Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 63


__ADS_3

Zanu dan Daniar sedang asyik berbincang ditaman rumah Sanjaya. Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sedari tadi menatap kearah mereka.


Apa mungkin mereka itu berpacaran? tapi bagaimana Zanu bisa mengenal nona Daniar? batin Bagas.


Ya orang itu adalah Bagas. Sejak pertemuan pertama Bagas dengan Daniar saat dirumah sakit ketika Mentari ditusuk oleh preman dulu. Sejak saat itu hatinya merasakan hal lain ketika didekat Daniar. Namun sayang, karena ulah Darel yang menyakiti perasaan Mentari waktu itu membuat Bagas bahkan tidak sempat meminta nomor Daniar.


Kenapa hatiku sangat sakit saat melihat mereka berduaan seperti itu? batin Bagas lagi.


Bagas yang tidak kuat melihat pemandangan yang mengiris hatinya itu pun memilih meninggalkan mereka dan kembali ke ruang pertunangan dilangsungkan.


"Andai saja aku bisa mendapatkan nomornya sebelum kejadian waktu itu, mungkin kami akan lebih dekat lagi." gumam Bagas sambil meninggalkan taman.


Langkah Bagas terhenti saat melihat Adi berlari menuju ruang pertunangan. Rasa penasaran Bagas yang tinggi membuat dia mengikuti Adi dari belakang apalagi saat melihat gelagat aneh pada tangan kanan Darel tersebut.


Raut wajah khawatir jelas terlihat dari wajah dingin Adi, ditambah dia sedikit berlari membuat Bagas semakin penasaran dengan apa yang terjadi.


Adi berlari menuju tempat Darel dan langsung membisikan sesuatu pada Darel. Raut wajah Darel yang semula seperti biasa kini berubah seperti sedang menahan amarah setelah dibisikkan sesuatu oleh Adi.


"Kau keluarlah dulu, nanti aku akan menyusul!" ucap Darel sambil berbisik.


"Baik tuan!" ucap Adi langsung undur diri.


Tuan Ardi, nyonya Ardi, Mentari, orang tua Daniar dan sahabat Darel yang lain ikut penasaran dengan apa yang dibisikkan Adi pada Darel hingga sukses membuat raut wajah Darel merah padam seperti gunung berapi yang hendak meletus.


Apa ada sesuatu yang terjadi? batin Tomi.


"Tuan!" ucap Jack saat didekat Tomi.


Tomi saat itu sedang bersama Arul saat Jack datang.


"Kau darimana? kenapa baru datang sekarang?dasar kebiasaan!" umpat Tomi kesal.


"Tuan, sebaiknya kita membantu tuan Darel dulu baru kau bisa memarahiku!" ucap Jack.


Perkataan Jack berusan sukses membuat Tomi dan Arul bertanya-tanya. Mereka saling pandang dengan menaikkan kedua alisnya, kemudian sama-sama menaikkan bahunya pelan.


"Apa yang terjadi?" tanya Arul yang sudah sangat penasaran.

__ADS_1


"Markas tuan salju dibobol dan tahanan dari Drago Mark dan yang lain kabur karenanya." jelas Jack dengan raut wajah biasa saja.


Jack, seorang hacker handal. Tentu dengan sangat mudah mencari sesuatu bahkan mendapat sesuatu informasi dengan sangat mudah, bahkan sebelum orang lain mengetahuinya.


"Kau kerahkan semua anak buah kita, lacak siapa dalang dari pembobolan itu, dan kau Arul, panggil Zen dan Bagas. Zen memiliki banyak anak buah meskipun dia sudah tidak terjun langsung untuk mengatur kelompoknya, namun tetap saja anak buahnya lumayan banyak." jelas Tomi.


"Baiklah, aku akan cari Zen dulu!" jawab Arul yang kemudian langsung pergi mencari Zen.


Darel terlihat sangat marah, hal itu membuat tuan Ardi mendekatinya karena penasaran dengan apa yang terjadi.


"Ada apa Darel?" tanya tuan Ardi sambil berbisik.


"Ada musuh yang menyerang markas ku pa, semua tahanan kabur, dan aku harus segera kesana sekarang juga!" ucap Darel tegas.


"Apa tidak bisa dihandle dengan yang lain, ini acara pentingmu Darel!" tanya tuan Ardi.


