
Sepeninggal Kaj dan Juna.
"Eh, Naru!!!"
Hyuna kaget karena Naruka tiba-tiba terhuyung ke arahnya.
"Kakak aku tidak mimpi kan ini?! K.... Kaj, ada dirumah kita?!" tanya Naruka.
"Iya kamu nggak mimpi kok!" ucap Hyuna.
"AAAAA, KAKAK.....KAKAKKK.....KAKAKKKKK!!!!! AKU SENENG BANGETTT!!!!!" teriak Naruka sambil meloncat-loncat membuat Hyuna menutup telinganya akibat suara Naruka.
"Apa dia pria yang kau ceritakan itu?" tanya Hyuna.
"Iya kak!! duhh bikin meleleh tau nggakkk!!! aaaaaa!!!" teriak Naruka lagi.
"Naru diam!" ucap Hyuna dengan suara agak keras membuat Naruka langsung diam tapi masih senyum-senyum.
"Tapi kok bang Juna bisa kenal sama dia?" tanya Naruka kemudian.
"Sudahlah tidur saja, ngantuk nih!" ucap Hyuna sambil menguap.
Hyuna berjalan lebih dulu. Perasaannya mengatakan bahwa dia tidak asing dengan Kaj, tapi dia tidak tahu siapa Kaj.
********
Pagi hari itu, Naruka yang awalnya malas nge-gym menjadi semangat pagi ini. Mungkin karena ada Juna dan juga Kaj disana. Dirumah Darel memang dibangun sebuah ruangan khusus untuk alat-alat gym. Alat yang ada pun lumayan lengkap.
"Naru awasss!!!" teriak Hyuna kepada Naruka.
Naruka yang tidak memperhatikan jalan pun tanpa sengaja tersandung barbel hingga terjatuh. Barbel itu bekas dipakai oleh Hyuna dan diletakkan begitu saja karena dia tengah istirahat disebelahnya.
"Naru kamu baik-baik saja?" tanya Hyuna khawatir.
"Naru kamu nggak apa-apa kan?" tanya Juna yang datang bersama Kaj.
Bukannya menjawab, Naru malah tersenyum ke arah Kaj.
"Eh, iya! aku nggak apa-apa!" ucap Naru mencoba berdiri.
Krek....
"Awwww!!!" teriak Naru kesakitan.
"Naru kamu kenapa?" tanya Hyuna langsung memegang tangan Naruka agar tidak terjatuh.
"Coba abang lihat!" ucap Juna.
"Kayaknya ini keseleo deh! kamu sih jalan nggak lihat-lihat dulu!" omel Juna.
"Ya maaf!" ucap Naruka.
"Biar saya gendong sampai ke kamarnya!" ucap Kaj.
Kaj tiba-tiba menggendong Naruka membuat gadis itu terbelalak terkejut. Hyuna yang melihat itu, entah mengapa dadanya terasa sakit. Juna mengikuti Kaj yang menggendong Naruka. Naruka pun dengan senang mengalungkan tangannya dileher Kaj. Dan Hyuna?! dia berada di paling belakang.
Saat sampai dikamar Naruka, Kaj dengan hati-hati merebahkan Naruka diatas ranjang. Zoe yang tidak sengaja melihat itu pun menjadi khawatir.
"Loh, Naru! kamu kenapa sayang?" tanya Zoe.
"Nggak apa-apa kok aunty, tadi cuma nggak lihat-lihat aja kalau jalan terus jatuh, kakinya keseleo deh!" jawab Juna.
"Ya Ampun sayang! kamu harusnya hati-hati dong!! kan nanti siang kamu akan ada sesi pemotretan, kalau kayak gini kamu nggak bisa pemotretan!" ucap Zoe.
"Biar Juna urut aja aunty, siapa tahu sembuh! cuma keseleo dikit kok!" ucap Juna menawarkan diri.
__ADS_1
"Kamu bisa, bang?" tanya Zoe.
Zoe memang sering memanggil Juna dengan sebutan abang dan memanggil Iwang dengan sebutan kakak, tapi tidak jarang juga Zoe memanggil dengan nama mereka.
"Bisa lah, aunty!! gampang ini mah!" ucap Juna.
Juna duduk di tepi ranjang tepat disamping kaki Naruka yang keseleo. Dia pun mulai memijat bagian kaki Naruka.
"Aww, pelan-pelan abang!!" ucap Naruka sedikit kesakitan.
"Tahan dikit lagi!!! sabar!!" ucap Juna.
Krekk...
Juna memutar kaki Naruka membuat gadis itu terlonjak kesakitan.
"Aduh abang!!! pelan-pelan donggg!!! sakit tau!!!" keluh Naruka.
"Sudah sembuh kok!" ucap Juna berdiri dari duduknya.
