
Mentari terbangun ditengah malam karena kehausan. Dia pun berjalan menuju dapur untuk mengambil air minum. Setelah mengambil air minum Mentari langsung menuju kamarnya lagi, Mentari berhenti sejenak sambil melihat kearah pintu kamar Darel.
Apa dia semarah itu hanya karena aku ingin membangun rumah untuk Iwang? harusnya dia bilang saja kalau tidak boleh, apa susahnya sih?! batin Mentari.
Mentari masuk kedalam kamarnya dengan perasaan yang tidak bisa dia artikan.
"Besok kita kan pergi ke bandara, kalau dia tidak pulang berarti tidak jadi ya?" tanya Mentari pada dirinya sendiri.
Barang-barang Darel dan Mentari sudah disiapkan oleh pelayan tadi. Bahkan koper sudah dimasukkan ke mobil untuk memudahkan besok pagi. Tapi jika Darel tidak pulang berarti kan tidak ada honeymoon?
Karena masih mengantuk dan hari juga masih gelap, Mentari memutuskan untuk tidur dan kembali ke alam mimpinya yang indah.
Mentari tidak tahu kalau Darel diluar sana sedang asyik 'bermain' dengan wanita lain, yang ada dipikiran Mentari saat itu adalah Darel marah padanya karena niatannya yang ingin membuatkan sebuah rumah untuk Iwang dan neneknya, tanpa berpikiran negatif sedikitpun.
********
Sinar pagi mulai menyinari Bumi. Mentari terbangun pada pukul 07.00 kemudian bersiap untuk berangkat ke bandara meskipun sebenarnya dia agak tidak yakin karena Darel yang belum pulang-pulang juga.
"Kita berangkat sekarang nona?" tanya Lukas yang sudah bersiap untuk mengantar Mentari.
Mentari yang baru keluar dari rumah pun hanya membalas senyuman pada Lukas. Lukas segera membukakan pintu untuk Mentari meskipun Mentari menolaknya karena bisa membuka pintu sendiri, namun Lukas tetap memaksa karena ini sudah tugasnya.
Selama perjalanan menuju bandara, Mentari terus diam menatap sisi kiri jalan. Pikirannya entah berada dimana saat itu hingga dia tidak menyadari kalau mobil sudah berhenti cukup lama.
"Loh, Lukas kok berhenti?" tanya Mentari yang baru menyadari mobil sudah berhenti namun tidak melihat sekelilingnya.
"Nona, kita sudah sampai 15 menitan yang lalu." ucap Lukas sopan.
"Apa??!!! kenapa kamu tidak bilang sih!" ucap Mentari terkejut.
Lukas hanya diam, dia tahu kalau ada hal yang tengah dipikirkan nona mudanya ini makanya Lukas tidak ingin mengganggu lamunan Mentari.
Mentari langsung turun dan diikuti Lukas yang membawa barang-barang Mentari dan Darel selama seminggu di Paris.
Dari kejauhan Mentari melihat Adi dan Harri yang tengah menunggu dibawah pesawat.
"Apa aku terlambat?" tanya Mentari sedikit ngos-ngosan.
"Tidak nona, silahkan masuk!" ucap Adi.
"Tapi.." terpotong.
__ADS_1
"Tuan Darel sudah menunggu dari tadi didalam." ucap Adi seolah mengetahui apa yang akan Mentari katakan.
"Eh?"
Mentari mengurungkan niatnya untuk bertanya, dia langsung memasuki pesawat itu dan betapa terkejutnya Mentari ketika melihat isi pesawat yang tidak ada orang itu, selain dirinya dan Darel tentunya.
"Lambat!" ketus Darel yang sudah duduk dikursi pesawat.
Mentari melengos kearah Darel, berusaha tidak menanggapi perkataan Darel barusan atau lebih tepatnya berusaha untuk tidak mendengar perkataan Darel.
"Kau! beraninya ya tidak menanggapi ucapanku!" marah Darel.
