Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
SEASON 2 episode 12


__ADS_3

Hyuna terbangun dari pingsannya. Kepalanya masih sedikit pusing, mungkin karena efek obat penenang tadi. Begitu penglihatannya telah lebih jelas, dirinya dibuat terkejut karena berada ditempat asing.


"Dimana ini?!" tanya Hyuna bingung.


Ceklek....


"Kak.....Shaki??" tanya Hyuna saat Shaki datang membawa makanan.


Shaki menatap Hyuna dengan tatapan yang tidak biasa. Hyuna bisa merasakan itu. Tunggu dulu?! Kenapa wajah Shaki memar?! atau jangan-jangan, dia yang menyelamatkan Hyuna?!


"Kak...!" terpotong karena telunjuk Shaki berada di bibir Hyuna.


"Makan!" perintah Shaki.


Hyuna tidak berbicara lagi. Dia segera menghabiskan makanan yang dibawa Shaki dengan tenang.


"Jadi?!"


Hyuna menatap Shaki disela makannya.


"Begitukah sifat Alvaro yang sebenarnya?!" tanya Shaki memperjelas pertanyaannya.


Entah mengapa mendadak Hyuna susah menelan makanan yang dimakannya. Benar, rupanya Shaki yang telah menolongnya.


"Maaf!" ucap Hyuna.


"Kenapa nggak pernah cerita?! kamu nggak nganggep kami ada sampai kamu harus memendam semuanya sendiri?! kamu itu berlian di keluarga kita, kamu rasa papi akan terima berlian kesayangannya diperlakukan seperti ini?!" ucap Shaki panjang lebar.


Ini kali pertama Shaki berbicara dengan konotasi panjang seperti ini. Biasanya dia hanya akan berbicara seperlunya saja. Bahkan saat bersama kak Iwang sekalipun.


"Kakak sudah baca semua chat di ponsel kamu. Kakak juga sudah menghubungi Raisa dan juga Naruka menanyakan apakah mereka tahu dengan sifat Alvaro sama kamu dan rupanya Raisa sudah tahu sejak awal! kakak merasa gagal karena nggak bisa menjadi rumah ternyaman kamu untuk bercerita. Kakak merasa tidak berguna karena kakak sama sekali tidak tahu adik kesayangan kakak diperlakukan seperti ini! bahkan pembantu dirumah kita jauh dihargai, Hyuna!" ucap Shaki lagi.


Hyuna hanya bisa tertunduk dalam tangis.


"Kakak akan bicara sama papi dan membatalkan perjodohan ini sesuai keinginan Varo!" ucap Shaki berdiri.


Baru hendak melangkah, tangan Shaki ditahan oleh Hyuna.


"Kenapa?! mau bodo* lagi gara-gara cinta?! jika cinta membuat kamu dalam bahaya seperti tadi, itu bukan cinta Hyuna!" ucap Shaki tanpa menoleh ke arah Hyuna.

__ADS_1


"Tolong biarkan Hyuna sendiri yang bicara sama papi, kak! Hyuna mohon!" ucap Hyuna.


"Yasudah! kakak tunggu dibawah! kamu siap-siap lalu kita pulang!" ucap Shaki keluar dari ruangan itu.


Hyuna menangis tersedu. Melupakan perasaan ini akan sangat sulit baginya. Namun jika dia mengingat kejadian hari ini dimana Alvaro tega membiarkan teman-temannya saat hendak melecehkan Hyuna, Hyuna merasa sangat jijik.


"Oke, Hyuna! mulai sekarang kau harus move on! kau layak mendapatkan yang lebih baik darinya! dia hanya manusia sampah!!!" ucap Hyuna menyemangati dirinya.


Hyuna telah bersiap dengan pakaian seadanya. Sebuah sweater milik Shaki yang kebesaran di badannya yang mungil dan juga celana short berwarna hitam.


"Kak!" panggil Hyuna saat dia berjalan ke arah Shaki.


"Sudah?!" tanya Shaki memasukkan ponselnya ke saku celananya.


Hyuna hanya mengangguk. Mereka pun pulang dengan mengendarai mobil milik Shaki.


"Kak!" panggil Hyuna.


"Hemm?!!"


"Boleh aku bertanya?!" tanya Hyuna.


"Tanya aja!" jawab Shaki.


"Kamu lupa kalau GPS di ponsel kamu itu terhubung di laptop kakak, papi, dan kak Iwang? kakak curiga saat kamu dan Naruka pulang setelah pemotretan karena Naruka terlihat pendiam, tatapan matanya juga beda saat menatap kamu. Lagian kakak juga tidak suka sama cara tersenyum kami waktu itu." jelas Shaki.


