Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 7 Masalah Kerajaan Kano 1


__ADS_3

Cerita sebelumnya:


Keesokan harinya, Eva menghadiri kelas pertamanya di kerajaan Kano. Jujur saja menurutnya itu adalah kelas yang aneh. Mereka hanya punya satu kelas yang berisi para anak bangsawan dari berbagai umur, sama sekali tidak dipisahkan sesuai dengan tingkat mereka.


Raja juga ada disana untuk memberikan sambutan. Saat itu Eva tahu bahwa kondisi Raja terlihat tidak baik. Mungkin pria tua itu sakit.


Kelas pun dimulai. Eva duduk di kursi kosong acak dan mendapatkan teman sebangku yang tidak ramah. Tapi Eva tidak terlalu memikirkan nya. Dia mengikuti kelas dengan serius dan menemukan bahwa pembelajaran di tempat ini sedikit aneh. Mereka bahkan di bagi menjadi tiga kelompok penyihir untuk menyelesaikan tugas yang diberikan. Dan Eva menyelesaikan tugas itu dengan mudah. Akhirnya kelas pun berakhir seperti itu.


***


Keesokan harinya, aku bisa melihat para pangeran dan putri menghadiri kelas. Mereka sangat populer. Saat mereka masuk, anak-anak bangsawan itu mulai mengerumuni mereka dengan wajah menjilat.


Tapi ada kejadian yang mencolok. Putra mahkota tiba-tiba menghampiri seorang gadis dari kerajaan lain dan membuat seluruh isi kelas menjadi gempar. Tentu saja gadis itu adalah Reina.


Saat itu Reina sibuk berbicara dengan Lilac. sehingga dia sedikit kaget saat melihat Putera Mahkota menghampiri nya.


"Kau tiba dengan selamat?" Putra Mahkota tiba-tiba memegang tangannya dan mencium punggung tangannya. "Selamat datang" Membuat wajah Reina menjadi sangat canggung. Jujur saja Putra Mahkota tidak bersikap berlebihan seperti ini saat mereka berada di kerajaan Well. Jadi Reina merasa sangat tidak nyaman.


Melihat Reina tidak merespon nya, Putra Mahkota hanya tersenyum manis. "Karena kau sudah tiba di kerajaan ini, aku akan memandumu untuk berkeliling istana" katanya.


"..."


Reina masih tidak merespon.


"Apa kau tidak menyukainya?" Putra Mahkota berkata dengan wajah sedih.


"Tidak, tidak seperti itu Yang Mulia" Reina menyangkal dengan cepat. "Aku akan menerimanya dengan senang hati. Terima kasih" dia tersenyum manis dan menunjukkan rasa terima kasihnya dengan sopan.


Putra Mahkota tersenyum puas setelah mendengar jawabannya. Dia kembali ke kursinya dengan perasaan senang. Sementara aku hanya menyaksikan semua drama ini dengan ekspresi malas.


Aku juga melihat sekeliling untuk mencari keberadaan Sayn. Dan melihat sosok nya tertutup oleh keberadaan pangeran lainnya. Berdasarkan dari tinggi nya, itu adalah Sayn yang asli. Bukan boneka. Tapi dia bahkan menutupi kepalanya dengan jubah coklat, membuat keberadaan nya sangat buram.

__ADS_1


Aku memutuskan untuk menemuinya setelah kelas selesai. Aku ingin menawarkan robot pembersih ku, masih belum menyerah untuk memperluas bisnisku, mengingat tidak ada satu pun keberadaan robot pembersih di tempat ini.


Kelas pun berakhir dengan cepat. Aku ingin menghampiri Sayn. Tapi siapa yang mengira bahwa Reina mendekati nya lebih dulu dan sekali lagi menjadi pusat perhatian semua orang.


"Halo Sayn..." Reina menyapa dengan senyum malu-malu. Dia masih mengingat keberadaan Sayn. Pemuda tampan yang menarik perhatiannya.


Sejujurnya bagi Reina, Sayn terlihat lebih baik dari Putera Mahkota walaupun dia hanya seorang pangeran. Reina tidak tahu mengapa. Tapi aura yang dikeluarkan oleh Sayn sangatlah elegan. Reina tertarik tanpa sadar, seakan-akan alam bawah sadarnya mengatakan bahwa Sayn adalah orang yang sangat kuat. Bahkan penampilan Sayn lebih tampan dari Putera Mahkota.


Reina menganggap bahwa semuanya akan sempurna kalau Sayn menjadi Putera Mahkota. Keberadaan nya tidak akan kalah dari Denis.


Mengingat Denis hanya membuat hati Reina semakin masam. Dia masih ingat bahwa pria itu memperlakukan nya dengan dingin dan bahkan membentaknya. Padahal dia tidak melakukan hal yang salah. Dia tidak suka diperlakukan seperti itu.


Putera Mahkota melihat interaksi Reina dan Sayn dengan wajah masam.


"Sejak kapan kalian saling mengenal?" Dia bertanya.


"Kami baru saja kenal" Reina menjawab dengan polos. "Sayn pernah menginap di mansion ku dan hubungan kami cukup baik" lanjut nya.


