Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 5 Pertandingan Sihir Berakhir


__ADS_3

cerita sebelumnya:


Pertandingan Sihir Babak Kedua pun berakhir. Beberapa peserta berhasil mendapatkan harta karun. Wajah mereka sangat senang. Sementara para peserta lainnya memliki wajah jelek karena mereka tidak memperoleh apapun.


Semua peserta pun kembali ke penginapan untuk beristirahat karena besok mereka akan kembali di wilayah mereka masing-masing.


***


Pertandingan sihir akhirnya selesai. Walaupun aku mendapat kan beberapa harta karun, perasaan ku sama sekali tidak bahagia.


Aku datang kemari karena ingin menghentikan Reina mendapatkan binatang kuno. Tapi bahkan sampai sekarang, aku tidak melihat binatang kuno itu sama sekali.


Aku hanya bertemu Rexus. Apa Rexus adalah binatang sihir yang dimaksud? Tapi aku langsung menentang pikiran itu.


Novel itu tidak pernah menjelaskan jenis binatang sihir yang didapat oleh Reina. Tapi itu bukan naga. Aku yakin itu!


Karena saat terjadi Peperangan dengan kerajaan Kano. Entah kenapa Kerajaan Kano memanggil seekor naga untuk membantu mereka. Naga itu akan bertarung dengan binatang sihir Reina, dan kalah dengan menyedihkan. Karena itulah aku yakin binatang sihir kuno yang didapat Reina bukanlah seekor naga.


Novel yang sangat ambigu. Dia tidak menjelaskan apa pun secara rinci kecuali cerita percintaan para tokoh utama. Aku sangat kesulitan sekarang karena hal itu sekarang.


Saat kami sampai di penginapan Dean baru itu mulai membual tentang harta karun yang dia dapat. Lalu dia mulai membanding-bandingkan pencapaian nya denganku. Membuat perasaan ku semakin masam.


Kenapa orang ini sangat membenciku dan selalu ingin mencari masalah denganku?


Tapi aku memilih untuk tidak meladeninya. Orang tua ini bertingkah seperti anak kecil. Dia pikir aku akan terkena provokasi yang lemah seperti itu. Dia sama sekali tidak berpengalaman. Reina bahkan lebih berpengalaman darinya dalam hal membuat orang marah.


Aku memilih untuk membiarkan nya terus mengoceh bangga dan kembali ke kamarku.


Pikiranku sangat lelah. Aku terlalu banyak menggunakan otak ku, padahal biasanya aku sangat malas berpikir. Tubuhku juga lelah karena aku menggunakan terlalu banyak mana hari ini.


Saat Eva pergi masuk ke dalam kamarnya, Robert mulai berkata dengan dingin kepala Dean baru itu. "Jangan melebih-lebihkan dirimu".


Robert paling benci orang seperti dirinya. Dia masih tidak mengerti mengapa Dean Wason menjadikannya sebagai salah satu Dean.

__ADS_1


Saat ini para Dean sudah kembali ke ruangan mereka masing-masing. Hanya tersisa peserta junior. Karena itulah Dean baru itu berani bersikap seperti ini.


"Bukan urusanmu. Bilang saja kau iri padaku" kata Dean baru itu percaya diri. Dia tidak menyukai Robert dari dulu. Sebenarnya sebelum dirinya direkrut menjadi Dean, Robert adalah kandidat utama. Tapi dia menolaknya dan lebih memilih menjadi guru di akademi bangsawan. Dia berpikir sikap Robert sangat lucu. Apa bagusnya mengajar para anak domba yang lemah seperti itu. Dia semakin membenci Robert saat semua orang mulai membanding-bandingkan mereka. Mereka menganggap Robert lebih pantas duduk di kursi Dean dan membuat nya geram.


Robert merasa dia berbicara dengan orang bodoh sekarang. Dia hanya menatap jijik pria itu sebelum berbalik kembali ke kamarnya.


Melihat Robert menyerah, Dean baru itu tersenyum penuh kemenangan. Lalu melanjutkan membanggakan dirinya di depan yang lain.


***


Dean Wason berada di sebuah ruangan saat ini. Dia duduk dengan santai sambil menyesap minuman yang ada di depannya.


"Ini adalah akar bunga aselik. Kau benar-benar mendapatkan barang langka seperti ini" gumam Dean Wason kagum.


