Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 201


__ADS_3

Mentari, Daniar, Shiren, dan Anisa sudah bersiap hendak pergi menonton. Mereka hanya tinggal menunggu Angel yang juga ingin ikut. Karena Jadwal Angel dirumah sakit hanya sedikit, dia memutuskan untuk ikut serta menonton.


"Mana sih Angel? kok belum sampai juga? udah jam dua siang nih!" omel Daniar.


"Sabar aja dulu mungkin sebentar lagi dia sampai!" ucap Mentari.


Benar saja, tidak lama kemudian Angel datang namun masih dengan jas putih dokternya.


"Aduhh maaf ya lama! tadi ada satu pasien dulu yang mendadak harus aku tangani!" ucap Angel sembari melepas jas putihnya.


"Ayo kita berangkat!" ucap Angel.


"Ayoo!" ucap Daniar.


Mereka berempat memasuki mobil Angel, berangkat menonton. Sesampainya di mall mereka langsung menuju lantai tiga tempat menonton film. Setelah membeli tiket menonton, mereka memasuki ruang bioskop. Untung saja tiket yang tersedia masih ada enam tiket.


Sepanjang pemutaran film, mereka menyaksikan sambil memakan pop corn yang sudah dibeli sebelumnya.


"Duh nggak kebayang deh gimana nasibnya Bima sama Ayu! kasiannn!" ucap Anisa setelah selesai menonton dan keluar dari ruang bioskop.


"Salah siapa juga main-main! udah dibilangin jangan melanggar peraturan eh malah melanggar ya tanggung sendiri akibatnya!" ucap Daniar geram dengan sikap Ayu dan Bima.


"Iya sih, eh...tapi kalau ini cerita asli mereka yang selamat trauma nggak ya?" tanya Shiren.


"Jelas trauma sih kalau menurutku, sampai-sampai mereka membuat nama samaran biar identitas asli mereka tidak diketahui. Dan lagi pasti berat banget sih kalau harus mengorek kembali luka itu. Aku jadi kasian sama mereka semua!" ucap Mentari.


"Udah-udah, mending kita shopping aja yuk! siapa tahu ada yang bagus! mumpung lagi kumpul juga kan!" saran Angel.


"Wahh ide bagus tuh!" ucap Daniar bersemangat.


"Emm boleh lah!" ucap Mentari.


Mereka berjalan-jalan melihat pakaian wanita. Mereka keluar masuk beberapa toko pakaian yang menarik perhatian mereka dan membeli banyak barang.


Mentari kini sudah menenteng empat tas belanja berisi satu dress serut, satu buah flatshoes, dan satu set baju untuk papa dan mama Daniar.


"Eh capek nih, mampir ke sana dulu aja gimana?" usul Daniar.


Daniar menenteng tas belanja paling banyak yaitu delapan buah. Dua tas berisi setelan baju dan Dress, dua tas untuk orang tuanya, dan empat lagi berisi baju kerja.


"Emm makan es krim enak nih!" ucap Anisa yang ngidam makan es krim karena melihat outlet es krim yang ramai pembeli.

__ADS_1


"Yaudah Nisa, kamu duduk aja biar aku sama Daniar yang beli. Kalian mau rasa apa?" tanya Mentari.


"Aku strawberry 1 ya!" ucap Anisa bersemangat.


"Aku coklat deh!" ucap Shiren.


"Emm, aku apa yaa!" pikir Angel sembari melihat daftar menu di outlet es krim itu yang terpampang cukup besar dari jauh.


"Bubble gum aja deh, kayaknya enak!" ucap Angel setelah berpikir.


"Oke, jadi strawberry 1, coklat 1, bubble gum 1 ya!" ucap Daniar mengulang pesanan temannya.


"Iya!" ucap Shiren.


"Oke! tunggu disini!" ucap Daniar.


Daniar dan Mentari mulai mengantri untuk membeli es krim. Setelah mengantri cukup lama, akhirnya tiba giliran mereka untuk memesan.


"Selamat siang kak, apa pesanannya?" tanya mbak penjual es krim dengan senyum ramah.


"Strawberry 1, coklat 1, bubble gum 1, matcha 2 ya mbak. Oh ya sama roti bakar rasa strawberry nya 6." ucap Mentari memesan.


