Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
SEASON 2 episode 43


__ADS_3

Malam telah datang. Hyuna sudah bersiap dengan dress berwarna navy sesuai dress code di acara ulang tahun Ana dimana para tamu diwajibkan mengenakan dress untuk wanita dan setelan jas untuk pria berwarna navy. Malam ini Hyuna mengenakan dress pres body selutut dan juga heels setinggi 9cm berwarna hitam. Dress itu dibelikan oleh Kairo tadi saat mereka membeli kado. Walau agak risih karena selain dress itu panjangnya diatas lutut namun masih memiliki belahan di samping kirinya hingga paha putih Hyuna sedikit terekspos.


"Dek, kamu udah siap apa belum? udah ditungguin tuh sama semua orang." panggil Iwang didepan pintu kamar Hyuna.


"Bentar kak!!" teriak Hyuna dari dalam kamar.


Setelah bercermin untuk memastikan kembali penampilannya, Hyuna pun keluar. Iwang dan Hyuna berjalan turun dimana semua orang telah menunggunya. Darel, Shaki, Kaivan, bahkan Arya sampai melongo melihat penampilan Hyuna. Bukan karena terpukau melainkan mereka merasa aneh karena Hyuna mengenakan pakaian yang sangat terbuka. Bagian paha yang terekspos dan pundak yang terbuka dengan tali kecil disana dan bagian dada yang sedikit terekspos juga.


"Kamu serius mau pakai baju ini?" tanya Darel.


"Kenapa? Jelek yaa?" tanya Hyuna kembali melihat penampilannya.


"Ya enggak sih, tapi...." ucap Arya berfikir.


"Siapa yang beli? Kamu?" tanya Shaki penuh selidik.


Hyuna yang ditatap sedemikian rupa menjadi gugup. Rasanya kini dia tengah diinterogasi oleh para pria di keluarganya.


"K...Kai yang beli. Dia bilang aku bakalan cantik pakai ini." ucap Hyuna gugup.


Mendengar jawaban Hyuna, Darel dan yang lain menghela nafas panjang. Sudah mereka duga kalau tidak mungkin Hyuna mereka membeli pakaian kurang bahan itu mengingat Hyuna yang sifatnya sedikit tomboy.


"Ya sudah lah, ayo kita berangkat. Sudah ditungguin sama yang lain." ucap Darel.


Darel memberi isyarat pada tiga anak buahnya yang ada dibelakang untuk mengawasi Hyuna. Bukan tanpa sebab. Dia takut kalau Kairo berbuat macam-macam pada putri satu-satunya itu. Selama ini juga Darel selalu mengawasi Hyuna dari jauh.


"Kalian berangkat saja dulu, aku menunggu Kai datang. Dia bilang akan jemput kesini." ucap Hyuna.


"Nggak! Kamu berangkat sama kakak!" ucap Shaki tegas lalu menarik lengan Hyuna.


"Tapi kak, aku udah janjian sama Kai! Kakk!!"


Shaki tidak menghiraukan teriakan Hyuna lalu membukakan pintu mobil untuk Hyuna tepat di sebelahnya lalu dia pun ikut masuk kedalam mobil. Hyuna pun hanya pasrah lalu mengirimkan pesan pada kekasihnya itu karena dia tidak jadi berangkat bersama Kairo.


"Kakak kenapa sih, kok marah aku dijemput sama Kairo? Bukannya kakak yang minta buat dikenalkan sama dia?" tanya Hyuna saat mereka telah berada diperjalanan.


Dibelakang mobil Shaki ada mobil Darel dan anak buahnya lalu dibelakangnya ada mobil Arya bersama Kaivan dan Iwang. Paling belakang sendiri ada mobil Kaj. Dia mengendarai mobil sendiri. Dia juga diundang oleh Arya di acara Ana. Sebenarnya Jo juga mengenal Kaj karena sempat beberapa kali bertemu di Belanda.


Begitu sampai di rumah Jo, petugas keamanan memeriksa undangan mereka satu persatu. Demi kelancaran dan keamanan acara ini, Jo bahkan telah menyiapkan ratusan anak buahnya berjaga di sekitar rumah juga anak buahnya yang terkenal sebagai penembak jitu bertugas di tempat tersembunyi. Jo memang masih bergerak dalam dunia bawah namun dia juga merangkap menjadi seorang pebisnis dalam bidang properti.

__ADS_1


Setelah pemeriksaan, Shaki dan yang lain melakukan mobil menuju parkiran yang telah disediakan.


"Ayo!" ucap Shaki.


"Bentar kak, aku nunggu Kairo. Dia bilang sudah ada didepan." ucap Hyuna.


Shaki bukannya beranjak malah menunggu disana bersama Hyuna sedangkan yang lain sudah masuk lebih dulu.


"Kakak kenapa masih disini? Nggak masuk?" tanya Hyuna.


"Kenapa?! Nggak suka kakak disini?" tanya Shaki menatap tajam.


"N..nggak gitu maksudnya!" ucap Hyuna.


"Sayang!!!!"


Hyuna dan Shaki menoleh ke sumber suara. Dia Kairo. Pria itu berjalan menghampiri Hyuna dengan senyum yang lebar.


"Hai! Kamu cantik banget malam ini!" gombal Kairo.


