
Adi dan Nakala menghabiskan sore mereka duduk berdua di cafe sembari menunggu adzan maghrib berkumandang. Banyak pengunjung yang berdatangan dengan niat yang sama yaitu untuk berbuka puasa disana.
Semenjak Nakala menerima lamaran Adi pagi tadi, dia merasa malu saat bersitatap dengan mata Adi. Dia lebih banyak menunduk, menyembunyikan semburat merah di kedua pipinya.
"Apa kau merasa tertekan dengan lamaranku yang tiba-tiba tadi?" tanya Adi.
Adi berpikir seperti itu sebab semenjak tadi Nakala terus menunduk. Adi merasa Nakala tertekan hingga dia menerima lamarannya.
"Tidak!!! kenapa aku harus tertekan?" tanya Nakala cepat.
Nakala mendongak menatap Adi. Sedetik kemudian wajah tegang Adi mulai melunak. Dia tersenyum penuh arti. Tanpa Nakala bicara pun, Adi bisa melihat bahwa Nakala tengah tersipu malu.
"Apa kau bersungguh-sungguh ingin menikah denganku?" tanya Adi meski dia sudah tahu apa jawabannya.
"Tentu!!! aku sudah berusaha melepaskanmu, tapi hatiku tidak bisa! ibarat aku di Bumi dan kau di bulan. Kini, aku telah menggapaimu, mana mungkin aku lepaskan kamu?!" tanya Nakala dengan tatapan serius.
"Baiklah, habis lebaran kita akan menikah!" ucap Adi seenaknya.
"A....apa?!! mana bisa?! kita belum bersiap!!" ucap Nakala.
Bukankah menikah itu butuh banyak persiapan?! mana mungkin bisa menikah dalam waktu yang secepat itu sedangkan lebaran tinggal hitungan hari saja.
"Aku tidak menerima penolakan. Kau tinggal terima beres saja, aku yang akan mempersiapkan semuanya." ucap Adi.
"Ta...tapi...."
Nakala hendak menyanggah perkataan Adi tadi, namun terhenti ketika Adi berkata lagi.
"Jika kau menolak aku akan langsung menikahimu besok!" ucap Adi.
Nakala terdiam membisu dengan bibir mengerucut. Bisa-bisanya Adi berbicara seenak itu. Menikah kan juga butuh persiapan.
********
Beberapa hari berlalu, suara takbiran berkumandang dimana-mana tanda hari raya esok akan tiba. Rumah Darel telah ramai dipenuhi oleh sahabat dan keluarga Darel. Semua berkumpul di halaman depan rumah Darel sembari menyalakan kembang api.
Alvaro yang berdiri tidak jauh dari Hyuna terus memandang ke arah gadis itu. Hyuna sama sekali tidak menoleh ke arahnya, bahkan menyapa saja tidak. Alvaro bahkan tidak berkedip saat melihat Hyuna mengenakan pakaian feminim dan sandal berhak 3cm keluaran terbaru.
__ADS_1
"Hallo semuanyaa!!!" sapa Kaj.
"Hai Mr. K!!!" sapa balik Naruka.
Naruka bahagia dengan kehadiran Kaj. Karena berteman dengan Arya, Kaj jadi sering berkunjung ke kediaman Darel.
"Hanya ingin memberi ucapan selamat pada murid yang baru saja memenangkan lomba!" ucap Kaj.
Beberapa hari sebelum sekolah diliburkan, Hyuna telah memenangkan sebuah lomba melukis. Lukisan Hyuna dinilai paling indah dari semua peserta yang diperlombakan antar sekolah itu.
"Untuk aku? makasih!" ucap Hyuna saat Kaj memberinya sebuah bungkus kecil berbentuk kotak.
"Buka saat kau tengah sendirian saja!" ucap Kaj.
Naruka menjadi cemburu dengan kedekatan Hyuna dan Kaj. Bahkan saat Naruka dengan tersenyum lebar didekatnya pun Kaj lebih memilih berjalan ke arah Hyuna yang berdiri jauh.
"Lihatlah dia! wanita itu sudah merebut kasih sayang papa mu! dan sekarang, dia akan merebut pacarmu juga!" bisik Zoe.
Zoe tau kalau putrinya itu menyukai Kaj. Namun tabiat Zoe yang bermuka dua itu tidak pernah diketahui oleh keluarga Darel terutama suaminya, Juna.
"Enggak! kak Hyuna tidak seperti itu, ma! kak Hyuna tidak akan pernah merebut kebahagiaanku!" ucap Naruka walau dia sendiri tidak yakin dengan apa yang dia ucapkan.
Kenyataannya Kaj memang lebih sering berada didekat Hyuna daripada dirinya. Dan Hyuna pun tidak menolak kehadiran pria itu didekatnya.
"Kau lihatlah baik-baik! gadis yang kau panggil dengan sebutan kakak itu akan merebut satu persatu orang-orang yang kau sayang!" peringati Zoe.
