
Entah apa yang dirasakan Mentari saat ini. Harusnya dia marah karena Darel mengambil ciuman pertamanya, namun perasaan aneh muncul didalam dirinya.
Kenapa aku tidak marah padanya? kenapa aku malah diam saja dia melakukan hal itu padaku? kenapa aku merasa aneh saat ini? batin Mentari.
"Maafkan aku!" ucap Darel.
Mentari mendongakkan wajahnya, menatap wajah Darel. Untuk sesaat mereka saling menatap satu sama lain dan kemudian Darel memilih keluar dari kamar membiarkan Mentari menghabiskan sendiri makanannya juga berisitirahat.
"Dasar bodoh!! bodohnya kau Darel, kenapa kau bisa kelepasan begitu, bodoh...bodoh.... bodoh!!!" umpat Darel memaki kebodohannya.
Darel memilih membuatkan sesuatu untuk dia makan. Sebenarnya Darel hobi memasak, namun karena tuntutan menjadi penerus perusahaan membuat Darel melupakan hobinya tersebut.
********
Di perusahaan, Wisnu beserta Nurul sudah mendapat informasi terkait salah satu OB wanita. Mereka berdua diam-diam memata-matai OB tersebut karena Wisnu merasa ada yang janggal semenjak kehadiran OB wanita tersebut.
"Sudah aku duga ada yang tidak beres dengan wanita itu. Nurul, kau periksa CCTV dari mulai tanggal ini. Pastikan tidak ada berkas-berkas penting yang dia bawa keluar dari perusahaan!" perintah Wisnu setelah melihat biodata sang OB.
"Baik!" ucap Nurul.
Nurul pun keluar dari ruangan Wisnu. Semenjak patah hati yang dirasakan Wisnu dulu membuat Wisnu dan Nurul menjadi semakin dekat. Hanya saja mereka terlihat dekat saat diluar pekerjaan saja sedangkan saat dijam kerja mereka akan bersikap profesional.
Beberapa saat kemudian, Nurul kembali keruangan Wisnu dengan tergesa-gesa.
"Tuan, OB itu sudah pergi!" ucap Nurul dengan nafas terengah-engah.
"Apa? kau panggil keamanan tutup semua akses keluar dari perusahaan!" perintah Wisnu.
Jika dia bisa keluar dari perusahaan ini, akan sangat sulit menemukan dia kembali. Apa motifnya yang sebenarnya? apa yang dia cari diperusahaan ini? apa dia salah satu anak buah pesaing? batin Wisnu.
Nurul segera memerintahkan keamanan untuk menutup semua akses agar tidak ada yang bisa keluar dari perusahaan.
"Kalian harus ingat, cari dia sampai dapat! jika tidak kita akan terkena amarah dari tuan muda, mengerti?" perintah Wisnu kepada pihak keamanan.
Daniar yang sedang bekerja menjadi hilang konsentrasi karena suara gaduh diluar.
__ADS_1
"Ada apa diluar kenapa bising sekali?" tanya Daniar pada salah satu rekannya yang baru saja dari luar.
"Ada OB yang melarikan diri membawa berkas penting tapi belum tahu itu berkas penting perusahaan atau yang lain." jelas rekan kerja Daniar.
OB? batin Daniar.
Daniar memilih melanjutkan pekerjaannya meskipun tidak terlalu konsentrasi. Pikirannya sudah sangat kacau beberapa hari ini,mood nya juga sangat jelek sehingga dia sangat malas untuk membahas hal tidak penting.
Kembali ke pengejaran OB....
Wisnu dan beberapa pengawal memecah menjadi dua kelompok untuk mencari penyusup yang menyamar menjadi OB. Kelompok satu dipimpin Wisnu dan kelompok dua dipimpin Nurul.
Adi dan Harri juga sedang dalam perjalanan setelah mendapat kabar dari Wisnu jika ada penyusup yang memasuki perusahaan.
Ditempat lain, seorang wanita sedang bersembunyi diruangan rahasia perusahaan yang jarang diketahui orang.