"Makasih! Kamu juga tampan." puji Hyuna.


"Ehemmm!!!!" Shaki berdehem.


"Hyuna, ayo masuk!" ucap Shaki.


Hyuna dan Kairo pun ikut masuk. Sepanjang acara, Shaki tidak pernah jauh dari Hyuna dan Kairo. Bahkan kini Kaivan juga ikut duduk di dekat mereka. Hyuna dan Kairo pergi, maka Shaki dan Kaivan juga ikut pergi. Mereka tidak pernah meninggalkan Hyuna dan Kairo berduaan.


"Kakak kenapa sih ngikutin mulu?" tanya Hyuna yang sudah sedikit kesal.


"Nggak tuh!" ucap Shaki datar.


"Tauk!!! Orang kita juga pengen disini kok!" timpal Kaivan.


Hyuna mendengus kesal dengan kedua kakak kembarnya itu.


"Udahlah biarin aja, nggak apa-apa kok!" ucap Kairo.


Tibalah acara inti. Ana menuruni dengan dress panjang berwarna navy. Bak seorang princess yang sangat anggun dan cantik. Malam ini Ana mengenakan dress panjang hingga menyapu lantai yang bagian bawahnya mengembang berlengan sabrina namun menampilkan pundaknya yang putih mulus.

__ADS_1


Semua tamu yang melihat kedatangan Ana. Iwang bahkan tidak mengalihkan pandangannya dari Ana sampai Ana berdiri di hadapannya.


"Aku terlihat aneh ya?" tanya Ana yang saat ini telah berada dihadapan Iwang.


Seketika lamunan Iwang buyar. Dia menggelengkan kepala sejenak untuk mengembalikan kesadarannya.


"Enggak! Kamu cantik! Cantik sekali!" puji Iwang membuat rona merah di pipi Ana.


Dari kejauhan, Jo dan Darel melihat pemandangan itu. Dimana putra dan putrinya tengah berbincang. Jo pun mendekat ke samping Darel dan membisikkan sesuatu.


"Sepertinya kita akan menjadi besan!" bisik Jo yang terdengar jelas oleh Darel.


Darel menyukai Ana. Dia gadis yang sopan, bertutur kata baik dan penyayang.


"Jangan bermimpi! Mereka hanya berteman." ucap Darel.


"Ayolah!!! Kita bukan anak umur tiga tahun yang masih naif! Kita sudah tua. Masa masalah seperti ini saja kau tidak paham!" ucap Jo.


"Kau saja yang tua! Aku belum!" ucap Darel.


"Cih!!! Umurmu saja sudah lebih dari lima puluh tahun. Kau pikir kau muda selamanya?!" ejek Jo.


Darel mendengus kesal.


"Sudahlah! Malas aku denganmu!" ucap Darel merajuk.


"Yahhh, marahhh!!" ucap Jo sambil terkekeh.


Darel menghampiri sahabatnya. Mereka datang bersama istri dan anak-anak mereka. Seketika itu juga Darel mengedarkan pandangannya mencari seseorang. Begitu dia melihat orang yang dia cari, dia pun bernafas lega.


Alvaro. Pria itu duduk bersama anak-anak sahabat Darel yang lain. Meski dihadapannya kini dikelilingi banyak orang, namun fokusnya masih kepada satu orang. Hyuna. Dia memandang lekat ke arah Hyuna. Hyuna dan dirinya hanya berjarak satu meja bundar saja, namun rasanya gadis itu begitu jauh dalam gapaiannya.


"Menyesal ya?!" tanya seseorang yang duduk di samping Alvaro.


Alvaro mengalihkan pandangannya menatap ke samping. Dia Farel, putra Tomi dan Shiren.


"Nggak!" alibi Alvaro sambil meminum minumannya.


"Jangan berbohong! Dulu aja kamu nggak mau deket-deket sama Hyuna. Sekarang Hyuna udah jauh, malah kamu yang merasa sakit. Aku rasa kau harus menjauhinya, biarkan dia bahagia. Bahagia yang tidak pernah dia dapatkan saat mengejarmu." ucap Farel.

__ADS_1


Darel memang dekat dengan Alvaro. Mereka sahabatan dari kecil. Namun karena Tomi meminta Darel untuk melanjutkan sekolah tinggi di US, mereka pun jadi jarang bertemu. Mereka hanya berbicara lewat ponsel saja. Bagi Farel, tiada hari tanpa Alvaro yang mengeluh pasal Hyuna yang terus mengejarnya. Farel sampai jengah karena setiap bertelepon, Alvaro selalu membahas Hyuna. Begitu menjijikkannya dan tidak punya harga dirinya gadis itu karena masih terus mengejar Alvaro walau telah ditolak berkali-kali. Farel sendiri sebenarnya kasihan pada Hyuna.


Farel juga sudah sering menasehati Alvaro bahwa jangan terlalu keras pada Hyuna. Namun Alvaro mengacuhkan nasehatnya. Dan sekarang, disinilah Alvaro. Hanya bisa meratapi keadaannya karena melihat Hyuna tersenyum lebar bersama pria lain. Farel hanya mampu menghela nafas panjang sambil menggelengkan kepalanya. Bingung juga bagaimana dia harus bersikap.


__ADS_2