Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 245


__ADS_3

Pagi-pagi sekali, Darel membangunkan Mentari. Dia sudah menggunakan baju olahraga lengkap dengan sepatu kets berwarna putih.


"Sayang, ayo bangunnn!! sayangg, bangun!!" ucap Darel membangunkan Mentari dengan lembut.


Bukannya bangun, yang terjadi justru sebaliknya. Mentari malah semakin terbuai dalam mimpi indahnya. Tidak kehabisan akal, Darel dengan senyum mesumnya mulai menggerayangi tubuh candu milik istrinya itu. Tidak lupa juga ******* di bibir merekah Mentari.


"Ahhhh....."


Mentari terbangun karena merasakan ada sesuatu yang menjalar di seluruh tubuhnya. Begitu matanya terbuka, pemandangan pertama yang dilihat Mentari adalah Darel yang sudah berada di depan inti tubuhnya, menjilati lubang surgawinya itu.


"Akhh....apa yang k....au laku....kannn...." ucap Mentari di sela kenikmatannya.


"Membangunkan mu!" ucap Darel sekejap sambil menatap Mentari lalu melanjutkan aksinya lagi.


Memangnya ada membangunkan orang tidur dengan begitu?! modusnya ada ajaaa!!! omel Mentari dalam hati.


"Akhhh....udah...dong!!! kan...aku udah.....bangunnn!!!" ucap Mentari sedikit tertahan karena gelombang nikmat yang diberikan Darel pagi ini.


"Harus tuntas dulu dongg!!! siapa suruh susah dibangunin!" ucap Darel kembali ******* daging di inti tubuh Mentari.


Tidak lupa juga tangan kiri Darel meremas payuda*a Mentari dan tangan kanannya membantu mengorek-ngorek lubang yang setiap hari selalu dia gempur itu.


"Akhhh....sayang....aku....keluarr....." ucap Mentari.


Tubuh Mentari menegang lalu menggelinjang karena ledakan dahsyat dari dalam tubuhnya itu. Sedetik kemudian tubuh Mentari terasa sangat lemas.


"Udah sana mandi! bajunya udah aku suruh Adi buat beli semalam!" ucap Darel.


"Hah?!" terkejut lalu bangun dari tidurnya.


"Semalam? kan kamu ngomong sama aku buat belajar bela diri tuh udah malem, terus langsung diantar gitu?" tanya Mentari penasaran.


"Enggak, aku suruh dia antar pagi ini sebelum jam enam!" ucap Darel enteng.


"Tapi....tapi...kan.."


"Mau mandi sekarang apa nanti? kalau nanti kita masih bisa kok main satu atau dua ronde lagi!" ucap Darel hendak melepas jaketnya.


"Ehhh, iya-iya aku mandi! kalau begituan aja semangat empat lima!" cibir Mentari sambil bangun dari ranjang.


"Dari pada aku cari lubang yang lain buat pelampiasan, emang kamu mau?" goda Darel.

__ADS_1


"Boleh aja!" ucap Mentari yang kini sudah berdiri dihadapan Darel.


"Apaa?!!" Darel memainkan mimik wajahnya dengan tatapan bingung.


"Boleh, kalau mau mau aku sunat sampai habis!!!" ancam Mentari dengan galaknya.


Darel tidak mengindahkan perkataan Mentari barusan, dia lebih fokus pada tubuh istrinya yang saat ini tidak mengenakan sehelai benang pun. Buah dada yang semakin besar, kenyal, dan padat itu pun menggoda mata Darel. Darel menelan salivanya karena godaan dipagi hari ini.


Mentari yang merasa aneh dengan Darel pun mengikuti arah mata suaminya.


"Hah?!!!"


Mentari yang panik saat sadar dirinya tidak mengenakan pakaian apapun langsung menarik selimut lalu melilitkannya ke tubuhnya.


"Jangan macam-macam yaaa!!" ancam Mentari lagi.


"Heh, kali ini enggak deh! tapi malam nanti kamu bakal habis olehku!" ucap Darel tersenyum penuh kemenangan.


"Nyenyenyenye!" cibir Mentari.


"Ohhh, nantangin yaaa!" ucap Darel hendak meraih tubuh Mentari namun Mentari langsung berlari menuju kamar mandi lalu menutupnya.


"Dasar!!" ucap Darel terkekeh.


Terdengar suara pintu dibuka. Darel menoleh ke arah kamar mandi.


"Wlekkkk!!!!"


Mentari menggoda Darel dengan menjulurkan lidahnya lalu dengan segera pintu pun tertutup lagi.


