Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 5 Pertandingan Sihir: Kota Sihir 3


__ADS_3

Cerita sebelumnya:


Akhirnya tiga orang itu, Sayn, Robert dan Eva memutuskan untuk berkeliling Kota Sihir. Saat itu Eva menemukan fakta bahwa Kota Sihir tidak melarang para penyihir gelap berkunjung. Sehingga ada banyak sekali penyihir gelap yang bersembunyi di Kota ini.


Mata Eva berbinar saat dia tahu kenyataan ini, dia benar-benar ingin mencari hal-hal yang dapat membuat sihir gelapnya berkembang. Dan tentu saja ini saat yang tepat!


***


Mereka bertiga menyusuri jalan sambil melihat-lihat ruko yang ada di sekeliling mereka. Ruko-ruko ini menjual banyak sekali barang yang berhubungan dengan penyihir. Ada beberapa yang aneh, tetapi ada yang normal juga. Mengingatkannya pada pasar di Menara Sihir.


"Kalian mau kemana?" tanyaku bingung. Aku harus mencari tempat memulai, tapi aku tidak tahu harus memulai dari mana.


"Aku hanya menjagamu" jawab Sayn dan Robert serentak. Kedua orang itu bertatapan lagi dan suasana menjadi canggung kembali.


Mulutku berkedut saat melihat kedua pria yang tidak pernah berhenti bertengkar ini.


"Aku akan ke sini" kataku. Aku langsung memilih tempat yang akan ku kunjungi untuk menghentikan perang dingin mereka.


Aku melihat toko di depanku. Ada tulisan "Toko Artefak" di depan. Aku belum pernah melihat artefak sihir. Mereka mengatakan bahwa artefak sihir hanya tersedia di Kota Sihir karena para tetua di kota ini yang membuatnya.  Tanpa menunggu konfirmasi dua orang pria bocah di belakangku, aku langsung melangkah masuk ke dalam toko.


Saat masuk, ada satu orang resepsionis menyambut kami dengan senyum hangat "Selamat datang".


Tapi aku tidak melihat apa pun yang dipajang di toko itu. Aku hanya melihat deretan beberapa kursi dan meja , dengan suasana sama seperti di cafe atau tempat makan.


"Silahkan duduk" kata resepsionis itu. Dia memandu kami ke salah satu kursi kosong. Tanpa diduga toko ini cukup ramai. Setelah itu dia pergi dan kembali sambil membawa buku menu? "Silahkan dilihat. Apabila ada yang ingin diorder silahkan konfirmasi ke meja kasir" katanya sebelum pergi untuk melayani tamu lainnya.


Aku kaget. Eh bukankah ini toko artefak? kenapa ini seperti cafe makanan? Dan mereka benar-benar memberikan buku menu pada kami.


Yah, awalnya aku mengira itu benar-benar buku menu. Tapi setelah kubuka, itu tidak. Maksudku, ini tetap buku menu. Tapi bukan menu makanan, melainkan artefak. Di dalam menu itu mereka memasang beberapa gambar artefak dan juga harganya. Lagi-lagi harganya sangat aneh, menggunakan mana. Ini mengingatkanku saat aku berbelanja  waktu itu.

__ADS_1


"kenapa mereka selalu menggunakan mana sebagai mata uang?" kataku bergumam tanpa melihat situasi.


Robert dan Sayn mendengarnya.


"itu wajar" jawab mereka bersamaan.


"Eh? Jelaskan padaku?"


Robert dan Sayn saling berpandangan lagi dengan tatapan dingin.


Ha~ aku menghela napas. "Ini membuang-buang waktu. Bisakah kalian hentikan itu? Atau aku akan bertanya kepada karyawan di sini saja" kataku menyerah.


"Aku akan menjelaskan" kata Robert. Kelihatannya kali ini Sayn mengalah.


"itu hal yang umum kalau mana dijadikan sebagai mata uang. Ini adalah Kota Sihir. Semua yang ada di sini terbentuk menggunakan mana. Kau tahu tentang dunia dimensi tempat kita bertanding bukan?"


Aku mengangguk.


Aku mengangguk mengerti. Ternyata seperti itu.