"Emang kenapa dengan senyum aku?! kan senyum Hyuna senyum yang paling manis di dunia!!" ucap Hyuna.


"Senyum penuh dengan luka dan kebohongan?! kakak bisa membedakan mana senyum kamu yang tulus dan senyum kepura-puraan. Kakak dengar percakapan kamu sama Naru didalam kamar kamu. Kakak juga ngikutin arah GPS kamu sesaat setelah kamu pergi. Dan yaa, kakak malah menemukan kamu hampir dilecehkan oleh berandal-berandal itu dan Alvaro hanya diam saja menikmati seolah itu adalah film terbaik." jelas Shaki lagi.


Terlihat Aura mencengkram saat Shaki mengatakan itu. Sepertinya Shaki sangat marah kepada Alvaro. Tentu saja dia melakukannya, pria mana yang tega saudarinya diperlakukan seperti ini?! Hyuna juga sih yang salah karena terlalu cinta pada Alvaro. Mulai sekarang Hyuna janji, dia akan berusaha mengubur perasaanya terhadap Alvaro.


"Maaf kak!" ucap Hyuna.


"Justru harusnya kakak yang minta maaf. Maaf karena kamu harus melewati semua ini sendirian. Andai kakak lebih peka dari dulu kalau Alvaro sebejat itu sama kamu, kakak akan menentang keras perjodohan ini." ucap Shaki.


"Kak, nanti Hyuna mohon jangan bilang sama papi soal masalah ini yaa?! Hyuna nggak mau gara-gara Hyuna hubungan papi sama om Zanu berantakan." ucap Hyuna.


Shaki menoleh ke arah Hyuna sekejap lalu kembali fokus ke depan.

__ADS_1


"Terserah kamu saja, baiknya bagaimana! tapi kakak mohon, kalau Alvaro nyakitin kamu lagi beritahu kakak atau kak Iwang atau kak Ivan! kami masih hidup dan mampu membela kamu, Hyuna!" ucap Shaki membuat Hyuna terharu.


"Aaaaa jadi sayanggg sama kakakkk!!!" ucap Hyuna sembari memeluk Shaki.


Cukup lama Hyuna dalam posisi itu dan ternyata dia malah tertidur sambil memeluk Shaki. Shaki juga tidak berniat mengganggu tidur Hyuna. Begitu sampai dirumah, Shaki tidak langsung turun. Dia menatap Hyuna dengan dalam sambil membelai rambut Hyuna.


"Kasian kamu dek! Alvaro tidak pantas mendapatkan cinta tulus dari kamu! dia terlalu brengse* untuk itu!" ucap Shaki.


Shaki kemudian membopong tubuh Hyuna karena masih tertidur.


"Shaki?! Hyuna?! kenapa dengan Hyuna, Shaki?!" tanya Darel yang berjalan mendekat ke arah Shaki dengan wajah khawatir.


"Dia hanya tidur kok, pi!" ucap Shaki.


"Oh, syukurlah! memang kalian habis darimana kok sampai Hyuna tertidur? bukannya tadi kalian pergi sendiri-sendiri?" tanya Darel.


"Tadi ketemu di mall, pi! terus Shaki ajak Hyuna pulang bareng. Mungkin nanti teman Shaki datang ngantar motor Hyuna." kilah Shaki.


"Ya sudah kamu baringkan Hyuna di kamarnya ya! eh tunggu!" ucap Darel.


"Kenapa wajah kamu memar begini?" tanya Darel.


"Biasa lah, pi! anak muda!" ucap Shaki.


"Papi paham! minta salep sama aunty ya, lekas diobati itu, paham?!" ucap Darel.


"Iya, pi!" sahut Shaki.


Shaki membaringkan tubuh Hyuna ke atas kasur. Naruka yang melihat Hyuna dibopong oleh Shaki pun mendekat karena khawatir.


"Kak Hyuna nggak kenapa-kenapa kan kak?" tanya Naruka.


"Tenang aja, dia hanya tidur kok!" jawab Shaki.


"Huftt, syukurlah!" ucap Naruka lega.


"Maafin Naru ya, kak! bukan maksud Naru untuk nggak cerita soal kak Hyuna sama kakak. Tapi kak Hyuna melarang Naru buat cerita." ucap Naruka merasa bersalah.


"Kakak paham kok! tapi lain kali kamu harus bilang ya sama kakak! kakak nggak mau baik kamu atau Hyuna menyembunyikan sesuatu dari kami! kita satu keluarga, kalau bukan kita yang menjaga kalian, siapa lagi?!"

__ADS_1


"Iya kak, Naru paham! makasih ya kak udah nolongin kak Hyuna!" ucap Naruka.


"Itu udah jadi tugas kakak!" ucap Shaki.


__ADS_2