
Hyuna, Kak, Shaki, dan Naruka kini berada di restoran bintang lima ruangan VIP. Kaki Naruka yang masih sakit menyulitkan pergerakannya hingga tadi Shaki harus menggendongnya saat menuju restoran. Menunggu adzan berkumandang, mereka berbincang-bincang sambil melihat sosial media. Kabar bahwa Alvaro dibebaskan telah mencuat ke publik. Beragam tanggapan bermunculan, namun lebih banyak yang menyayangkan keputusan Darel akan hal itu. Yah, namanya netizen maha benar.
Kini posisi duduk mereka adalah Hyuna duduk di sebelah Naruka sedangkan di sebrang mereka ada Shaki dan Kaj.
"Kak, nggak mau ngomong apa gitu? dari tadi diem aja?" tanya Naruka pada Shaki.
"Naru, kamu tahu sifat kak Shaki kan? dia emang gitu orangnya." ucap Hyuna.
"Saya lihat kamu suka dengan mobil dengan kecepatan tinggi?" tanya Kaj tiba-tiba pada Shaki membuat Shaki menoleh ke arahnya.
"Iya!" ucap Shaki.
"Apa kau juga suka balapan?" tanya Kaj.
Uhuk....uhukkk...uhukkkk.....
Shaki dan Hyuna tersedak oleh air liurnya membuat Kaj dan Naruka kebingungan.
"Emm, ya aku suka!" ucap Shaki.
"Benarkah? kakak suka balapan?" tanya Naruka terkejut.
Naruka tidak tahu kalau kakaknya ini menyukai dunia balap.
"Tapi bukan motor, melainkan mobil." ucap Shaki.
Shaki menatap ke arah Hyuna dengan tatapan penuh arti. Baru saja hendak berbicara lagi, adzan Maghrib telah berkumandang menandakan waktunya berbuka puasa. Sebenarnya Naruka dan Kaj bisa saja makan lebih dulu karena mereka tidak berpuasa, namun karena menghargai Shaki dan Hyuna yang tengah berpuasa, akhirnya mereka pun menunggu waktu untuk buka puasa.
"Mr. coba steik ini! enak banget loh apalagi saus mushroom nya!" ucap Naruka menyodorkan satu potong steik ke arah Kaj.
Karena Kaj duduk di seberang Hyuna, membuat Naruka kesulitan menggapainya.
"Kak, tolong pegang ini biar Mr. K cobain steiknya!" ucap Naruka menyodorkan garbu ke arah Hyuna.
"Tapi Naru..."
"Kak, tolong lah! aku nggak sampai!" ucap Naruka memohon.
"Yasudah!" ucap Hyuna akhirnya mengambil garbu berisi potongan steik dari tangan Naruka.
Hyuna menyodorkan garbu itu tepat dihadapan Kaj. Kaj memajukan wajahnya dengan tatapan terfokus pada Hyuna.
Hap....
"Gimana Mr? enak kan?" tanya Naruka saat Kaj telah mengunyah steik itu.
"Lumayan! tapi terlalu matang bagiku!" ucap Kaj.
"Masak sih? padahal ini tingkat kematangannya medium loh!" ucap Naruka menatap kecewa.
"Saya menyukai steik dengan tingkat kematangan 30%, jadi masih sangat juicy!" ucap Kaj.
"Ooooo!" ucap Naruka.
"Emm, Hyuna!" panggil Kaj.
"Iya?!" Hyuna mendongak menatap Kaj dengan cepat.
"Sepertinya nasi goreng seafood kamu itu enak deh! boleh saya coba?" tanya Kaj.
"Oh, boleh!" ucap Hyuna menyodorkan potongnya berniat agar Kaj mengambilnya sendiri dengan sendok milik Kaj.
__ADS_1
Lain dari apa yang Hyuna pikirkan. Kaj justru mengambil nasi goreng seafood itu dengan sendok miliknya. Alhasil Hyuna menatap dengan bola mata melebar melihat tingkah Kaj. Bahkan Shaki dan Naruka juga sama terkejutnya.
"Hmmm, enak banget!!!!" puji Kaj.
