Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 3. Alur yang Terus Berubah


__ADS_3

Cerita Sebelumnya:


Denis datang dan menegahi konflik yang terjadi. Setelah konflik itu beres, Denis mengajak Eva untuk bertemu dan meminta maaf padanya. Eva agak kaget dengan sikapnya, tapi dia memaafkannya. Akhirnya kesalah pahaman diantara mereka berakhir.


***


Selama beberapa hari ini aku menghabiskan waktuku untuk bolak-balik dari asrama dan perpustakaan. Aku mencoba mempelajari mantra tingkat tinggi yang sudah kuperoleh. Walaupun aku masih belum berani mempraktekannya, karena tidak menemukan tempat latihan yang cocok. Tapi, aku berusaha memahami mantra-mantra itu agar lebih mudah dipraktekan.


Tanpa sadar tiga hari sudah berlalu. Dan hari ini aku akan menghadiri kelas dan menghadapi ujian yang diberikan oleh guru Wilson.


Haa~ Aku menghirup aroma kelas yang sudah lama kurindukan. Aku bertemu dengan si kembar api dan murid-murid lainnya.


Guru Wilson pun masuk dan tes pun dimulai. Satu per satu nama murid dipanggil. Setelah sepuluh orang murid dipanggil, Eva pun maju.


"Kau sudah belajar dengan baik beberapa hari ini?" tanya guru Wilson.


"Ya guru"


"Baiklah silahkan"


Aku langsung mencoba mengeluarkan mantra dengan kertas elemen. Yah, tentu saja itu berhasil. Setelah aku mengeluarkan dua mantra, Guru Wilson hanya mengangguk.


"Selesai" kata Guru Wilson dengan nada datarnya. "Kau lulus"


"Terima kasih guru"


Aku sudah bersiap untuk kembali ke kursiku, tapi tiba-tiba telepati aneh menyerang kepalaku. Itu suara guru Wilson!"


"Setelah pelajaran berakhir, temui aku. Aku ingin bertemu bocah elf itu" kata suara itu bergema.


"Baik guru"


Murid lainnya mulai maju satu persatu. Sampai tibalah giliran Reina. Kali ini dia melakukannya dengan sukses. Yah, tidak hanya dia yang berhasil, beberapa murid juga behasil termasuk aku. Tapi kenapa hanya dia yang menerima reaksi berlebihan? Saat dia mengeluarkan sihirnya, semua orang mulai berseru kagum dan bahkan bertepuk tangan. Reaksi berlebihan mereka membuatku mengernyit dan berpikir. Hallo tokoh utama benar-benar membuat semua karakter di dalam cerita menjadi kagum padanya.


Tes pun selesai. Ada beberapa murid yang lulus dan yang tidak lulus. Tentu saja si kembar api dan beberapa murid biasa yang berbakat lulus ujian. Tapi bagaimana mungkin tiga orang gadis bangsawan sombong yang pernah menjadi bawahanku itu juga lulus? Ini benar-benar tidak terduga. Aku mengira mereka hanya memanfaatkan koneksi, tapi ternyata mereka juga memiliki kemampuan.


"Selamat bagi yang lulus. Kalian bisa lanjut pelajaran berikutnya. Bagi yang tidak lulus, aku akan menempatkan kalian sesuai dengan kemampuan kalian" Pernyataan guru Wilson ini membuat seluruh isi kelas menjadi ribut. Terutama para bangsawan yang mengambil tempat dengan kekuasaan mereka.


"Diam!" teriak Guru Wilson. Dan seketika suara ricuh langsung menjadi senyap.


Guru Wilson melirik seluruh murid. " Di tempat ini derajat kalian sama. Dan keputusanku adalah mutlak. Lagipula aku melakukan ini untuk kebaikan kalian. Kelas A adalah kelas terbaik. Pembelajaran di kelas ini sangat cepat. Aku takut kalian tidak bisa mengikuti sistemnya dan hanya menjadi sampah. Setidaknya aku akan menempatkan kalian di kelas yang sesuai sehingga kalian bisa berguna setelah lulus" kata Guru Wilson kejam


Para murid yang mengeluh langsung menundukkan kepala mereka.

