
Hyuna keluar dari kelas setelah ujian selesai. Dia memilih untuk naik ke lantai tiga sekolahnya dimana tempat itu jarang dikunjungi oleh siswa lain. Di tempat ini juga Hyuna bisa merasa lebih tenang dengan pemandangan yang cukup indah. Sudah Hyuna katakan bukan bahwa Hyuna menyukai pemandangan?
Setitik demi setitik air mata jatuh ke pipi Hyuna saat melahap nasi goreng buatannya yang tadi sempat dibuang oleh Alvaro. Hmm, tidak buruk untuk seseorang yang baru belajar memasak, bahkan ini sangat enak. Namun kenapa Alvaro tidak mau mencicipinya? pikir Hyuna.
Tiba-tiba ponsel Hyuna berdering. Dia merogoh sakunya untuk melihat siapa yang menelepon.
"Ya, Raisa?" tanya Hyuna.
"Lo dimana? dikelas nggak ada?" tanya Raisa dari sebrang telepon.
"Aku ada di lantai 3." jawab Hyuna.
"Na, lo nangis?" tanya Raisa.
Mendengar pertanyaan Raisa malah membuat Hyuna semakin terisak. Raisa yang mendengar isakan Hyuna itu kebingungan namun juga cemas.
"Na, lo tunggu disitu yaa, gue kesana!" ucap Raisa mematikan panggilan.
Raisa menaiki tangga menuju lantai 3 tempat Hyuna berada. Dan benar saja, begitu Raisa sampai, Hyuna masih terisak dengan kotak bekal berada di pangkuannya. Kotak bekal yang sama saat Raisa ingin mencicipi nasi goreng dalam kotak bekal itu.
"Na..." panggil Raisa berjalan mendekati Hyuna.
Hyuna mendongak, mencoba tersenyum walau air matanya masih terus mengalir dengan mulut mengembung karena memakan nasi goreng. Sekali lagi, Raisa merasa prihatin dengan keadaan sahabatnya itu. Sudah berulang kali Raisa melihat kacaunya Hyuna setelah ditolak oleh Alvaro. Dan lagi-lagi pria itu yang berbuat ulah, menghancurkan hati sahabatnya.
"Dia lagi?" tanya Raisa.
Hyuna hanya bisa mengangguk pasrah. Raisa merasa frustasi sendiri. Memang yaa, orang yang sudah terlanjur jatuh cinta itu bisa berbuat hal sebodo* ini! bahkan walaupun telah merasakan jatuhnya berkali-kali. Tapi mengapa Hyuna tidak sadar-sadar juga dan meninggalkan pria itu?? apa hebatnya Alvaro sampai Hyuna bisa sebodo* ini mencintai pria brengse* sepertinya?!
"Na, lo tuh kenapa sihh?! masih banyak cowok diluar sana yang rela mati buat dapatin lo. Kalau lo terus-terusan berharap kak Varo bakal terima cinta lo, lo salah!! dia nggak bakal terima cinta lo!! kalau dia mau, udah dari dulu dia terima lo, Na!! tapi apa cobaa?!!" kesal Raisa.
Raisa kesal karena Hyuna tidak mau mendengarkannya untuk meninggalkan pria itu dan mencari pria lain yang bisa menghargainya. Dan Raisa yakin kalau Alvaro tidak bisa menghargai Hyuna.
"Sa, aku cinta sama dia!! aku sayang sama dia!" ucap Hyuna.
"Cinta?! lo cinta sama dia, tapi dia cinta nggak??! enggak Hyunaaa!!! dia nggak cinta sama lo!! dia...." terpotong.
"Dia bakal cinta sama aku!! aku yakin itu!!!" potong Hyuna.
Raisa lagi-lagi menghela nafas panjang, mengatur emosinya agar tidak meledak-ledak.
__ADS_1
"Gimana lo yakin kalau dia bakal cinta sama lo?! sedangkan ini udah berapa tahun lo ngejar dia, Hyuna?!" tanya Raisa.
"Kita dijodohin, Sa! aku yakin seiring berjalannya waktu dia bakal luluh sama kebaikan aku, dan akhirnya dia akan melihat aku." ucap Hyuna optimis.
"Masalahnya, dia menolak kebaikan lo, dia aja nggak menghargai usaha lo! nih, nasi goreng ini buat dia kan?! kenapa malah lo makan?! kenapa?! dia nggak mau makan? dia buang?! atau dia alesan punya alergi?! basi tau nggak, Na!! itu alasan klasik buat nolak makanan pemberian lo!" ucap Raisa.
"Dia cuma butuh waktu, Sa!" bela Hyuna.
"Sampai kapan lo nungguin dia?! sampai lo mati karena makan ati terus?! sadar Hyuna, sadarrr!! cowok bukan cuma dia doang!!"