"Mr harus coba nasi goreng seafood buatan kak Hyuna! lebih enak tau!" ucap Naruka membanggakan nasi goreng seafood buatan kakaknya.
"Dek, cobain kepiting alaska ini! lembur banget!" ucap Shaki menyodorkan daging dari kepiting alaska yang tadi dipesannya.
Hyuna memakan daging itu langsung dari suapan tangan Shaki. Raut wajah Kaj seketika berubah masam. Entah mengapa dia merasa kesal. Tidak mungkin dia cemburu kan??
"Eh, iya enak banget!!! lembut gurih ada manisnya dikit!" ucap Hyuna.
"Aku juga mau coba dong kak!!" ucap Naruka.
Shaki kemudian menyuapi Naruka daging kepiting alaska.
"Iya, enak banget!!!" ucap Naruka.
"Hyuna, cobain pasta ini! ini juga enak loh apalagi perpaduan pasta dengan jamur truffle tambah enak loh!" ucap Kaj menyodorkan sesuap pasta.
Hyuna mencoba pasta yang di pesan Kaj.
"Gimana?" tanya Kaj antusias.
"Emm, kurang enak sih kalau menurutku, soalnya aku kurang suka dengan truffle. Jadi biasa saja." ucap Hyuna.
Hyuna memang tidak terlalu menyukai aroma dari truffle. Aneh saja menurutnya. Tapi dia masih bisa memakannya.
"Masa sih?! padahal ini enak loh!" ucap Kaj dengan raut wajah kecewa.
Shaki yang melihat itu mengulum senyumnya sambil memakan makanannya. Hyuna juga memakan makanan miliknya dengan sangat lahap.
********
Beberapa hari kemudian, Hyuna baru memasuki area sekolahnya. Seperti biasa, Raisa selalu menyambutnya didepan kelas.
"Hyuna!!!" panggil Raisa sambil melambaikan tangan ke arah Hyuna.
"Lihat deh!!!! lucu banget sih kamuuu!! cantik terus anggun banget lagi, beda banget sama yang biasanya!!" ucap Raisa menyodorkan ponselnya.
Terlihat oleh Hyuna sebuah artikel mengenai pemotretannya dengan Kaj kemarin tengah menjadi trending di sosial media. Hyuna terkejut dengan hal ini, pasalnya dia belum mengetahui kalau fotonya bersama Kaj tengah trending.
"Mana cowoknya ganteng banget lagi!!! duhh gue kalau jadi lo udah pingsan duluan deh deket sama cowok seganteng ini!" ucap Raisa.
"Duhhh, drama deh!!! tapi ya, Sa!" ucap Hyuna.
"Apaan?!" tanya Raisa.
"Aku tuh kayak nggak asing tau nggak sama Kaj! kayak kita tuh pernah ketemu sebelumnya tapi lupa dimana!" ucap Hyuna.
"Alah!!! perasaan lo aja kali!!" ucap Raisa.
"Eh udah bel tuh, ayo masuk!" ucap Raisa.
Mereka pun memasuki kelas untuk memulai pelajaran.
********
Sepulang sekolah, Hyuna memutuskan untuk mampir lebih dulu ke supermarket. Hyuna membeli beberapa snack dan minuman. Setelah membayar, Hyuna memasukkan barang belanjaannya itu ke dalam mobilnya karena hari ini dia tidak membawa motor kesayangannya melainkan mobil.
Hyuna terus melaju lalu berhenti di lampu merah. Karena mobil Hyuna berada di sisi kiri jalan tepat di sebelah trotoar, Hyuna bisa melihat beberapa anak berada disana.
__ADS_1
"Dek!" panggil Hyuna setelah menurunkan kaca mobil.
Seorang anak kurus dengan membawa beberapa tumpuk koran ditangannya datang menghampiri Hyuna.
"Iya kak? kakak mau beli korannya?" tanya anak itu.
"Enggak, kakak mau bagi snack, kalian tunggu disana yaa! ajak teman-teman kamu juga!" ucap Hyuna menunjuk lokasi yang tidak terkena panas matahari, tidak jauh dari lampu merah.
"Beneran kak?" tanya anak itu girang.
"Iya! nanti kalau lampu nya udah berubah jadi hijau kakak langsung kesana!" ucap Hyuna.
