapa saat mereka terdiam.


"Sorry buat semua yang terjadi pada malam itu. Gue.."


"Gue udah nggak mau mengingat malam terkutuk itu lagi. Dan lagi pula, maaf lo nggak bakal bisa balikin hal berharga gue." ucap Naruka.


Ding...dong...


"Gue aja!" ucap Alvaro saat Naruka hendak turun dari ranjang untuk membuka pintu.


Alvaro pun berjalan menuju pintu lalu membukanya.


"Hyuna?!" tanya Alvaro.


"Dimana Naruka, kak?" tanya Hyuna.


"Dikamar." jawab Alvaro.


Hyuna langsung masuk begitu saja lalu berjalan menuju kamar Naruka. Melihat kedatangan Hyuna, Naruka pun mencoba untuk duduk.


"Udah baring aja." ucap Hyuna yang langsung menidurkan Naruka kembali.


"Kakak ngapain disini?" tanya Naruka.


"Terus kakak kesini sendirian?" tanya Naruka.


"Enggak. Kakak kesini sama Kaj. Papi nggak bolehin kakak pulang sendirian jadi Kak menawarkan diri buat ngantar kakak." ucap Hyuna.


"Maaf udah bikin kakak repot." ucap Naruka sendu.


"Husttt, kamu nggak bikin kakak repot kok. Oh ya gimana keadaan kamu? udah periksa ke dokter?" tanya Hyuna.


"Aku udah agak mendingan kak. Aku juga nggak periksa karena paling cuma pusing biasa karena masuk angin." ucap Naruka.


"Yaudah kalau gitu kakak tungguin kamu disini ya, biar kamu ada temennya." ucap Hyuna.


"Jangan kak! Kakak pasti capek setelah acara tadi. Kakak juga butuh istirahat, kalau kakak disini nanti nggak jadi istirahat." ucap Naruka.


"Iya tapi..." terpotong.


"Gue yang bakal jaga Naruka. Lo tenang aja." ucap Alvaro yang tiba-tiba muncul.


"Beneran nggak apa-apa kak?" tanya Hyuna memastikan.


Alvaro mengangguk.


"Yaudah kalau gitu, nanti kalau ada apa-apa langsung kabari kakak ya." ucap Hyuna.


"Iya, kak." ucap Naruka.

__ADS_1


Dengan berat hati, Hyuna pun meninggalkan Naruka dan pulang ke rumah Darel.


********


Pukul sebelas malam, Naruka terbangun dari tidurnya. Tadi setelah kepergian Hyuna, Naruka disuruh tidur oleh Alvaro. Namun kini perutnya lapar, maka dari itu dia terbangun.


Naruka keluar dari kamarnya dan mendapati Alvaro yang tertidur di sofa. Naruka kembali ke dalam kamarnya lalu mengambilkan selimut kemudian menyelimuti tubuh Alvaro agar tidak kedinginan karena pria itu tidak mengenakan selimut.


Dengan hati-hati Naruka mulai membuka kulkas dan mengeluarkan bahan-bahan untuk memasak. Entah mengapa dia tiba-tiba ingin memakan dimsum. Sebenarnya di street food di bawah ada yang menjual dimsum, namun Naruka takut untuk keluar apartemen. Trauma rasanya sejak kejadian hari itu.


Di sisi Alvaro. Alvaro mengerjabkan matanya karena mendengar suara berisik. Alvaro menoleh ke arah dapur tempat suara bisik itu berasal. Alvaro juga menatap selimut yang menyelimuti tubuhnya.


Perasaan tadi gue nggak pakai selimut, kok tiba-tiba ada selimut disini? Batin Alvaro.


Alvaro pun berjalan menuju dapur dan menemukan Naruka yang hendak memasak.


"Ehemm!!" Alvaro berdehem.


Naruka yang terkejut itu pun langsung menoleh ke arah Alvaro.


"Bisa nggak nggak usah ngagetin gitu! Kalau jantung gue copot gimana?!" kesal Naruka.


Tanpa sadar Alvaro tersenyum. Naruka mode kesal begitu terlihat begitu menggemaskan. Wait?! Menggemaskan?! Alvaro sadar!!! Apa yang baru saja kau katakan?!!!


Alvaro menggelengkan kepalanya. Narukan yang melihat itu pun kebingungan.


"Lo ngapain malam-malam di dapur?" tanya Alvaro.


"Nanam bunga! pakai nanya lagi, ya mau masak lah, gue laper!" ucap Naruka kesal.


"Tumben malam-malam begini makan. Dulu gue ingat lo pernah ngomong kalau nggak pernah makan tengah malam begini. Tapi ini?" heran Alvaro.


Alvaro ingat jelas, dulu sekali saat Naruka masih remaja dia pernah mengatakan menghindari makan tengah malam karena bisa membuatnya gemuk. Sebagai seorang model, Naruka dituntut untuk harus terlihat cantik dengan bentuk tubuh yang ramping.


"Gue laper! Kan tadi gue udah bilang, gimana sih!" gerutu Naruka.


"Lo mau masak apa?" tanya Alvaro.


"Gue pingin makan dimsum." ucap Naruka.


"Kenapa nggak beli aja? Kayaknya dibawah ada deh yang jual dimsum." ucap Alvaro.


Naruka terdiam sejenak. Diamnya Naruka itu membuatnya bingung.


"Kenapa?" tanya Alvaro.


"G...gue...takut keluar apartemen." ucap Naruka ragu.


"Kenapa?" tanya Alvaro lagi.


Naruka menceritakan secara singkat kejadian saat dia membeli nasi goreng dibawah yang berakhir dirinya di permalukan dihadapan orang ramai. Alvaro yang mendengar cerita Naruka itu menatapnya sendu. Gadis dihadapannya ini tidak salah. Namun karena kesalahan orang tua kandungnya, dia juga ikut menanggung karmanya.


"Yaudah, lo nggak usah masak lagi. Biar gue yang beliin dibawah." ucap Alvaro.


Alvaro menarik tangan Naruka lalu mendudukkannya di sofa. Setelah itu, Alvaro keluar untuk membeli dimsum yang diinginkan Naruka.

__ADS_1


__ADS_2