Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 147


__ADS_3

Begitu sampai di mall, Daniar dan Mentari langsung mencuri perhatian semua pengunjung disana. Bagaimana tidak, bodyguard yang terus mengikuti langkah kaki mereka terlihat sangat nyentrik. Bahkan ada yang berbisik bahwa Mentari dan Daniar adalah simpanan om-om kaya dan lain sebagainya.


"Nona, apa nona mau saya bungkam mulut mereka semua?" tanya salah satu bodyguard yang tidak senang dengan tatapan serta omongan orang-orang di mall ini.


"Tidak usah! biarkan saja mereka! mereka bebas berargumentasi. Lagian sekuat apapun kamu berusaha menutup mulut mereka, mereka akan tetap berbicara buruk tentang kita. Aku cukup menutup telinga ku, itu saja!" ucap Mentari.


Namun tanpa disadari Mentari, bodyguard itu malah mengirim pesan kepada Darel. Tentu saja melihat isi pesan dari anak buahnya kalau Mentari dikatai simpanan om-om membuat Darel melonjak marah.


"Berani-beraninya dia mengatai istriku simpanan om-om???!!!!! Adi, tutup semua akses mall itu, kita ke sana sekarang!!!" ucap Darel bergegas keluar rumah.


Adi dan Harri mengikuti Darel dari belakang Darel yang kemudian memasuki mobil. Harri secepat mungkin mengemudikan mobil menuju mall itu karena melihat ekspresi marah dari tuannya.


Kembali ke tempat Mentari, sekarang dia dan Daniar sudah berada di toko baju. Daniar dan Mentari melihat-lihat dan membeli baju mana yang mereka suka.


"Hai!" sapa seorang wanita dari belakang Daniar dan Mentari.


"Maaf anda siapa ya?" tanya Mentari setelah berbalik badan.


"Oh kamu mungkin lupa, perkenalkan aku Pretty!" ucap Pretty mengulurkan tangannya.


"Mentari!" ucap Mentari menyambut tangan Pretty dengan lembut.


"Aku dengar kamu istrinya Darel ya?"


"Iya, kamu kenal suamiku?" tanya Mentari masih ramah.


Berbeda dengan Mentari yang terlihat ramah pada Pretty, Daniar justru terlihat tidak suka dengan kehadiran wanita itu.


"Kenala banget donggg!!! tapi aku heran deh, bisa-bisanya Darel menikahi wanita kampungan seperti kamu!" menatap rendah.


"Eh, punya mulut tuh dijaga ya! seenaknya aja ngatain orang kampungan, emangnya kamu siapa ngatur-ngatur Darel harus nikah sama siapa? orang tua Darel sendiri kok yang minta Mentari menikah sama Darel!" ucap Daniar naik pitam.


"Husttt, Niar ini ditempat umum! tahan emosi kamu!" ucap Mentari lirih.


"Asal kalian tau ya, aku itu mantan terkasihnya Darel! dan setahuku selera Darel itu nggak rendahan kayak kamuuu!" maki Pretty.


Semua mata pengunjung menatap kearah mereka bertiga. Bodyguard Darel berkali-kali mengirim pesan gawat ke ponsel Darel namun tidak ada jawaban.


"Nona, sebaiknya kita belanja ditempat lain saja!" ajak salah satu pengawal.


"Emm, baiklah!" ucap Mentari yang sudah mulai tidak nyaman dengan suasana disini.


"Eh, mau kemana kamu pelakorrr!!" menarik rambut Mentari dengan kasar.


"Auuu, sakitttt! aduhh!!!" teriak Mentari kesakitan.


"Eh, dasar mantan nggak sadar diri kamu yaaa!!! berani-beraninya kamu nyentuh sahabatku dengan tanganmu yang kotor ituuu!!!" Daniar menjambak rambut Pretty sama kerasnya.


Adegan jambak-menjambak antara Pretty, Daniar dan Mentari langsung jadi pusat perhatian pengunjung. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang membagikan hal tersebut ke sosial media mereka.