Aku mengamati buku menu di depanku. Membuka lembar demi lembar untuk memperhatikan artefak sihir yang dijual. Artefak ini memiliki kegunaan yang berbeda dan dikelompokkan agar sesuai. Kalau kulihat ada beberapa kelompok yaitu, artefak untuk meningkatkan stamina, artefak untuk meningkatkan kekuatan mana, artefak untuk mempebesar keberhasilan saat menggunakan sihir tingkat tinggi, artefak untuk mempercepat penyembuhan, artefak yang mempercepat gerakan, dan artefak yang memperkuat fisik.


Serta semua artefak terbagi dalam beberapa bentuk. Bentuk mereka mirip sekali dengan perhiasan seperti anting-anting, gelang, cincin dan kalung. Aku sangat tertarik dnegan artefak yang bisa memperkuat kekuatan fisikku. AKu ahu aku sangat lemah karena job utamaku adalah penyihir. Penyihir memiliki mantra yang kuat, tetapi tubuh mereka lemah. Karena itulah, para pendekar sihir biasanya lebih unggul dalam pertempuran.


Aku memutuskan untuk membeli kalung yang dapat mempercepat pergerakan. Kalung ini tidak terlihat terlalu mewah. Talinya dari benang linen, dan biji kalung terbuat dari batu sihir berwarna biru. Lalu aku memilih gelang yang bisa memperkuat fisik. Gelang ini mempunyai bentuk seperti rantai-rantai kecil berwarna silver.


Setelah selesai memilih, aku memberikan buku kepada Robert dan Sayn. "Apa kalian ingin membeli sesuatu?"


Sekali lagi dua orang itu bergerak serentak, menggelengkan kepala mereka.

__ADS_1


"Aku sudah memiliki beberapa artefak kuno dari Dean" jawab Robert.


"Aku sudah memiliki beberapa artefak kuno dari penjelajahan" jawab Sayn.


Kedua orang itu sama sekali tidak menunjukkan ketertarikan mereka pada katalog.


Ini membuatku penasaran. Artefak apa yang mereka miliki sampai mereka tidak tertarik dengan artefak yang ada di Kota Sihir. Tapi aku tidak bertanya pada mereka. Lagipula inilah alasan kenapa para tokoh utama itu sangat kuat. Mereka selalu mendapat ekstra buff karena mereka tokoh utama.


Setelah memastikan barang yang akan ku beli, aku harus memberikan manaku ke sebuah benda aneh berbentuk bola kristal. Mana yang diambil tidak banyak. Karena aku memiliki banyak sekali mana, jadi aku sama sekali tidak merasakan efek kehilangan mana.


Aku pun keluar dari toko itu sambil memakai kalung dan gelang baru. Jujur saja, selama ini aku sama sekali belum pernah mengenakan perhiasan apa pun walaupun statusku bangsawan. Karena itu tidak diperlukan. Gaun sehari-hari yang kugunakan sudah seperti perhiasan itu sendiri dan terlihat mewah.


Baiklah, ayo kita berburu barang bagus lainnya.


***


Dari balik dinding, sekelompok orang dengan jubah hitam bersembunyi. Mereka seperti mengintai tiga orang yang masuk ke dalam sebuah toko. Saat tiga orang itu keluar, salah satu dari mereka bertanya


"Apa kau yakin benda itu dibawa gadis kecil itu?"


"Aku benar-benar yakin. Alat pendeteksiku mengarah ke gadis itu. Dia menyembunyikan benda itu di dalam tubuhnya


"Tapi ini akan sulit...gadis itu dari Menara Sihir dan dia adalah peserta pertandingan. Tidak mungkin kita menyakitinya. Apalagi sebentar lagi si tua Wason akan datang. Aku tidak berani mengusiknya"


"Jadi apa kau merelakan benda itu?"


"Tidak mungkin! Aku tidak akan merelakannya!"


"Karena itu ikut saja saranku. Lagipula kita tidak perlu melukainya. Lumpuhkan saja dia lalu ambil kembali barang itu. Bagaimana?"

__ADS_1


Dia berpikir sebelum menjawab dengan ragu. "Baiklah...tapi kita harus hati-hati..."


__ADS_2