Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
SEASON 2 episode 36


__ADS_3

Pagi harinya, seperti yang telah dijanjikan sebelumnya. Kairo telah bersiap dengan setelan jogingnya. Rona kebahagiaan terpancar jelas dari wajahnya.


Begitu sampai dihalaman rumah Darel, Kairo tidak langsung masuk melainkan menunggu didepan gerbang.


"Hallo, aku udah sampai nih. Kamu udah siap?" tanya Kairo.


Disisi lain, Hyuna yang ditelpon oleh Kairo mendadak pias karena pemuda itu mengatakan sudah berada di depan gerbang rumahnya.


Matilah aku!!! mana kakak pada dirumah semua lagi!!! batin Hyuna.


"Tunggu aku disitu! jangan keluar! aku segera keluar." ucap Hyuna mematikan panggilan sepihak.


Kairo bingung dengan sikap Hyuna itu namun dia tetap mematuhi perintah gadis cantik pujaan hatinya itu.


Disisi lain, Hyuna mulai menuruni anak tangga. Arya, Iwang, Shaki, Kaivan dan Kaj menatap ke arah Hyuna yang tengah menuruni anak tangga itu. Tatapan mereka penuh selidik kecuali Kaj yang menatapnya dengan tatapan berbeda.


"Mau kemana?" tanya Iwang menghentikan langkah kaki Hyuna.


"Mau joging diluar kak!" ucap Hyuna.


"Sama siapa?" tanya Shaki.


"S...sendiri." jawab Hyuna berbohong.


"Beneran sendiri atau sama pemuda kemarin?!" tanya Kaivan.


"Sendirian kok kak!" ucap Hyuna agar terlihat menyakinkan.


"Oke, hati-hati!" ucap Iwang, Shaki, dan Kaivan.


"Oke! aku pergi dulu, byee kakakk, abang!!!" ucap Hyuna lalu keluar rumah.


Hyuna memasuki mobil Kairo dengan tergesa-gesa.


"Ayo-ayo, cepat pergi!!!" ucap Hyuna sambil memasang sabuk pengaman.


"Memangnya ada apa?!" tanya Kairo bingung.


"Sudahlah, jangan banyak tanya! ayo cepatt!!!" ucap Hyuna.


Kairo pun mulai melakukan mobilnya. Tanpa mereka sadari, Iwang, Shaki, Kaivan, Arya dan Kaj membuntuti mobil Kairo. Bukan berniat apa-apa, mereka hanya ingin memantau dan memastikan kondisi Hyuna baik-baik saja. Sungguh!! bukan berniat mengacaukan kencan adik perempuan mereka.


"Emangnya kenapa sih sama Hyuna? kok kalian kayak aneh gitu tadi?" tanya Arya.

__ADS_1


Juna memang belum tahu mengenai kabar Hyuna yang dekat dengan Kairo. Saat ini Arya dan Naruka tinggal dirumah mereka sendiri namun masih sering datang berkunjung ke rumah Darel. Sedangkan Juna dan Zoe sudah kembali ke Belanda.


"Dia mau pergi sama cowok, kak!" ucap Kaivan.


"Cowok?! siapa dia?! berani sekali mendekati adik perempuan ku?!!" tanya Arya berapi-api.


Arya juga sama halnya seperti kakak-kakak Hyuna yang lain. Mereka tidak mau kecolongan lagi sampai-sampai membahayakan Hyuna, lagi! sudah cukup Alvaro saja waktu itu yang dikira mampu melindungi Hyuna namun nyatanya begitu dalam melukai hati adik mereka.


"Dia satu angkatan sama Hyuna, satu sekolah juga, tapi beda kelas." jawab Shaki.


Kaj hanya mendengarkan saja para kakak-kakak Hyuna itu berbicara.


"Wahhh, tidak bisa dibiarkan ini! lalu paman Darel gimana?! tidak mungkin dia diam saja kan?!" tanya Arya.


"Papi diam saja, tidak bereaksi apapun. Malah dia bilang biarkan saja Hyuna dekat dengan pemuda itu karena dari keluarga yang baik dan sepertinya pemuda itu juga baik. Tapi aku masih tidak yakin. Alvaro yang kita kenal....huftt!!! intinya aku tidak mau kecolongan lagi!" ucap Iwang sambil menyetir.


Iwang sampai kehabisan kata-kata saat membicarakan perlakuan Alvaro pada Hyuna.


Mereka mengikuti mobil Kairo hingga sampai di taman kota. Mobil itu berhenti di perkiraan begitu juga dengan mobil Iwang. Iwang sengaja memarkirkan mobilnya sedikit jauh agar tidak diketahui oleh Hyuna. Begitu mobil terparkir dengan sempurna, Kairo dan Hyuna mulai turun dari mobil. Mereka berbincang-bincang sebentar lalu mulai berlari-lari kecil mengelilingi taman.


Iwang dan yang lain yang juga telah mengenakan pakaian joging pun ikut berlari dibelakang mereka dengan jarak cukup jauh ditambah mengenakan masker dan juga topi untuk menutupi wajah mereka.


Setelah berlari mengelilingi taman beberapakali, Hyuna dan Kairo pun merasa kelelahan. Mereka memutuskan untuk membeli sarapan.


"Kamu, sering makan ditempat seperti ini?" tanya Kairo menatap aneh ke arah Hyuna.


Kairo tidak menyangka seorang putri dari keluarga kaya raya di negeri ini biasa makan di warung pinggir jalan bukan di restoran. Kairo semakin terkesan dengan kepribadian Hyuna yang terlampau sederhana.


