
Mentari yang merasakan kecanggungan diantara Darel dan Galih pun mencoba mencairkan suasana.
"Emm, bagaimana kalau kak Galih ikut saja dengan kita ke ...." terpotong.
"Tidak bisa!" bentak Darel spontan.
"Boleh!!" ucap Galih spontan bersamaan dengan Darel.
Mentari semakin bingung dengan Darel yang tidak menyukai kehadiran Galih, serta Galih yang terus saja menemui mereka.
"Terserah lah kalian mau bagaimana, aku mau masuk mobil dulu!!" ucap Mentari langsung memasuki mobil bagian penumpang.
Darel menatap Galih dengan tatapan mematikan kemudian menyusul Mentari dengan berputar ke belakang mobil dan memasuki mobil bagian penumpang tepat disebelah Mentari.
Mobil yang ditumpangi mereka pun melaju meninggalkan Galih ditempat semula. Saat Galih hendak memasuki mobilnya mengejar mobil Darel dan Mentari, tiba-tiba ponselnya berdering.
"bonjour, qu'est-ce qui ne va pas?" tanya Galih.
"Hallo, ada apa?"
"OK, je serai là!" ucap Galih memutus panggilan.
"Baiklah, aku akan segera menuju kesana!"
"Sial!!! kenapa disaat seperti ini harus ada masalah sih?!!!!" teriak Galih sambil menendang-nendang ban depan mobilnya.
Galuh pun melajukan mobil menuju salah satu toko kue miliknya. Galih memarkirkan mobilnya sembarangan dan berjalan menuju samping toko tempat gudang bahan pembuatan kue berada dengan raut wajah penuh emosi.
__ADS_1
"comment tout cela est-il arrivé? Savez-vous combien coûte tout ce matériel brûlant?" bentak Galih pada karyawannya.
"bagaimana ini semua bisa terjadi? apa kalian tahu berapa kerugian dari semua bahan-bahan yang terbakar ini?"
Semua karyawan hanya terdiam, baru kali ini mereka melihat amarah dari pria yang mereka kenal bahkan tidak pernah marah. Galih terlihat sangat frustasi, gudang bahan untuk membuat kuenya hangus dan semua bahan-bahan ikut terbakar membuatnya rugi sangat besar.
Mobil pemadam kebakaran sudah berhasil menjinakkan si jago merah namun tidak bisa menyelamatkan isi dari gudang itu.
Polisi datang dan meminta keterangan sejumlah pihak termasuk Galih dan karyawannya untuk menemukan pemicu kebakaran ini. Setelah sesi tanya-jawab dari kepolisian selesai, mereka semua diijinkan untuk pulang sebentar dan kasus ini akan ditangani oleh pihak yang berwajib. Pihak berwajib juga meyakinkan Galih selaku pemilik gudang yang terbakar itu bahwa mereka akan menemukan pemicu kebakaran itu secepatnya.
Disisi lain Mentari dan Darel terlihat sangat canggung. Darel sedari tadi sibuk dengan ponselnya sedangkan Mentari menatap sisi luar jendela.
Sebenarnya dia itu maunya apa sih? tadi pas ada kak Galih dia sok-sokan jadi suami yang baik eh sekarang menatap sedetik saja tidak! dasar menyebalkan!!! gerutu Mentari dalam hati.
"Jangan suka menggerutu nanti jerawatan!" ucap Darel singkat.
"Apaan sih, kamu tuh aneh! tadi di depan kak Galih sok-sokan jadi suamiku, sekarang malah asik main ponsel kamu tuh maunya apa si....." terpotong.
Darel langsung menutup mulut Mentari dengan telunjuknya mengisyaratkan untuk diam.
"Aku memang suamimu! dan itu tidak bisa diganggu gugat! jika ada lelaki lain yang mendekatimu tentu saja aku akan sangat marah karena mereka sudah mendekati bonekaku!" ucap Darel.
Mentari tidak percaya dengan yang dia dengar barusan. Mainan? hanya sebatas itukah Mentari Dimata Darel? bahkan dianggap manusia pun Mentari tidak pantas? pikir Mentari.
Mentari membuang telunjuk Darel dan menatapnya tajam.
"Aku tahu posisiku dimana, dan aku juga bisa melakukan apapun yang aku mau!!" ucap Mentari seolah menantang Darel.
__ADS_1
"Jika aku bilang kau bonekaku ya kau adalah bonekaku, sampai kapanpun itu!" ucap Darel menekankan setiap katanya.
"Kau adalah pria paling tidak berperasaan yang pernah aku temui tuan Darel Sanjaya!" ucap Mentari yang mulai tersulut emosi.
"Heh terimakasih atas punjianmu, dengan senang hati aku akan menerimanya!" ucap Darel tersenyum penuh arti.
Mentari semakin kesal dengan tingkah Darel. dia pun tidak menghiraukan Darel dan memilih menatap keluar jendela. Mobil mereka masih berjalan menuju rumah Ferry dengan disopiri salah satu anak buah Ferry.
Benci? heh memang aku layak untuk dibenci! setidaknya benci itu yang akan terus mendekatkan kita...Mentari! aku rasa....aku rasa...aku benar-benar mencintaimu saat ini! batin Darel.
Tanpa diketahui Mentari saat telunjuk Darel menempel dimulut Mentari tadi jantung Darel berdetak sangat kencang. Perasaan yang tidak bisa Darel rasakan saat bersama Pretty dulu dia rasakan saat bersama dengan Mentari.
Dasar pria menjengkelkan!!! tidak-tidak bukan pria menjengkelkan tapi pria angkuh, sombong, dan dingin yang pernah ada dimuka Bumi ini!!! batin Mentari.
*
*
*
*
*
Hallo kakak-kakak, mohon maaf author belum bisa kasih crazy up soalnya lagi kurang enak badan🙏 insyaallah kalau sudah sembuh bakal author kasih extra part buat penggemar setia SUAMIKU MR. MAFIA❤️😍
Buat kakak-kakak yang sudah kasih like, vote, komen+tip dan buat yang belum yuk buruan like, vote, komen+tip biar author makin semangat up nya😉😉
__ADS_1