Outlet itu memang menjual es krim dan juga roti bakar.


"Oke!" jawab Daniar.


Mereka duduk di kursi yang ada di sana. Tidak butuh waktu lama, pesanan mereka pun sudah siap. Setelah membayar, Daniar dan Mentari kembali ke tempat Anisa dan yang lain menunggu.


"Pesanan datanggg!" ucap Mentari menyodorkan es krim yang ada di nampan yang dia bawa.


"Yeee, es krimmm!!!!" ucap Anisa kegirangan.


Mereka mulai menyantap es krim mereka sambil menikmati roti bakar. Roti bakar dikasih es krim diatasnya, ditunggu sampai setengah meleleh lalu dimasukkan ke dalam mulut, duhhh rasanya bikin ketagihan.


"Eh udan sore nih, papa sama mama pasti nunggu kita!" ucap Daniar melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul lima sore.


"Tunggu dulu, tinggal dikit ini!" ucap Anisa yang menyuap suapan terakhir es krimnya.


"Duhh bumil yang ngidam enak banget kayaknya makannya!" goda Angel.


"Hehehe emang enak banget es krimnya! udah ayok pulang!" ucap Anisa berdiri.

__ADS_1


Baru juga berdiri, Mentari tanpa sengaja menyenggol seseorang hingga terdorong ke samping dan hampir terjatuh.


"Eh kalau punya mata tuh lihat-lihat dong!!! nggak tau apa ini tuh baju mahal!" omel wanita itu.


"Lah kamu lagi!!!" ucap Daniar tidak suka.


"Lo!? lo?!" menunjuk kearah Mentari dan Daniar bergantian.


"Udahlah Niar jangan dibuat keributan. Maaf ya aku nggak sengaja tadi!" ucap Mentari meminta maaf karena memang salahnya.


Mentari menggeret tangan Daniar hendak menjauh sedangkan Daniar masih menatap kebelakang dengan tatapan tidak suka.


"Tunggu dulu!" teriak wanita itu kepada Mentari.


Mentari menghentikan langkahnya sedangkan Daniar sudah maju lebih dulu membela sahabatnya.


"Apalagi sih nenek lampir?! mau ngajak ribut haa?!" ucap Daniar sewot.


"Eh urusan gue bukan sama lo ya! tapi sama dia! jadi minggir-minggir deh lo!" ucap wanita itu menunjuk kearah Mentari.


"Niar udah, ayo pulang! mama sama papa udah nunggu kita!" ajak Mentari.


"Iya Daniar, nggak usah ngeladenin orang kayak gitu, kita pulang aja deh!" ucap Angel ikut membujuk Daniar.


"Iya pulang sana, pulanggg!!!" ucap wanita itu dengan senyum mengejek kearah Daniar.


"Wahhh makin nyolot nih nenek lampir! nantangin!??!!" ucap Daniar kesal sambil menaikkan baju lengan panjangnya keatas.


"Kenapa??? nggak sukaa?" tanya wanita itu mengejek.


"Sudah Niar! nggak usah diladenin! dia nggak pantas diladenin!" ucap Angel yang juga geram.


"Pretty harusnya kamu tuh malu ketemu Mentari. Dia udah mau nampung kamu dirumahnya, dan kamu malah cari gara-gara sama dia! udah ditolong kok malah malah nggigit!" ucap Anisa.


Yah wanita itu adalah Pretty, dia yang baru saja berbelanja dengan temannya ingin mampir ke outlet langganannya untuk makan. Namun sayangnya dia harus bertemu istri dari mantan kekasihnya, Mentari.


"Eh denger ya, itu rumah milik Darel. Aku disana juga atas keinginan Darel. Kalah dia nggak ada perasaan sama aku mana mungkin dia membelikan aku apartemen?!" ucap Pretty.


"Ap..apa? apartemen? Darel membelikanmu apartemen?" tanya Mentari tidak percaya.


"Halah! kalau ngimpi itu jangan ketinggian, jatuhnya sakit loh! udah Tari nggak usah didengerin, palingan juga halu tuh orang!" ucap Daniar.

__ADS_1


"Halu? ngimpi? sorry yaa! nggak level gue sama yang halu-halu begitu!" ucap Pretty sombong.


__ADS_2