Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 117


__ADS_3

Darel terus menggendong Mentari hingga markas anak buahnya terlihat. Darel pun mempercepat langkahnya.


Dikit lagi Darel!!! dikit lagi!!! jangan sampai kau dibilang lemah sama Mentari, kau harus kuat tinggal dikit lagi dan sampaiii!!! batin Darel memberi semangat pada dirinya sendiri.


Seorang anak buah Darel yang baru saja keluar dari markas melihat kedatangan Darel dan Mentari. Dia terkejut hingga mengusap-usap matanya dan mencubit tangannya sendiri takut dia tengah bermimpi.


"Tuan????!!! Tuannnnn!!!!" teriak anak buah Darel tadi.


Anak buah Darel langsung menghampirinya dengan tergesa-gesa. Merasa canggung Mentari pun turun dari gendongan Darel.


"Tuan, kau masih hiduppp!!! syukurlah!!" ucap anak buah Darel gembira.


"Apa kau pikir itu saja cukup untuk bisa menghilangkan nyawaku?" ucap Darel sombong.


"Dimana yang lain?" tanya Darel lagi.


"Mereka ada didalam tuan!" jawab anak buah Darel.


Darel berjalan memasuki markas itu diikuti anak buahnya dan juga Mentari. Sementara itu begitu Darel dan Mentari memasuki markas, seluruh anak buah Darel sangat terkejut dan ketakutan. Bagaimana bisa orang yang sudah dinyatakan tidak selamat dari kecelakaan pesawat tiba-tiba orang itu berada dihadapan mereka? batin mereka semua.

__ADS_1


"Kenapa diam?" bentak Darel.


Anak buah Darel kaget dan langsung tersadar dari lamunannya barusan.


"T...tuan masih hi....hidup?" tanya salah satu anak buahnya.


"Ya!!! kalian menginginkan aku mati, begitu?" selidik Darel.


"Tidak.....tidak... tidak tuan, tapi berita kematian anda dan nyonya muda sudah tersebar dan mereka baru saja menyelesaikan proses pemakaman." ucap salah seorang anak buah Darel.


"Apa? jadi kami dianggap sudah meninggal? kenapa?" tanya Mentari terkejut.


Anak buah Darel yang mendengar kata "sayang" keluar dari mulut Darel menjadi senyum-senyum sendiri. Lain halnya dengan anak buah Darel, Mentari justru merasa sangat malu namun juga sangat senang karena Darel memanggilnya dengan sebutan manis itu.


Bolehkah aku berharap lebih dari kata yang kau ucapkan barusan? ah tidak-tidak, mungkin saja dia tidak sadar memanggilku itu, ya dia pasti tidak sadar!! batin Mentari.


"Bisakah aku meminjam salah satu mobil kalian? aku ingin kembali ke rumah!" ucap Darel.


"Tuan, pakai saja mobilku, kebetulan posisinya berada diluar jadi anda lebih mudah nanti." ucap anak buah yang pertama kali melihat Darel dan Mentari tadi.

__ADS_1


"Hem, berikan!" ucap Darel.


Anak buahnya memberikan sebuah kunci mobil. Darel menyuruh Mentari mengunggu dirinya diluar, ada hal penting yang ingin dia bicarakan dengan anak buahnya. Mentari pun mengikuti perintah Darel dan bergegas keluar markas.


"Dengar ini, bantu aku menjaga desa ini! jangan sampai kelompok mafia lain berani mendekati wilayah ini, mengerti? aku punya hutang budi kepada penduduk disana!!!" ucap Darel memberikan sebuah peta yang diberikan oleh pak kades sebelum Darel dan Mentari meninggalkan rumah pak kades.


"Baik tuan kami akan melaksanakan perintah anda!" jawab anak buah Darel bersamaan.


"Bagus, jika ada yang mencurigakan langsung lapor padaku! oh ya jangan sampai ada anak kecil ataupun gadis di desa itu yang hilang atau bahkan diculik dari desa itu mengerti???!!! jika perlu minta bantuan sebanyak mungkin untuk menjaga desa itu!!!" ucap Darel serius.


"Siap tuann!!!"


"Baiklah!!" ucap Darel lalu menyusul Mentari yang sudah menunggunya diluar markas.


"Kenapa lama sekali?" tanya Mentari ketika melihat Darel keluar dari markas.


"Ada masalah sedikit, tapi sekarang sudah beres!" ucap Darel.


"Aku ambil mobil dulu!" ucap Darel lagi.

__ADS_1


Jika aku memberitahukan siapa aku sebenarnya apa kau akan tetap ada di sisiku? apa kau masih sudi menjalin pernikahan ini denganku? batin Darel sembari berjalan menuju mobil.


__ADS_2