"Aduhh, dasar sia*lan!!!! lepasin tangan lo dari rambut gueeee!!!" teriak Pretty.


Para bodyguard yang menjaga Mentari juga berusaha memisahkan ketiganya, menyelamatkan nona muda mereka.


"Berhenti!!!!!!"


Semua mata langsung tertuju kepada pria yang berteriak itu. Suara bising dari para pengunjung terdengar sangat riuh.


"Wahh, itu bukannya anak pengusaha kaya raya itu ya??" bisik salah satu dari mereka.


"Wahh, beruntung sekali bisa melihat tuan Darel secara langsung!!" ucap yang lain.


Plakkkk....


Sebuah tamparan keras mendarat dipipi Pretty.


"Darel, apa yang kamu lakukan!!!???" teriak Pretty.


"Aku sudah memperingati mu agar menjauh dari istriku! dan apa yang kau lakukan sekarang haaa?" menatap tajam.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Darel kepada Mentari.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja kok!" ucap Mentari menata rambutnya yang acak-acakan.


"Oh, jadi itu istrinya!" bisik semua orang menatap Mentari dan Daniar.


"Dengar semua! dia, Mentari Angeliska Tia adalah istri saya, Darel Sanjaya!! siapapun yang berani menyentuhnya akan berurusan dengan saya!!!" tegas Darel.


"Kita pergi dari sini!" ucap Darel sembari memakaikan jasnya ke tubuh Mentari.


"Darel!!! Darel tunggu Darel!!! aaaaaaa siallll!!!!" teriak Pretty frustasi.


Awas aja lo Mentari, gue nggak bakal biarin elo bahagia bersama Darel!!!


Didalam mobil.


"Emang harus ya jambak-jambakan gitu?" tanya Darel.


Darel yang sekarang duduk dihadapan Mentari dan Daniar yang menundukkan kepala.


"Emang harus ya bikin keributan kayak tadi? aku ngijinin kamu bawa keluar Mentari biar dia nggak stress dirumah terus apalagi dia juga baru keguguran!" kesal Darel.


"Sayang!"


"Apa?" agak kesal.


"Daniar tadi nolongin aku lo, aku nggak tau tiba-tiba aja rambutku dijambak sama dia. Daniar mungkin juga kesal makanya dia jambak balik rambut wanita itu!" jelas Mentari.


Darel menghela nafas panjang sembari memijat keningnya yang pusing.


"Lagian kamu sih, punya mantan kayak serigala lapar gitu!" sindir Daniar.


"Mantan? darimana kamu tahu dia mantanku?" menatap tajam.


"Dia sendiri yang bilang!" ucap Mentari.


"Dia beneran mantan kamu?" tanya Mentari lagi.


"Udahlah, jangan bahas itu lagi nggak penting!" ucap Darel mengakhiri percakapan itu.


Begitu sampai dirumah, Darel langsung menggendong Mentari menuju kamar mereka.


"Aduh, sayangg!"


"Kamu tuh nggak bisa dibilangin ya? kenapa pakai pakaian kayak gini?" melirik baju Mentari yang memperlihatkan bagian pundaknya.


"Loh emang kenapa?" tanya Mentari polos.


"Kalau ada yang melirik kamu gimana? inikan punyaku!" menatap genit.


Tanpa aba-aba Darel langsung mengecup tengkuk Mentari, meninggalkan bekas merah merona dibagian itu.


"Kali ini aku akan menghukummu!" ucap Darel.


Akhirnya sepanjang hari itu Mentari habiskan didalam kamar bersama Darel. Mereka baru keluar kamar ketika jam makan malam itupun Mentari memakai baju turtleneck, menutupi stempel kepemilikan yang Darel buat tadi.


"Kamu mau makan apa? aku ambilkan ya?" tanya Mentari.


"Mau makan kamu aja kalau gitu!" berbisik.


"Ihhhh, dasar mesum!" menyikut perut Darel.