"Bagaimana ini? habis aku kalau mereka menemukan aku. Aku harus menelepon tuan sekarang!" ucap wanita itu.
Wanita itu segera mengeluarkan ponselnya, menekan sebuah nomor telepon disana.
"Apa? ketahuan? kalau begitu habisi saja nyawamu, kau sudah tidak berguna lagi untukku!" ucap pria diseberang telepon.
Panggilan itu langsung diputus oleh pria yang dipanggil tuan oleh wanita itu. Dia sangat ketakutan, tentu saja dia tidak ingin menghabisi nyawanya sendiri.
Tanpa diketahui wanita itu, saat dia menelepon seseorang Wisnu segera mengetahui lokasinya. Wisnu dan Nurul ternyata diam-diam meletakkan alat pelacak diponsel wanita itu mencegah hal buruk seperti ini terjadi.
Wisnu baru mengetahui lokasi wanita itu karena sedari tadi ponselnya dalam keadaan mati dan aktif kembali ketika si wanita sedang meminta bantuan.
"Dapat!! ayo kita tangkap dia!" ucap Wisnu setelah memeriksa ponselnya.
Mereka pun segera menuju lokasi si wanita. Wisnu juga sudah menghubungi Nurul beserta Adi agar menuju lokasi persembunyian wanita penyusup dan menangkapnya bersama-sama.
"Dimana tempatnya tuan?" tanya Nurul setelah bertemu rombongan Wisnu.
"Disana, kita tunggu tuan Adi dan tuan Harri dulu, mereka sedang dalam perjalanan dan sebentar lagi pasti akan sampai!" ucap Wisnu.
__ADS_1
Benar dugaan Wisnu, tidak lama kemudian Adi dan Harri datang dan menghampiri mereka. Dengan sigap mereka menuju tempat persembunyian wanita penyusup.
"Diam ditempat !!!" ucap Adi dan Harri menodongkan pistolnya bak seorang polisi hendak menangkap penjahat.
"Aaa???!!!" wanita itu terkejut.
Bagaimana bisa dia ketahuan, padahal sedikit lagi dia bisa keluar dari sini pikir si wanita.
"Heh, kau pasti bingung kan bagaimana kami mengetahui lokasimu?" tanya Wisnu.
Aura disekeliling Wisnu berubah tidak seperti biasanya. Wisnu yang biasanya tenang kini seolah-olah ingin menerkam mangsanya dengan sangat ganas.
Wanita itu diam penuh kebingungan.
"Dia sudah menaruh alat pelacak diponselmu, dan bodohnya kau mengaktifkan ponselmu. Dan Bommmmm kami tahu lokasimu!" ucap Adi dengan senyum menakutkannya.
"A...apa? k...kapan kalian melakukan itu?" tanya wanita itu.
"Apa kau lupa saat aku menyuruhmu ke ruangan ku untuk menata ulang ruanganku?" tanya Nurul.
Wanita itu seperti berpikir keras. Dan seketika langsung mendongakkan kepalanya menatap Nurul tajam.
"Kau? kau menjebakku?" teriak wanita itu.
Untung saja tangannya sudah diikatkan pada tiang penyangga jika tidak mungkin dia bisa lepas sekarang karena tenaganya lumayan kuat untuk seorang perempuan.
"Bawa dia ke markas, kita korek informasi darinya disana!" ucap Adi.
Nurul tidak mengerti maksud perkataan Adi. Markas? markas apa? batin Nurul saat itu.
Nurul memilih diam, dan menatap pria disampingnya, Wisnu yang sekarang dalam mode serius.
Sungguh wanita yang beruntung jika dia bisa mendapatkan mu Wisnu. Dan aku harap wanita beruntung itu adalah diriku! batin Nurul sambil tersenyum manis.
Wisnu tahu kalau saat ini dirinya sedang ditatap oleh Nurul, dia pun bersikap seolah-olah tidak melihat saja padahal batinnya tertawa kegirangan.
__ADS_1