Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 7 Pencuri Kecil


__ADS_3

cerita sebelumnya:


Pangeran Erick, Sayn, Berta dan Eva berada dalam satu kelompok. Mereka mendapatkan sebuah misi kecil untuk menangkap sekelompok pencuri yang meresahkan ibukota. Bukan misi yang berbahaya sama sekali. Bahkan setelah mereka tahu bahwa pencuri kecil itu hanya seorang anak kecil.


***


Pangeran Erick dan Sayn mengikuti pencuri kecil itu sampai ke tempat pemukiman kumuh yang berada di dekat gerbang ibukota. Pangeran Erick mengernyitkan keningnya saat dia melihat kondisi di depan matanya. Pasalnya, walaupun masih ada beberapa penduduk miskin di kerajaan nya, kondisinya tidak separah ini.


Tanpa sadar pangeran Erick bertanya dengan nada menyindir. "Apa ayahmu tidak bekerja?" katanya kepada Sayn yang berlari di sampingnya.


Sayn tidak menggubris nya sama sekali. Matanya menatap ke depan dan dia terus berlari.


"Hei, aku dengar tidak semua orang mendapatkan pelatihan sihir disini. Bagaimana pencuri kecil itu bisa melakukan nya?" pangeran Erick bertanya lagi. Tapi Sayn tetap mengabaikan nya.


"Kerajaan kalian sangat lemah. Kalian tidak akan bisa bertahan kalau hanya mempunyai sedikit penyihir. Aku heran bagaimana kalian bisa bertahan melawan kerajaan Well." dia menyindir.


Sayn langsung menoleh dengan cepat. Ini pertama kalinya dia merespon perkataan pangeran Erick karena pangeran Erick membandingkan kerajaannya dengan kerajaan Well yang sama sekali tidak disukainya. Seakan-akan kerajaan Well lebih baik dari mereka. Dia tidak menyukainya sama sekali dan memberikan tatapan tajam untuk pangeran Erick. Tapi dia tidak mengatakan apapun.


"Apa kau marah?" pangeran Erick mengangkat kedua alisnya. Dia tersenyum dengan nada sedikit mengejek. "Aku kira kau tidak akan peduli dengan kondisi kerajaan mu sendiri walaupun kau seorang pangeran"


"Berisik" seru Sayn pelan dengan nada yang sangat dingin. Dalam sekejap aura membunuh keluar dari tubuhnya. Pangeran Erick merasa kan hal itu dan bersiaga. Tapi aura itu menghilang dengan cepat.


Sayn tidak lagi meladeni ocehan pangeran Erick lebih jauh. Dia menyipit kan matanya dan pergi meninggalkan pangeran Erick di belakang.


Pangeran Erick hanya menggeleng kan kepala nya. Lalu tersenyum nakal. "Bagaimana aku harus menjinakkan seekor kucing liar" dia bergumam sambil menatap punggung Sayn penuh arti.


Ayahnya ingin dia tinggal di kerajaan ini sebagai mata-mata. Untuk melihat bagaimana kerajaan ini bekerja dan mencuri beberapa data tentang keuangan dan pertahanan. Awalnya dia mengira kerajaan Kano tidak akan bertahan lama saat dia melihat anak-anak dari keluarga kerajaan itu. Tapi siapa yang menduga bahwa dia akan bertemu dengan seorang pangeran yang menarik.


Kedua orang itu mengikuti sang pencuri sampai mereka menemukan sebuah gubuk kecil yang terlihat tidak mencolok di sudut perkotaan. Lalu mereka terbang dan mengamati gubuk kecil yang berada di bawah mereka.


"Dia masuk ke dalam" kata pangeran Erick sambil mengibaskan rambutnya.


Sayn tidak menghiraukan nya. Dia langsung menghilang dengan cepat dan tiba di dalam gubuk itu dalam sedetik. Tidak lupa dia menggunakan sihir untuk membuat tubuhnya menjadi tembus pandang.

__ADS_1


Di dalam gubuk kecil itu, ada lima orang anak kecil. Sayn mengerjap kaget saat dia melihat nya. Pencuri kecil itu mengeluarkan barang curiannya di depan semua orang dengan wajah bangga. Tapi kemudian ekspresi wajahnya berubah saat dia tahu bahwa tidak ada apapun di dalam tas itu. Hanya ada beberapa lembar gulungan kertas. Dia menduga bahwa itu adalah gulungan uang. Bahkan tidak ada koin ataupun perhiasan dan barang berharga di dalamnya.


Pencuri kecil itu menundukkan kepalanya. Sayn tidak bisa melihat ekspresinya. Sementara anak-anak lainnya melihat sang pencuri kecil dengan wajah bingung.


Pencuri kecil itu mengangkat wajahnya dan tersenyum. Dia mengatakan sesuatu dan langsung beranjak keluar dari gubuk. Dia menutup pintu gubuk itu lalu memukul pohon di dekatnya dengan frustasi.


Sayn dan pangeran Erick terdiam dan saling melihat satu sama lain saat melihat kejadian itu. Entah kenapa mereka menjadi tidak bisa bergerak saat mereka melihat situasinya.


"Tapi pencuri tetap pencuri" pangeran Erick bergumam sambil mengangkat kedua tangannya.


"..." Sayn membisu sebentar sebelum mengangguk pelan.