Darel terkekeh melihat tingkah Mentari yang sangat menggemaskan itu hingga ingin rasanya Darel menahan Mentari seharian penuh dikamar mereka.


"Ayo makan!" ucap Mentari.


Mereka makan malam berdua, ditemani cahaya lilin yang sangat romantis.


"Besok aku mau ada acara makan siang bersama sahabatku, kamu mau ikut juga?" tanya Darel.


"Boleh, Daniar juga ikut?" tanya Mentari kegirangan.


"Bukan cuma Daniar aja, tapi semuanya membawa pasangan masing-masing jadi tambah rame!" ucap Darel.

__ADS_1


"Mau, aku mau banget ikut!" ucap Mentari bersemangat.


"Okey, nanti aku suruh Adi buat beliin beberapa baju yang paling bagus buat kamu!"


"Loh, kenapa? emangnya baju aku nggak bagus? kan masih banyak juga yang belum aku pakai?" protes Mentari.


"Aku nggak bakal jadi miskin kok tenang aja!" melahap makanannya dengan santai.


********


"Emm, besok ada acara makan siang dengan sahabatku kamu mau nggak temenin aku kesana?"


"Ahhh, susah banget sih!!!! ayo Tomi kamu pasti bisa! tarik nafas, huhhhhh! okey kita coba lagi!" ucap Tomi.


Sekarang dia ada didepan cermin kamarnya, berlatih mengatakan kepada Shiren agar mau menemaninya ke acara makan siang besok.


"Kamu mau nggak keluar sama aku besok ke acara makan siang bersama sahabatku?" mencoba sebisa mungkin didepan cermin.


"Ah, sudahlah!!! susah banget sih ngomong gitu aja!" frustasi sendiri.


"Tomii makan malam udah siap!" panggil Shiren.


"Iyaa bentar!" teriak Tomi.


Tomi pun bergegas keluar dari kamar mandi. Terlihat makanan dengan berbagai menu sudah tersaji diatas meja makan.


"Ini kamu yang masak semua?" tanya Tomi.


"Yah, hanya ini aja sih yang bisa aku masak!" jawab Shiren.


"Ayo cobain gimana rasanya!" ucap Shiren.


Satu suapan besar masuk kedalam mulut Tomi.


"Gimana?" tanya Shiren.


"Wawww, enak banget!!!" puji Tomi.


"Benarkah?" tanya Shiren lagi.


"Emm, aku bahkan bisa menghabiskan semua ini sendiri!" ucap Tomi bercanda.


"Hahahaha kamu bisa aja!"


Mereka pun mulai fokus pada makanannya masing-masing.


"Emm, Shiren!" ucap Tomi setelah cukup lama.


"Yaa?"


"Kamu besok bisa nggak menemani aku datang ke acara makan siang dengan sahabat-sahabat ku?" tanya Tomi.


Shiren menghentikan makannya fokus pada apa yang ingin Tomi sampaikan padanya.


"Iya, besok ada acara makan siang dan semuanya harus bawa pasangan. Gimana kamu mau nggak? kalau enggak juga nggak apa-apa sih." ucap Tomi.


"Tapi Tomi, sahabat kamu kan orang terkenal semua aku mana selevel sama mereka?" merendah.


"Aku yakin kamu akan cocok sama mereka! mereka baik kok orangnya. Apalagi Mentari istrinya Darel kamu pasti bakal cocok deh!" bujuk Tomi.


"Emm, gimana ya?"


"Ayolah, masa aku kesana sendirian? kamu tega sama aku? nanti aku dibilang jomblo loh!" menampilkan wajah sedih.


"Iya deh iya, aku temenin!" ucap Shiren.


"Yesss! okey aku suruh Jack buat beliin kamu baju baru ya, biar kamu tambah cantik nanti disana!" ucap Tomi.


"Aku ngikut aja deh, gimana baiknya!" ucap Shiren.


Mereka pun melanjutkan makan malam mereka dengan canda dan tawa.

__ADS_1


__ADS_2