Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 84


__ADS_3

Setelah Fery keluar dari apartemen, Darel dan Mentari segera menata pakaian dan barang-barang mereka pada tempatnya dan beristirahat dalam satu ranjang.


Kenapa rasanya aneh gini ya? apa begini kalau sudah menikah, yang awalnya tidur sendiri jadi tidur berdua? tapi kalau berduanya sama singa yang ada malah kena makan deh aku! batin Mentari menatap Darel yang sudah terhanyut dalam mimpinya.


Kalau dilihat-lihat, dia kalau tidur begini tampan juga sih! cuma kalau pas bangun, melek galaknya kayak singa kelaparan! marah-marah nggak jelas, baik nggak jelas, pokoknya aneh deh! kok bisa ya orang tuanya punya anak kayak dia? batin Mentari yang terus sibuk dengan pikiran-pikirannya.


"Kalau kau tidak mau tidur jangan membicarakanku! bicarakan saja orang lain!" ucap Darel dengan mata yang masih terpejam.


Aaaa, apa dia punya mata lain selain dua ini! ini matanya tertutup loh, gimana bisa tau coba? batin Mentari yang terkejut dengan ucapan Darel yang tiba-tiba tadi.


Mentari juga ikut istirahat setelah bergumam cukup lama tentang semua hal mengenai Darel.


Mereka saling memejamkan mata, terhanyut dalam pusaran mimpi yang membawa mereka pada entahlah, mungkin mimpi yang baik atau yang buruk?


********


Disisi lain, di rumah sakit Darel....


Selama berhari-hari Bagas terus merawat wanita yang tabrak lari itu. Angel semakin curiga dengan sikap Bagas yang menurutnya sangat aneh. Pasalnya, Bagas yang Angel kenal tidak pernah mau akrab dengan seorang wanita kecuali dia pernah dikenal Bagas sebelumnya, atau wanita yang kenal dengan teman Bagas seperti Mentari dan Daniar.


Dulu butuh waktu hampir 1 bulan untuk Angel dekat dengan Bagas hingga seperti saudara seperti ini. Tapi melihat Bagas yang langsung bisa akrab dan dekat dengan wanita asing yang sekarang dirawat diruang VVIP itu membuat Angel berpikiran bahwa Bagas pernah atau sudah mengenal wanita itu sebelumnya.


"Gas, aku mau bicara!" ucap Angel sambil menarik tangan Bagas menuju ruangannya.


Bagas yang baru saja selesai menyuapi wanita tabrak lari itu pun dibuat keheranan dengan tingkah Angel yang tiba-tiba menarik tangannya.


"Ada apa?" tanya Bagas setelah sampai diruangan Angel.


"Jawab pertanyaan ku sekarang, apa kamu kenal sama wanita itu?" tanya Angel sambil memicingkan matanya.


Bagas terdiam. Ingin rasanya dia bicara tapi tidak tahu harus dari mana.


"Oh ayolah Gas, kau sudah membuatku penasaran selama berhari-hari loh! dan kau tidak ada niatan untuk mengatakannya padaku?" ucap Angel sedikit kesal.

__ADS_1


Rasa penasaran Angel sekarang berada dipuncak. Dia benar-benar penasaran dan menginginkan jawabannya saat ini juga. Terlebih Bagas yang jika dia tanyai tentang identitas wanita itu selalu mengalihkan topik pembicaraan membuat Angel penasaran setengah mati.


"Ya sudah kalau kamu tidak mau mengatakannya padaku! aku tidak mau lagi berteman denganmu!" ucap Angel sambil melengos hendak pergi.


Bagas dengan segera meraih tangan Angel hingga Angel yang semula ingin pergi pun mengurungkan niatnya itu.


"Dia.....sahabatku!" ucap Bagas tertunduk.


"What!!!!" teriak Angel terkejut.


"Bagaimana bisa? kapan? kenapa kau tidak pernah bilang kalau kau punya sahabat wanita? selama ini kau curhat banyak hal padaku dan kau merahasiakan yang ini?" ucap Angel terus mencecar Bagas dengan serbuan pertanyaan.