Kedua pemuda itu pun langsung turun dan menghampiri sang pencuri kecil. Pencuri kecil itu kaget, berusaha melarikan diri tapi Sayn langsung memegang tangannya. Lalu memakai sihirnya untuk mengikat pencuri kecil itu di tempat.


"Kau sangat kejam terhadap anak kecil" pangeran Erick menyindirnya sambil tersenyum.


Sayn tidak peduli. Dia menatap pencuri kecil itu dengan tatapan yang sangat intens. Seperti dia akan melahap nya bulat-bulat.


Lalu, Eva dan Berta tiba-tiba muncul dari udara kosong. Mereka baru saja berteleportasi ke tempat ini.


Sementara, aku mengamati situasi dengan ekspresi penasaran. Karena sekarang aku bisa melihat wajah pencuri itu. Dia adalah seorang bocah berumur sekitar 10 tahun, dengan pipi gemuk dan mata seperti anak anjing. Aku tidak pernah mengira bahwa anak sekecil itu akan menjadi pencuri dan terkenal di seluruh ibukota.


"Kenapa kau mencuri?" Sayn mengabaikan semuanya dan tatapan nya terus fokus pada anak kecil itu. Pasalnya, kejadian ini sedikit membakar hatinya. Anak sekecil itu harus mencuri dan tinggal didaerah kumuh. Anak itu juga kelihatannya bertindak sebagai tulang punggung anak-anak lainnya. Setelah melihat semua itu, jantung Sayn berdebar tidak karuan dan dia merasa tidak nyaman karena rasa bersalah.


Pencuri kecil itu mengigit bibirnya dan sama sekali tidak menjawab.


Sayn ingin menggunakan sihir untuk si pencuri kecil, tapi aku dengan cepat menghentikan nya. Karena aku tidak setuju sama sekali kalau Sayn menggunakan sihir pikiran untuk anak kecil seperti itu.


"Biar aku yang tanya"


Aku mendekati anak itu perlahan-lahan dan menatap matanya lekat-lakat.


"Berapa banyak saudara mu?" aku langsung menanyakan pertanyaan yang sedikit menyimpang. Walaupun sebenarnya aku yakin ini adalah pertanyaan yang paling penting karena pria kecil itu mencuri pasti karena alasan ini.

__ADS_1


Pencuri kecil itu mengigit bibirnya gugup lalu berkata dengan nada pelan "lima..."


"Apa kalian punya orang tua?" aku bertanya lagi dan pencuri kecil itu menggeleng pelan.


Aku pun mulai menanyakan beberapa pertanyaan ringan. Dan anehnya, dia menjawab semua pertanyaan itu. Hingga akhirnya kami mengumpulkan semua informasi yang kami inginkan.


Pencuri kecil itu mempunyai lima saudara. Mereka semua adalah anak yatim piatu. Dan panti tempat mereka tinggal bangkrut karena tidak ada biaya sehingga mereka harus bertahan hidup di rumah kecil. Pria kecil itu beruntung bertemu dengan seseorang dan orang itu mengajarkan nya sihir-sihir dasar untuk mencuri dari orang kaya. Sehingga mereka bisa bertahan hidup.


Saat mendengar semua kebenaranya, aku merasa cukup sedih. Berpikir bagaimana anak sekecil itu harus melakukan berbagai cara untuk hidup. Dan malah berakhir sebagai buronan yang harus dicari.


"Kita tetap harus menangkap nya" kata Sayn kemudian. Membuat tiga orang lainnya menatapnya dengan tatapan serius.


"Dia tetap seorang kriminal" katanya dingin sambil berbalik.


Aku mengedip kan mataku, tak percaya. Apa Sayn memang sekejam ini? Bagaimana kita bisa membiarkan anak sekecil ini dipenjara? Tidak masuk akal sama sekali!


Aku ingin menyuarakan protesku, tapi Pangeran Erick melakukan nya lebih dulu. "Bagaimana bisa kau begitu kejam?" katanya.


Sayn tidak mempedulikan nya. Dia menarik tangan pria kecil itu dan membawanya masuk ke dalam gubuk. Kami semua mengikutinya. Saat kami masuk, anak-anak lainnya melihat kami dengan wajah bingung.


"Sayn!"


Sayn berbalik dan menatap ku penuh arti "serahkan padaku" katanya kemudian.


"eh?"


"Aku akan mengurus masalah ini. Tenang saja. Misi kita selesai. Aku akan menyelesaikan nya" katanya sungguh-sungguh. "Kalian bisa kembali"


"Tidak mungkin kau membiarkan anak sekecil itu dihukum mati karena mencuri bukan?" pangeran Erick masih bersikukuh dan menatap Sayn dengan tatapan curiga.


"Aku tidak sebodoh itu" kata Syan dingin.


Sayn memegang tangan pencuri kecil itu lalu membawanya ke anak-anak lainnya. Dia menggunakan sihir dan sekelompok orang itu langsung menghilang dari depan mata kami. Sayn membawa semua anak-anak itu berteleportasi ke suatu tempat.

__ADS_1


Aku meyakinkan Berta dan Pangeran Erick untuk kembali. Aku percaya pada Sayn, pasti dia akan menyelesaikan semuanya dengan baik. Dan benar saja, keesokan harinya kami mendapat kan kabar bahwa pencuri itu tertangkap dan misi kami berhasil.


__ADS_2