"Tidak pa, aku sudah menduga hal ini akan terjadi, maka dari itu aku sendiri yang harus turun tangan." ucap Darel yakin.


"Aku pergi dulu pa!" ucap Darel langsung pergi.


"Apa yang terjadi pa?" tanya nyonya Ardi.


"Ah, hanya masalah kecil saja, ayo kita lanjutkan pestanya!" ucap tuan Ardi berbohong.


Mentari masih merasa janggal dengan keadaan ini. Jika memang masalah ini hanya sepele, tidak mungkin Darel akan pergi begitu saja meskipun Mentari tau bahwa pertunangan ini karena keterpaksaan.


Pasti ada yang tidak beres! batin Mentari.


Dia pun mencoba kembali tersenyum dan berusaha mengalihkan perhatiannya dari hal ini.


Disisi lain, ditaman keluarga Sanjaya....


"Zen, ayo cepat ikut aku sekarang!" ucap Arul sambil ngos-ngosan.


Arul mencari Zen dari tadi sambil berlari. Hal itu membuat tenaganya terkuras lumayan banyak.


"Ada apa?" tanya Zen mulai panik.

__ADS_1


Tidak biasanya Arul seperti ini, apa ada masalah serius? batin Zanu.


Arul mulai mengatur pernafasannya, kemudian langsung membisikan sesuatu kepada Zanu. Zanu yang mendengar penjelasan dari Arul pun langsung membulatkan matanya lebar-lebar. Daniar yang melihat itu menjadi penasaran.


Apa sih yang mereka bisikkan? kok aku jadi kepo banget sih. batin Daniar.


"Baiklah aku akan membantu. Kau kembalilah dulu!" ucap Zanu tegas.


"Kami mengandalkanmu!" ucap Arul langsung pergi.


"Hem, Daniar, aku ada urusan yang sangat mendesak dan harus pergi sekarang juga. Maaf ya lain kali kita bicara lagi!" ucap Zanu dengan bergegas pergi.


Daniar merasa heran dengan mereka, terlebih Zanu.


Aku bahkan belum menjawab kenapa langsung pergi gitu aja sih? lebih baik aku kedalam saja lah! batin Daniar.


Daniar pun memutuskan untuk masuk kedalam rumah. Didalam Daniar melihat semua orang kecuali Darel.


Darel juga tidak ada, apa ini ada sangkut pautnya dengan kepergian Zanu tadi? batin Daniar bertanya-tanya.


Diluar Rumah Sanjaya....


Darel sudah memasuki mobil diikuti Adi dan Harri.


"Kenapa ini bisa terjadi? kalian tau kan pentingnya tawananku itu, kenapa bisa seceroboh ini ha?" bentak Darel penuh emosi.


"Maafkan kami tuan, kami tidak menyangka akan terjadi seperti ini!" ucap Harri mulai ketakutan.


"Bukankah sudah aku peringatkan untuk mengawasi semua tempat termasuk markas itu? kalian ini....hah siallll!" ucap Darel sambil memukul kursi penumpang disebelahnya.


Drago Mark, aku yakin ini pasti ulah mereka! batin Darel.


Tanpa disadari Darel, mobil Zanu dan Tomi mengikuti mereka sedari tadi. Mobil Zanu yang ditumpangi Zanu Dan Bagas, sedangkan mobil Tomi ditumpangi Tomi, Arul, dan Jack. Tomi dan Arul sudah menghubungi anak buah mereka untuk berkumpul di markas Darel, sedangkan Jack belum bisa mendapatkan informasi apapun karena sedang mengemudi. Zanu juga sudah meminta tangan kanannya untuk mengerahkan seluruh anak buahnya agar membantu Darel.


Hal ini mereka lakukan karena menganggap masalah ini adalah masalah besar. Para tahanan yang lolos itu terdiri dari anak buah dari Drago Mark, beberapa orang pengacau, dan masih ada beberapa lagi yang belum Darel siksa karena belum sempat. Maka dari itu Darel sangat marah karena belum mengorek informasi apapun dari anak buah Drago Mark selama 3 hari menjadi tawanannya.


Lihat saja jika kau bermain-main dengan Darel Sanjaya, bukan kemenangan yang akan kau dapat tapi justru kematianmu! batin Darel penuh emosi.

__ADS_1


__ADS_2