
Arul, Rohan, Tomi, Bagas, dan Angel masih berada didekat tubuh Anisa yang tengah terbaring lemah. Alat bantu yang terpasang ditubuhnya semata-mata hanya untuk bisa memberikan sedikit bantuan padanya agar tetap hidup.
Tomi yang memang secara umur lebih tua dari mereka yang ada disini dan kadang bisa berpikiran lebih dewasa mendekati Arul yang tengah diposisi butuh penyemangat. Tomi pun menepuk pundak Arul pelan dengan maksud memberikan sedikit semangat untuknya agar Arul sendiri juga bisa menguatkan Anisa, wanita yang dia cintai untuk pertama kalinya.
"Apa dosaku sebanyak itu hingga Tuhan menghukumku dengan tidak membiarkanku bersatu dengan wanita yang aku cintai?" tanya Arul saat merasakan tepukan hangat dari sahabatnya.
Semua yang ada disana diam membisu. Mereka tahu dimana posisi Arul ditempatkan saat ini. Sedih? pasti, namun dia tetap harus terlihat tegar demi menguatkan wanitanya yang tengah berbaring tidak berdaya saat ini.
"Kau harus lebih banyak berdoa, Rul. Minta pada Allah untuk kesembuhan Nisa, aku yakin jika kau mau bertobat dia pasti akan mendengar doamu!" ucap Rohan ikut menyemangati Arul.
Yah, Rohan memang paling muda diantara kelima sahabatnya yang lain, namun pemikiran dewasanya serta ilmu agamanya tidak bisa diremehkan. Bahkan jika dibandingkan tingkat kedewasaan antara keenam sahabat itu, Rohan akan jauh unggul dibanding yang lain.
Disisi lain, Jack, Harri, dan Adi sedang membuntuti beberapa anak buah Drago Mark yang sedang menyelundupkan pistol secara ilegal.
"Kau bersama anak buahmu kepung dari arah timur, dan Jack kau pimpin dari arah barat. Sisanya ikut aku dan kepung dari arah Utara." ucap Adi memberi arahan.
"Kenapa Utara?" tanya Jack yang tidak paham.
__ADS_1
"Karena menurut peta ini, jalan keluar terdekat dan paling aman adalah ke arah utara, maka akan sangat mudah menangkap mereka jika langsung mengepung dari arah itu!" jelas Adi sambil menunjuk sebuah peta lokasi penyelundupan.
Mereka langsung berpencar sesuai arahan Adi barusan.
"Hahaha, apa pistol ini benar-benar kuat untuk menembak jarak jauh?" tanya salah satu anak buah Drago Mark.
"Tentu saja tuan! ini barang sangat mahal dan sangat sulit didapatkan!" ucap sang penjual ilegal.
"Hahahaha, tuan akan sangat senang dengan temuan kita kali ini!" ucap anak buah Drago Mark yang lain.
Mereka tertawa puas melihat banyak pistol jarak jauh yang akan mereka persembahkan untuk bos mereka. Tanpa mereka sadari kelompok Adi, Harri dan Jack semakin mendekat kearah mereka dan....
Satu persatu anak buah Drago Mark ditembak dan mati seketika.
"Sial! bagaimana mereka bisa tahu!" ucap anak buah Drago Mark yang terlihat sebagai pemimpin.
Mereka saling beradu tembak. Si penjual ilegal yang tidak membawa persenjataan segera melarikan diri karena takut terkena peluru nyasar.
__ADS_1
"Bedebah!!!! Roi bawa pistol ini ke markas jangan sampai mereka mengambil pistol-pistol ini!" ucap Azul, si pemimpin kelompok itu.
"Baik!" ucap Roi.
Roi dengan dibantu seorang lainnya membawa pistol-pistol hasil selundupan dan membawanya keluar dari tempat itu. Adi yang mengetahui hal itu langsung bergegas menuju mobilnya dan mengejar Roi.
Dor....dor...dor....pyarrrr.....
Adi berusaha membidik ban mobil yang dikendarai Roi agar berhenti namun malah mengenai kaca jendelanya.
Dor...dor...dor....bummmmm....
Tembakan Adi mengenai ban mobil depan milik roi. Mobil yang ditumpangi Roi seketika menjadi oleng karena ban depannya yang terkena tembakan Adi. Roi pun banting setir dan menabrak sebuah pohon.
Brakkkk.....
Adi menghentikan mobilnya dan berlari menghampiri mobil Roi. Roi dan seorang rekannya tengah pingsan karena benturan yang cukup keras saat menabrak pohon tadi. Tidak berselang lama, Harri dan Jack tiba. Mereka berhasil menangkap anak buah Drago Mark yang masih hidup, meskipun tersisa 5 dari 20 orang.
__ADS_1
"Kalian angkat pistol ini dan masukkan ke mobil dan dua orang ini kalian bawa ke markas, kita tunggu kepulangan tuan untuk hukuman mereka!" ucap Adi pada anak buahnya.
Mereka pun menuruti perintah Adi dan segera memindahkan pistol hasil selundupan ke mobil jep mereka dan membawa Roi beserta yang lain menuju markas Darel.