"Kau ini apa tidak punya rem itu mulut? satu-satu dong tanyanya!" ucap Bagas.


"Ah, hehehe maaf-maaf! soalnya aku udah penasaran banget!" ucap Angel cengengesan.


"Dia sahabatku dari kecil. Kami bersekolah disekolah yang sama hingga akhirnya aku berteman dengan Darel, Zen, Arul, Rohan, dan Tomi. Kami berenam selalu melindungi dia karena dia wanita sendiri dikelompok kami. Tapi tanpa aku duga dia mencintai Arul, hingga suatu hari Anisa menemukan Arul sedang......" ucap Bagas terhenti.


Angel mengangguk pelan mengerti maksud Bagas dan menyuruhnya melanjutkan ceritanya.


Berarti Anisa mencintai tuan muda Arul? apa semua tuan muda suka 'bermain' wanita seperti itu ya? bukankah penyakit ke****n bisa saja menular kepada mereka karena berganti-ganti pasangan? batin Angel tidak habis pikir.


"Jadi?" tanya Angel lagi.


Bagas mengernyitkan dahinya tidak mengerti dengan pertanyaan Angel.


"Jadi kau juga menyukai wanita itu maksudmu?" tanya Angel.


"Apa? mana mungkin aku mencintai dia, lagi pula selama ini aku hanya menganggapnya saudariku itu saja!" ucap Bagas.


"Apa kau tidak pernah mendengar pepatah mengatakan tidak akan pernah ada hubungan persahabatan diantara pria dan wanita tanpa ada rasa diantara keduanya!" ucap Angel.


"Kau tidak percaya ya sudah!" ucap Bagas sambil berjalan keluar ruangan.

__ADS_1


"Eh, Gas mau kemana? aku belum selesai bicaranya!" ucap Angel sedikit berteriak karena Bagas sudah meninggalkan ruangannya.


Angel hanya menggelengkan kepalanya, dia merasa Bagas mencintai wanita bernama Anisa itu. Angel tidak tahu kalau wanita yang dicintai Bagas bukan Anisa melainkan Daniar, sahabat Mentari.


********


Hari itu Sasa mampir kerumah Daniar untuk memberikan buah kelengkeng yang sudah berbuah dikebunnya.


"Selamat siang Tante, Daniarnya ada?" tanya Sasa ketika mama Daniar membuka pintu.


"Oh kamu Sasa, ayo masuk dulu, Daniar masih tidur tuh mentang-mentang dia libur bekerja hari ini." ucap mama Daniar mempersilahkan Sasa masuk.


Mama Daniar memanggil Daniar yang masih tertidur dikamarnya. Beberapa menit kemudian, Daniar datang dengan berjalan sempoyongan.


"Huahhhh, ada apa Sa?" tanya Daniar sambil menguap.


Wajahnya sedikit basah, sepertinya sebelum menemui Sasa, Daniar lebih dulu mencuci mukanya.


"Ini loh aku bawain kamu buah kel..." terpotong.


"Kelengkeng mu sudah matang? wahhh enak banget nih!" ucap Daniar seketika langsung hilang rasa kantuknya.


"Iya, kemarin sih aku panen nya, terus aku tunggu semalaman biar lebih matang lagi." ucap Sasa.


"Oh iya yang itu buat Mentari ya?" tanya Daniar sambil melihat kearah kantong plastik disamping Sasa.


"Iya, tapi tadi rumahnya kok kosong ya?" tanya Sasa.


"Kau tidak ingat ya? Mentari kan sudah menikah. Ini tadi sih katanya berangkat honeymoon." ucap Daniar.


"Yaampun aku lupa! yaudah deh ini buat kamu semua aja, kalau nunggu Mentari kembali honeymoon malah busuk semua nanti." ucap Sasa.


"Waahhh, makasihh, pasti aku makan semua ini! ihhh kelengkeng ku sayangg!!" ucap Daniar kegirangan.

__ADS_1


Sasa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Daniar.


Masih sama seperti dulu saja dia! batin Sasa.


__ADS_2