"Tapi..."
"Udahlah daripada kita debat begini mending ini buat gue!! sekarang kita jalan-jalan aja biar lo nggak sedih-sedih lagi!!" ucap Raisa.
"Makasih, Sa! lo sahabat gue yang paalingg baik!" ucap Hyuna tersenyum.
"Yaa, gue tauu ituu!!" ucap Raisa.
Mereka pun pergi dari tempat itu dan menuju ke motor Hyuna. Kali ini Raisa yang membawa motor Hyuna. Sebenarnya Raisa itu jago bawa motor, cuma dia lebih memilih diantar jemput sama sopir pribadi miliknya.
"Kita kemana dulu nih?" tanya Hyuna.
"Boleh-boleh, aku beli camilannya yaa?" ucap Hyuna.
"Oke, gue beli tiketnya!" ucap Raisa.
Mereka pun menuju ke bioskop. Seperti yang sudah dijanjikan, Hyuna membeli popcorn dan minumannya, sedangkan Raisa membeli tiketnya. Setelah mendapatkan semuanya, mereka pun memasuki studio untuk menonton film. Selesai menonton film, mereka melanjutkan dengan membeli beberapa baju dan sepatu baru kemudian diakhiri dengan makan siang.
"Eh bentar, kakak mu telepon nih!" ucap Hyuna saat sedang asyik menikmati makanannya.
"Oh oke!" jawab Raisa.
"Hallo, kak, kenapa?" tanya Hyuna.
"Dek, kamu dimana sekarang?" tanya Iwang.
"Aku lagi jalan sama Raisa." jawab Hyuna.
Sebagai informasi, Raisa tahu kalau Hyuna adalah anak dari Darel Sanjaya. Dulu waktu kelas satu SMP, Raisa tidak sengaja melihat Hyuna dan Darel juga kakak-kakak Hyuna tengah berjalan ke sebuah restoran mewah. Hyuna pun akhirnya menceritakan siapa dia sebenarnya, dan meminta Raisa untuk menjaga rahasia ini.
__ADS_1
"Oh, yaudah kalau gitu. Tadi ayah nanyain kamu ke kakak, makanya kakak tanya kamu. Cepet pulang oke?!" ucap Iwang.
"Iya-iya kakakk!!" jawab Hyuna lalu mematikan panggilan.
"Kenapa?" tanya Raisa.
"Biasa!" jawab Hyuna.
"Enak ya punya kakak cowok, mana ganteng semuanya lagi!" ucap Raisa.
"Lebih enak kamu kali." ucap Hyuna membuat Raisa menatapnya bingung.
"Gue kan nggak punya kakak? yang ada malah adik cewek pula!" ucap Raisa.
"Karena kamu punya apa yang aku nggak punya, Raisa!" jawab Hyuna menatap Raisa membuat Raisa membisu.
Ibu! Raisa tahu itu yang dimaksud Hyuna. Hyuna memang kaya, punya paras yang menawan, tubuh yang indah, dan hidupnya yang hampir bisa dikatakan sempurna. Tapi dia kekurangan satu hal, dia tidak memiliki ibu.
"Eh, Na!" panggil Raisa.
"Hmmm?!!" jawab Hyuna berdehem.
"Kenapa nggak lo coba cariin istri buat bokap lo? kan nanti lo bisa dapat ibu baru?!" usul Raisa.
"Udah pernah dulu, sahabat papi udah kenalin cewek-cewek cantik tapi papi nggak tertarik sedikitpun. Kayaknya papi secinta itu sama mami." ucap Hyuna.
"Emang secantik apa sih mami lo, lo ada fotonya nggak?" tanya Raisa penasaran.
Hyuna memang belum pernah memperlihatkan foto Mentari kepada Raisa. Raisa juga tidak berniat bertanya, karena takut nanti malah membuat Hyuna merasa sedih.
"Ada! bentar!" jawab Hyuna.
"Ini! kata papi ini waktu mami hamil enam bulan!" ucap Hyuna menunjukkan foto Mentari.
"Buset!!! cantik bangett gilaa!! pantes papi lo gamon sama mami lo, orang dia secantik bidadari gini!!!" puji Raisa.
"Udah yuk cabut, aku udah ditungguin nih sama kak Iwang!" ucap Hyuna.
"Eh, tungguin, gue belum habis ini makanannyaaa!!!" teriak Raisa.
__ADS_1
Karena Hyuna telah menghabiskan makanannya lebih dulu dia pun bisa dengan santai berjalan meninggalkan tempat itu. Raisa pun terburu-buru menghabiskan makanannya lalu menyusul Hyuna yang telah berjalan lebih dulu.