"Hahaha, awas aja ya kamu nanti malam! aku buat menjerit semalaman baru tau kamu!" teriak Darel sambil terkekeh gemas.


"Bodooo!!!!" teriak Mentari dari dalam kamar mandi.


********


Mentari menyusul Darel yang sudah lebih dulu menuju halaman belakang. Setibanya mentari disana, terlihat Darel tengah berbicara kepada ketiga anak buah kesayangannya. Siapa lagi kalau bukan, Lukas, Harri dan Adi.


"Sayang!" panggil Mentari.


Darel menoleh kearah Mentari yang kini memakai celana training, atasan crop tanpa lengan dibalut jaket yang crop juga. Semua itu melekat indah ditubuh Mentari. Mungkin Adi salah membeli ukuran baju atau memang sengaja membeli baju yang sedikit press body.

__ADS_1


"Kamu sengaja ya?!" bisik Darel saat melihat penampilan Mentari yang cukup menggoda itu.


Bagaimana tidak menggoda, buah dada yang terlihat menonjol dengan jelas, bongkahan pantat yang terlihat besar juga body Mentari yang mungil namun berisi, siapapun yang melihat itu pasti akan terpesona.


"Hehehe iya tuan! kemarin tinggal size kecil sama yang sedang saja, jadi saya beli yang size kecil. Saya pikir itu akan muat dan tidak sepress body ini ditubuh nona. Tapi bukannya baik ya tuan, siapa tahu habis ini bisa lanjut lagi membuat saya tuan muda junior?!" ucap Adi blak-blakan.


"Yahh, kau benar juga! aku akan menambah gajimu, Adi!" ucap Darel tersenyum.


"Kalian ngomongin apa sih?! Adi, kamu sengaja ya beli baju kayak gini!" ucap Mentari menatap ke arah Adi.


"T...tidak nona! saya tidak sengaja! saya pikir nona akan pas memakai baju itu, karena kan tubuh nona kecil. Tapi ternyata nona sudah gemuk yaa!"


"Gemuk?! kamu bilang aku gemukkk?!!!! ya sudah aku mau diet ajaa!" ucap Mentari kesal.


Wanita akan menjadi sangat sensitif jika itu menyangkut tentang berat badan dan tinggi badan.


"Heh! siapa bilang istriku itu gemuk?! dia itu sexy tau!!! kau mau aku tidur dengan wanita yang hanya ada tulang doang?! mana enak buat main?!!!" omel Darel setelah menonyor kepala Adi membuat Lukas dan Harri tertawa puas.


"Sayang, kamu nggak gemuk kok! kamu tuh sexy, aduhai, mempesona, cantik luar dalam! kalau kamu diet nanti nggak enak mainnya, enakan juga gini, dipeluk juga empuk." ucap Darel berusaha membujuk Mentari.


"Ya deh!"


"Oke, pertama kita pemanasan dulu!" ucap Darel memulai latihannya.


Mereka mulai melakukan pemanasan dari kepala sampai ujung kaki agar tidak terjadi cidera nantinya. Setelah hampir tiga puluh menit, mereka pun selesai melakukan pemanasan.


"Kita lari pagi keliling rumah ini!" ucap Darel kemudian.


Mereka mulai berlari pagi. Adi, Harri, dan Lukas juga ikut serta. Mereka terlihat sangat gesit dalam berlari. Berbeda dengan Mentari yang baru berlari beberapa langkah saja sudah ngos-ngosan.


"Huhh....capekkk!!!!" keluh Mentari yang baru berlari dengan jarak seratus meter.


"Jangan lemah donggg!!! setiap malam olahraga aja kuat, masa baru segini aja nyerah sih!" ucap Darel yang sudah berlari cukup jauh.


Dengan terpaksa Mentari berusaha berlari mengejar Darel dan yang lain. Empat puluh lima menit kemudian, Mentari baru saja tiba di tempat mereka memulai latihan. Nafasnya terasa berat, keringat mengucur deras dari tubuhnya. Sementara Darel dan yang lain sudah lebih dulu berada disana, jadi mereka bisa beristirahat cukup lama sambil menunggu Mentari tiba.


"Kok kamu lemah sih dalam hal olahraga?! kalau diranjang kok kuat banget?! bahkan sampai minta nambah terus!!" goda Darel saat Mentari mulai mengatur nafasnya.


"Istirahat dulu yaaa?! capekkk!!!" keluh Mentari sambil menyeka keringat yang menetes di dagunya.


"Iya udah istirahat lima menit habis itu kita belajar bela diri.

__ADS_1


"Yeeeeee!!!!" ucap Mentari bersorak gembira.


__ADS_2