
Cerita sebelumnya:
Lilac marah karena Eva melukai Louis sehingga gadis itu juga berbalik melawan eva. Pertarungan antara kedua sahabat lama itu pun terjadi. Kemampuan Lilac tentu saja jauh dari Eva sehingga gadis kecil itu kewalahan. Reina yang melihat hal itu segera menggunakan sihir licik untuk menganggu pertarungan keduanya, menyebabkan Eva terluka. Eva kesal dan dia menyerang Reina dengan belatinya, menyebabkan Reina terluka parah. Tapi perilaku Eva itu membuat semua orang semakin takut dan membencinya. Sampai akhirnya orang-orang dari kerajaan Kano berdatangan dan mulai untuk ikut campur. Pertarungan pun terjadi.
***
'Aku tidak akan menahan diri lagi' begitulah yang Eva pikirkan. Tapi dia tetap tidak berani menggunakan sihir yang bisa membunuh semua orang. Karena dia melihat wajah yang familiar di dalam kerumunan itu, seperti Lilac dan yang lainnya. Mereka dulunya berteman. Eva masih tidak sanggup membunuh mereka. Walaupun mereka menjadi musuh sekarang.
Eva berpikir sihir serangan yang membuat semua orang terluka tapi tidak membunuh. Sehingga dia bisa melarikan diri. Andai saja dia bisa menggunakan sihir teleportasi di tempat ini. Sayangnya dia tidak bisa karena segel yang dipasang di asrama untuk mencegah penyusup masuk.
Eva mengeluarkan sihir anginnya, membuat badai topan besar. Ini adalah sihir tingakat tinggi favoritnya. Karena selain merusak semua hal di dekatnya, sihir ini juga mencolok sehingga dia bisa melarikan diri diam-diam saat semua orang fokus pada sihir itu.
Badai besar terbentuk. Bangunan asrama itu hancur berantakan saat badai itu muncul. Beberapa orang terpental ke belakang dan terluka. Beberapa lainnya melindungi diri mereka dengan sihir dan alat sihir.
"Humph!" salah satu penyihir tingkat tinggi kerajaan mendengus. "Lemah" katanya remeh, dia mengangkat tangannya dan membaca mantra sihir. Lalu secara perlahan badai itu mengecil dan mengecil, lalu menghilang. Walaupun ini adalah salah satu sihir tingkat tinggi elemen angin, sihir ini sangat umum. Dan untuk penyihir senior sepertinya, hal itu sangat mudah di tangani. Dia hanya harus menggunakan sihir angin tingkat tinggi lainnya untuk melawan badai itu dan melemahkannya.
Eva mengenali penyihir senior ini. Dia adalah guru di akademi Kano. Dia adalah wali kelasnya! Walaupun begitu, Eva tidak mengingat namanya sama sekali.
Penyihir senior itu menggunakan sihir bumi. Membuat tanah di sekitar Eva retak dan membentuk lubang besar. Dia bermaksud mengurung Eva di dalam gua batu yang dibentuknya.
Tapi, SHUUU, Eva menggunakan sihir anginnya dan terbang. Beberapa penyihir anginnya terbang dan menyerangnya dengan pisang es. Eva menggunakan sihir angin dan membuat pelindung di sekelilingnya. Serpihan es itu terbawa angin di sekeliling tubuhnya, lalu Eva menerbangkan pisau es itu kembali ke arah musuhnya. Tentu saja mereka bisa menghindari dan beberapa orang menggunakan alat sihir pelindung. Eva melihat sepuluh orang penyihir angin di udara.
__ADS_1
Eva melihat bahwa pisau es itu tidak efektif sama sekali. Jadi dia melemparkan belatinya lagi dan menggerakannya dengan sihir angin. Entah kenapa belati ini benar-benar tajam, dia menyukainya. Dia berhasil melukai setengah penyihir, menyebabkan mereka jatuh ke menabrak tanah.
Melihat pertarungan Eva di udara, semua orang terkejut. Gadis kecil itu sangat kuat! Bahkan Raja Kano melonggo. gadis kecil itu hampir sebanding dengan penyihir senior kerajaannya. Dia sangat berbakat. Sayangnya dia adalah penyihir gelap.
Mata Raja Kano menyipit. Karena Eva adalah musuh, dia tidak boleh membiarkannya melarikan diri. Dia sangat berbakat dan akan menjadi eksistensi yang sangat kuat di masa depan. Raja tidak akan membiarkannya berkembang dan kembali membalas dendam padanya di masa depan. Dia akan membuat seluruh kerajaan dalam bahaya jika membiarkan monster seperti itu melarikan diri!