Di depannya ada seorang wanita. Dia adalah penatua kedua Kota Sihir, Herlina.


"Sudah bertahun-tahun kita tidak bertemu, tapi kau malah memuji ramuan itu dari pada diriku" kata penatua Herlina genit.


"Berhentilah bersikap seperti itu" kata Dean Wason serius. "Jadi bagaimana keadaanmu?"


"Ara~ kau bertanya tentang keadaanku sekarang. Aku sangat senang~"


"Kumohon berhenti" kata Dean Wason kesal. Kepalanya berkedut berusaha menahan emosinya.


"aku baik-baik saja~"


"Kau tampak berubah banyak. Ramuan apalagi yang kau ciptakan" Dean Wason melirik Herlina dari atas sampai bawah kakinya.


Herlina mengangkat alisnya, lalu tersenyum memikat. "Bukankah kau menyukainya? Aku melihatmu tertarik dengan wanita muda sebelumnya~"


"Uhuk!" Dean Wason tersedak lagi. "Baiklah, aku akan serius. Kenapa kau menemuiku?"


"Aku hanya ingin bertemu dengan teman lama. Aku tidak menyangka kau tidak mau bertemu dengan ku. Aku sangat sedih~" kata Herlina sambil membuat ekspresi sedih pura-pura disertai isak tangis kecil.

__ADS_1


"...."


"Hahaha!" Herlina tertawa kecil. "Kenapa wajahmu begitu serius? Apa kau benar-benar tertarik padaku?" tanyanya dengan nada menggoda.


"Omong kosong!" Bantah Dean Wason langsung.


Herlina menundukkan kepalanya. Ekspresi kesedihan bisa terlihat sesaat. Tapi dia langsung mengubah ekspresi nya seakan-akan ekspresi sedih itu tidak pernah ada.


"Ada pergerakan mencurigakan akhir-akhir ini. Ada banyak kasus kejahatan yanh disebabkan oleh penyihir. Aku mencurigai penyihir gelap itu membentuk kelompok dan melakukan hal ini. Atau bisa jadi ada kelompok lainnya" Herlina mulai serius.


Dia mengingat kembali bahwa ada banyak penyihir gelap yang menyusup ke dalam kotanya. Bahkan ada yang menyusup ke dalam pertandingan dan mengacaukannya. Untung saja para peserta kecil itu berhasil mengatasinya.


Dean Wason mengernyitkan keningnya.


"Aku ingin memberitahu mu bahwa ada semut yang bersembunyi di kota milikmu. Mereka hampir mencelakai cucuku. Aku ingin membunuh mereka tapi rekan-rekan mu yang lain menghentikan nya" aura kemarahan yang besar memancar dari dirinya. "Jadi bagaimana aku bisa mempercayai mu? Mungkin saja kau bisa jadi musuh tersembunyi" Mata Dean Wason menyipit curiga.


"Aku benar-benar tidak tahu yang kau katakan. Jelaskan apa yanh terjadi"


Dean Wason menceritakan bahwa beberapa orang berusaha membunuh cucu nya. Lalu menghancurkan beberapa bagian di kota Sihir. Jujur saja Dean Wason cukup terkejut saat mendengar Herlina tidak mengetahui apa pun tentang hal itu.


"Aku akan menanyakan hal ini kepada penatua ketiga dan keempat" katanya sambil mengernyitkan keningnya bingung. "Aku benar-benar tidak tahu ada berita seperti ini. Bahkan pemimpin juga tidak mengetahui nya"


Herlina cukup kaget dengan kemampuan kedua penatua itu menyembunyikan sesuatu.


"Aku ingin memperingati mu lagi. Kalau benar kelompok penyihir gelap sedang bergerak. Kau harus hati-hati. Kau menyimpan satu di tempat mu sekarang" sambung nya lagi. Dia mengingat bahwa ada seorang penyihir gelap yang tersembunyi di dalam Menara Sihir.


"Jangan khawatir. Dia bukan orang jahat" Dean Wason langsung membantah.


"Baiklah. Aku tidak bisa mengacau di tempat mu hanya untuk mengangkap satu orang penyihir gelap." Herlina menyerah.


"Tapi...." tubuhnya bergetar seolah-olah dia menahan sesuatu.


"Tapi sejak kapan kau punya cucu?! Apa kau sudah menikah?!" dia berteriak sambil melotot menatap Dean Wasonm

__ADS_1


__ADS_2