"Oke kak, aku akan kesana!" ucap anak itu dengan gembira.
"Eh teman-teman!!! ayo kita kesana, nanti kita dapat snack!!" teriak anak tadi memanggil teman-temannya.
Anak itu beserta teman-temannya pun berkumpul di tempat yang sudah dijanjikan oleh Hyuna. Tepat setelah lampu berubah menjadi hijau, Hyuna melakukan mobilnya menuju tempat itu. Begitu Hyuna sampai, banyak anak-anak jalanan yang telah menunggunya.
"Ayo antri dulu! semua kebagian kok!" ucap Hyuna seraya membuka bagasi mobilnya.
Anak-anak itu pun antri dengan tertib. Mereka menerima snack dan minuman yang diberikan oleh Hyuna dengan senyum lebar menghiasi wajah polos mereka. Tidak lupa juga mereka mengucapkan terimakasih kepada Hyuna setelah mendapat snack itu.
"Terimakasih kakak baikkkk!!!" teriak anak-anak itu setempat setelah mereka semua kebagian snack.
"Sama-sama!!! Oh ya, rumah kalian jauh nggak?" tanya Hyuna.
"Enggak kak, rumah kita di situ!!" ucap anak yang ditemui Hyuna pertama kali.
Hyuna menatap tempat yang ditunjuk oleh anak itu. Terlihat olehnya dibawah sana ada rumah-rumah sederhana. Hati Hyuna terenyuh melihatnya. Dia mengucap syukur dalam hati karena masih diberi rezeki yang berlimpah oleh yang maha kuasa.
"Kalian tolong panggil orang tua kalian yaa, soalnya kakak mau bagi sembako. Takutnya kalian nggak kuat." ucap Hyuna lembut.
"Iya kak bisa!!!" jawab anak-anak itu serempak.
"Oke, kakak tunggu disini yaa!" ucap Hyuna.
"Iya kak, tunggu yaa!!!!" ucap mereka.
Mereka berlari dengan riang menuju rumah masing-masing, memberikan kabar bahagia itu. Mungkin dari barang yang Hyuna berikan bisa bermanfaat untuk mereka. Dan mungkin mereka tidak akan bingung harus memikirkan makan apa besok.
Tidak berselang lama, sebuah mobil pick up berwarna hitam datang dan parkir tepat didepan mobil Hyuna.
"Ini pesanan berasnya nona!" ucap seorang pria.
Rupanya Hyuna sengaja memesan beras untuk dibagi-bagikan.
"Terimakasih ya, emm bisa tunggu sebentar? nanti biar saya ganti uang bensin nya!" ucap Hyuna.
"Bisa nona, bisa!" ucap pria itu.
Tidak berselang lama, orang tua dari anak-anak tadi berbondong-bondong menghampiri mobil Hyuna. Pakaian mereka terlihat lusuh bahkan beberapa ada yang penuh dengan tembelan. Hyuna sedih dengan keadaan mereka.
"Ayo silahkan diambil, pak, bu!! didepan juga ada beras, satu keluarga satu yaa! jangan berebut!!" ucap Hyuna mempersilahkan mereka mengambil sendiri.
"Alhamdulillah ya Alloh!! terimakasih nona!!! dengan bantuan nona, saya jadi bisa memasak untuk makan anak saya selama beberapa minggu ke depan!!!" ucap seorang ibu dengan mata berkaca-kaca.
"Benar nona, lain kali datanglah ke rumah kami yang sederhana!" ucap seorang bapak-bapak.
"Iya, kapan-kapan saya akan datang berkunjung, pak, bu! semoga pemberian saya ini bisa berguna untuk kalian!" ucap Hyuna dengan senyum tulus.
Beberapa dari mereka bahkan sampai menangis haru mendapatkan sembako dari Hyuna. Tidak henti-hentinya mereka panjatkan doa untuk Hyuna. Terkadang, apa yang menurut kita tidak berharga, bisa jadi berharga bagi orang lain. Tetap bersyukur atas apa yang kita peroleh hari ini, karena mungkin banyak orang yang menginginkan hal itu namun belum terwujud.
__ADS_1