Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 14


__ADS_3

Keempat sahabat itu masih berdiri mematung. Bagas melihat ketiga sahabatnya dengan tatapan tidak biasa. Marah, kasihan, tapi juga jengkel.


"Apa kau menemukan sesuatu tentang peristiwa itu?" tanya Tomi yang sudah kesekian kalinya.


Jawablah! jangan buat orang penasaran saja! batin Tomi.


Tinggal jawab aja apa susahnya sih! batin Arul.


Awas saja kalau informasi yang dia dapat itu tidak akurat! aku akan menghabisi nyawanya!! batin Darel masih menahan amarahnya.


"Tunggu sampai Rohan pulang! kalian akan tahu semuanya! dan kau Darel! tahan emosimu!" jelas Bagas.


Cih, itu tidak menjawab pertanyaan kami tadi! batin Tomi, Darel, dan Arul.


"Kenapa harus menunggu Rohan? jika kau memang tahu sesuatu katakan saja sekarang dan buktinya kita tunggu saat Rahul datang!" ucap Darel tidak sabar.


"Sebenarnya....." sedikit ragu membuka luka lama Darel. Tapi itu yang terbaik untuk mengembalikan keutuhan persahabatannya.


"Pretty itu sudah tidak perawan lagi saat berpacaran denganmu, Darel!" ucap Bagas spontan.


Ap....apa? tidak, tidak mungkin! batin Darel mundur beberapa langkah karena syok.


"Bagaimana kau tahu kalau Pretty tidak perawan?" tanya Tomi tidak yakin.


"Kau jangan asal nuduh tanpa bukti, Bagas! dia itu masih suci! dia sendiri yang mengatakannya padaku!" meninggikan nada suaranya.


Bagaimana mungkin dia mau menceritakannya padamu kalau dia sudah tidak perawan lagi, dasar tuan muda bodoh! lagi pula kau dulu sangat bucin padanya! jelaslah dia memanfaatkan mu dan kau dnegan bodohnya masih percaya pada wanita itu! batin Bagas.


"Apa kau lupa saat dia pingsan akibat serangan musuhmu? kau yang membawanya kemari untuk diperiksa bukan? saat itu aku bukan hanya memeriksa tubuhnya, namun aku juga menyuruh Angel untuk memeriksa organ in*im nya, dan Angel mengatakan kalau Pretty sudah tidak perawan lagi!" jelas Bagas.


"Angel bawa map biru di mejaku kemari!" perintah Bagas pada Angel yang berdiri didekat mejanya bersama Jack.


"Ini!" memberikan map biru berisi beberapa file data.


"Ini, lihat ini baik-baik! jika memang dia sesuci yang kau bilang apa mungkin akan seperti ini!" menunjukkan hasil lab yang menunjukkan organ vi*al wanita yang sudah melebar.


"Tidak! itu tidak mungkin! kau... kau pasti merekayasa semuanya, iya kan!" bentak Darel.

__ADS_1


Angel merasa sedikit takut karena amarah Darel. Namun apa yang disampaikan rekannya itu adalah kebenaran dan dia sendiri yang memeriksanya.


"Jika kau tidak percaya pergilah ke bagian administrasi dan minta data atas nama Pretty Lucyana 5 tahun yang lalu dan kau akan menemukan yang lebih parah dari ini! dan kau juga bisa tanyakan hal ini pada Angel, karena dia dan salah satu dokter junior dulu yang memeriksa Pretty saat masih tidak sadarkan diri!" ucap Bagas meyakinkan Darel.


Darel masih tidak percaya orang yang dipuja-puja dan dia agungkan karena menjaga kesucian dan kehormatannya ternyata tidak lebih dari sekedar wanita pel***r.


Jika itu benar, maka aku adalah orang yang paling bodoh didunia ini! sangat bodoh!!! maki Darel pada dirinya sendiri.


"Rohan akan datang lusa, kita akan menjemputnya dibandara, dan dia sudah mempersiapkan semuanya!" ucap Bagas yakin.


Tunggu, memang apa yang Rohan siapkan? batin Tomi dan Arul tidak mengerti.


Darel masih tidak bergeming, dia memikirkan kebodohannya dulu yang mempercayai semua perkataan Pretty. Ada kekecewaan mendalam dan kesedihan yang terpancar dalam raut wajahnya.


Darel memutuskan untuk pergi. Menuju kamar Mentari.


Tok...tok....tok....tok


Suara ketukan pintu terdengar dari dalam ruangan Mentari.


Wajah Darel terlihat dari balik pintu yang terbuka. Sekilas Mentari menangkap raut wajah sedih Darel yang berusaha ditutup-tutupi.


