Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 53


__ADS_3

Zanu pamit pulang setelah makan bersama dan ngobrol banyak hal dikarenakan hari sudah mulai sore. Entah mengapa ngobrol dengan keluarga Daniar membuatnya lupa waktu.


Kau harus lebih bisa mengendalikan dirimu lagi, Zen! coba lihat sekarang, kau bahkan sampai tidak ingat kalau ini sudah sore! haiss aku ini!! batin Zanu dalam hati.


Zanu pun meninggalkan rumah Daniar. Daniar masih setia menunggu diluar rumah bahkan meskipun mobil Zanu sudah tidak terlihat lagi.


Ini Daniar menangkap gerak-gerik putrinya itu yang dia yakini ada cinta yang tumbuh dihati putri kecil yang kini sudah beranjak dewasa itu.


Ibu akan selalu mendukungmu, nak! siapapun pria yang akan kau nikahi, semoga saja dia bisa menjagamu! batin ibu Daniar tersenyum lalu masuk kedalam.


Daniar masih berdiri ditempatnya memandang jauh kedepan melamunkan sesuatu hingga senyum tipis terukir dibibirnya.


"Akhhh, lama-lama aku bisa dibuat gila kalau begini terus!" ucap Daniar mengacak-acak rambutnya.


Zanu!! aku....aku rasa.....aku mencintaimu...!! batin Daniar lalu tertawa sendiri.


Daniar tersadar kemudian segera masuk kedalam rumahnya. Sesaat setelah masuk kedalam, tatapan mata orang tuanya seakan menyudutkannya. Seperti sedang mengintimidasi dirinya.


"Ad...ada a..apa?" tanya Daniar tidak mengerti.


Orang tuan Daniar bangun dari duduknya dan mendekati putri bungsu mereka yang sudah dewasa itu.


"Nak, apa dia kekasihmu?" tanya papa Daniar jujur.


"P...papa? ap...apa maksud papa?" tanya Daniar pura-pura tidak mengerti.


"Sayang, jangan sembunyikan apapun dari kami, hemm! kami tahu kalau kau menyukai pria tadi." sahut mama Daniar.


Daniar semakin gugup dibuatnya. Entah perasaan apa yang kini hinggap dirinya, senang, gugup, bercampur aduk menjadi suatu rasa yang tidak bisa Daniar jelaskan dengan kata-kata.


Pipinya mulai memerah seiring pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan orang tuanya.


"Jawab sayang, kamu menyukai pria itu kan?" tanya mama Daniar lagi.


"Ma, pa, aku belum pasti dengan pe....perasaanku. Jadi biarkan kami seperti ini dulu!" ucap Daniar setelah mengumpulkan keberanian mengatakan yang sebenarnya dia rasakan.


"Nak, kau jangan sembunyikan sesuatu dari kami. Jika kau tidak bisa menunggu lagi, biarkan ayah yang bicara pada pemuda tadi, bagaimana?" tanya papanya sedikit menggoda.


Wajah Daniar semakin memerah karena ulah ayahnya itu.


"Pa, udah dong jangan godain Niar terus. Lebih baik kamu bersiap-siap!" ucap mamanya sambil tersenyum penuh arti kearah Daniar.


"Bersiap? untuk apa?" tanya Daniar spontan.


Mamanya tidak langsung menjawab malah kini melontarkan tatapan penuh artipada papanya dan dibalas tatapan penuh arti juga oleh papanya.


Daniar semakin tidak mengerti dengan tatapan orang tuannya ini.


"Ya bersiap-siap kalau kamu tiba-tiba ingin dinikahkan,hahahaha!" ucap orang tuanya bersamaan diakhiri dengan gelak tawa yang sukses membuat Daniar semakin malu.

__ADS_1


"Ma, pa!" ucap Daniar semakin malu.


Orang tuanya tidak berhenti tertawa. Daniar pun memilih memasuki kamarnya dan meninggalkan orang tuanya yang tertawa semakin keras.


Sesaat setelah pintu kamar Daniar tertutup.


"hah...hah....hah...hah.....!" suara nafas Daniar seperti orang habis lari maraton.


Kenapa aku seperti salah tingkah begini sih? batin Daniar menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Zanuu!" ucap Daniar pelan.


********


Darel sampai dirumahnya. Dia menyuruh Adi dan Harri pulang karena dia ingin sendiri. Keduanya pun langsung menuruti perintah Darel.