"Kenapa?! emangnya ada masalah sama makanan pinggir jalan?! disini juga nggak kalah kok rasanya sama yang di restoran. Kalau soal kebersihan, aku jamin disini bersih!!" ucap Hyuna.


Kairo menatap Hyuna yang menyantap makanannya dengan penuh nikmat membuat Kairo ikut lapar karenanya. Begitu bubur itu masuk kedalam mulutnya, Kairo langsung terbelalak.


"Gimana?! enak kan?!" tanya Hyuna saat melihat ekspresi Kairo.


"Sumpah ini enak banget!!!!" ucap Kairo dengan lahap menyantap bubur itu.


"Bu, pesan satu lagi yaa!" ucap Kairo menambah satu porsi bubur.


Hyuna terkekeh gemas melihat Kairo yang begitu menyukai bubur pinggir jalan. Hyuna berani bertaruh kalau Kairo tidak pernah makan makanan pinggir jalan dan ini kali pertamanya makan makanan pinggir jalan. Bersamanya.


"Oh iya, Kai, nanti bisa tolong anterin aku ke suatu tempat dulu sebelum pulang?" tanya Hyuna.


Karena dia tadi tidak membawa mobil, jadi dia meminta Kairo untuk mengantarkannya.

__ADS_1


"Tentu saja! mau ke ujung dunia pun pasti akan aku antar!" ucap Kairo dengan mulut penuh bubur.


"Mii Ki ijing dinii pin pisti ikin iki intir!" cibir Kaivan menirukan perkataan Kairo tadi.


"Stttt!!! nanti ketahuan!!!" ucap Arya menyodok lengan Kaivan.


Kaivan pun mendengus lalu menatap kesal ke arah Hyuna dan Kairo yang tengah asyik dengan bubur mereka.


********


"Kita ada dimana ini? tadi katanya mau ke suatu tempat?" tanya Kairo saat mereka telah sampai di tempat daerah kurang mampu yang sering Hyuna datangi, paling tidak seminggu sekali dia akan kesana untuk sekedar membagikan makanan atau mainan kepada anak-anak. Sedangkan untuk makanan pokok dan juga kesehatan, Hyuna secara rutin minimal sebulan sekali memberikan makanan pokok pada warga disana dan mendatangkan dokter dari rumah sakit Bagas untuk mengecek kesehatan mereka.


"Ya ini tempatnya!" ucap Hyuna lalu turun dari mobil Kairo.


Hyuna mengambil satu buah kardus berisi snack dan masih sisa satu kardus lagi bersisi mainan. Kairo walaupun dia bingung mengapa Hyuna memintanya mengantarkan ketempat itu namun dia tetap mengikuti langkah kaki Hyuna.


"Kak Hyuna datangg!!!! kak Hyuna datanggg!!!" teriak salah seorang anak laki-laki yang melihat kedatangan Hyuna.


Sontak saja anak-anak lain berlarian ke arah Hyuna dengan serentak sambil meneriaki nama Hyuna.


"Kak Hyuna datang!!!"


"Kakak Hyunaaaaa!!!"


"Yeee, kak Hyuna datanggg!!!!"


Teriak mereka sambil berlari menghampiri Hyuna. Kairo terkejut dengan kedatangan anak-anak itu yang tiba-tiba mengerubunginya dan juga Hyuna. Lain dengan Kairo yang terlihat sedikit risih dengan penampilan anak-anak ini, berbeda dengan Hyuna yang justru terlihat sangat senang dan gembira. Tidak ada raut jijik dari wajahnya walau sedikitpun.


Kairo yang melihat itu pun merasa sangat kagum. Kekagumannya bertambah. Semakin dia mengenal gadis ini, semakin banyak kejutan yang tidak pernah dia lihat dari gadis lain. Walaupun Hyuna dari keluarga kaya, namun Hyuna tidak sombong dan justru mempergunakan kekayaannya itu untuk membantu orang yang kurang mampu. Hyuna merasa bahagia saat bisa membantu orang-orang yang kurang mampu.


Tanpa sadar, Kairo tersenyum sambil menatap ke arah Hyuna. Pandangan sekitarnya seolah buram dan hanya Hyuna saja yang terlihat begitu jelas. Begitu cantik. Dan begitu menarik. Ah, bisa-bisanya ada pria yang menolak pesona seorang Hyuna! pastilah pria itu adalah pria paling bodoh di dunia.


"Hari ini kakak bawa roti dan snack, juga ada mainan baru untuk kalian! kalian suka?!" tanya Hyuna pada anak-anak itu.


"SUKAAAA!!!!" jawab mereka serentak.


"Kai, bantu aku memberikan ini pada mereka ya?" ucap Hyuna menatap Kairo.


Kairo pun tersadar dari lamunannya, dia yang awalnya tersenyum menatap ke arah Hyuna langsung menyetel dirinya kembali menjadi pemuda cool.


"Sesuai perintah anda, tuan putri!" gurau Kairo membuat Hyuna tertawa sambil menggelengkan kepalanya.


Hyuna dan Kairo pun membagikan isi dari kardus yang mereka bawa. Anak-anak dengan sabar antri untuk mendapatkan mainan dan juga snack. Tidak ada yang berebut, semuanya antri dengan sabar menunggu giliran mereka. Sungguh perilaku yang wajib ditiru. Walau mereka kekurangan harta, tapi bukan berarti mereka harus kekurangan adab juga.

__ADS_1


"That's my girl!!!!" ucap Kaivan, Iwang, Shaki, dan Arya bersamaan.


__ADS_2