Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 187


__ADS_3

Pagi itu adalah pagi tersibuk bagi Daniar. Pagi-pagi sekali dia harus datang ke kantor karena ada meeting mendadak, ditambah proposal yang harus dia buat selama semalaman belum selesai sepenuhnya. Untung saja Daniar termasuk orang yang cekatan, sehingga proposal itu selesai tepat waktu.


"Cieee, yang udah tunangan!!! bahagia banget kayaknya!" ejek Rasya.


"Iya nih, mana calonnya udah ganteng, tajir, baik hati, terus perhatian lagi!!! aaaa jadi melting dehh!" ucap Ica sambil membayangkan sosok Zanu.


"Ehh, otaknya ya dikondisikan! awas lo kalau macem-macem!" sinis Daniar kepada rekannya.


"Ihhh, Niar! lagian kamunya beruntung banget sih bisa dapet orang kaya tuan Zanu! pasti kamu bakal dibikin bahagia terus deh sama dia!" ucap Ica.


"Eh Niar, tuan Zanu ada teman atau kerabat lain yang ganteng sama tajir nggak? kalau ada mau dong dikenalin!" rayu Ica.


"Emm, ada!" ucap Daniar.


"Siapa?" tanya Ica antusias.


"Tuan Darel, tuan Arul, tuan Tomi, tuan Bagas, dan tuan Rohan! hehehe!" jawab Daniar.


"Yahhh, mereka kan udah punya pasangan! apa aku jadi pelakor aja yaa, lumayan kan!" ucap Ica asal bicara.


"Hustt, jangan sembarangan! mereka itu kalau udah marah serem loh!" ucap Daniar menakut-nakuti.


"Ihh, yang bener? eh tapi bener sih tampangnya mereka itu kayak hewan buas, apa lagi tuan Darel tapi dia juga tampan sih ditambah tatapannya itu lohhh duhhh damage nya nggak main-main!!" ucap Ica salah tingkah sendiri.


"Hahahaha, bisa aja kamu, ca! Niar, proposal yang kemarin udah siap belum? lima menit lagi kita meeting loh?" tanya Rasya.


"Udah dong! Daniar gituloh!" ucap Daniar berbangga diri.


Lima menit kemudian, mereka semua menuju ruang meeting sekaligus membahas tentang manager baru di bagian Daniar yang sempat kosong karena Wanda ditahan dikantor polisi.


********


Suli dan Andre memakan sarapan mereka. Suli sudah tidak bekerja lagi di pulau Zanu karena memang hanya tujuh hari dia dipekerjakan disana. Tapi untungnya bayaran dari sana lumayan tinggi sehingga mereka tidak khawatir lagi untuk makan sehari-hari. Yah, paling tidak sampai Suli mendapatkan pekerjaannya yang baru.


"Kak baru kali ini kita bisa makan ayam ya kan?! wahh pasti pemilik rumah mewah itu orang kaya ya kak sampai-sampai gaji kakak saja sangat besar padahal hanya satu minggu bekerja disana apalagi kalau jadi pekerja tetap!" celoteh Andre.


"Iya sih, tapi...." menghentikan makannya.

__ADS_1


Andre menatap wanita yang sudah dia anggap sebagai kakak ini. Suli melamunkan saat dia bertemu dengan Rohan pertama kali dirumah Zanu.


"Kak! kakak!!! halloooo!!! kakak!!!" panggil Andre.


"Eh, iya?" terkejut.


"Tapi apa?" tanya Andre penasaran.


"Tapi salah satu tuan muda disana, sepertinya kakak mengenalnya! tapi kakak lupa siapa!" ucap Suli berpikir keras.


"Bagaimana kakak bisa yakin kalau kakak mengenal tuan muda itu? kita kan tidak pernah keluar dari tempat ini ataupun tempat kita sebelumnya!" tanya Andre.


"Kakak merasa mengenal pria itu saat mata kami tidak sengaja saling bertemu."


"Dan ya, kau lupa kalau kita sering menjalankan misi berdua? dan perlu ku ingatkan lagi, sebelum ada kau aku sudah menyelesaikan banyak misi dan penyamaran. Mungkin aku bertemu pria itu di salah satu misiku!" ucap Suli.


"Ya-ya! yasudah ayo dimakan dulu nanti dingin jadi tidak enak!" ucap Andre.


Mereka pun mulai memakan sarapan mereka. Aktivitas mereka akan sama setiap harinya. Selesai sarapan, Suli akan keluar mencari pekerjaan sedangkan Andre akan menunggu ditempat persembunyiannya mereka.