Zoe meninggalkan Naruka berjalan ke dekat suaminya. Sedangkan Naruka?! dia menatap ke arah Hyuna dan Kaj yang tersenyum bahagia. Entah apa yang mereka bicarakan.
Diposisi Alvaro. Dia juga menatap kesal ke arah Hyuna. Hyuna sama sekali tidak merespon kehadirannya, tapi dia malah merespon Kaj yang notabenenya adalah orang baru. Semudah itukah Hyuna move on darinya?!
Alvaro mengepalkan tangan menatap ke arah Kaj yang mampu membuat senyum lebar di bibir indah Hyuna. Ingin rasanya Alvaro meninju pria itu karena melakukan hal yang tidak bisa Alvaro lakukan. Dulu saat Hyuna masih menyukai Alvaro, dia selalu bersikap acuh, tak menatap ke arah Hyuna sedikitpun. Tapi kini, Alvaro merindukan hal itu. Dia ingin Hyuna kembali mengejarnya, memakan masakan Hyuna yang terlihat enak. Walau Alvaro tidak memakannya, namun Alvaro bisa mencium aroma lezat masakan itu. Alvaro juga tidak alergi pada udang, dia berbohong juga untuk hal itu.
"Rel! sepertinya kau akan segera memiliki menantu!" ucap Arul yang sedari tadi memperhatikan Hyuna dan Kaj.
"Benar! tidak hanya satu, tapi dua menantu sekaligus!" timpal Tomi menunjuk ke arah Iwang dan Ana.
Darel menatap kedua putra dan putrinya. Benar kata sahabatnya. Hyuna dan Kaj tampak saling mencintai begitu juga dengan Iwang dan Ana. Mata Darel mengembun. Tidak menyangka anak-anaknya telah tumbuh hingga sebesar ini. Bayi mungilnya telah tumbuh dewasa dan siap untuk dia lepaskan menuju hubungan abadi bernama pernikahan.
__ADS_1
"Haiii, semuanyaaaa!!!" sapa Jo.
Jo dan Sarah baru datang. Mereka langsung berkumpul diantara para hot dady dan hot mommy. Walaupun umur mereka hampir lima puluh tahun, tapi kharisma mereka masih kuat bahkan semakin bertambah kuat. Oh ya, jangan lupakan perut kotak-kotak dan lengan berotot itu. Benar-benar menggoda iman, upsss!!!
"Lahhh, si biang kerok datang!!!" sindir Tomi pada kakak iparnya.
"Heh, adik ipar laknat!!! nggak ada sopan santunnya sama gue, lo!" ucap Jo kesal.
Sedangkan Sarah dan Shiren hanya geleng-geleng kepala. Suami-suami mereka ini kalau sudah ketemu pasti adaa saja ulahnya.
"Siapa juga yang nganggep lo kakak ipar gue!!! gue mah......aduh....aduhh....sakit sayanggg!!!!" teriak Tomi kesakitan karena Shiren menjewer telinganya seperti anak kecil.
"Hahahaaa kasiannn kena jewer binii!!!! aduhhh.....akhh....sayang....sakit...lepasss!!! aku kan bukan anak kecil, kenapa dijewer!!" kesal Jo saat Sarah juga menjewer telinganya.
Sahabat Darel yang lain tertawa melihat hal itu. Mereka seperti berkaca pada diri mereka sendiri. Mereka pun sama takutnya jika istri-istri mereka telah bertindak.
********
Hari kemenangan telah tiba. Semenjak pagi, Hyuna sibuk membantu di dapur membuat rendang daging, opor ayam dan ketupat sayur. Hyuna sekarang sudah pandai memasak. Rasa masakannya juga terasa lezat. Darel dan yang lain selalu memuji masakan Hyuna. Darel selalu bilang kalau masakan Hyuna mirip sekali dengan almarhum Mentari.
Pagi-pagi setelah melaksanakan sholat idul fitri, keluarga Darel berkumpul diruang tengah. Mereka melaksanakan ritual bermaaf-maafan. Darel duduk di sofa bersama para tetua dirumah Darel yaitu Juna dan Zoe. Randita tidak hadir karena sibuk di negara Jepang sehingga hanya Arya yang pulang ke Indonesia.
Ritual bermaaf-maafan dimulai dengan Arya yang bersalaman kepada Darel sambil mengucapkan permohonan maaf jika ada salah yang sengaja atau tidak sengaja Arya lakukan, kemudian dilanjut pada Juna, lalu ke Zoe.
Dibelakang Arya sudah berbaris Iwang, Shaki, Kaivan, Hyuna dan Naruka. Selain bermaaf-maafan, mereka juga mengantri amplop yang akan diberikan kepada mereka dari Darel, Juna dan Zoe.
*
*
*
*
*
Author ucapkan selamat hari raya Aidil Fitri, mohon maaf lahir dan batin🙏🥰🥰🥰
__ADS_1