__ADS_1


Aku sedikit kaget. Tidak pernah ada sistem seperti ini di dalam novel. Apa karena ini guru Wilson? Bukan Robert. Jadi jalan ceritanya berubah. Tapi aku benar-benar tidak menyangka, bahwa teman sekelasku akan berkurang setengah setelah ini. Padahal di dalam novel aslinya, aku menghabiskan waktuku bertahun-tahun bersama orang-orang ini di kelas yang sama.


Aku mencoba merenungkannya sejauh ini. Semua alur cerita di novel benar-benar berubah!


Sikap Denis, sikap Robert...Aku juga bertemu dengan Sayn dan Vivian yang belum pernah kutemui di dalam novel...Lalu aku juga mempunyai adik yang akan jadi tokoh tambahan...Aku juga mengalami beberapa kejadian yang tidak sesuai dengan cerita selama beberapa tahun ini...menjadi cucu pemimpin Menara Sihir, dan menjadi murid Dean Cristal...


Untuk cerita ketertarikan para tokoh utama pria dengan Reina, aku masih mengamatinya. Tapi sejauh ini aku belum melihatnya, terkecuali Denis saat pesta itu.


Kalau dilihat-lihat semua alur cerita di dalam novel sudah berubah di beberapa bagian. Bukankah berarti aku bisa menyelamatkan nasib tragisku?


"Baiklah, yang sudah kusebutkan namanya, bisa pindah ke kelas yang kusebutkan" Perkataan Guru Wilson itu membuyarkan pikiranku.


Murid-murid itu mulai bergera keluar kelas. Dalam sekejap kelas kami menjadi sepi.


"Ini sangat menakutkan..." kata Lilac sambil menatapku. "Untung saja aku berlatih dan tidak hanya bermain selama seminggu" katanya. "Kalau tidak aku akan bernasib sama seperti mereka dan aku akan ditendang keluar dari rumah oleh ibuku"


Aku hanya tersenyum menanggapinya. Lilac adalah musuhku di dalam novel aslinya, tapi sekarang kami berteman. Tapi dia juga berteman dengan Reina. Yah, setidaknya gadis mengerikan ini tidak menjadi musuhku atau aku akan mati lebih cepat.


"Baiklah, kita akan melanjutkan pelajaran." kata Guru wilson.


Dan dia mulai menyampaikan beberapa pengetahuan tentang sihir. Pelajaran ini berlangsung selama beberapa jam dan kelas pun berakhir.


"Sebaiknya kalian mengambil beberapa misi ringan di papan misi untuk meningkatkan pengalaman kalian" katanya memberi saran sebelum melangkahkan kaki di luar kelas.


"Hmm...kita bisa mencobanya"


"Ayo ambil misi ke hutan barat. Aku dengar ada binatang sihir yang mengamuk disana" kata Lilac dengan semangat.


Aku langsung bergidik. Hutan barat itu adalah hutan yang kukunjungi saat itu. Dan selama aku berlatih, aku tidak melihat satu pun binatang sihir. Lalu aku masih ingat. Setelah selesai berlatih, aku mendengar dari Vivian bahwa binatang sihir mengamuk lagi di hutan barat. Saat aku mendengarnya aku langsung dipenuhi rasa takut. Untung saja aku tidak ketahuan. Aku tidak mau tiba-tiba para prajurit kerajaan itu menangkapku karena sudah merusak hutan.


"Bisakah kita cari tempat lain saja" kataku ragu. "Aku tidak tertarik untuk kesana"


"Kau pasti takut bukan?" Lilac berpikir. "Kita bisa memilih saat melihatnya nanti."


"Baiklah. Tapi aku akan menyusul oke. Aku ada urusan sebentar. Nanti beritahu aku misi apa yang kau pilih. Asal jangan yang berhubungan dengan hutan barat"


Lilac mengangguk.


***


Aku langsung menuju ke dalam ruang Guru Wilson.


"Aku ingin bertemu bocah itu. Bisakah kau mengatur waktunya?" kata guru Wilson langsung.

__ADS_1


"Baiklah. Nanti malam saja, bagaimana? Aku akan kembali ke mansion lebih dulu untuk memberitahu bocah itu"


Guru Wilson mengangguk. Lalu dia mengerjap kaget sebentar saat melihat tubuh Eva. "Hanya sebentar dan sihir gelapmu sudah bertambah kuat?" katanya tiba-tiba.


