Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 54


__ADS_3

Siang itu sekitar pukul 14.00, Mentari baru pulang ke rumah bersama Darel, Adi, dan Harri. Mereka habis membeli gaun baru untuk dipakai Mentari besok malam. Setelah mobil Darel pergi Mentari memasuki rumah.


Pakaian dan sepatu yang baru dibeli dia letakkan dilemari untuk nanti dicoba mana yang akan dia kenakan besok. Mentari juga dibelikan kue matcha favoritnya, dia pun meletakkannya kedalam kulkas agar bisa dinikmati nanti.


"Haihhhh, baru jam segini enaknya ngapain ya?" tanya Mentari pada dirinya sendiri.


"Oh iya, aku kok bisa lupa sih kalau nanti mau makan malam sama keluarganya tuan Darel! dasar pikun!!" ucap Mentari kesal sendiri.


Mentari pun mengeluarkan gaun yang tadi dia beli bersama Darel yang sudah ditata dilemarinya.


"Emm, mau pakai yang mana ya? semuanya bagus sih aku jadi bingung kan!!" gumam Mentari.


Dia pun memilih gaun-gaun itu, mencobanya didepan cermin.


"Kayaknya yang ini bagus!" ucap Mentari sambil menatap pantulan dirinya di cermin.


Beberapa saat yang lalu.....


"Papa dan mama ingin bertemu dengan mu, nanti malam kau diundang ke rumah besar untuk makan malam!" ucap Darel disela perjalanan sepulang dari makan siang.


"Hahh, kok mendadak sih ngomongnya? aku kan belum siap-siap! duh mau pakai apa aku nanti kerumah mama!" ucap Mentari menjadi bingung.


Darel menghela nafas panjang. Entah dia harus tertawa atau bagaimana dengan wanita disebelahnya ini.


"Bukannya kau baru saja beli baju! lagian itu lebih dari cukup kalau hanya untuk pergi ke satu acara saja. Kau kan bisa memilih salah satu untuk makan malam nanti." ucap Darel menginginkan Mentari beberapa paper bag dibelakang itu miliknya namun dengan sedikit kesal tentunya.


"Ohh iya ya, kok aku bisa lupa sih! hahahaha maaf...maaf!" ucap Mentari salah tingkah.


Dia baru sadar kalau dibagasi ada paper bag miliknya yang berisi beberapa sepatu dan gaun.


"Makanya kalau punya otak itu dipakai, jangan cuma mikir negatif terus!" ucap Darel asal bicara.


"Heh, enak aja aku nggak pernah tuh mikir negatif, malahan kamu tuh yang sering suudzon denganku. Nuduh yang enggak-enggak lagi! bukannya minta maaf juga malah marah! awas, nanti cepet tua loh!" ucap Mentari kesal lalu melipat tangannya kedepan.


"Pppfffttttt.....hahahahaha....tuan aku rasa yang dikatakan nona Mentari itu benar adanya! tuan sudah mulai terlihat tua sekarang, banyak keriputnya, hahahaha...!" timpal Harri tertawa lepas.


Harri dan Adi sedari tadi memang menguping pembicaraan Mentari dan Darel. Mereka tidak bisa menahan tawa saat Mentari membalas perkataan Darel yang terakhir.


Adi pun sama halnya dengan Harri. Dia tertawa bahkan sampai hendak menangis. Darel menatap anak buahnya itu dengan sorot mata tajam.


"Ssssttttt!!" ucap Adi dan Harri sambil menatap satu sama lain dengan telunjuk dibibir mereka.


"Kalian ini sedari tadi nguping ya! mau aku pecat haa!!" ucap Darel menaikkan volume suaranya.


"Ya maaf tuan Darel, lagian didalam mobil bukan cuma tuan dan nona Mentari saja kami kan juga ada disini. Jadi otomatis kami mendengar pembicaraan kalian!" ucap Harri sambil menatap kedepan dan sesekali ke belakang.


"Harri, mulutmu itu lama-lama seperti wanita ya, mau aku lakban saja biar diam!" gertak Darel.

__ADS_1


"Ampun tuan jangan! nanti saya nggak bisa makan dong!" ucap Harri spontan langsung menutup mulutnya dengan tangan kiri.


"Sudah fokus saja kedepan! dan kau jangan lupa nanti malam aku jemput jam 7!" ucap Darel tidak ingin dibantah.


Mentari yang malas berdebat pun hanya mengangguk pelan.


Apa aku setua itu? apa benar sudah ada keriput diwajahku? batin Darel.


Sebenarnya yang Harri katakan hanya bercanda saja tidak ada keriput diwajah Darel. Namun Darel menanggapinya dengan serius.


********


Harri dan Laila sudah sampai dirumah Laila. Laila tinggal dirumah sederhananya bersama ayah, ibu, dan adik laki-laki Laila yang baru berusia 5 tahun.


Saat mobil mewah Darel itu memasuki halaman rumah Laila, banyak tetangga yang penasaran dengan siapa pemilik mobil itu. Hal itu pun sontak memancing mata-mata tetangganya yang terlalu kepo itu.


"Pak, mobil siapa itu ya? ibu kok nggak pernah lihat sauadara kita punya mobil seperti itu?" tanya ibu Laila, Sri pada suaminya Edi yang masih didalam rumah dan melihat dari jendela rumah.