Putera mahkota cukup terkejut setelah mendengar nya. Dia mengerjap tak percaya. Dia berteman lebih dulu dengan nya tapi Reina tidak pernah mengundang nya ke rumahnya.


Sayn tidak menanggapi dan hanya menatap Putera Mahkota dengan ekspresi datar, membuat Putera Mahkota semakin membencinya karena sikap sombong nya.


"Reina, aku akan menunjukkan pemandangan sekeliling istana pada mu" kata Putera Mahkota. Dia menatap Reina dengan senyum ramah, berusaha untuk menarik perhatiannya.


Tapi hal itu membuat Reina semakin tidak nyaman.


Sayn melihat bahwa Reina tidak nyaman dengan sikap Putera Mahkota. Dia berkata. "Kakak, kelihatannya Reina tidak bisa ikut denganmu. Dia sudah punya janji denganku sebelum nya" kata Sayn.


Putera Mahkota membelalak kaget saat mendengar nya. Dia menatap Sayn dengan tatapan benci "Dia sudah berjanji padaku sebelum nya" katanya tegas.


Sayn melihat Putera Mahkota dengan tatapan tidak senang. Dia tahu kenapa pria itu bersikap agresif seperti ini. Itu semua karena dia ingin memanfaatkan Reina, yang statusnya sebagai penyihir cahaya, untuk memperkuat tahta bodohnya di kerajaan ini. Apalagi semenjak Raja mengumumkan akan mundur dari kursi tahta sehari yang lalu. Putra mahkota bersikap agresif karena hal itu.

__ADS_1


Sementara Sayn sangat tidak menyukai sikapnya yang memanfaatkan seseorang tidak bersalah dalam perebutan tahta di kerajaan Kano. Sayn bisa melihat wajah Reina yang tidak nyaman. Jelas-jelas gadis itu sama sekali tidak mau terlibat.


Sayn menatap Reina. Dia mengirim telepati padanya.


Semuanya terserah padamu


Dia berkata dengan acuh. Dia sudah berusaha untuk menolong gadis itu. Kalau gadis itu memilih untuk mengikuti keinginan Putera Mahkota. Dia tidak mau terlibat lagi.


Reina membuat wajah canggung. Sulit untuk memilih. Dia tidak ingin membuat hubungan nya dengan kedua pria itu menjadi buruk.


"Maafkan aku Yang Mulia..." kata Reina lirih. Dia berkata dengan wajah yang sangat menyesal. "Aku sudah memiliki janji dengan Sayn hari ini. Kita bisa pergi bersama lain waktu nanti" katanya. Pada akhirnya gadis itu memilih Sayn.


Putera Mahkota berusaha menyembunyikan amarahnya. Walaupun begitu, wajahnya masih terlihat jelek.


"Baiklah, aku akan menunjukkan pemandangan istana padamu lain waktu" katanya sebelum berbalik dengan cepat.


Ketiga orang itu menjadi pusat perhatian seluruh kelas. Pasalnya hal itu terjadi saat semua orang masih berada di dalam kelas. Mereka sangat penasaran dengan sosok Reina. Putera Mahkota dan Pangeran sangat memperhatikannya bahkan berkelahi karena keberadaannya.


Aku juga melihat semua itu dengan wajah cemberut. Jujur saja aku tidak tahu bahwa mereka akan seakrab itu. Aku mengira bahwa Sayn mendekati Reina karena ingin menyelidiki marquis. Tapi kelihatannya aku salah?


Aku tidak tahu hal ini benar atau tidak. Tapi melihat kedua orang menjadi akrab membuat suasana hatiku sangat buruk. Jadi aku pun meninggalkan kelas dengan cepat. Niatku untuk bertemu Sayn dan membicarakan bisnis langsung lenyap. Aku mungkin akan menemui nya saat suasana hatiku sudah membaik.


"Terima kasih...." sementara Reina berusaha mengucapkan terima kasih pada Sayn dengan senyum yang sangat tulus.


"Tidak masalah" Sayn menjawab.


Sayn ingin meninggalkan kelas, tapi Reina menghentikan nya. "Anu... Sayn, bisakah kau mengajakku keliling istana? Jujur saja tempat ini sangat besar. Aku takut tersesat kalau menuju ke bangunan istana lainnya lainnya" kata Reina malu-malu.


"Aku tidak punya waktu. Kau bisa meminta tolong pada putera mahkota. Bukankah kau sudah berjanji padanya sebelum nya?" jawab Sayn dingin. Dia punya banyak hal untuk dilakukan sekarang. Sama sekali tidak ada waktu untuk bermain apalagi menemani seorang gadis berkeliling istana.


Reina membeku saat mendengar responnya.

__ADS_1


"Dan juga aku juga tidak pernah berkeliling istana. Aku hanya tahu kamarku, aula dan akademi" jawab Sayn. Dia memang tidak pernah pergi ke area lainnya karena dia tidak diizinkan oleh Ratu dan para selir itu. Setelah mengatakan hal itu, Sayn pun meninggalkan kelas dengan cepat.


Reina hanya melihat punggung nya dengan wajah sedih.


__ADS_2