"Udah sembuh?" tanya Naruka yang dibalas anggukan kepala oleh Juna.
Naruka yang tidak percaya pun turun dari ranjangnya. Awalnya masih ada sedikit nyeri di kakinya tapi lama-lama nyeri itu tidak terasa lagi.
"Eh, iya loh aku sembuhhh!! aaa makasih abangg!!" ucap Naruka.
"Hmm! lain kali kalau jalan tuh lihat-lihat sekeliling! emangnya kamu mikirin apa sih sampai terjatuh begitu?" tanya Zoe.
"Eh, kamu bukannya model itu?" tanya Zoe yang baru menyadari kehadiran Kaj.
"Hallo, tante! benar, saya seorang model!" ucap Kaj memperkenalkan diri.
"Wahhh, tampan sekali yaa!" puji Zoe.
"Mama, jangan lama-lama lihatnya!! nanti aku aduin papa nih!" ucap Naruka.
Naruka tidak rela Kaj ditatap sedemikian rupa oleh mamanya.
"Aduhhh, iya-iya posesif banget sih!!" ucap Zoe.
"Oh ya, kamu puasa?" tanya Zoe.
"Maaf tante, saya nonis!" ucap Kaj sopan.
"Aa, baiklah tante masak sarapan buat kamu yaa!" ucap Zoe.
"Tidak usah tante, nanti saya cari makan diluar saja! lagian banyak anggota dikeluarga ini yang tengah berpuasa!" ucap Kaj.
"Aelah, santai aja! kita udah biasa kok!" ucap Juna.
"Eh, bang, nanti boleh anterin ke rumah tante Daniar nggak?" tanya Hyuna yang sejak tadi hanya diam saja.
"Tumben minta anterin? biasanya juga naik motor sendiri." ucap Juna.
"Ishh, mau nganterin nggak nih!!!" ucap Hyuna ngambek.
"Utututu!!! iya-iya adik abang yang cantik!!! nanti abang anterin yaa!" ucap Juna.
"Kalau Naru?"
"Kan kata aunty Zoe kamu siang ini ada acara pemotretan! mana boleh ikut." ucap Juna.
"Ishh, iya-iya!!! Naru lain kali aja ikutnya!!" ucap Naruka.
********
__ADS_1
Sore itu, Kaj ingin memanggil Hyuna untuk berangkat bersama. Juna ingin mengantarkan Kaj ke apartemennya, setelah mengantar Hyuna ke rumah Daniar. Sesampainya didepan kamar Hyuna, Kak mengurungkan niatnya untuk mengetuk pintu kamar Hyuna, karena dia mendengar suara nyanyian Hyuna.
... Cinta, dengarkan hati...
... Nurani meneladani...
... Baru kusadari...
... Aku kini kehilanganmu...
... Malam, rembulan berlalu...
... Hati masih bertalu...
... Bahagia denganmu...
... Kini senyap...
... Jiwa tak bertuan...
... Tanpa berpamitan kamu...
...Menghilang bagaikan ditelan samudra...
...Kuingat-ingat apakah aku salah...
...Dan menyinggung perasaanmu...
...Meski sejuta senja aku...
...Menangis merindukan bayanganmu...
...Namun hidupku harus terus berjalan dengan...
... hati...
...Rela...
Kaj mendengarkan nyanyian indah dari dalam kamar Hyuna. Entah mengapa dirinya tiba-tiba merasa larut dalam lagu yang dinyanyikan oleh Hyuna.
Tok... tok....tok...tok....
Kaj akhirnya mengetuk pintu kamar Hyuna setelah tidak terdengar suara lagi.
"Siapa?!" tanya Hyuna dari dalam kamar.
"Aku!" jawab Kaj.
Ceklek....
"K...kamu?! ngapain kesini? sejak kapan?" tanya Hyuna gugup.
Entah mengapa dirinya merasa gugup, Hyuna tidak mengerti.
"Sudah sejak tadi! emm Juna memanggilmu, katanya kamu memintanya mengantarkan ke rumah bibi mu?" ucap Kaj.
"Astaga aku lupa!!!" ucap Hyuna menutup pintu kamarnya begitu saja.
Setelah beberapa saat, pintu kamar Hyuna kembali terbuka dengan penampilan Hyuna yang telah berganti pakaian.
"Ayo!!" ucap Hyuna sambil memegang tangan Kaj dan membawanya berlari menuruni anak tangga.
Kaj diam saja tangannya ditarik oleh Hyuna, sedangkan Hyuna mungkin tidak sadar dengan apa yang telah dia lakukan sekarang.
Jantungku, kenapa rasanya berdebar begitu?!! batin Kaj sambil menatap ke arah Hyuna yang berada didepannya lalu beralih menatap tangannya yang digenggam dan ditarik oleh Hyuna.
__ADS_1