"Monster..." bahkan penyihir senior itu menatap Eva dengan tubuh bergetar, ketakutan. Berapa umur Eva? Dia hanya gadis kecil yang berumur sekitar 15 tahun! Saat seumurannya dia tidak akan bisa melawan semua penyihir seperti itu.
Lilac dan semua orang dari kerajaan Well melihat hal itu dan mereka melonggo takjub. Bagaimana pun Eva berasal dari kerajaan mereka. Dan dia adalah eksistensi jenius yang akan membawa nama kerajaan mereka, kalau saja dia bukan penyihir gelap.
Reina sudah menyembuhkan dirinya dan melihat pertarungan itu dengan tatapan iri. Dia bukan penyihir angin sehingga dia tidak bisa terbang. Walaupun dia bisa terbang dengan alat sihir, tetap saja dia iri dengan Eva karena bisa menguasai banyak sekali elemen.
Eva melihat sangkar aneh dia atas kepalanya. Dia sudah berhasil mengalahkan semua penyihir angin dan ingin terbang menjauh. Tapi tiba-tiba sangkar aneh muncul dan menyelimuti seluruh udara. Punggung tangannya sempat menyentuh sangar itu sedikit dan dia merasa seperti tersentrum arus listrik.
"Sangkar listrik?" dia bergumam. Dia mencoba mengarahkan belatinya untuk memotong sangkar itu tapi gagal.
ZRTT, ZZZRRRT, Belatinya tidak merusak sangkar sama sekali dan tersengar suara sentruman yang kuat.
Eva menyerangnya dengan sihir api, bumi dan air, tapi tidak berguna. Sangkar itu menetralkan semua elemen sihir.
Melihat Eva menyerang sangkar itu dengan berbagai sihir, Raja terkejut lagi. Eva menguasai empat elemen sepenuhnya!
__ADS_1
'Monster macam apa itu?' dia berpikir. Tapi kemudian dia tertawa terbahak-bahak. Dia berhasil menahan monster itu. Dia akan menyuruh semua orang untuk menangkapnya. Setelah itu dia akan menggunakan berbagai cara untuk mencuci ingatannya dan membuatnya menjadi pengawal terkuat!
"Serang!" Raja Kano berteriak. Lalu tiba-tiba sangkar itu mengeluarkan sentuman listrik yang sangat besar ke arah Eva. Eva refleks mundur dan memasang pelindung sihir. Tapi dia tidak bisa menahan keseimbangannya dan jatuh ke bawah.
Semua orang menggunakan kesempatan itu untuk menyerang Eva bersamaan. Berbagai serangan sihir dari semua elemen menuju ke arahnya. Eva syok Dia tidak yakin dia bisa menahan semua serangan itu.
Dia membuat dinding batu belapis-lapis tapi dinding itu hancur. Karena serangan itu terlalu banyak, seperti satu orang melawan hampir empat puluh orang dengan serangan yang berbeda.
Eva terdesak. Refleks, dia membuat lubang dimensi dengan sihir gelapnya. Lubang itu menyerap semua ruangan. Saat semua serangan yang mengarah padanya menghilang, Eva mendesah lega. Dia mengusap keringat yang bercucur di dahinya. Tentu saja, dia benar-benar cukup lelah karena pertarungan ini. Tubuh kecilnya tidak bisa menahan pertarungan interns yang besar.
"Ini benar-benar tidak adil!" Eva ingin menyuarakan protesnya. Tapi dia berhenti. Dia sadar bahwa semua orang melonggo dan menatapnya dengan tatapan aneh.
Kenapa? karena tidak ada satu pun dari mereka yang tahu sihir apa itu! Sihir yang bisa membuat lubang di udara dan menyerap seluruh serangan sihir.
"Sihir gelap..." suara Reina memecah kesunyian. "Dia menggunakan sihir gelap"
Semua orang syok lagi. Dalam satu hari mereka dikagetkan beberapa kali hanya karena seorang gadis kecil.
Di antara semua wajah syok itu, ada satu orang yang tersenyum. Dia adalah pangeran Erick. Pangeran Erick menyusup diantara rombongan kerajaan Kano, tapi dia tidak melibatkan dirinya dalam pertarungan. Dia hanya melihatnya dari jauh. Hanya dalam waktu singkat, keberadaan Eva benar-benar membuatnya sangat tertarik.
"Menarik" pangeran Erick bergumam sambil menatap Eva dengan mata berbinar.
__ADS_1