"Lalu aku harus apa? salah sendiri tidak pulang kan semalam jadi jangan salahkan aku kalau aku terlambat bangun!" ucap Mentari tidak kalah ketus.
Sepanjang penerbangan, Mentari dan Darel tidak saling berbicara satu sama lain. Mereka memilih fokus pada hal lain. Mentari asik melihat bawah pesawat yang terlihat sangat indah dari atas sini. Sedangkan Darel asyik berbalas pesan dengan Adi dan Harri untuk mengurus semua hal semalam dia pergi.
Beberapa jam sudah berlalu. Pesawat pribadi Darel sudah mendarat di bandara di Paris yang kemudian mereka menempuh perjalanan lagi selama hampir tiga jam untuk sampai di apartemen mereka.
Darel Dan Mentari sudah disambut oleh Fery, anak buah Darel yang ada dinegara Perancis.
"Selamat datang di Paris, tuan muda. Dan selamat atas pernikahan kalian." ucap Fery menghampiri bosnya itu.
"Hem, ayo kita pergi saja, biar aku bisa langsung istirahat." ucap Darel dingin.
Mereka pun memasuki mobil dan menuju sebuah apartemen yang sangat megah dan mahal tentunya.
"Tuan, selama anda disini, aku sendiri yang akan melayanimu. Semoga bulan madu kalian membuahkan hasil disini!" ucap Fery tersenyum penuh arti.
Cih, bagaimana bisa dia mengatakan membuahkan hasil menyentuh wanita ini saja tidak pernah! batin Darel.
Mereka ini membicarakan apa sih? membuahkan apa emangnya? disini ada pohon buah? batin Mentari yang tidak mengerti arah pembicaraan Fery.
"Kau sudah pergilah! kami mau istirahat!" ucap Darel.
"Baiklah tuan, semoga menikmati!" ucap Fery yang mengarah pada berhubungan badan.
"Hemm!" ucap Darel mengarah pada dirinya sendiri yang memang kelelahan.
Setelah Fery keluar dari apartemen, Darel dan Mentari segera menata pakaian dan barang-barang mereka pada tempatnya dan beristirahat dalam satu ranjang.
Kenapa rasanya aneh gini ya? apa begini kalau sudah menikah, yang awalnya tidur sendiri jadi tidur berdua? tapi kalau berduanya sama singa yang ada malah kena makan deh aku! batin Mentari menatap Darel yang sudah terhanyut dalam mimpinya.
__ADS_1
Kalau dilihat-lihat, dia kalau tidur begini tampan juga sih! cuma kalau pas bangun, melek galaknya kayak singa kelaparan! marah-marah nggak jelas, baik nggak jelas, pokoknya aneh deh! kok bisa ya orang tuanya punya anak kayak dia? batin Mentari yang terus sibuk dengan pikiran-pikirannya.
"Kalau kau tidak mau tidur jangan membicarakanku! bicarakan saja orang lain!" ucap Darel dengan mata yang masih terpejam.
Aaaa, apa dia punya mata lain selain dua ini! ini matanya tertutup loh, gimana bisa tau coba? batin Mentari yang terkejut dengan ucapan Darel yang tiba-tiba tadi.
Mentari juga ikut istirahat setelah bergumam cukup lama tentang semua hal mengenai Darel.
Mereka saling memejamkan mata, terhanyut dalam pusaran mimpi yang membawa mereka pada entahlah, mungkin mimpi yang baik atau yang buruk?
*
*
*
*
*
Hallo kakak-kakak, jangan lupa like, komen, dan vote+tips ya biar aku semakin semangat up nya.
Oh ya aku mau kasih pilihan nih untuk jadwal up ku..
Selasa dan Jum'at
Senin dan Jum'at
Vote aku tutup tanggal 12 ya, yuk buruan divote biar bisa cepet selesai ceritanya 😋❤️😊
__ADS_1
Aku bakal pilih vote terbanyak dari kakak semuanya ya😉 ikuti terus kelanjutan ceritanya🤗