Ah! Guru Wilson ini benar-benar bisa melihat mana gelapku? Apa aku tidak menyembunyikannya dengan baik? Bagaimana kalau terlihat juga oleh orang lain. Bukankah nyawaku bisa dalam bahaya?


Melihat sikap gelisah Eva, Guru Wilson tersenyum. "Tenanglah. Hanya aku yang bisa melihat manamu. Orang lain tidak akan bisa. Aku ini cukup unik kau tahu. Aku bisa melihat mana gelap di dalam tubuh siapapun karena mata ini" katanya sambil menunjuk matanya. "Walaupun orang itu menyembunyikannya dengan alat sihir. Aku terlahir dengan mata unik ini" katanya, berusaha tidak menjelaskannya lebih jauh.


"Apakah kau menemukan sesuatu yang membuat manamu semakin kuat?"


"Um...." aku bingung bagaimana menjawabnya. Aku memang menemukan buku mantra tingkat tinggi, tapi tidak ada mantra untuk elemen gelap di toko itu. Kelihatannya semua hal yang berhubungan dengan penyihir gelap benar-benar sudah dilenyapkan dari ibukota. Berbeda dengan Menara Sihir, kita masih bisa menemukan beberapa hal disana.


Aku hanya bermeditasi setiap hari. Aku juga tidak menemukan barang aneh yang bisa menaikan sihir gelap, Mungkinkah manaku menguat dengan sendirinya karena aku rajin meditasi? Atau gara-gara aku sering berlatih sihir lubang dimensi itu secara diam-diam? Yah, yang satu ini tentu saja tidak boleh diberitahu pada siapa pun.


"Aku tidak menemukan apa pun. Aku hanya rajin bermeditasi" kataku.


Guru Wilson mengernyitkan keningnya. "Meditasi memang bisa menguatkan mana, tapi kalau sampai setingkat ini... ya sudahlah. Aku tidak akan bertanya lagi."


Dia tiba-tiba tersentak "Sebentar" Sepertinya dia mendapat sinyal telepati.


Setelah beberapa saat dia tersenyum. "Sepertinya, besok kau mengambil libur ya..."


"Hah?" aku mengernyit bingung. Libur? Kapan aku mengambil libur?


Ting! Tiba-tiba telepati masuk ke dalam pikiranku. Itu suara Lilac.


"Eva, Eva, kita beruntung. Saat aku melihat papan misi, aku tidak menyangka akan dipilih untuk melaksanakan misi penting. Kepala sekolah yang memilihnya. Dan kita berdua masuk di dalamnya, dan juga saudara bodohku itu"


"Misi? Misi apa?"


"Kita akan berlibur hehehe. Kita akan pergi ke negara tetangga. Pertukaran pelajar antar Kerajaan Well dan Kerajaan Kano. Kita akan mengawal para pangeran."


"APAAA??" aku berteriak tanpa sadar.


Ini benar-benar kejadian yang mengejutkan. Sejak kapan ada pertukaran pelajar di dalam novel? Kejadian ini benar-benar baru dan tidak terduga! Bukankah pertemuan antara Reina dan Sayn masih lama. Tapi kalau Para pangeran itu berkunjung ke akademi, bukankah mereka akan bertemu lebih cepat. Tapi apa yang memicu kejadian ini? Kenapa bisa terjadi? Dan kenapa aku harus masuk ke dalam misi ini?


 Lagipula hubungan Kerajaan Well dan Kerajaan Kano sedang tidak baik saat ini. Bagaimana bisa ada pertukaran pelajar? Sebenarnya apa yang terjadi sih?!


"Baiklah, kau bisa kembali" kata Guru Wilson sambil tersenyum.


Aku segera berbalik dengan linglung. Kejadian di dalam novel ini benar-benar sudah dirombak. Padahal aku berharap kejadian yang terjadi masih sama, jadi aku bisa mengantisipasinya. Tapi kalau ada banyak kejadian baru dan tidak terduga, bukankah sulit untuk mencegahnya? Aku jadi khawatir. AKu tidak tahu ini akan berdampak buruk atau tidak pada nasibku.


Jangan Lupa LIKE

__ADS_1


__ADS_2