Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 97


__ADS_3

Darel pun menggendong tubuh Mentari menuju kamar, agar bisa beristirahat. Namun Mentari terus saja bergerak-gerak hingga Darel harus menggendongnya layaknya orang menggendong karung beras.


"Aaa, yeeee tinggi, tinggi lagiii..aku terbang tinggi wusssss!!" ucap Mentari meracau sambil melentangkan kedua tangannya bak sayap pesawat terbang.


"Ishh, diamlah! kau pikir kau ini tidak berat apa? tubuhmu sekecil ini tapi kenapa berat sekali??? perasaan tadi tidak seberat ini!!" omel Darel.


Dasar wanita bodoh!!!! aku akan memberimu hukuman karena sudah meminum minumanku!!! batin Darel.


Darel terus menggendong tubuh Mentari, namun karena pengaruh alkohol Mentari terus meracau dan bergumam yang tidak jelas membuat Darel sedikit kewalahan mengatasinya.


Benar-benar wanita menyebalkan, seorang Darel Sanjaya dibuat kelimpungan hanya karena seorang wanita mabuk???? sungguh memalukan!!! batin Darel.


"Naikk lagi .....ayo naik....wussss, aaaaaa pesawat jatuhhhhhhh!!" racau Mentari ketika Darel merebahkan tubuhnya diatas ranjang.


"Pesawat jatuhhhh....pegangan semuaaaaa!" teriak Mentari lagi.


Kini tangan Mentari merangkul ke leher Darel membuat Darel tidak bisa bergerak. Sungguh tenaga Mentari saat ini bak bertambah berkali-kali lipat bahkan Darel sendiri terlihat sangat kewalahan.

__ADS_1


Brukkkkk...


Darel jatuh menimpai Mentari. Aroma harum langsung menggelitik penciuman Darel.


Siall!!! tidak Darel jangan ambil kesempatan dalam kesempitan!!! kau harus menahannya!!! batin Darel.


Cuppp..


Tanpa aba-aba Mentari mencium bibir Darel membuat Darel kehilangan pertahanannya dan mel***t bibir mungil Mentari. Cukup lama hingga dirasa Mentari kehabisan oksigen, Darel melepas tautan bibir mereka.


"Jangan uji kesabaranku, aku tidak yakin bisa menahan diriku jika kau terus seperti ini!!" ucap Darel.


"Aku mau terbangggg, pesawatku sudah kehabisan bensin......ahhh!" ucap Mentari sambil mel***t bibir Darel.


Meski dirasa masih kaku, namun hal itu sukses membuat jika lelaki Darel bangun.


"Jangan salahkan aku, kau sendiri yang membangunkan macan tidur!!! sekarang terima akibatmu!" ucap Darel.

__ADS_1


Darel memulai permainan. Mentari yang sudah terpengaruh alkohol itupun dengan senang hati melakukannya meski dia tidak tahu hal yang paling berharga di dirinya akan hilang setelah ini.


Darel dengan sangat ahli melepas bajunya dan Mentari, membuat mereka tidak mengenakan sehelai benangpun. Darel menelan ludahnya, baru kali ini dia melihat tubuh wanita dan jiwa lelakinya langsung bangun padahal sebelum ini membutuhkan waktu sangat lama untuk juniornya itu bangun dan siap bertempur.


Siall! kenapa aku sangat menginginkan wanita ini? dan kau junior, kenapa kau bisa bangun secepat ini? dasar tubuh anehhh!!! maki Darel dalam hati.


Darel pun memulai aksinya, menuntaskan hasratnya hingga menjelang pagi dia baru menyelesaikan hasratnya. Sudah berkali-kali dia menumpahkan benihnya didalam tubuh Mentari, dan Mentari juga sudah berkali-kali mendapat kenikmatan surgawi.


Mereka pun tertidur dengan pulas setelah semalaman berolahraga hingga mengeluarkan keringat yang sangat banyak.


Pagi ini Darel bangun lebih dulu dengan posisi Mentari yang tertidur di sampingnya. Darel pun dengan sangat hati-hati hendak melangkah menuju kamar mandi hingga bola matanya tertuju pada sebuah bercak merah di kasur.


Dia masih perawan? jadi aku sudah mengambil keperawanannya? batin Darel.


Sungguh raut wajahnya saat ini menyiratkan penyesalan. Memang dia akui kalau dirinya suka 'bermain' dengan wanita murahan, namun tidak untuk mengambil keperawanannya. Darel bahkan tidak pernah bermain dengan wanita sewaan yang masih bersegel, namun sekarang dia malah membuka segel berharga milik Mentari.


Siall!!! kau sangat bodoh Darelll!!!! bagaimana kau bisa lepas kendali?? kau bodoh!! bodoh!!!! maki Darel didalam hati.

__ADS_1


Air dingin segera mendinginkan pikirannya yang kalut. Setelah cukup lama membersihkan diri, Darel memakaikan kembali pakaian Mentari dan mengganti sprai kasur yang terkena bercak darah kesucian Mentari dengan sangat hati-hati.


Lebih baik dia tidak tahu kalau aku sudah mengambil hal paling berharga dalam dirinya. batin Darel.


__ADS_2