Suli pergi ke beberapa toko untuk mencari pekerjaan. Kakinya sudah jauh melangkah namun masih belum menemukan pekerjaan.


Sedetik kemudian matanya tertuju kepada sebuah bar yang tertempel sebuah pengumuman sedang membutuhkan tenaga kerja. Suli berlari mendekati bar itu dan memastikan kembali apa yang dia baca.


"Akhirnyaaa!!!! aku coba saja kesini!" ucap Suli bahagia.


Suli memasuki bar itu. Suasana masih tampak sepi karena mereka hendak tutup.


"Maaf nona, bar ini akan tutup! silahkan datang lagi nanti malam!" ucap pemilik bar.


"Eh, bukan! aku ingin melamar pekerjaan disini!" ucap Suli.


"Pekerjaan?" menatap Suli dari bawah sampai atas.


"Iya! apa masih ada?" tanya Suli.


Lumayan cantik juga! bolehlah nih! sayangkan kalau tidak dimanfaatkan! batin pemilik bar.

__ADS_1


"Baiklah, kau bisa kerja mulai nanti malam! aku tunggu jam tujuh ya!" ucap pemilik bar.


"Terimakasih!!! terimakasih tuan!" ucap Suli senang.


"Ya...ya! kau boleh pulang sekarang! jangan sampai telat ya!" ucap pemilik bar memperingati.


"Tentu saja tuan!" ucap Suli.


Suli pun pergi meninggalkan bar tersebut dengan perasaan senang. Tanpa Suli ketahui pemilik bar tersebut mempunyai niat buruk terhadap Suli.


********


Sore itu, Rohan bersama Abu datang ke rumah sakit Bagas untuk mengambil sampel di sabuk yang ditemukan Abu. Apakah benar milik Riya atau bukan. Setelah mendapat informasi dari Bagas kalau sampelnya sudah mereka dapatkan, Rohan dan Abu langsung tancap gas menuju rumah sakit.


"Jadi, bagaimana?" tanya Rohan.


"Yah sesuai dugaanmu dan dugaanku! di sabuk ini ada sedikit sampel darah yang cocok dengan darah Wanda. Juga ada sidik jari yang setelah diperiksa ternyata itu milik bawahanmu bernama Riya." jelas Bagas.


"Baiklah, bukankah ini cukup untuk membawanya ke meja hijau?" tanya Rohan yang sebenarnya dia sudah tahu jawabannya.


"Tentu saja! ini sudah lebih dari cukup untuk menyeretnya ke meja hijau! terlebih bukti-bukti ini sangatlah kuat ditambah kesaksian rekan satu sel Wanda juga bawahan polisi tidak punya hati itu. Juga sidik jari, sabuk yang sudah rusak ini, sampel darah milik Wanda, dan hasil visum. Semuanya sudah lebih dari cukup untuk memenjarakannya." jelas Bagas lagi.


"Baiklah, terimakasih! akan aku bawa ini sebagai barang bukti!" ucap Rohan mengambil bukti-bukti yang ada lalu menaruhnya dalam satu koper.


"Baiklah! jadi butuh waktu berapa lama untuk menyelesaikan kasus terakhirmu?" tanya Bagas.


"Dua hari!" jawab Rohan yakin.


"Beri aku waktu dua hari lagi. Jika pengadilan segera menghukum wanita itu maka waktu satu hari pun sudah lebih dari cukup!" jelas Rohan.


"Hem, aku menunggu informasi selanjutnya!" ucap Bagas.


Angel yang berada di samping kekasihnya ini merasa bingung dengan apa yang mereka obrolkan. Tapi Angel memilik diam, menunggu hingga Rohan pergi lebih dulu. Benar saja, tidak lama kemudian Rohan dan Abu memutuskan untuk kembali ke kantor polisi.


"Apa yang kalian bicarakan tadi? waktu untuk apa?" tanya Angel setelah kepergian Rohan dan Abu.


"Emm, begini..."

__ADS_1


Bagas mulai menceritakan apa yang Zanu bicarakan kepadanya tadi mengenai kelompok Nerezza dan keberangkatan mereka ke pulau Zanu untuk mencari Suli. Angel mendengarkan penjelasan dari Bagas dengan seksama meskipun ada bagian-bagian tertentu yang dia tidak paham. Seperti siapa Suli? mengapa mereka mencarinya? dan apa itu Nerezza? Angel pusing sendiri memikirkan pertanyaan-pertanyaan yang terus berputar dikepalanya sepanjang Bagas bercerita.


__ADS_2