"Ibu juga tidak tahu,bu! ayo kita lihat saja!" ucap Edi yang langsung keluar rumah karena penasaran.


Laila dan Harri pun turun dari mobil.


"Laila? pak itu Laila kan? ibuk tidak salah lihat kan pak?" tanya Sri tidak percaya anaknya bisa menaiki mobil mewah seperti itu.


"Iya bu, itu kayak anak kita Laila!" ucap Edi yang sama tidak percayanya.


"Wah kayaknya si Laila itu melet anak orang kaya deh, buktinya dia bisa dapet anak orang kaya. Tuh liat mobilnya aja bagus banget gitu?" ucap salah seorang tetangganya bernama Juminten.


"Iya kayaknya bu! kalau nggak melet mana mungkin mau sama anak orang miskin kayak si Laila itu!" tambah seorang warga lainnya bernama Yani.


Ibu-ibu itu mulai bergosip dan mengatakan hal yang tidak-tidak pada keluarga Laila, terlebih Laila.


"Selamat siang om!" sapa Harri berusaha sesopan mungkin.


"Iya sianh nak!" jawab orang tua Laila masih kebingungan.


"Pak buk, ini teman Laila yang Laila ceritain waktu itu. Dia anak buahnya temannya bos Laila, bu Mentari!" jelas Laila yang melihat kebingungan dimata orang tuanya.


"Oalah, ini toh yang namanya nak siapa itu pak ibu lupa? emm...siapa pak!" ucap bu Sri antusias karena tidak mengingat nama Harri.


"Emm, siapa ya buk, bapak juga lupa! Romi ya?" ucap pak Edi menerka.


"Huss, bapak ngawur aja! namanya bukan Romi tapi Harri!" ucap Laila membenarkan.


"Ohh, iya Harri. Maaf ibu lupa soalnya!" ucap bu Sri tertawa.


"Tidak apa-apa kok om tante, saya kesini cuma mau mengantar Laila pulang. Tadi soalnya tidak sengaja bertemu di supermarket." jelas Harri canggung.

__ADS_1


"Oh kalau begitu mampir dulu saja nak Harri. Ibu masak oseng kangkung tuh, ayo masuk dulu!" ajak bu Sri mempersilahkan Harri masuk.


"Maaf om tante, saya belum bisa. Karena saya masih ada urusan nanti. Mungkin kapan-kapan saja mampirnya!" jelas Harri.


"Oh begitu, ya sudah kapan-kapan kalau mau mampir bilang saja dulu sama Laila biar nanti ibu buatkan masakan yang enak buat nak Harri!" ucap bu Sri.


"Hahaha, sudah pasti tante! ya sudah kalau begitu saya pamit dulu, permisi!" ucap Harri pamit pulang.


Orang tuan Laila membalas dengan mengangguk dan tersenyum.


Harri sudah pergi dari halaman rumah Laila, begitu juga kerumunan ibu-ibu yang tadi berada di depan pagar rumah Laila yang terbuat dari bambu yang disusun hingga menjadi pagar.


"Hoalah nduk, kamu itu dapet keberuntungan apa to bisa sampai kenal sama cowok buagus kayak gitu!" tanya Sri pada anaknya.


"Iya nduk, bapak rasa nak Harri itu suka sama kamu! kalian pacaran?" tambah pak Edi.


Laila bingung harus menjawab apa.


"Enggak kok pak, dia cuma teman Laila. Orang tadi juga nggak sengaja kok ketemunya!" jelas Laila jujur.


"Nduk, bapak sama ibu tuh nggak apa-apa kalau kalian pacaran beneran. Bapak yakin kok dia itu pria yang bertanggung jawab!" ucap pak Edi memeluk anak sulungnya itu.


Laila dan orang tuanya pun masuk kerumah. Sedangkan adik Laila yang bernama Faqih tidak berada dirumah.


Memang biasanya dijam-jam segini adik Laila sedang mengaji di TPQ dekat dengan rumah Laila dan baru pulang nanti sekitar jam setengah empat sore.


Apa benar Harri suka padaku? tapi dia kan sudah punya dokter Angel? batin Laila.


Laila masih salah paham pada Harri yang mengira kekasih Angel, dokter yang dia temui saat bosnya berada dirumah sakit waktu itu saat peristiwa pencopetan.


Kenapa aku kesal begini sih, aku kan sudah tahu kalau dia sudah punya calon seorang dokter. Mana sebanding lah dengan aku yang hanya karyawan toko kue ini! batin Laila yang merasa berkecil hati.


Laila menuju kedapur dan makan siang setelah meletakkan barang belanjaannya kedapur.


Laila, jangan pikirkan Harri lagi, dia sudah bahagia dengan dokter Angel! batin Laila disela makannya.


*


*


*


*


*


Hallo kakak-kakak bagaimana kabarnya? semoga kalian semua sehat selalu❤️ terimakasih karena sudah setia menunggu novel SUAMIKU MR. MAFIA up lagi🤭 buat yang sudah komen, like dan vote, author ucapkan terimakasih😊 dukungan kalian sangat berarti untuk menambah semangat author untuk lebih giat lagi update nya☺️ oh ya jangan lupa dukung terus melalui VOTE, LIKE, dan KOMEN + tips, biar author semakin semangat update ceritanya 😋☺️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2