"Kau sudah boleh pulangkan besok! kalau begitu pulanglah dan jangan sampai kita bertemu lagi! kau benar-benar menyusahkan ku!" ucap Darel tiba-tiba ketus pada Mentari.


Dia kenapa sih? sentimental banget jadi cowok! batin Mentari.


Apa yang terjadi pada tuan? batin Adi dan Harri.


"Siapa juga yang mau berlama-lama disini! kalau saya boleh keluar dari kemarin saya pasti akan keluar dari rumah sakit ini. Toh tuan sendiri yang tidak mengijinkan saya pergi. Dan kenapa tuan melampiaskan amarah tuan pada saya, saya kan tidak salah apa-apa! saya juga tidak tahu apa-apa kenapa malah dijadikan pelampiasan emosi! kalau tuan mau marah, marah saja pada orang yang membuat anda marah, jangan pada saya!" Mentari mengoceh terus.


Tanpa disadari Mentari sepasang mata menatap kearahnya tajam.


Cih! dasar laki-laki kaya sombong! batin Mentari.


"Adi, Harri! urus kepulangan wanita ini segera! antar dia kerumahnya dengan selamat, oh ya berikan beberapa uang untuknya!" ucap Darel asal-asalan.


"Kau pikir aku begini hanya untuk meminta uangmu begitu?" Mentari kesal.

__ADS_1


"Wanita sepertimu kalau bukan meminta uang lalu untuk apa lagi? masih untung kau tidak memberikan tubuhmu itu padaku dan kau sudah dapat keuntungan dari ini!" menunjuk infus yang menggantung disamping ranjang Mentari.


Dia berpikir aku serendah itu?


"Apa kau pikir semua wanita yang kau temui itu seperti itu? menjual tubuhnya untuk menarik laki-laki kaya sepertimu? jika aku wanita seperti yang kau tuduhkan aku juga tidak ingin uangmu, uang dari laki-laki sombong dan angkuh sepertimu!" Mentari emosi.


Pertikaian sengit diantara mereka terjadi. Harri dan Adi tidak berani melerai karena tahu benar sifat dari tuannya itu.


Kenapa mereka berdua diam saja sih? ini perempuan loh yang lawan, bukannya mencari lawan yang sepadan malah mencari masalah dengan seorang wanita! batin Mentari melihat kearah Adi dan Harri kemudian kearah Darel lagi.


"Kau hanya pura-pura tidak mengenalku kan? siapa juga yang tidak mengenal Darel Dwi Sanjaya, anak dari Ardi Sanjaya pengusaha sukses dan tajir. Oh, apa kau sudah merencanakan pencopetan mu sendiri agar aku menolongmu, dan kau pura-pura tertusuk agar kau bisa dekat denganku, lalu..." terpotong.


Plakkkkkk......


Mentari bangun dari ranjangnya, bertumpu pada ujung ranjangnya agar tidak jatuh dan menampar keras pipi Darel yang berdiri tidak jauh dari ranjangnya.


Awalnya aku berpikir kau itu orang baik, tuan Darel! tapi ternyata aku salah! semua orang kaya memang suka merendahkan orang miskin yang tidak punya apa-apa dibandingkan dengan mereka! batin Mentari.


"Jika kau pernah dikhianati oleh seorang wanita jal*ng, maka jangan samakan semua wanita itu sama jal*ngnya seperti wanita itu!!!" teriak Mentari memenuhi ruangan kamar.


Darel sedikit terkejut dengan teriakan Mentari, membuatnya tersadar susah melampaui batas.


Bagas, Tomi, Arul, Jack, dan Angel bergegas memasuki ruangan ketika mendengar teriakan Mentari yang semula hendak menuju ruangan itu.


Jadi ini yang namanya Mentari? cantik juga! dan dia berani sekali memarahi Darel bahkan menatap matanya seperti itu?! wow!!! batin Arul.


Bagas menatap 2 orang anak buah Darel mengisyaratkan apa yang terjadi, dan mereka menggelengkan kepala tidak tahu.


Cih, bagaimana bisa mereka tidak tahu padahal mereka ada disini dari tadi! batin Bagas.


Nona Mentari? Tuan Darel? kenapa mereka bersitegang begitu? bukankah sebelumnya mereka baik-baik saja? batin Angel.


Haih, sepertinya wanita malang ini menjadi sasaran amarah Darel! kasihan sekali! batin Tomi.


Mentari masih menatap mata Darel dan Darel menatap mata Mentari tajam.


"Aku sudah mengatakannya padamu bukan, pindahkan saja aku keruangan biasa. Tapi kau yang memaksaku untuk dirawat disini, dan sekarang kau bilang kalau aku cewek matre?" teriak Mentari marah.

__ADS_1


__ADS_2