Seperti biasa Adi pulang dengan mengendarai motornya, sedangkan Harri pulang dengan membawa mobil milik Darel.


Sebelum pulang, Harri mampir ke supermarket membeli bahan makanan yang sudah mau habis.


Saat sedang memilih bahan makanan, mata Harri tertuju pada seseorang yang dia kenal.


Nona Laila? apa benar itu dia? batin Harri menerka.


Harri pun mendekati kearah Laila yang sedang memilih buah-buahan.


Laila yang merasa dipanggil namanya itupun langsung menoleh ke sumber suara, dimana sudah berdiri Harri disampingnya.


"Kau?" ucap Laila.


"Aku Harri, anak buahnya tuan Darel!" ucap Harri memperkenalkan dirinya singkat.


"Oh, iya Harri. Ada apa kamu kesini?" tanya Laila basa-basi.


"Seperti yang sedang kau lakukan!" ucap Harri tersenyum menatap keranjang belanjaan Laila.


Laila menatap kearah keranjang belanjaan Harri.


Dia membeli ini semua untuk dirinya sendiri, atau untuk dokter yang waktu itu ya? tapi masa iya sih dia bisa memasak? batin Laila sedikit meragukan Harri.


"Hei, kenapa melamun?" tanya Harri melambaikan tangannya didepan wajah Laila.


"Eh, tidak apa-apa kok! kamu sudah belanjanya?" tanya Laila.


"Kurang buah, snack, sereal, susu kotak, dan daging!" jelas Harri melihat isi keranjangnya yang sudah ada.


Harri sudah membeli beberapa macam sayuran, beberapa macam es krim, makanan dalam kaleng, dan roti yang biasa dia makan saat sarapan dengan dibuat sandwich.


"Baiklah kalau begitu, aku juga mau ke arah sana juga!" ucap Laila.

__ADS_1


"Apa kau tidak bekerja hari ini?" tanya Harri penasaran.


"Hari ini adalah hari liburku, makanya aku membeli bahan makanan selagi aku libur dan tidak punya pekerjaan." jelas Laila.


Mereka pun mendorong keranjang belanjaan masing-masing menuju lorong snack, lalu ke lorong sereal, kemudian ke lorong susu kotak, terakhir di bagian daging dan buah karena biasanya berada di dekat kasir.


"Sudah semua?" tanya Harri pada Laila.


Laila melihat isi keranjangnya, meneliti apakah ada yang kurang atau tidak.


"Emm, sepertinya tidak!" ucap Laila.


"Baiklah kita bayar sekarang?" tanya Harri lagi.


Laila menganggukkan kepalanya setuju. Mereka pun mengantri ditempat kasir yang berbeda.


Harri selesai membayar lebih dulu, dia pun menunggu Laila diluar supermarket setelah meletakkan belanjaannya kebagasi mobil.


"Biar aku yang antar kamu pulang!" tawar Harri mengambil belanjaan Laila.


"Eh, tapi!" ucap Laila.


"Sudah tidak apa-apa!" ucap Harri.


"Baiklah terimakasih sebelumnya!" jawab Laila tersenyum.


"Jangan sungkan!" ucap Harri membalas senyuman Laila.


Mereka pun melajukan mobil meninggalkan supermarket tersebut.


********


"Tuan, saya sudah menemukan informasi yang tuan inginkan!" ucap Dendi.


"Hahaha, bagus-bagus! cepat katakan apa saja itu!" ucap ketua kelompok Drago Mark.


"Calon tunangan Darel adalah Mentari Angeliska Tia, seorang wanita pemilik toko kue bernama Mentari yang ada dijalan XXX. Kami juga menemukan beberapa foto wanita itu!" jelas Dendi memberikan foto-foto pada tuannya yang tidak lain adalah foto Mentari.


Ketua kelompok Drago Mark itu menyunggingkan senyumnya penuh arti.


"Cantik! caaanntikkk sekali! aku rasa dia lebih cocok denganku daripada dengan si bre**sek Darel itu, hahahaha!" ucapnya sambil tertawa menakutkan.


"Tentu saja tuan, wanita secantik dan semolek dia harus bisa menjadi budak anda!" timpal Dendi.


"Dendi atur rencana untuk menculik gadis ini, aku mau kalian bergerak sesuai perintahku!" ucap Ketua itu sambil menekan setiap kata yang dia ucapkan.


"Baik tuan!" ucap Dendi.


Aku akan merenggut apapun yang menjadi kebahagiaanmu, Darel!

__ADS_1


__ADS_2